Harihara

Harihara merupakan perwujudan gabungan antara Dewa Wisnu (Hari) dan Dewa Siwa (Hara). Juga dikenal dengan sebutan Shankaranarayana ("Shankara" adalah Dewa Siwa, dan "Narayana" adalah Dewa Wisnu), Harihara sangat dihormati oleh kedua Vaishnavites dan Shaivites sebagai dewa yang maha kuasa.[1]Indonesia memiliki sebuah area Harihara yang terkenal karena mewujudkan Raja Wijaya, Raja Majapahit pertama, dengan gelar Kertarajasa Jayawarddhana dan sekarang tersimpan di Museum Pusat, Jakarta. Tangan kanan belakang memegang sangka, tangan kanan depan memegang askamala, tangan kiri belakang dan tangan kiri depan memegang gada. Arca ini berasal dari Simping, Jawa Timur, yang menurut Nagarakertagama pernah dikunjungi Hayam Wuruk karena candi Wijaya, kakeknya, perlu dipugar kembali.[2]

Arca Harihara Koleksi Museum Nasional No. Inv. 256/103a/2082
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Harihara, statue.jpg
Patung Harihara. perwujudan dari Raja Wijaya, Raja Majapahit pertama, di Jawa Timur.
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBenda
No. RegnasCB.1526
Lokasi
keberadaan
Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. SK170/M/2018
Tanggal SK9 Juli 2018
Tingkat SKMenteri
PemilikNegara Indonesia
PengelolaMuseum nasional
Koordinat6°10′35″S 106°49′10″E / 6.1763968°S 106.8194014°E / -6.1763968; 106.8194014
Harihara is located in Jakarta
Museum Nasional
Museum Nasional

ReferensiSunting

  1. ^ David Leeming (2001), A Dictionary of Asian Mythology, Oxford University Press, ISBN 978-0-19-512053-0, page 67
  2. ^ Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia Volume 3. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.