Buka menu utama

Stasiun Srowot

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Srowot (SWT) (Hanacaraka: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦱꦿꦺꦴꦮꦺꦴꦠ꧀ , Sêtasiyun Srowot) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Gondangan, Jogonalan, Klaten. Stasiun yang terletak pada ketinggian +152 m ini merupakan stasiun kereta api aktif yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus serta jalur 4 sebagai jalur langsir. Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

Stasiun Srowot
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SWT.png
  • Singkatan: SWT
  • Nomor: 3104
Stasiun Srowot 2018.jpg
Stasiun Srowot, 2018
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenKlaten
KecamatanJogonalan
DesaGondangan
AlamatJalan Stasiun Srowot
Kode pos57452
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+152 m
Letak[2]km 145+227 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4:
  • jalur 1 dan 2: sepur lurus
  • jalur 4: jalur langsir
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang agak rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02

Untuk mendukung operasional jalur ganda, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan kemudian mulai dioperasikan pada tanggal 12 Februari 2019.[3][4]

Stasiun ini termasuk stasiun penting pada zamannya karena hingga tahun 1990-an pernah menjadi stasiun angkutan gula dan molases (tetes tebu) milik Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten. Karena itulah antara stasiun ini dengan PG tersebut dulu terhubung oleh jalur simpang di arah timur emplasemen stasiun.[5] Jalur khusus ke area PG ini dulu pernah dilalui loko uap buatan Orienstein & Koppel, Jerman, tahun 1896 eks perusahaan kereta api swasta Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJS). Kini jalur ke arah PG tinggal menyisakan jalan setapak, termasuk jembatan yang tinggal kerangkanya saja.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). "Kalahkan Siemens, BUMN Elektronik Raup Pendapatan Rp23 Triliun". Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
  4. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  5. ^ Rosdiana, Rosdi. "Berkunjung ke Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten". Jadiberita.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari

Koordinat: 7°44′29″S 110°32′57″E / 7.7413178°S 110.5491275°E / -7.7413178; 110.5491275