Dominika

negara di Amerika Tengah

Persemakmuran Dominika adalah sebuah negara kepulauan Karibia. Negara anggota Persemakmuran yang terletak di gugus sebelah timur Laut Karibia negara ini diapit oleh dua negara kepulauan kecil lainnya, yaitu Guadeloupe dan Martinique. Pada 1493, negara ini pernah diperebutkan oleh Britania Raya dan Prancis. Namun sejak 1815 Britania menguasainya dan pada 1978 memperoleh kemerdekaannya. Dominika ialah salah satu negara terkecil di dunia (ke-172) dan hanya seluas Pulau Ambon di Maluku.

Persemakmuran Dominika

Commonwealth of Dominica (Inggris)
{{{coat_alt}}}
Lambang
SemboyanAprès le Bondie, C'est la Ter
(Kwéyòl: "Setelah Tuhan adalah Dunia")
Lokasi Dominika
Lokasi Dominika
Ibu kota
Roseau
15°18′N 61°23′W / 15.300°N 61.383°W / 15.300; -61.383
Bahasa resmiInggris
PemerintahanRepublik parlementer
• Presiden
Charles Savarin
Roosevelt Skerrit
LegislatifHouse of Assembly
Kemerdekaan
Luas
 - Total
750 km2 (184)
 - Perairan (%)
1,6
Populasi
 - Perkiraan 2018
71.625[1][2] (204)
 - Sensus Penduduk 2011
72.000[3]
105/km2 (95)
PDB (KKB)2018
 - Total
$688 juta[4]
$9.726[4]
PDB (nominal)2018
 - Total
$485 juta[4]
$7.860[4]
IPM (2019)Kenaikan 0,742[5]
tinggi · 94
Mata uangDolar Karibia Timur (EC$)
(XCD)
Zona waktuWaktu Standar Atlantik (AST)
(UTC-4)
Lajur kemudikiri
Kode telepon+1-767
Kode ISO 3166DM
Ranah Internet.dm

SejarahSunting

Penduduk asli Dominika, orang Arawak, diusir dan dimusnahkan oleh orang Karibia pada abad ke-14. Orang Arawak dipandu ke Dominika, dan pulau lain di Karibia, oleh aliran Khatulistiwa Selatan dari perairan Sungai Orinoco. Keturunan orang Taino awal itu diusir oleh suku Karibia bernama Kalinago.

Orang Karibia tiba di pulau ini dengan perahu khusus yang masih dibuat di daerah mereka sendiri di pulau ini. Christopher Columbus tiba di pulau ini pada hari Minggu 3 November 1493. Ia dan anggota krunya segera meninggalkan pulau ini setelah dikalahkan oleh orang Karibia. Pada tahun 1627 Inggris juga mencoba dan gagal menaklukkan Dominika. Pada tahun 1635 Prancis mengklaim kepemilikan atas pulau ini dan mengirim misionaris, tetapi tidak bisa mengambil pulau ini dari orang Karibia. Mereka meninggalkan pulau inim bersama dengan Pulau Saint Vincent, pada tahun 1660-an.

Selama ratusan tahun selanjutnya Dominika tetap terisolasi, dan orang Karibia tinggal di sana setelah diusir dari pulau di sekitarnya saat kuasa Eropa masuk kawasan ini. Awalnya Prancis menyerahkan kepemilikan Dominika ke Britania Raya pada tahun 1763. Britania Raya kemudian merancang pemerintahan dan menjadikan pulau itu koloni pada tahun 1805. Emansipasi budak Afrika terjadi di seluruh Kekaisaran Britania pada tahun 1834, dan dari 1838, Dominika menjadi koloni Karibia Britania pertama yang memiliki legislatur yang dikendalikan kulit hitam. Pada tahun 1896, Britania Raya mengambil kembali kendali pemerintahan Dominika dan menjadikannya koloni mahkota. Setengah abad kemudian, antara tahun 1958-1962, Dominica menjadi provinsi Federasi Hindia Barat yang berumur pendek. Pada tahun 1978 Dominika akhirnya menjadi negara merdeka.

Geografi dan iklimSunting

 
Peta Dominika.
 
