Buka menu utama

Stasiun Ketandan (KET) merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas III/kecil yang terletak di Ketandan, Klaten Utara, Klaten. Sebelum dioperasikan jalur ganda, stasiun yang terletak pada ketinggian +148 m ini digunakan sebagai persilangan dan persusulan antarkereta api. Di samping stasiun ini ada perlintasan sebidang dengan nomor pos jaga lintasan 266.[3] Dulu stasiun ini menjadi jualan bunga hias, tetapi sekarang bangunannya dibiarkan kosong.

Stasiun Ketandan
  • Singkatan: KET
  • Nomor: 3111
Stasiun Ketandan 2019.jpg
Eks Stasiun Ketandan 2019
(Kredit: Yoga Prasetya Utama)
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenKlaten
KecamatanKlaten Utara
DesaKetandan
Sejarah
Ditutup2007
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+148 m
Letak[2]km 134+691 lintas Semarang Tawang-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta
Layanan-

Pada saat stasiun ini aktif, stasiun ini terakhir memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.[4] Letak bangunan stasiun yang terlalu dekat dengan perlintasan sebidang dan jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Klaten menyebabkan stasiun ini tidak dapat digunakan untuk persusulan antarkereta api setelah jalur ganda Yogyakarta–Solo selesai per 2006/2007.[5][6]

Saat ini di dekat Stasiun Ketandan telah dipasangi gardu pengendali sinyal blok intermediat. Gardu ini diaktifkan sejak 12 Februari 2019, bersamaan dengan switch over sistem persinyalan mekanik pada segmen jalur Ceper-Srowot ke sistem persinyalan elektrik produksi PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak 2013.[7]

Daftar isi

InsidenSunting

Pada tanggal 22 Agustus 2002, kereta api campuran angkutan Pupuk Sriwijaya dan ketel ringan Pertamina yang ditarik BB200 28 anjlok dan terguling di dekat Stasiun Ketandan. Dari data yang dihimpun, kereta tersebut tidak berhenti di Stasiun Ketandan untuk menunggu persilangan dengan KA lain, tetapi meluncur terus dan menabrak ujung sepur badug. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.[8]

PanoramaSunting

 
Panorama stasiun PJL 266 dengan Stasiun Ketandan. Dari kiri ke kanan: 1. ke Stasiun Klaten dengan sinyal blok arah Solo Balapan; 2. bangunan utama; 3. perlintasan sebidang dan gardu PJL 266; 4. gardu sinyal blok intermediat dan sinyal blok arah Lempuyangan produksi PT Len; dan 5. ke Stasiun Ceper.
Kredit : (Yoga Prasetya Utama)

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Salah satu arsip diskusi Kereta Api Indonesia mengenai penutupan stasiun Ketandan
  4. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  5. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  6. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  8. ^ "KA Barang Keluar Rel di Ketandan". Suara Merdeka. 23 Agustus 2002. Diakses tanggal 2 Agustus 2017. 

Pranala luarSunting