Benteng Victoria

Benteng Victoria adalah salah satu benteng peninggalan Portugis terletak di Kecamatan Sirimau, pusat Kota Ambon.[1] Benteng Victoria merupakan benteng tertua di Kota Ambon.[2] Benteng Victoria dibangun oleh Portugis pada tahun 1575, tetapi kemudian diambil alih oleh Belanda.[1] Benteng ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di Pulau Ambon.[3]

Benteng Nieuw Victoria
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Benteng Victoria.jpg
Gerbang Benteng Victoria, Maluku.
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriSitus
No. regnasCB.362
Lokasi
keberadaan
Sirimau, kota Ambon, Maluku
Tahun
penetapan
  • 23 Mei 2008
  • 14 Juli 2017
SK
penetapan
  • SK Menteri No.PM.31/PW.007/MKP/2008
  • SK Menteri No.193/M/2017
PemilikPemerintah provinsi Maluku
PengelolaKomando Daerah Militer XVI/Pattimura
Koordinat3°41′33″S 128°10′49″E / 3.6925723°S 128.1801486°E / -3.6925723; 128.1801486
Benteng Victoria berlokasi di Maluku
Benteng Victoria
Lokasi Benteng Victoria di Uritetu, Sirimau, Ambon

SejarahSunting

Pada masa pemerintahan kolonial, benteng Kota Laha diambil alih oleh Belanda dari Portugis dan mengubah namanya menjadi Benteng Victoria.[2] Benteng Victoria didirikan oleh Portugis, dan diambil alih oleh Belanda.[3] Sebelumnya, oleh Portugis benteng ini diberi nama Nossa Senhora Annucida, baru kemudian direbut oleh Belanda pada 1605 dan dinamai Victoria yang berarti kemenangan. Benteng ini mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa besar yang mengguncang Ambon pada sekitar tahun 1754. Setelah direnovasi benteng itu berganti nama dengan Nieuw Victoria yang artinya kemenangan baru. Belanda menggunakan tempat tesebut sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, dan pembentukan kekuatan barisan tentara.[4] Di benteng ini, pahlawan Pattimura digantung oleh Belanda pada 6 Desember 1817.[5]

Konstruksi dan arsitekturSunting

Benteng Victoria memiliki kamar-kamar dengan fungsinya masing-masing.[4] Fungsinya sebagai tempat mengatur strategi dan tempat penyimpanan bahan makanan.[4] Di depan Benteng Victoria terdapat pelabuhan yang dahulu digunakan sebagai jalur penghubung kapal antar pulau.[5] Melalui pelabuhan tersebut, Belanda dapat mengangkut hasil rempah-rempah untuk didistribusikan ke benua Eropa.[5] Di sebelah Benteng terdapat pasar bagi orang-orang pribumi.[5] Jalan di depan benteng yang berhubungan langsung dengan bibir Pantai Honipopu bernama jalan Boulevard Victoria.[1] Di Benteng Victoria terdapat meriam yang berukuran raksasa.[1] Sekarang di beberapa kamar terdapat patung berukir yang terbuat dari kayu, dan peta perkembangan Kota Ambon dari abad 17 hingga 19, serta koleksi lukisan para Administrator Belanda di Maluku.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Benteng Victoria". Pemerintah Kota Ambon. Diakses tanggal 12 Mei 2014. 
  2. ^ a b c "Pesona Maluku". Raptim-Indonesia.co.id. Diakses tanggal 12 Mei 2014. 
  3. ^ a b "Benteng Victoria Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Ambon"". Actual.co. Diakses tanggal 12 Mei 2014. 
  4. ^ a b c "Mengumpulkan Sejarah dengan Mengunjungi Benteng Victoria". Griyawisata.com. Diakses tanggal 12 Mei 2014. [pranala nonaktif permanen]
  5. ^ a b c d "Lihat Meriam Raksasa di Benteng Victoria". Arkeologi.web.id. Diakses tanggal 12 Mei 2014.