Kabupaten Boven Digoel

Kabupaten di Papua

Kabupaten Boven Digoel (bahasa Belanda: boven berarti atas) adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanah Merah, dengan jumlah penduduk 67.717 jiwa (2018).[1]

Kabupaten Boven Digoel
Papua 1rightarrow blue.svg Papua
Logo BOVENDIGOEL.jpg
Lambang
Motto: 
Nup Bagen Ngup Bagenep (saya ada karena kamu ada)
PAPUA - KAB. BOVEN DIGOEL.png
Kabupaten Boven Digoel berlokasi di Maluku dan Papua
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel berlokasi di Indonesia
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel
Koordinat: 6°S 140°E / 6°S 140°E / -6; 140
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
Tanggal peresmian25 Oktober 2002
Dasar hukumUU Nomor 26 Tahun 2002[1]
Ibu kotaTanah Merah
Pemerintahan
 • BupatiH. Chaerul Anwar, S.T.
 • Wakil Bupatilowong
Luas
 • Total27.108,29 km2 (1,046,657 sq mi)
Populasi
 ((2018)[2])
 • Total67.717 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 79,42%
- Katolik 51,25%
- Protestan 28,17%
Islam 19,85%
Budha 0,06
Hindu 0,05%
Lainnya 0,61% %[3]
Zona waktuWIT (UTC+09:00)
Kode telepon-
Kode Kemendagri91.16 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan20
Jumlah kelurahan-
Jumlah desa112
DAURp. 660.845.140.000.-(2013)[4]
Situs webhttp://www.bovendigoelkab.go.id/

Kabupaten Boven Digoel merupakan kabupaten baru yang dibentuk dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke, bersamaan dengan sejumlah kabupaten lain di bagian selatan, yakni Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi, tertanggal 25 Oktober 2002.[1]

GeografisSunting

TopografiSunting

Kabupaten Boven Digoel sebagian besar wilayahnya berada pada ketinggian 25–100 m di atas permukaan laut. Kemiringan tanah di Kabupaten Boven Digoel beragam, mulai dari tanah datar hingga bergunung, namun yang paling dominan yaitu kemiringan tanah yang agak datar hingga berombak. Sebagian besar wilayah Boven Digoel didominasai oleh dataran, selebihnya merupakan wilayah bergelombang dan hanya sebagian kecil wilayah merupakan daerah gambut/rawa, perbukitan dan pegunungan

Iklim

Kabupaten Boven Digoel termasuk wilayah beriklim panas. Suhu udara rata-rata berkisar antara 260C – 270C. Kelembaban udara relatif normal yaitu berkisar antara 86% hingga 94%. Rata-rata curah hujan beberapa tahun terakhir cukup tinggi. Curah hujan tertinggi terjadi pada Tahun 2007 yaitu mencapai 420,9 mm. Kecepatan angin umumnya tidak terlalu banyak berubah pada delapan tahun terakhir dari Tahun 2004. Kecepatan angin berkisar hanya rata-rata 3 – 4,5 Knot pertahun dan termasuk kategori angin teduh. Matahari bersinar sepanjang tahun dengan intensitas penyinaran rata-rata 35% hingga 45% pertahun.

Batas WilayahSunting

Menurut UU No. 26 Tahun 2002, batas wilayah Kabupaten Boven Digoel adalah:

Utara Distrik Suator di Kabupaten Asmat dan Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang
Timur Negara Papua Nugini
Selatan Distrik Muting dan Okaba di Kabupaten Merauke
Barat Distrik Edera, Obaa dan Citak Mitak di Kabupaten Mappi

SejarahSunting

Masa Pendudukan Hindia BelandaSunting

 
Tahanan komunis menuju Boven Digoel pada tahun 1927
 
Tugu Mohammad Hatta (Sang Proklamator)

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Boven Digoel dikenal dengan sebutan Digul Atas, dan merupakan tempat pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Digul Atas terletak di tepi Sungai Digul Hilir.