Di tengah Pulau Dominika, terletaklah Guadeloupe dan Martinique

Dominika adalah negara kepulauan yang terletak di Laut Karibia, atau berada paling utara dari Kepulauan Windward (meskipun kadang-kadang dianggap paling selatan dari Kepulauan Leeward). Luas negara ini adalah sekitar 289,5 mil persegi (750 km2) dan panjangnya sekitar 29 mil (47 km) dan lebar 16 mil (26 km).[6][7]

Negara ini juga dikenal sebagai "Pulau Alam Karibia" karena pemandangannya yang subur dan memiliki beragam flora dan fauna, Dominika sebagian besar ditutupi oleh hutan hujan dan merupakan rumah bagi mata air panas terbesar kedua di dunia.[7][8][9] Di dalam terdapat dua perbatasan ekoregion : Hutan lembab Kepulauan Windward dan semak belukar Kepulauan Windward.[10] Yang paling bergunung-gunung di Lesser Antilles, puncak gunung berapinya adalah kerucut kawah lava, yang terbesar adalah (utara-ke-selatan) Morne aux Diables, Morne Diablotins (tertinggi di pulau di 1.447 m),[11] Morne Trois Pitons dan Morne Anglais. Morne Trois Pitons National Park adalah hutan tropis yang berpadu dengan fitur vulkanik;[12] diakui sebagai Situs Warisan Dunia pada 4 April 1995, perbedaan yang sama dengan empat pulau Karibia lainnya.[13] Area Calibishie di timur laut negara itu memiliki pantai berpasir.[14] Beberapa tumbuhan dan hewan yang dianggap punah di pulau-pulau sekitarnya masih dapat ditemukan di hutan Dominika.[15] Pulau ini memiliki beberapa area yang dilindungi, termasuk Taman Nasional Cabrits, serta 365 sungai. Selama beberapa tahun pemerintah berusaha untuk mendorong pulau itu sebagai tujuan ekowisata, meskipun badai tahun 2017 telah mengubah rencana ini.[7] Negara ini memiliki tahun 2018 Indeks Integritas Lanskap Hutan skor rata-rata 1,06/10, peringkat 166 secara global dari 172 negara.[16]

Ada dua pusat populasi utama di negara ini: ibu kota Roseau (dengan 14.725 jiwa pada 2011) dan Portsmouth (dengan 4.167 jiwa pada 2011). Pusat-pusat utama cenderung terletak di sekitar pantai, dengan interior pegunungan yang jarang penduduknya.[11]

FaunaSunting

 
Imperial Amazon

Kakatua Sisserou (Amazona imperialis) adalah burung nasional Dominika dan endemik di hutan pegunungannya.[6] Terkait spesies, Jaco atau burung beo leher merah (A. arausiaca), juga merupakan endemik Dominika.[6] Kedua burung ini langka dan dilindungi, meskipun beberapa hutan masih terancam oleh penebangan di samping ancaman angin topan yang sudah berlangsung lama.

Dominika telah mencatat setidaknya empat spesies ular dan 11 spesies kadal. Dominika adalah benteng utama terakhir dari Iguana Antillen Kecil (Iguana delicatissima) yang masuk dalam daftar spesies terancam punah.[17]

Dominika adalah rumah bagi 195 spesies burung, karena lokasi Dominika yang terisolasi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan Trinidad yang terletak lebih dekat ke daratan Amerika Selatan dengan 472 spesies burung.

Laut Karibia di lepas pantai pulau Dominika adalah rumah bagi banyak Cetacea. Terutama sekelompok Paus sperma yang hidup di daerah ini sepanjang tahun. Cetacea lain yang biasa terlihat di daerah ini termasuk lumba-lumba pemintal, lumba-lumba tutul pantropis dan Lumba-lumba hidung botol. Hewan yang kurang umum terlihat termasuk paus pembunuh, paus pembunuh palsu, paus sperma kerdil, lumba-lumba Risso, lumba-lumba berbintik Atlantik, Paus bungkuk dan Paus Bryde. Ini membuat Dominika menjadi tujuan bagi wisatawan yang tertarik menonton ikan paus.

Sengketa wilayahSunting

Persemakmuran Dominika terlibat dalam perselisihan jangka panjang dengan Venezuela atas klaim teritorial Venezuela atas laut di sekitar Isla de Aves (secara harfiah Pulau Burung, tetapi sebenarnya disebut 'Batu Burung' oleh otoritas Dominika),[7][18] sebuah pulau kecil yang terletak 140 mil (225 km) di sebelah barat pulau Dominika.

