Buka menu utama

Tanah Merah (atau Tanamerah) adalah kota yang terletak di provinsi Papua di Indonesia (tidak sama dengan Teluk Tanahmerah) sekitar dua ratus mil Sungai Digul dari Merauke berada di bagian pedalaman bagian barat pulau Papua yang merupakan wilayah Indonesia (kota yang tidak diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia II).[1]

Tanah Merah
Kota
Country Indonesia
ProvinsiPapua
KabupatenBoven Digoel

SejarahSunting

 
 
Tanah Merah
Tanah Merah di Boven Digoel, Papua, Indonesia.

Kota ini merupakan koloni untuk orang hukuman pemerintah Belanda selama periode ketika Indonesia adalah koloni Belanda.[2]

Di bawah Indische Staatsregeling Pasal # 37 "orang-orang yang dipertimbangkan oleh Pemerintah dapat mengganggu atau mengusik ketenteraman masyarakat dan ketertiban akan tanpa ada proses hukum diasingkan selama periode tidak tertentu ke tempat yang secara khusus ditunjuk" dikirim ke Tanahmerah.[2] Dr Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Republik Indonesia, menggambarkan tahanan politik yang diasingkan sebagai dalam "penderitaan spiritual yang mendalam" dan "rusak semangatnya secara permanen".[3]

Pada tahun 1942, Pemerintah Hindia Belanda di Pengasingan (di Australia), takut tentara partisan, yang akan mengurangi reimposisi pascaperang pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Belanda, mengatur agar para tahanan dibawa ke Australia, harus ditahan sebagai tawanan perang.[1] Hal ini tidak sesuai sepenuhnya dengan negara tuan rumah, dan pada tanggal 7 Desember 1943, para tahanan Tanah Merah dibebaskan dari kamp-kamp penjara di Australia.[1]

Lockwood (1975) menganggap evakuasi para tahanan ke Australia ini (dan kebebasan mereka selanjutnya di Australia) menjadi katalis penting dalam adanya boikot terhadap pengiriman kapal Belanda (Armada Hitam) pada akhir Perang Dunia kedua, dan berikutnya dalam pembentukan Republik Indonesia.)[1]

Ada bandara "Tanah Merah Airport" (ICAO:WAKT).

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d Lockwood, R. (1975) Black Armada & the Struggle for Indonesian Independence, 1942-49. Australasian Book Society Ltd., Sydney, Australia. ISBN 909916683 Invalid ISBN
  2. ^ a b Indonesian Independence Committee (1946), Dutch imperialism exposed : the green hell of Tanah Merrah, Indonesian Independence Committee, diakses tanggal 21 September 2018  Melbourne, Victoria
  3. ^ Sjahrir, S. (1949). "Out of Exile", translated with an introduction by Charles Wolf, Jr. New York: The John Day Company.