Pada tanggal 18 November 1926, Raad van Nederlandsch-Indie (Dewan Hindia Belanda) mengadakan rapat luar biasa yang memutuskan pembangunan tempat pengasingan (kamp) untuk menampung tawanan Pemberontakan PKI tahun 1926 yang diputuskan berada di hulu Sungai Digoel.[5] Kamp ini kemudian dipimpin oleh seorang opsir tentara yang ditugaskan sebagai fungeerend controleur (pejabat pengawas).[5] Selanjutnya Boven Digul digunakan sebagai tempat pembuangan pergerakan nasional dengan jumlah tawanan tercatat 1.200 orang. Di antara tokoh-tokoh pergerakan yang pernah dibuang ke sana antara lain Mohammad Hatta[5], Sutan Syahrir[5], Sayuti Melik, Marco Kartodikromo[5], Thomas Najoan[5], Chalid Salim, Lie Eng Hok, Muchtar Lutfi, dan Ilyas Ya'kub.

Daerah seluas 10.000 hektar itu berawa-rawa, berhutan lebat, dan sama sekali terasing. Satu-satunya akses menuju kamp tersebut ialah menggunakan kapal motor melalui Sungai Digul. Di sepanjang tepian sungai berdiam berbagai suku. Karena sarana kesehatan tidak ada, penyakit menular sering berjangkit, seperti penyakit malaria yang membawa banyak korban.

Tempat pembuangan tersebut terbagi atas beberapa bagian, yakni Tanah Merah, Gunung Arang (tempat penyimpanan batu bara), kawasan militer yang juga menjadi tempat petugas pemerintah, dan Tanah Tinggi. Sewaktu rombongan pertama datang, Digul sama sekali belum merupakan daerah permukiman. Rombongan pertama sebanyak 1.300 orang yang sebagian besar dari Banten, diberangkatkan pada Januari 1927. Pada akhir Maret 1927, menyusul ratusan orang lain dari Sumatra Barat. Mula-mula mereka ditempatkan di Tanah Merah. Dua tahun kemudian, melalui seleksi ketat, sebagian dipindahkan ke Tanah Tinggi.

Pada tahun-tahun pertama, ratusan orang meninggal karena kelaparan dan sakit. Penderitaan itu menyebabkan banyak orang buangan mencoba melarikan diri ke Australia. Mereka menggunakan perahu-perahu kecil buatan sendiri, tetapi sedikit saja yang berhasil. Sebagian terpaksa kembali, lainnya mati tenggelam.

Pada waktu Perang Pasifik meletus dan menjelang Jepang menduduki Indonesia, tawanan Boven Digoel diungsikan oleh Belanda ke Australia.[5] Pemindahan itu didasari kekhawatiran tahanan akan memberontak jika tetap di Boven Digoel.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Belanda kembali menggunakan lokasi ini sebagai kamp pengasingan. Mereka kembali membangun penjara dan beberapa rumah dinas polisi. Salah satu tokoh yang pernah dipenjara disini adalah Johanes Abraham Dimara, tokoh integrasi Papua.[5]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
Wilhelmus Tuwok
S.Sos., M.Si
(Penjabat)
2002
2005
1
Yusak Yaluwo
S.H, M.Si
2005
2010
1
Marcelino Yamkondo
2010
2013
2
Yesaya Merasi
2
Yesaya Merasi
2013
2015
Christian P. Keintjem
SE
3
  Benediktus Tambonop
S.STP
29 April 2016[6]
13 Januari 2020[7]
3
[Ket. 1]
Chaerul Anwar
Chaerul Anwar
13 Januari 2020
Petahana
[Ket. 2]
Catatan
  1. ^ Meninggal ketika menjabat[8]
  2. ^ Pelaksana tugas bupati

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Boven Digoel beranggotakan 20 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Boven Digoel terdiri dari 1 ketua dan 2 wakil ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Boven Digoel yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 21 November 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Orpa Marthina, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Boven Digoel.[9] Komposisi anggota DPRD Boven Digoel periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 4 kursi, kemudian disusul oleh Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrat yang masing-masing meraih 3 kursi.[10]

Daftar DistrikSunting

Kabupaten Boven Digoel terdiri atas 20 distrik dan 112 kampung dengan luas wilayah 27.108,00 km² dan jumlah penduduk 58.093 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Boven Digoel adalah 91.16.[11][12][13]

No. Distrik Desa/Kampung
1 Ambatkwi Arimbit, Awaken, Ayumka, Kolopkam, Kuken
2 Arimop Bukit, Ginggimop, Maju, Patriot, Ujung
3 Bomakia Aifo, Bomakia I, Bomakia II, Somi, Uni
4 Firiwage Biwage, Biwage Dua, Firiwage, Karuwage, Waliburu, Kabuwage
5 Fofi Bangun, Makmur, Sadar
6 Iniyandit Autriop, Langguan, Ogenatan, Tetop, Waritop
7 Jair Anggai, Asiki, Bhakti, Butiptiri, Getentiri, Meto, Ujungkia
8 Kombut Amuan, Kombut, Mokbiran, Kawangtet
9 Kouh Jair, Kawagit, Kombai, Kouh, Mandobo, Niop, Wanggom
10 Mandobo Ampera, Mariam, Mawan, Persatuan, Sokanggo
11 Manggelum Bayanggop, Burunggop, Gaguop, Kewam, Mangga Tiga, Manggelum
12 Mindiptana Anggamburan, Anggumbit, Emsembit, Epsembit, Imko, Kamka, Niyimbang, Osso, Sesnukt, Umap, Wanggatkibi, Wariktop
13 Subur Aiwat, Kaisa, Subur, Wagai
14 Waropko Ikcan, Inggembit, Kanggewot, Ninat, Nyum, Upkim, Winiktit, Wombon, Woropka, Upyetetko, Yetetkun
15 Yaniruma Fefero, Manggemahe, Wanggemalo, Yaniruma

Pemekaran DaerahSunting

Kabupaten Muyu MandoboSunting

Beberapa distrik di Kabupaten Bogen Digoel akan segera memisahkan diri dan membentuk daerah otonom baru yakni Kabupaten Muyu Mandobo (Muman). Usulan pemekaran Kabupaten Muyu Mandobo itu telah disetujui oleh Gubernur Provinsi Papua.[14]

Distrik yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi:

Ibu kota kabupaten ini terletak di Mindiptana.[15]

Kota Tanah MerahSunting

Kota ini sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Boven Digoel akan naik status menjadi kotamadya. Kecamatan yang mungkin bergabung, meliputi: Mandobo, Jair, Kia dan Subur. Apabila Kota Tanah Merah menjadi daerah otonomi baru (DOB) maka pemindahan ibu kota kabupaten ini ke. Kombay

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 16 Februari 2020. 
  2. ^ "Kabupaten Boven Digoel Dalam Angka 2019". www.bovendigoelkab.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Februari 2020. 
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Boven Digoel". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Februari 2020. 
  4. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  5. ^ a b c d e f g h Matanasi, Petrik. "Digoel, Tempat Buangan Para Pembangkang". tirto.id. Diakses tanggal 2020-08-18. 
  6. ^ Pelantikan Bupati/Wakil Bupati Boven Digoel Di Lapangan Terbuka
  7. ^ https://m.merdeka.com/peristiwa/sakit-jantung-bupati-boven-digoel-benediktus-tambonop-meninggal-di-kamar-hotel.html
  8. ^ Bupati Boven Digoel ditemukan tutup usia di hotel kawasan Kemayoran Antara, 13 Januari 2020
  9. ^ Nuryani (22-11-2019). "20 Anggota DPRD Boven Digoel Resmi Dilantik, Politisi PDI-P Pimpin Ketua Sementara". metromerauke.com. Diakses tanggal 29-12-2019. 
  10. ^ "KPU Boven Digoel Tetapkan 20 Anggota DPRD Terpilih, Ini Daftar Nama dan Jumlah Suara". tribun-arafura.com. 25-07-2019. Diakses tanggal 29-12-2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  12. ^ "Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018". BPS Provinsi Papua. Diakses tanggal 27 Februari 2019. 
  13. ^ "Kabupaten Boven Digoel Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Boven Digoel. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  14. ^ Gubernur Keluarkan Rekomendasi Kabupaten Muyu dan Kota Merauke cenderawasihpos.com
  15. ^ Pemekaran Kabupaten Muyu Mandobo Direspon radarmerauke.com

Pranala luarSunting