PemerintahSunting

Dominika adalah negara dengan sistem demokrasi parlementer di dalam Persemakmuran Bangsa-Bangsa.[19] Ibukotanya adalah Roseau. Persemakmuran Dominika adalah salah satu dari sedikit negara republik di Karibia. Presiden Dominika menjabat sebagai kepala negara, sedangkan kekuasaan eksekutif ada di kabinet, dan dipimpin oleh perdana menteri.[19] Sistem satu kamar parlemen terdiri dari 30 anggota Gedung Majelis, yang terdiri dari 21 anggota yang dipilih secara langsung dan sembilan senator, yang dapat ditunjuk oleh presiden atau dipilih oleh anggota Majelis lainnya.[19]

Tidak seperti bekas koloni Inggris lainnya di wilayah tersebut, Dominika tidak pernah menjadi Alam Persemakmuran, melainkan menjadi republik setelah kemerdekaan. Dominika adalah anggota penuh dan berpartisipasi dari Komunitas Karibia (CARICOM) dan Organisasi Negara-Negara Karibia Timur (OECS).[6]

Dominika juga merupakan anggota Pengadilan Pidana Internasional, dengan perlindungan Perjanjian Kekebalan Bilateral dengan militer AS, sebagaimana tercakup dalam Pasal 98. Pada Januari 2008, Dominika bergabung dengan Alternatif Bolivia untuk Amerika.[6]

Hak Asasi ManusiaSunting

Aktivitas seksual sesama jenis adalah ilegal di Dominika.[20][21]

Divisi AdministratifSunting

Dominika dibagi menjadi 10 paroki, dengan populasi Sensus 2011 mereka di bawah ini:

EkonomiSunting

Ekonomi Dominika bergantung pada sektor pariwisata dan pertanian. Sebagai akibatnya, sektor pertanian, khususnya pisang, berjumlah 18% dari PDB dari mempekerjakan 28% angkatan kerja. Sektor jasa (termasuk pariwisata) memegang 58% PDB dan 40% angkatan kerja pada tahun 2002.

Pada tahun 2004, karena keindahan alamnya yang tak tergantikan, Dominika terpilih sebagai salah satu lokasi syuting film Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest dan lanjutannya, At World's End.

Perhubungan dan prasaranaSunting

  • Jaringan telepon: 19.000 (1996)
  • Pesawat telepon: 461 (1996)
  • Penerima radio: 46.000 (1997)
  • Penerima televisi: 6.000 (1997)
  • Penggunaan internet: 2.000 (2000)
  • Jumlah kebutuhan akses Internet: 16 (2000)
  • Jalanan: 750 km (hanya 375 km yang diaspal) (2001)
  • Jalur KA: 0 km
  • Jalur yang dapat dilayari: 0 km
  • Jumlah bandara: 2 (keduanya beraspal) (2000)

DemografiSunting

Pertumbuhan penduduk Dominika agak rendah, karena pindahnya penduduknya ke luar negeri. Mayoritas penduduknya berasal dari keturunan Afrika, 80% beragama Katolik. Dominika adalah satu-satunya negara Karibia Timur yang masih memiliki penduduk asli Antilles, Karibia, terdiri atas 3000 jiwa.

BudayaSunting

PengkodeanSunting

Kode-kode untuk Dominika:

Lihat pulaSunting

Bacaan lebih lanjutSunting

  • Negara dan Bangsa Jilid 9: Amerika Utara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Jakarta: Widyadara. 1988. ISBN 979-8087-08-9.  (Indonesia)

