Buka menu utama

Stasiun Sentolo

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Sentolo (STL) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦱꦼꦤ꧀ꦠꦺꦴꦭꦺꦴ, Sêtasiyun Sentolo) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sentolo, Sentolo, Kulon Progo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +54 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun ini terletak di pinggir jalan raya Wates-Yogyakarta setelah menyeberangi rel di kiri.

Stasiun Sentolo
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun STL.png
  • Singkatan: STL
  • Nomor: 3011
Stasiun Sentolo 2019.jpg
Stasiun Sentolo, 2019
Lokasi
Daerah istimewaYogyakarta
KabupatenKulon Progo
KecamatanSentolo
DesaSentolo
AlamatNasional 3 Jalan Raya Yogyakarta-Wates-Purworejo
Kode pos55664
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+54 m
Letak[2]km 524+633 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3; sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi, namun tidak ada peron di antara jalur II dengan jalur 3)
Tipe persinyalanElektrik tipe Westinghouse Rail Systems' Train Radio and Advanced Control (Westrace)[3]
Bangunan utama Stasiun Sentolo, 2015

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur II merupakan jalur lurus.[4] Semenjak beroperasinya jalur ganda di lintas Kutoarjo–Yogyakarta pada tahun 2006–2007, tata letak stasiun ini diubah menjadi empat jalur dengan jalur II eksisting dijadikan sepur lurus arah Kutoarjo dan jalur III dijadikan jalur lurus baru arah Yogyakarta.[5][6]

Ke arah selatan stasiun ini, sebelum Stasiun Wates, terdapat Stasiun Kalimenur yang sudah tidak digunakan lagi sejak dekade 1980-an, sedangkan ke arah timur stasiun ini, terdapat bekas Stasiun Sedayu yang juga sudah tidak aktif sejak tahun 1990-an.

Di selatan stasiun ini terdapat perlintasan sebidang, sehingga stasiun ini selain untuk melayani persusulan antarkereta api juga melayani pengontrolan palang perlintasan sebidang. Namun, sejak tanggal 7 Desember 2017, perlintasan sebidang ini resmi ditutup, sehingga stasiun ini sudah tidak lagi melayani pengontrolan perlintasan sebidang.[7] Stasiun ini adalah salah satu dari enam stasiun kereta api kelas 3 (tiga) yang tetap mempertahankan bangunan aslinya setelah jalur ganda Kutoarjo–Yogyakarta beroperasi.

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Lampiran SK Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK/02/DJKA/K.2/01/06
  5. ^ "Jalur Rel Ganda Kutoarjo-Yogya-Solo Dioperasikan". Tempo. 2007-09-25. Diakses tanggal 2018-02-17. 
  6. ^ "Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Dapat Dioperasikan Saat Lebaran". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Perlintasan Sebidang di Ngeseng Resmi Ditutup Total - Tribun Jogja". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2018-02-22. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari

Koordinat: 7°50′00″S 110°13′05″E / 7.8331997°S 110.2179226°E / -7.8331997; 110.2179226