Halte Kalimenur

stasiun kereta api di Indonesia
(Dialihkan dari Stasiun Kalimenur)

Halte Kalimenur (KLR) merupakan halte kereta api nonaktif yang terletak di Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo, tepatnya di antara Stasiun Sentolo dan Stasiun Wates. Halte yang terletak pada ketinggian +35 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Halte Kalimenur
  • Singkatan: KLR
  • Nomor: 3009
Stasiun Kalimenur.JPG
Stasiun Kalimenur, 2016.
AlamatSukoreno, Sentolo, Kulon Progo
Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketinggian+35 m
Letakkm 520+265 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Konstruksi
Jumlah jalur2
Jumlah peronSatu peron sisi yang agak rendah
Informasi lain
Kelas stasiunPerhentian dilayani agen[2]
Sejarah
DibukaSekitar tahun 1876-1888
Ditutup1974
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Kini kondisi halte ini lusuh, kesepian, dan banyak vandalisme karena sejak tahun 1974; 46 tahun lalu (1974), halte ini tak lagi beroperasi. Halte Kalimenur berhenti beroperasi pada 1974 dan dianggap tak layak lagi meski hanya untuk pemberhentian kereta berkecepatan tinggi karena posisinya yang tidak strategis, okupansi yang minim, dan berada di tikungan besar Kalimenur.

Halte ini diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan pembangunan jalur rel Surabaya-Cilacap, sekitar 1887. Hingga masa revolusi, Halte Kalimenur menjadi salah satu perhentian yang riuh dengan penumpang menunggu kereta uap yang sering disebut sebagai sepur bumel atau sepur grenjeng. Yang unik, halte ini dulu juga disebut sebagai Stasiun Tahu, karena mayoritas penumpangnya adalah penjual tahu dari Desa Tuksono yang hendak berjualan ke Yogyakarta atau Kutoarjo.[3]

Pada masa revolusi sekitar 1948, sejumlah halte di jalur ini pernah dibom oleh Belanda, hingga hampir hancur. Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) kemudian membangun kembali, dan meresmikan Stasiun Kalimenur menjadi perhentian dilayani agen pada tahun 1954.

Arsitektur halte ini masih asli dan merupakan peninggalan Staatsspoorwegen. Bahkan bangunan utama dan ruang kepala perhentiannya pun masih dapat diselamatkan.[3]

Saat ini, Halte Kalimenur dijadikan sebagai tempat beristirahat oleh warga dan railfans yang hendak menyaksikan atau memotret kereta api yang sedang menikung di tikungan Kalimenur.

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. 
  3. ^ a b Media, Kompas Cyber (2009-11-14). "Mari Menelusuri Kejayaan Kereta Masa Silam". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2018-12-09. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Wates
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Sentolo
ke arah Solo Balapan

Koordinat: 7°51′57″S 110°12′23″E / 7.865802°S 110.206270°E / -7.865802; 110.206270