ReferensiSunting

  1. ^ ""World Population prospects – Population Division"". population.un.org (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019. Diakses tanggal 9 November 2019. 
  2. ^ ""Overall total population" – World Population Prospects: The 2019 Revision" (xslx). population.un.org (Data khusus yang diperoleh melalui situs web) (dalam bahasa Inggris). Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, Divisi Kependudukan. 2019. Diakses tanggal 9 November 2019. 
  3. ^ "2011 POPULATION AND HOUSING CENSUS" (PDF). Dominica.gov.dm. Diakses tanggal 29 August 2017. 
  4. ^ a b c d "Dominica". International Monetary Fund. 
  5. ^ Human Development Report 2020 The Next Frontier: Human Development and the Anthropocene (PDF). United Nations Development Programme. 15 December 2020. hlm. 343–346. ISBN 978-92-1-126442-5. Diakses tanggal 16 December 2020. 
  6. ^ a b c d e Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Encyclopedia Britannica - Dominica
  7. ^ a b c d "The World Factbook - Dominica". CIA.gov. 22 September 2022. Diakses tanggal 22 September 2022. 
  8. ^ "Between Two Reunions: Boiling Lake, 1988 to 2008 |". The Government of the Commonwealth of Dominica's Official Website. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-01-21. Diakses tanggal 2010-06-27. 
  9. ^ Thompson, Keith (2010). Life in the Caribbean. New Africa Press. hlm. 288. ISBN 978-9987160150. ASIN 9987160158.  p.173.
  10. ^ Dinerstein, Eric; Olson, David; Joshi, Anup; Vynne, Carly; Burgess, Neil D.; Wikramanayake, Eric; Hahn, Nathan; Palminteri, Suzanne; Hedao, Prashant; Noss, Reed; Hansen, Matt; Locke, Harvey; Ellis, Erle C; Jones, Benjamin; Barber, Charles Victor; Hayes, Randy; Kormos, Cyril; Martin, Vance; Crist, Eileen; Sechrest, Wes; Price, Lori; Baillie, Jonathan E. M.; Weeden, Don; Suckling, Kierán; Davis, Crystal; Sizer, Nigel; Moore, Rebecca; Thau, David; Birch, Tanya; Potapov, Peter; Turubanova, Svetlana; Tyukavina, Alexandra; de Souza, Nadia; Pintea, Lilian; Brito, José C.; Llewellyn, Othman A.; Miller, Anthony G.; Patzelt, Annette; Ghazanfar, Shahina A.; Timberlake, Jonathan; Klöser, Heinz; Shennan-Farpón, Yara; Kindt, Roeland; Lillesø, Jens-Peter Barnekow; van Breugel, Paulo; Graudal, Lars; Voge, Maianna; Al-Shammari, Khalaf F.; Saleem, Muhammad (2017). "An Ecoregion-Based Approach to Protecting Half the Terrestrial Realm". BioScience. 67 (6): 534–545. doi:10.1093/biosci/bix014 . ISSN 0006-3568. PMC 5451287 . PMID 28608869. 
  11. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama CIA World Factbook - Dominika
  12. ^ "Morne Trois Pitons National Park by World Heritage Sites". Whc.unesco.org. 7 December 1997. Diakses tanggal 2010-06-27. 
  13. ^ St. Lucia (2004), Saint Kitts (1999), Hispaniola (Dominican Republic [1990]/Haiti [1982]) and Cuba (multiple).
  14. ^ "A Photo Tour of the Calibishie Coast". Calibishiecoast.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 May 2017. Diakses tanggal 2013-09-29. 
  15. ^ Stephen Durand and Bertrand Jno. Baptiste, "Dominica" (Forestry, Wildlife and Parks Division).
  16. ^ Grantham, H. S.; Duncan, A.; Evans, T. D.; Jones, K. R.; Beyer, H. L.; Schuster, R.; Walston, J.; Ray, J. C.; Robinson, J. G.; Callow, M.; Clements, T.; Costa, H. M.; DeGemmis, A.; Elsen, P. R.; Ervin, J.; Franco, P.; Goldman, E.; Goetz, S.; Hansen, A.; Hofsvang, E.; Jantz, P.; Jupiter, S.; Kang, A.; Langhammer, P.; Laurance, W. F.; Lieberman, S.; Linkie, M.; Malhi, Y.; Maxwell, S.; Mendez, M.; Mittermeier, R.; Murray, N. J.; Possingham, H.; Radachowsky, J.; Saatchi, S.; Samper, C.; Silverman, J.; Shapiro, A.; Strassburg, B.; Stevens, T.; Stokes, E.; Taylor, R.; Tear, T.; Tizard, R.; Venter, O.; Visconti, P.; Wang, S.; Watson, J. E. M. (2020). "Anthropogenic modification of forests means only 40% of remaining forests have high ecosystem integrity - Supplementary Material". Nature Communications. 11 (1): 5978. doi:10.1038/s41467-020-19493-3 . ISSN 2041-1723. PMC 7723057 . PMID 33293507 Periksa nilai |pmid= (bantuan). 
  17. ^ van den Burg, Matthijs P.; Brisbane, Jeanelle L. K.; Knapp, Charles R. (14 October 2019). "Post-hurricane relief facilitates invasion and establishment of two invasive alien vertebrate species in the Commonwealth of Dominica, West Indies". Biological Invasions. 22 (2): 195–203. doi:10.1007/s10530-019-02107-5. eISSN 1573-1464. ISSN 1387-3547. 
  18. ^ Carlyle L. Mitchell; Edgar Gold; Dalhousie Ocean Studies Programme (1983). Fisheries Development in Dominica: An Assessment of the New Law of the Sea Implications and Strategies. Dalhousie Ocean Studies Programme, Dalhousie University. hlm. 41. ISBN 978-0-7703-0280-1. 
  19. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama English_constitution
  20. ^ Avery, Daniel (4 April 2019). "71 Countries Where Homosexuality is Illegal". Newsweek. 
  21. ^ "State-Sponsored Homophobia". International Lesbian Gay Bisexual Trans and Intersex Association. 20 March 2019. 

Pranala luarSunting