Kabupaten Luwu

kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan
(Dialihkan dari Luwu)

Kabupaten Luwu adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yang dalam kurun waktu tiga tahun dimekarkan menjadi tiga daerah strategis, yaitu Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara yang kemudian dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo. Pemekaran ini turut menjadikan Kota Palopo selaku perintahan otonom kota Palopo. Luas wilayah Kabupaten Luwu 3.000,25 km², sebelum Kota Palopo menjadi kota otonom dengan jarak tempuh dari Kota Makassar lebih dari 367 km.

Kabupaten Luwu
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Selatan
Luwu Regency Logo.png
Lambang
Motto: 
Luwu Wanua Mappatuo'e Naewai Alena, Toddo Puli Temmalara Te'bakke Tongengnge
Locator Luwu Regency.svg
Kabupaten Luwu berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu berlokasi di Indonesia
Kabupaten Luwu
Kabupaten Luwu
Koordinat: 3°20′54″S 120°13′16″E / 3.3483°S 120.2211°E / -3.3483; 120.2211
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Hari jadi23 Januari 1268
Ibu kotaBelopa
Pemerintahan
 • BupatiDrs. H. Basmin Mattayang, M.Pd
 • Wakil BupatiSyukur Bijak
Luas
 • Total3.000,25 km2 (115,840 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total370.683 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaLuwu, Bugis, Toraja, Mandar, Makassar
 • AgamaIslam 85,35%
Kristen 14,64%
- Protestan 13,47%
- Katolik 1,17%
Hindu 0,01%[2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0471
Kode Kemendagri73.17 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan21
Jumlah kelurahan19
Jumlah desa208
DAURp. 542.118.008.000.-(2013)[3]
Situs webhttp://www.luwukab.go.id/
Istana datu Luwu pada masa Hindia Belanda
Pantai Bua, Kabupaten Luwu
Depot BBM Pertamina, Bua. Pantai dangkal mengharuskan BBM dipompa dari kapal tanker di tengah laut

Pemekaran kabupaten Luwu yang kemudian melahirkan kabupaten Luwu Utara dan kota otonom Palopo di bawah kepemimpinan Bupati Luwu Dr. Kamrul Kasim yang menjabat Bupati Luwu dari tahun 1999 sampai tahun 2003.

Kabupaten Luwu memindahkan pusat pemerintahan dari kota Palopo ke kota Belopa, sejak tahun 2006, seiring ditetapkannya Belopa sebagai Ibu kota Kabupaten Luwu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 80 Tahun 2005, dan diresmikan menjadi ibu kota sejak 13 Februari 2006. Periode 2004-2009 Luwu dipimpin oleh Bupati H.M. Basmin Mattayang kemudian dilakukan pemilihan Kepala Daerah langsung pertama di daerah itu dan memilih Ir. H. Andi Mudzakkar sebagai bupati terpilih periode 2009-2014.

GeografiSunting

Secara geografi Kabupaten Luwu terletak pada koordinat antara 2°3’45” sampai 3°37’30” LS dan 119°15” sampai 121°43’11” BB. Kabupaten Luwu memiliki wilayah geografis yang unik karena wilayahnya terbagi dua yang dipisahkan oleh sebuah daerah otonom yakni Kota Palopo, ada pun daerah yang terpisah tersebut adalah wilayah Walenrang dan Lamasi atau yang juga dikenal dengan sebutan WALMAS.

Batas wilayahSunting

Batas wilayah kabupaten Luwu antara lain;

Utara Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Tana Toraja[4]
Timur Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara
Selatan Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo
Barat Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang

DemografiSunting

BahasaSunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Luwu adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Luwu[5], yaitu bahasa Toraja (khususnya dialek Tae).[6]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati[7] Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Andi Kaso
1940
1949
1
2
Pakki Dg. Masiga
1949
1951
2
3
Abd. Majid Pattaropura
1952
1954
3
4
Inje Naim
1954
1956
4
5
La Kitta
1956
1957
5
6
Andi Djemma
1958
1960
6
7
Andi Kasim
1960
1964
7
8
Andi Makkullau
1964
1966
8
9
Drs.
Andi Rompe Gading
1966
1967
9
10
Drs. H.
Salman
1967
1968
10
11
Andi Ahmad
1970
1971
11
12
Samad Suaib
1971
1976
12
13
Drs.
Andi Rompegading
1976
1978
13
14
H.
Abdullah Suara
1978
1983
14
15
H.
A. Mubara Dappi
SH, M.Hum
1983
1988
15
16
Muh. Dahlan Jampu
1988
1993
16
17
Yunus Bandu
1994
1999
17
18
Dr. H.
Kamrul Kasim
SH, MH
1999
2004
18
19
  Drs. H.
Basmin Mattayang
M.Pd
2004
2008
19
Ir. H.
Bahrum Daido
M.Si
20
Ir. H.
Bahrum Daido
M.Si
2008
2009
[8]
21
  Ir. H.
A. Mudzakkar
2009
2014
20
Syukur Bijak
15 Februari 2014
15 Februari 2019
21
[9]
H.
Amru Saher
S.T.
(19)
  Drs. H.
Basmin Mattayang
M.Pd
15 Februari 2019
22
[10]
Syukur Bijak

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Luwu dalam dua periode terakhir.[11][12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 0 2
  Gerindra 4 3
  PDI Perjuangan 3   3
  Golkar 6 3
  NasDem 2 3
  PKS 2 3
  Perindo (baru) 4
  PPP 4 6
  PAN 4 3
  Hanura 3 1
  Demokrat 4 3
  PBB 1 1
  PKPI 2 0
Jumlah Anggota 35   35
Jumlah Partai 11 12

KecamatanSunting

Kabupaten Luwu terdiri dari 22 kecamatan, 20 kelurahan dan 207 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.343,97 km² dan jumlah penduduk sebesar 375.535 jiwa dengan sebaran penduduk 112 jiwa/km².[13][14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Luwu, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
73.17.04 Bajo 1 11 Desa
73.17.20 Bajo Barat 9 Desa
73.17.01 Basse Sangtempe 12 Desa
73.17.22 Basse Sangtempe Utara 12 Desa
73.17.07 Belopa 4 5 Desa
73.17.14 Belopa Utara 2 6 Desa
73.17.08 Bua 1 14 Desa
73.17.05 Bua Ponrang 1 9 Desa
73.17.13 Kamanre 1 7 Desa
73.17.09 Lamasi 1 9 Desa
73.17.18 Lamasi Timur 9 Desa
73.17.02 Larompong 1 12 Desa
73.17.10 Larompong Selatan 1 9 Desa
73.17.12 Latimojong 12 Desa
73.17.11 Ponrang 2 8 Desa
73.17.21 Ponrang Selatan 1 12 Desa
73.17.03 Suli 1 12 Desa
73.17.19 Suli Barat 1 7 Desa
73.17.06 Walenrang 1 8 Desa
73.17.15 Walenrang Barat 6 Desa
73.17.17 Walenrang Timur 8 Desa
73.17.16 Walenrang Utara 1 10 Desa
TOTAL 20 207

Pemekaran DaerahSunting

Provinsi Daerah Istimewa LuwuSunting

Provinsi ini merupakan wilayah bekas Kerajaan Luwu . Kabupaten/kota yang umungkin bergabung ke dalam provinsi ini meliputi :

Bila pengajuan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah tidak berhasil, maka untuk memenuhi syarat pemekaran provinsi, dipilih opsi lain yaitu merangkul kabupaten-kabupaten di sekitar antara lain, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara (keduanya memiliki ikatan budaya dengan kabupaten di Tanah Luwu), Kabupaten Wajo, Kabupaten Kolaka Utara (Keduanya merupakan bagian dari Kedatuan Luwu), dan Kabupaten Morowali (jarak ibukota Sulawesi Tengah, Palu, lebih jauh ketimbang jarak ibukota Luwu Raya, Palopo).

ReferensiSunting

  1. ^ "Kabupaten Luwu Dalam Angka 2020". www.luwukab.bps.go.id. Diakses tanggal 12 Juni 2020. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama yang Dianut di Provinsi Sulawesi Selatan 2015". BPS Sulawesi Selatan. Diakses tanggal 12 Juni 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ Profil Kabupaten Luwu di situs Sulsel.go.id
  5. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  6. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  7. ^ "Potensi Luwu Utara". bp3m.luwukab.go.id. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  8. ^ "Profil Bahrum Daido". merdeka.com. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  9. ^ "A. Mudzakkar- Amru Dilantik, Harapan Masyarakat Luwu Ada Pada Pundak Mereka". luwuraya.net. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  10. ^ Amir, Amran (27 Juli 2018). Ika, Aprillia, ed. "KPU Luwu Tetapkan Basmin SBJ Pemenang Pilkada 2018". Kompas.com. Diakses tanggal 11 Februari 2019. 
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Luwu 2014-2019
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Luwu 2019-2024
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting