Buka menu utama
Tripiṭaka Koreana, edisi awal dari kanon Buddhis Tiongkok
Evolusi Taishō Tripiṭaka dari edisi sebelumnya yaitu kanon Buddhis Tiongkok

Kanon Buddhis Tiongkok (h=大藏經; p=Dàzàngjīng) (bahasa Jepang: 大蔵経 Daizōkyō; bahasa Korea: 대장경 Daejanggyeong; bahasa Vietnam: Đại tạng kinh) merujuk pada keseluruhan literatur Buddhis yang dianggap kanonikal dalam agama Buddha di Tiongkok, Jepang, Korea, dan Vietnam. Dàzàngjīng (大藏經) sendiri secara umum digunakan untuk merujuk pada Tripitaka Koreana yang diukir pada 81.340 papan kayu dan disimpan di Haeinsa (海印寺), Korea Selatan; secara harafiah diterjemahkan menjadi "Sutra Harta Agung".[1] Kanon ini meliputi naskah-naskah Āgama, Winaya, dan Abhidharma dari Aliran-aliran awal Buddhis, termasuk Sutra-sutra Mahāyāna dan kitab suci dari Buddhisme Esoterik.

Berbagai versiSunting

Terdapat berbagai versi kanon di Asia Timur pada tempat dan waktu yang berbeda. Sebuah versi yang awal adalah Sutra-sutra Batu Fangshan (房山石經) dari abad ke-7 Masehi.[2] Versi-versi awal seperti Tripitaka Lung (龍藏), Tripitaka Jiaxing (嘉興藏), dan Tripitaka Zhaocheng Jin masih ada secara lengkap dalam bentuk cetak. Tripiṭaka Koreana dan Tripitaka Chenlong juga masih lengkap dalam bentuk blok kayu. Tripitaka Koreana atau Palman Daejanggyeong diukir antara tahun 1236 dan 1251 pada masa Dinasti Goryeo; berupa 81.340 cetakan blok kayu yang berisi 52.382.960 aksara tanpa kesalahan satu huruf pun. Versi ini disimpan Kuil Haeinsa, Korea Selatan.[3]

Versi yang paling sering digunakan adalah Taishō Shinshū Daizōkyō (Taishō Tripiṭaka, 大正新脩大藏經),[4] yang dinamai berdasarkan zaman Taishō. Sebuah versi standar modern diterbitkan di Tokyo antara tahun 1924 dan 1934. Versi ini merupakan versi tripitaka satu-satunya yang menggunakan tanda baca,[5] tersusun atas 100 volume.

Versi Zokuzokyo (Xuzangjing) (卍續藏), yang merupakan pelengkap dari versi kanon lain, sering digunakan sebagai tambahan untuk naskah-naskah Buddhis yang tidak dikumpulkan dalam Tripitaka Taishō. Tripitaka Jiaxing merupakan sebuah tambahan dari naskah-naskah Buddhis Dinasti Ming dan Qing yang tidak dijilid,[6] dan Dazangjing Bu Bian (大藏經補編) yang diterbitkan pada tahun 1986 merupakan tambahan lainnya.[7]

Manuskrip Tiongkok dalam Tripitaka Sinica (中華大藏經–漢文部份 Zhonghua Dazangjing: Hanwen bufen), sebuah jilidan baru dari naskah-naskah kanonikal, diterbitkan oleh Zhonghua Book Company di Beijing pada tahun 1983-1997, tersusun atas 107 volume literatur, merupakan fotokopi dari versi-versi yang lebih awal[8][9] serta memuat kitab-kitab suci yang baru ditemukan di Dunhuang.[10] Versi-versi tersebut merupakan proyek-proyek yang lebih baru dari Tripitaka Sinica.[11]

BahasaSunting

Kitab-kitab Buddhis Tiongkok kebanyakan ditulis dalam bahasa Tionghoa Klasik. Tripitaka Mi (蕃大藏經; pinyin=fāndà​zàng​jīng; lit. "Tripitaka Koreana non-Tiongkok") merupakan kanon berbahasa Tangut.[12] Eric Grinstead pada tahun 1971 mempublikasikan sebuah koleksi naskah Buddhis Tangut dengan judul "Tripitaka Tangut" di New Delhi. Edisi Taishō mengandung karya-karya berbahasa Jepang klasik. Edisi Dunhuang mengandung beberapa karya dalam bahasa kuno Wilayah Barat.[13] Tripitaka Sinica yang disebut di atas menampilkan sebuah bagian Tibetan.

Karya-karya di luar koleksiSunting

Sejumlah sutra apokrif yang disusun di Tiongkok tidak dimasukkan ke dalam kanon, seperti novel Perjalanan ke Barat dan berbagai kitab kepercayaan tradisional Tionghoa,[14][15][16][17][18] serta Sutra Raja Agung Avalokitesvara. Karya-karya modern kaum religius dan pelajar juga tidak dimasukkan tetapi dipublikasikan dalam seri buku yang berbeda.

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Umum

Naskah-naskah

Karya-karya di luar kanon