Buka menu utama

Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta

Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (juga dikenal sebagai Terminal 3 Ultimate) adalah sebuah terminal bandara dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pelayan Jabodetabek. Berlokasi pada sisi timur-utara bandara. Terminalnya memiliki desain yang berbeda dari terminal lainnya. Terminal 1 dan 2 dibangun dengan penggabungan arsitektur lokal dalam rancangannya, namun terminal 3 dibangun dengan desain modern kontemporer dengan ramah lingkungan dan rasa tradisional. Terminal ini sebelumnya dinamai Terminal 3 Ultimate namun kemudian diputuskan untuk berintegrasi dengan terminal 3 lama. Saat ini merupakan rumah bagi penerbangan Garuda Indonesia hingga penyelesaian lanjutan dimana semua penerbangan internasional (kecuali budget carrier) akan pindah ke sini. Diperkirakan terminal ini akan beroperasi penuh pada bulan September 2017.

Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Terminal3SoekarnoHatt.jpg
Ruang tunggu keberangkatan T3(U)
Nama lamaTerminal 3 Ultimate
Nama lainTerminal 3 Ultimate
Informasi umum
JenisTerminal bandar udara
LokasiKota Tangerang, Banten
Koordinat06°07′32″S 106°39′21″E / 6.12556°S 106.65583°E / -6.12556; 106.65583Koordinat: 06°07′32″S 106°39′21″E / 6.12556°S 106.65583°E / -6.12556; 106.65583
Penyewa saat iniGaruda Indonesia
Dibuka9 Agustus 2016
Diresmikan9 Agustus 2016
BiayaUS$600.000.000
KlienAngkasa Pura II
PemilikPemerintah Indonesia
Informasi teknis
Sistem strukturAtap bingkai besi dengan fasad kaca
Luas lantai422,804 m2 (4551,02 sq ft)
Desain dan konstruksi
FirmaWoodhead
Kontraktor utamaKawahapejaya Indonesia KSO

SejarahSunting

Terminal 3 lama dibuka secara resmi untuk penerbangan internasional pada tanggal 15 November 2011, dimana Indonesia AirAsia mulai menggunakan T3 sebagai pusat baru untuk penerbangan internasional sebagaimana penerbangan domestik. T3 lama mempunyai kapasitas 4 juta penumpang per tahun, 30 gerai lapor-masuk, 6 pengambilan bagasi, dan 3 gerbang dengan 2 garbarata. Pada tahun 2012, PT AP II membuat masterplan untuk menaikkelaskan Bandara Soetta menjadi bandara berkelas internasional dan membangun aerotropolis.[1] Ekspansi T3 juga bagian dari masterplan.[2] T3 baru secara resmi dibuka pada tanggal 9 Agustus 2016. Saat ini, T3 baru tidak memiliki penghubung dengan bangunan T3 lama, namun T3 lama akan direnovasi dengan koneksi untuk dibangun diantara terminal baru dan lama.

FasilitasSunting

Dengan luas 422.804 meter persegi, terminal baru ini sedikit lebih besar daripada Terminal 3 Bandar Udara Internasional Changi Singapura. Memiliki 10 gerbang untuk penerbangan internasional dan 18 untuk domestik, 206 konter lapor-masuk, 38 swakonter dan 12 konter bag drop, 48 garbarata, 2 hotel bintang 4, ruang pertemuan, toko bebas cukai, toko ritel, dan gedung parkir.[3] Juga memiliki sebuah sistem pengamanan bagasi otomatis dengan sedikitnya 13 sabuk konveyor.[4] Luas keseluruhan dari bangunan utama dari Terminal 3 yang baru adalah sekitar 331.101 meter persegi, gedung parkir 85.878 meter persegi, dan bangunan penumpang VVIP 6.124 meter persegi. Terminal 3 akan melayani 25 juta penumpang setiap tahunnya. Ketika terminal beroperasi penuh, otoritas bandar udara mengharapkan untuk menghubungkan 70 destinasi internasional, meningkat dari yang saat ini berjumlah 30.[5] Ini merupakan terminal modern yang dirancang khusus untuk melayani sebagai titik transit untuk maskapai internasional. Area lapor-masuknya disusun dalam bentuk 8 cluster. Area parkirnya berkapasitas untuk mengakomodasi 2.600 mobil dan 2.600 sepeda motor.[6]
T3(U) menyediakan sebuah area komersial dengan atmosfer dan pemandangan berbeda dibandingkan bandar udara lainnya di Indonesia. Area komersialnya meliputi wilayah seluas 71.225 meter persegi. Terbagi dalam beberapa zona, masing-masing untuk makanan/minuman seluas 23.301 meter persegi, ritel 22.023 meter persegi, pelayanan 2.007 meter persegi, bebas cukai 4.784 meter persegi, lounge 8.496 meter persegi, pameran 1.493 meter persegi, dan perkantoran/maskapai 19.121 meter persegi.[7]
T3(U) dilengkapi dengan BHS tingkat 5 untuk mendeteksi bahan peledak dan langsung pindah ke selimut, sebuah Sistem Keamanan Bandar Udara yang dapat mengontrol 600 CCTV untuk mendeteksi wajah yang terdaftar di daftar keamanan, sebuah Sistem Manajemen Gedung Intelijen yang dapat mengontrol penggunaan air dan listrik, sistem air hujan untuk menghasilkan air bersih dari hujan, sistem air daur ulang untuk menghasilkan air toilet dari air toilet bekas, dan kontrol teknologi iluminasi untuk mengiluminasi terminal tergantung pada cuaca sekitarnya.[8] Area perluasan T3 membentang 1,2 km dan apron dapat melayani 40 pesawat udara. Ketika selesai, T3 akan menjadi terminal aerotropolis. T3 akan dapat melayani 60 pesawat udara dari 40 pesawat udara saat ini.[9]
T3 juga memiliki akses WiFi dengan kecepatan hingga 50 megabit per detik (6,25 MB/s), yang tercepat diantara semua bandara di dunia. Dapat diakses dengan gratis untuk 15 menit pertama dan kemudian berbayar Rp5k per jam.[10] Terminal ini juga memiliki Pusat Informasi Turis dimana para turis dapat memperoleh informasi tentang atraksi turis, transportasi, akomodasi, dan informasi terkait perjalanan lainnya di Indonesia.[11]

Transportasi daratSunting

Tersedia bis antar jemput penghubung Terminal 1, 2, dan 3. Skytrain/layanan pemindah orang sedang dibangun untuk menghubungkan 3 terminal yang akan rampung bersamaan dengan jalur rel KA pada bulan Juni 2017. Kelajuan skytrain akan menjadi 5 menit, dengan 7 menit diperlukan untuk mendapatkan dari T1 ke T3.[12]
PT Railink, anak perusahaan dari PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia sedang membangun jalur rel untuk menghubungkan bandara dan pusat kota, yang diharapkan mulai beroperasi Juli 2017. Panjang total jalurnya dari bandara ke Stasiun Manggarai di Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah 36,3 km. Bangunan terintegrasi untuk stasiun bandara di T3 diprediksi akan selesai pada Maret 2017. Stasiun ini akan mengakomodasi 6 kereta api dengan kapasitas 272 penumpang. Kereta bandara akan beroperasi untuk melayani 35.000 penumpang dengan 122 perjalanan per hari.[13]

Ritel, makanan/minuman, dan area publikSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting