Buka menu utama

Liga Utama Inggris

Liga teratas sepak bola Inggris
(Dialihkan dari Liga Primer Inggris)

Liga Utama Inggris (juga disebut sebagai Liga Premier Inggris, bahasa Inggris: English Premier League, EPL di luar Inggris) adalah liga tertinggi dalam sistem liga sepak bola di Inggris. Kompetisi ini diikuti oleh 20 klub, dan menerapkan sistem promosi dan degradasi dengan English Football League (EFL).

Liga Utama Inggris
Premier League Logo.svg
Negara Inggris
KonfederasiUni Sepak Bola Eropa (UEFA)
Dibentuk20 Februari 1992; 27 tahun lalu (1992-02-20)
Jumlah tim20
Tingkat pada piramida1
Degradasi keKejuaraan EFL
Piala domestik
Piala ligaPiala EFL
Piala internasional
Juara bertahanManchester City (gelar ke-4)
(2018–2019)
Klub tersuksesManchester United
(13 gelar)
Pencetak gol terbanyakAlan Shearer (260)
Stasiun televisi
penyiar
Situs webwww.premierleague.com
Liga Utama Inggris 2019–2020

Premier League adalah sebuah perusahaan yang di dalamnnya klub peserta liga bertindak sebagai pemegang saham. Musim kompetisi dimainkan dari bulan Agustus hingga Mei, di mana setiap tim bermain 38 pertandingan, dengan 19 pertandingan kandang dan 19 pertandingan tandang.[1] Mayoritas pertandingan dimainkan petang hari pada Sabtu dan Minggu.

Kompetisi ini didirikan dengan nama FA Premier League (Liga Utama [Inggris] FA) pada 20 Februari 1992 setelah beberapa klub peserta Divisi Pertama Liga Inggris memutuskan untuk memisahkan diri dari liga tersebut yang telah didirikan pada tahun 1888, dan mengambil keuntungan dari kesepakatan hak siar televisi yang dinilai menguntungkan.[2] Kesepakatan tersebut bernilai 1 miliar poundsterling per musim 2013–2014, di mana Sky dan BT Group menjadi pemegang hak domestik untuk menyiarkan masing-masing 116 dan 38 pertandingan.[3] 22 klub bermain pada musim pertama liga.[4] Liga ini menghasilkan 2,2 miliar poundsterling per tahunnya sebagai hasil dari hak siar domestik dan internasional.[5] Klub secara proporsional menerima pendapatan pembayaran terpusat sebesar 2,4 miliar poundsterling pada musim 2016–2017, dengan tambahan 343 juta poundsterling dalam rangka solidaritas kepada klub EFL.[6]

Liga ini menjadi liga olahraga dengan penonton terbanyak di dunia, dengan disiarkan di 212 wilayah ke 643 juta pemirsa di rumah[7] dan memiliki jumlah penonton potensial sebanyak 4,7 miliar.[8][9] Pada musim 2014–2015, jumlah rata-rata penonton liga mencapai 36.000 per pertandingan,[10] kedua tertinggi dari antaraliga sepak bola profesional lainnya, setelah Bundesliga di Jerman dengan catatan 43.500 penonton per pertandingan.[11] Rata-rata stadion diisi oleh penonton dengan jumlah yang hampir mencapai kapasitasnya.[12]

Liga Utama Inggris meraih peringkat kedua dalam Koefisien UEFA berdasarkan penampilan tim dalam kompetisi Eropa lima tahun terakhir, per tahun 2018.[13] 49 tim telah bermain sepanjang penyelenggaraan, di mana 47 klub berbasis di Inggris dan 2 klub berasal dari Wales, menjadikan liga ini menjadi kompetisi lintas batas negara. Enam tim telah meraih gelar juara, yakni: Manchester United (13), Chelsea (5), Manchester City (4), Arsenal (3), Blackburn Rovers (1), dan Leicester City (1). Rekor poin tertinggi dalam satu musim diraih oleh Manchester City dengan raihan 100 poin pada musim 2017–2018.

Daftar isi

SejarahSunting

Latar belakangSunting

Meskipun beberapa klub mampu meraih kesuksesan besar di kancah Eropa pada 1970-an dan awal 1980-an, namun akhir 1980-an menandai titik rendah dalam dunia sepak bola Inggris. Stadion yang hancur, fasilitas bagi pendukung yang buruk, maraknya hooliganisme, dan larangan tampil bagi klub Inggris pada kompetisi Eropa selama lima tahun setelah Tragedi Heysel pada tahun 1985.[14] Divisi Pertama, liga sepak bola tingkat tertinggi sepak bola Inggris yang didirikan sejak 1888, tertinggal di belakang liga lainnya, seperti Serie A di Italia ataupun La Liga Spanyol, baik dalam jumlah pendapatan maupun kehadiran, serta berpindahnya pemain unggulan Inggris ke luar negeri.[15]

Pada tahun 1990-an tren tersebut mulai berubah, di mana pada Piala Dunia FIFA 1990, tim nasional Inggris mencapai babak semifinal dan UEFA mencabut larangan lima tahun terhadap klub-klub Inggris untuk bermain di kompetisi Eropa pada tahun 1990, sehingga Manchester United berhasil mengangkat Piala Winners UEFA pada tahun 1991. Laporan Taylor mengenai standar keselamatan stadion diterbitkan pada Januari 1991, yang mana laporan itu mengusulkan peningkatan kualitas stadion dengan membuat seluruh stadion memiliki tempat duduk, sehingga akan diperlukan biaya yang cukup tinggi. Hal ini terkait dengan Tragedi Hillsborough yang terjadi pada 15 April 1989.[16]

Pada tahun 1980-an, klub-klub besar Inggris telah mulai bertransformasi menjadi usaha bisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip komersial pada administrasi klub untuk memaksimalkan pendapatan. Martin Edwards dari Manchester United, Irving Scholar dari Tottenham Hotspur, dan David Dein dari Arsenal menjadi beberapa pemimpin dalam transformasi ini.[17] Hal ini menyebabkan klub papan atas berusaha untuk meningkatkan kekuatan mereka, sehingga klub yang bermain pada Divisi Satu mengancam akan melepaskan diri dari Football League untuk meningkatkan kekuatan suara dan mengatur keuangan secara lebih menguntungkan dengan cara mengambil 50% bagian dari semua pendapatan televisi dan sponsor pada tahun 1986.[17] Mereka meminta agar perusahaan televisi membayar lebih untuk liputan pertandingan mereka,[18] dan pendapatan dari televisi menjadi semakin penting di mana The Football League menerima 6,3 juta poundsterling untuk perjanjian selama dua tahun pada tahun 1986, tetapi dalam kesepakatan bersama ITV pada tahun 1988, harganya naik tajam menjadi 44 juta poundsterling untuk durasi empat tahun, di mana klub papan atas mengambil 75% pendapatan.[19][20] Dalam negosiasi tersebut, masing-masing klub Divisi Pertama menerima sekitar 25 ribu poundsterling per tahun dari hak siar televisi sebelum tahun 1986 dan meningkat sekitar dua kali lipat berdasarkan negosiasi pada tahun 1986, dan melonjak menjadi 600 ribu poundsterling pada tahun 1988.[21] Negosiasi pada tahun 1988 dibayangi dengan ancaman sepuluh tim yang hendak membentuk "liga super", tetapi kemudian terbujuk sehingga tetap bermain di Football League, namun demikian mereka mengambil bagian terbesar dari kesepakatan tersebut.[19][22][23] Pada saat fasilitas stadion telah diperbaiki dan kehadiran penonton serta pendapatan meningkat, klub kembali mempertimbangkan untuk meninggalkan Football League agar dapat memanfaatkan masuknya uang ke dalam dunia olahraga.[23]

PembentukanSunting

Pada tahun 1990, direktur pelaksana London Weekend Television (LWT), Greg Dyke, bertemu dengan perwakilan dari lima klub sepak bola besar di Inggris (Manchester United, Liverpool, Tottenham, Everton, dan Arsenal) saat makan malam.[24] Pertemuan itu guna membuka jalan bagi mereka keluar dari The Football League.[25] Dyke percaya bahwa akan lebih menguntungkan bagi LWT jika hanya klub-klub besar yang ditayangkan di televisi nasional dan ia ingin memastikan apakah klub-klub itu akan tertarik pada bagian yang lebih besar dari pendapatan hak siar televisi.[26] Kelima klub setuju dengan saran itu dan memutuskan untuk meneruskannya, meskpun liga tersebut tidak akan memiliki kredibilitas tanpa dukungan dari The Football Association, sehinngga David Dein dari Arsenal mengadakan pembicaraan untuk melihat apakah FA dapat menerima ide tersebut. FA tidak memiliki hubungan yang sangat baik dengan Football League saat itu, dan menganggapnya sebagai cara untuk melemahkan posisi Football League.[27]

Pada penutupan musim 1991, sebuah proposal diajukan, dengan tujuan untuk membentuk suatu liga baru yang akan memberikan lebih banyak uang ke dalam keseluruhan permainan. Kesepakatan para pendiri (The Founder Members Agreement) ditandatangani pada 17 Juli 1991 oleh klub papan atas yang menandai pendirian dasar untuk persiapan Liga Utama FA (FA Premier League).[28] Divisi tingkat atas yang baru dibentuk ini, memiliki independensi dalam hal komersil yang terlepas dari The Football Association dan Football League, sehingga liga ini dapat menegosiasikan sendiri kesepakatan hak siar dan sponsor. Argumen yang diberikan saat itu ialah pendapatan tambahan yang memungkinkan klub Inggris untuk bersaing dengan klub lain di Eropa.[15] Meskipun Dyke memainkan peran penting dalam pembentukan liga ini, Dyke dan ITV kalah dalam pencalonan hak siar setelah BSkyB memenangkan pencalonan dengan tawaran 304 juta poundsterling selama lima tahun, bersama dengan BBC yang berhak menyiarkan rangkuman cuplikan pada Match of the Day.[24][26]

Pada tahun 1992, klub-klub Divisi Pertama mengundurkan diri secara massal dari Football League, dan pada 27 Mei 1992, Liga Utama FA (FA Premier League) didirikan sebagai perseroan terbatas yang bekerja di luar markas The FA di Lancaster Gate.[15] Hal ini menandai perpisahan Football League yang telah berjalan selama 104 tahun dengan empat divisi, sementara Liga Utama hanya memiliki satu divisi dan Football League kemudian berjalan dengan tiga divisi. Tidak terdapat perubahan dalam format kompetisi, dengan jumlah tim yang sama yang bermain pada tingkat tertinggi, dan sistem promosi dan degradasi antara Liga Utama dan Divisi Pertama yang baru tetap berjalan sama seperti antara Divisi Pertama dan Kedua yang lama, di mana tiga tim terdegradasi dan tiga tim dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi.[23]

Musim pertama liga adalah edisi 1992–1993 yang diikuti oleh 22 klub. Gol pertama dicetak oleh Brian Deane dari Sheffield United saat menaklukan Manchester United dengan skor 2–1.[29] Adapun 22 anggota pertama Liga Utama, yakni: Arsenal, Aston Villa, Blackburn Rovers, Chelsea, Coventry City, Crystal Palace, Everton, Ipswich Town, Leeds United, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Middlesbrough, Norwich City, Nottingham Forest, Oldham Athletic, Queens Park Rangers, Sheffield United, Sheffield Wednesday, Southampton, Tottenham Hotspur, dan Wimbledon.[30] Luton Town, Notts County, dan West Ham United merupakan tiga tim yang terdegradasi dari Divisi Pertama yang lama dan tidak ikut serta pada edisi pertama ini.[31]

Dominansi "empat besar"Sunting

Hasil tim "empat besar" selama tahun 2000-an
Season ARS CHE LIV MUN
2000–01 2 6 3 1
2001–02 1 6 2 3
2002–03 2 4 5 1
2003–04 1 2 4 3
2004–05 2 1 5 3
2005–06 4 1 3 2
2006–07 4 2 3 1
2007–08 3 2 4 1
2008–09 4 3 2 1
2009–10 3 1 7 2
Top four 10 8 7 10
out of 10
     League champions
     Champions League group stage
     Champions League third qualifying / play-off round
     Champions League first qualifying round
     UEFA Cup / Europa League

Munculnya "enam besar"Sunting

PerkembanganSunting

Struktur perusahaanSunting

Liga Primer dioperasikan sebagai perusahaan dengan nama The Football Association Premier League Limited dan dimiliki oleh 20 klub anggota. Setiap klub adalah pemegang saham, dengan masing-masing sebanyak satu suara untuk membahas pada masalah seperti perubahan aturan dan kontrak. Klub-klub memilih ketua, kepala eksekutif, dan dewan direksi untuk mengawasi kegiatan operasional harian liga.[32] Ketua saat ini adalah Sir Dave Richards, yang ditunjuk pada bulan April 1999, dan kepala eksekutif adalah Richard Scudamore, diangkat dalam November 1999.[33] Mantan pemimpin dan CEO, John Quinton dan Peter Leaver, dipaksa untuk mengundurkan diri pada Maret 1999 setelah memberikan konsultasi kontrak konsultasi kepada mantan eksekutif Sky, Sam Chisholm dan Chance Daud.[34] Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak terlibat langsung pada operasional harian dari Liga Primer, namun memiliki hak veto sebagai pemegang saham khusus dalam pemilihan ketua dan kepala eksekutif dan ketika mengadopsi aturan baru oleh liga.[35]

Liga Primer mengirimkan perwakilan untuk Asosiasi Klub Eropa UEFA, sejumlah klub dipilih berdasarkan koefisien UEFA. Untuk musim 2010-11 Liga Primer memiliki 10 perwakilan di Asosiasi yaitu Arsenal, Aston Villa, Chelsea, Everton, Fulham, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Newcastel United dan Tottenham Hotspur.[36] Asosiasi Klub Eropa bertanggung jawab untuk pemilihan tiga anggota untuk Komite Kompetisi Klub UEFA, yang terlibat dalam operasional kompetisi UEFA seperti Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA.[37]

Format kompetisiSunting

Sebanyak 20 klub berkompetisi di Liga Utama Inggris. Setiap musim kompetisi, setiap klub melawan klub lain masing-masing sebanyak dua kali. Sekali di stadion mereka (home) dan sekali lagi di tempat lawannya (away). Sebanyak 38 pertandingan untuk setiap klub menjadikan total 380 pertandingan di Liga Utama Inggris. Setiap akhir musim, tiga klub pada urutan terbawah terdegradasi dan empat klub teratas masuk kompetisi Liga Champions UEFA. 3 klub teratas masuk secara otomatis, sedangkan urutan ke-4 masuk melalui babak play-off. Klub pada urutan ke-5 liga akan masuk kompetisi untuk memperebutkan Liga Eropa UEFA. Klub pada urutan ke-6 dan 7 bisa juga masuk kompetisi Liga Eropa UEFA tergantung pada situasi dua kompetisi domestik lainnya. Sedang klub urutan 18-20 akan terdegradasi ke Divisi Championship dan akan digantikan oleh klub peringkat 1-2 dari Divisi Championship yang otomatis promosi serta klub peringkat 3-6 dari Divisi Championship yang memperebutkan satu tiket tersisa melalui babak play-off.

KompetisiSunting

Promosi dan degradasiSunting

Klub pesertaSunting

Sebanyak 45 klub telah bermain di Liga Utama Inggris sejak dibentuk tahun 1992 termasuk untuk musim 2016-17. Sampai musim ini, hanya ada 6 klub yang mampu terus bertahan di Liga Utama. Bahkan sang runner-up musim lalu, Manchester City pernah terlempar dari kasta tertinggi Liga Inggris dan bermain di Divisi Dua[38]. Klub yang bertahan adalah Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United dan Tottenham Hotspur.[39]

JuaraSunting

No. Musim Juara
1 1992–1993 Manchester United
2 1993–1994 Manchester United
3 1994–1995 Blackburn Rovers
4 1995–1996 Manchester United
5 1996–1997 Manchester United
6 1997–1998 Arsenal
7 1998–1999 Manchester United
8 1999–2000 Manchester United
9 2000–2001 Manchester United
10 2001–2002 Arsenal
No. Musim Juara
11 2002–2003 Manchester United
12 2003–2004 Arsenal
13 2004–2005 Chelsea
14 2005–2006 Chelsea
15 2006–2007 Manchester United
16 2007–2008 Manchester United
17 2008–2009 Manchester United
18 2009–2010 Chelsea
19 2010–2011 Manchester United
20 2011–2012 Manchester City
No. Musim Juara
21 2012–2013 Manchester United
22 2013–2014 Manchester City
23 2014–2015 Chelsea
24 2015–2016 Leicester City
25 2016–2017 Chelsea
26 2017–2018 Manchester City
27 2018–2019 Manchester City

Menurut klubSunting

Klub Jumlah gelar Musim kemenangan
Manchester United 13 1992–1993, 1993–1994, 1995–1996, 1996–1997, 1998–1999, 1999–2000, 2000–2001, 2002–2003, 2006–2007, 2007–2008, 2008–2009, 2010–2011, 2012–2013
Chelsea 5 2004–2005, 2005–2006, 2009–2010, 2014–2015, 2016–2017
Manchester City 4 2011–2012, 2013–2014, 2017–2018, 2018–2019
Arsenal 3 1997–1998, 2001–2002, 2003–2004
Blackburn Rovers 1 1994–1995
Leicester City 1 2015–2016

Peserta musim 2019–2020Sunting

20 klub berikut bersaing dalam Liga Utama Inggris selama musim 2019–2020.

Klub Posisi
di 2018–2019
Musim pertama di
divisi utama
Musim pertama di
Liga Utama
Inggris
Musim
di divisi
utama
Musim
di Liga Utama
Inggris
Musim pertama
saat ini menggantikan
divisi utama
Gelar
divisi
utama
Gelar terakhir
di divisi
utama
Arsenala, b ke-5 1904–05 1992–93 103 28 1919–20 13 2003–04
Aston Villaa, c ke-5 di Championship 1888–89 1992–93 105 25 2019–20 7 1980–81
Bournemouthb ke-14 2015–16 2015–16 5 5 2015–16 0 n/a
Brighton & Hove Albionb ke-17 1979–80 2017–18 7 3 2017–18 0 n/a
Burnleyc ke-15 1888–89 2009–10 57 6 2016–17 2 1959–60
Chelseaa, b ke-3 1907–08 1992–93 85 28 1989–90 6 2016–17
Crystal Palacea ke-12 1969–70 1992–93 20 11 2013–14 0 n/a
Evertona, b, c ke-8 1888–89 1992–93 117 28 1954–55 9 1986–87
Leicester City ke-9 1908–09 1994–95 51 14 2014–15 1 2015–16
Liverpoola, b ke-2 1894–95 1992–93 105 28 1962–63 18 1989–90
Manchester Citya ke-1 1899–1900 1992–93 91 23 2002–03 6 2018–19
Manchester Uniteda, b ke-6 1892–93 1992–93 95 28 1975–76 20 2012–13
Newcastle United ke-13 1898–99 1993–94 88 25 2017–18 4 1926–27
Norwich Citya ke-1 di Championship 1972–73 1992–93 27 9 2019–20 0 n/a
Sheffield Uniteda ke-2 di Championship 1893–94 1992–93 62 4 2019–20 3 1897–98
Southamptona ke-16 1966–67 1992–93 43 21 2012–13 0 n/a
Tottenham Hotspura, b ke-4 1909–10 1992–93 85 28 1978–79 2 1960–61
Watford ke-11 1982–83 1999–2000 13 7 2015–16 0 n/a
West Ham United ke-10 1923–24 1993–94 62 24 2012–13 0 n/a
Wolverhampton Wanderersc ke-7 1888–89 2003–04 65 6 2018–19 3 1958–59

a: Anggota pendiri Liga Utama Inggris
b: Tidak pernah terdegradasi dari Liga Utama Inggris
c: Salah satu dari 12 tim asli Football League

Klub lainSunting

Klub Liga saat ini Posisi
di 2018–2019
Musim pertama di
divisi utama
Musim pertama di
Liga Utama Inggris
Musim terbaru di
Liga Utama Inggris
Musim
di divisi
utama
Musim
di Liga
Utama Inggris
Gelar
divisi
utama
Gelar terakhir
di divisi
utama
Barnsley Championship ke-2 di Liga Satu 1997–98 1997–98 1997–98 1 1 0 n/a
Birmingham City Championship ke-17 1894–95 2002–03 2010–11 57 7 0 n/a
Blackburn Roversa, b Championship ke-15 1888–89 1992–93 2011–12 72 18 3 1994–95
Blackpool League One ke-10 1930–31 2010–11 2010–11 28 1 0 n/a
Bolton Wanderersb League One ke-23 di Championship 1888–89 1995–96 2011–12 61 13 0 n/a
Bradford City League Two ke-24 di League One 1908–09 1999–2000 2000–01 12 2 0 n/a
Cardiff Cityc Championship ke-18 di Premier League 1921–22 2013–14 2018–19 17 2 0 n/a
Charlton Athletic Championship ke-3 di League One 1936–37 1998–99 2006–07 27 8 0 n/a
Coventry Citya League One ke-8 1967–68 1992–93 2000–01 34 9 0 n/a
Derby Countyb Championship ke-6 1888–89 1996–97 2007–08 65 7 2 1974–75
Fulham Championship ke-19 di Premier League 1949–50 2001–02 2018–19 26 14 0 n/a
Huddersfield Town Championship ke-20 di Premier League 1920–21 2017–18 2018–19 33 2 3 1925–26
Hull City Championship 13th 2008–09 2008–09 2016–17 5 5 0 n/a
Ipswich Towna League One ke-24 di Championship 1961–62 1992–93 2001–02 26 5 1 1961–62
Leeds Uniteda Championship ke-3 1924–25 1992–93 2003–04 50 12 3 1991–92
Middlesbrougha Championship ke-7 1902–03 1992–93 2016–17 62 15 0 n/a
Nottingham Foresta Championship ke-9 1892–93 1992–93 1998–99 56 5 1 1977–78
Oldham Athletica League Two ke-14 1910–11 1992–93 1993–94 12 2 0 n/a
Portsmouth League One ke-4 1927–28 2003–04 2009–10 33 7 2 1949–50
Queens Park Rangersa Championship 19th 1968–69 1992–93 2014–15 23 7 0 n/a
Reading Championship ke-20 2006–07 2006–07 2012–13 3 3 0 n/a
Sheffield Wednesdaya Championship ke-12 1892–93 1992–93 1999–2000 66 8 4 1929–30
Stoke Cityb Championship ke-16 1888–89 2008–09 2017–18 63 10 0 n/a
Sunderland League One ke-5 1890–91 1995–96 2016–17 87 13 6 1935–36
Swansea Cityc Championship ke-10 1981–82 2011–12 2017–18 9 7 0 n/a
Swindon Town League Two ke-13 1993–94 1993–94 1993–94 1 1 0 n/a
West Bromwich Albionb Championship ke-4 1888–89 2002–03 2017–18 79 12 1 1919–20
Wigan Athletic Championship ke-18 2005–06 2005–06 2012–13 8 8 0 n/a
Wimbledona Dibubarkan Dibubarkan (2003–2004) 1892–93 1992–93 1999–2000 14 8 0 n/a

a: Anggota pendiri Liga Utama Inggris
b: Salah satu dari 12 tim asli Football League
c: Klub yang berasal dari Wales

Klub non-InggrisSunting

Kompetisi internasionalSunting

Kompetisi di EropaSunting

Performa klubSunting

KeuanganSunting

Sunting

Liga Utama Inggris telah mempunyai sponsor utama sejak tahun 1993. Sponsor utama berhak menambahkan namanya di nama liga. Tercatat sudah ada tiga sponsor utama.[40]

Liga Utama Inggris juga mempunyai beberapa sponsor lain untuk mendukung jalannya liga.[43] Pemasok resmi bola pertandingan adalah Nike yang telah bekerja sama sejak musim 2000-01.[44]

PenyiarSunting

Britania Raya dan IrlandiaSunting

InternasionalSunting

Jarak dengan liga kasta lainSunting

StadionSunting

ManajerSunting

PemainSunting

PenghargaanSunting

Sunting

 
Logo Liga Utama Inggris Premier League yang digunakan dari tahun 2007 hingga 2016.
 
Logo Premier League baru yang digunakan mulai musim 2016.

Liga Utama sebelumnya disponsori oleh Carling pada tahun 1993 hingga 2001, lalu berganti sponsor menjadi Barclaycard pada tahun 2001 hingga 2004, dimana beberapa desain logo baru untuk musim depan terlihat disingkat hanya menjadi 'Premier League'.

Perubahan tersebut merepresentasikan rebrand visual Liga Premier untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.

ReferensiSunting

  1. ^ When will goal-line technology be introduced? Archived 9 July 2013[Date mismatch] di Wayback Machine.
  2. ^ "United (versus Liverpool) Nations". The Observer. 6 Januari 2002. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  3. ^ Gibson, Owen (13 June 2012). "Premier League lands £3bn deal". The Guardian. Diakses tanggal 14 June 2012. 
  4. ^ "premierleague history". Diakses tanggal 2 Agustus 2012. 
  5. ^ "Top Soccer Leagues Get 25% Rise in TV Rights Sales, Report Says". Bloomberg. Diakses pada 4 Agustus 2014
  6. ^ "Premier League value of central payments to Clubs". Premier League. 1 June 2017. Diakses tanggal 6 June 2017. 
  7. ^ "The World's Most Watched League". Premier League. PremierLeague.com. 16 November 2011. Diakses tanggal 2 Agustus 2012. 
  8. ^ "History and time are key to power of football, says Premier League chief". The Times. 3 July 2013. Diakses tanggal 3 July 2013. 
  9. ^ "Playing the game: The soft power of sport". British Council. Diakses tanggal 9 October 2018. 
  10. ^ "Premier League 2014/2015 " Attendance " Home matches". worldfootball.net. Diakses tanggal 30 January 2016. 
  11. ^ "Bundesliga Statistics: 2014/2015". ESPN FC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 January 2016. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  12. ^ Chard, Henry. "Your ground's too big for you! Which stadiums were closest to capacity in England last season?". Sky Sports. Diakses tanggal 30 January 2016. 
  13. ^ uefa.com (31 July 2018). "Member associations - Country coefficients – UEFA.com". 
  14. ^ "1985: English teams banned after Heysel". BBC Archive. BBC. 31 May 1985. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  15. ^ a b c "A History of The Premier League". Premier League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 November 2011. Diakses tanggal 22 November 2007. 
  16. ^ "The Taylor Report". Football Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Oktober 2006. Diakses tanggal 22 November 2007. 
  17. ^ a b Taylor, Matthew (18 October 2013). The Association Game: A History of British Football. Routledge. hlm. 342. ISBN 9781317870081. 
  18. ^ Tongue, Steve (2016). Turf Wars: A History of London Football. Pitch Publishing. ISBN 9781785312489. 
  19. ^ a b Taylor, Matthew (18 October 2013). The Association Game: A History of British Football. Routledge. hlm. 343. ISBN 9781317870081. 
  20. ^ Crawford, Gerry. "Fact Sheet 8: British Football on Television". Centre for the Sociology of Sport, University of Leicester. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 June 2011. Diakses tanggal 10 August 2006. 
  21. ^ Lipton, Martin (5 October 2017). "Chapter 15: Mr Chairman". White Hart Lane: The Spurs Glory Years 1899–2017. Weidenfeld & Nicolson. ISBN 9781409169284. 
  22. ^ "Super Ten Losing Ground". New Straits Times. 14 July 1988. Diakses tanggal 9 September 2013. 
  23. ^ a b c "The History of the Football League". Football League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2008. Diakses tanggal 12 September 2010. 
  24. ^ a b Conn, David (4 September 2013). "Greg Dyke seems to forget his role in the Premier League's formation". The Guardian. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  25. ^ "The Men who Changed Football". BBC. 20 February 2001. Diakses tanggal 20 December 2018. 
  26. ^ a b Rodrigues, Jason (2 February 2012). "Premier League football at 20: 1992, the start of a whole new ball game". The Guardian. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  27. ^ MacInnes, Paul (23 July 2017). "Deceit, determination and Murdoch's millions: how Premier League was born". The Guardian. Diakses tanggal 18 January 2018. 
  28. ^ "In the matter of an agreement between the Football Association Premier League Limited and the Football Association Limited and the Football League Limited and their respective member clubs". HM Courts Service. HM Government. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 8 August 2006. 
  29. ^ Shaw, Phil (17 August 1992). "The Premier Kick-Off: Ferguson's false start". The Independent. Diakses tanggal 24 August 2010. 
  30. ^ "Final 1992/1993 English Premier Table". Soccerbase. Racing Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 August 2011. Diakses tanggal 14 September 2010. 
  31. ^ Lovejoy, Joe (2011). "3. The Big Kick-Off". Glory, Goals and Greed: Twenty Years of the Premier League. Random House. ISBN 978-1-78057-144-7. 
  32. ^ "Our relationship with the clubs". Premier League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 November 2006. Diakses tanggal 15 Agustus 2012. 
  33. ^ Nakrani, Sachin (10 June 2008). "Premier League v England time-line". The Guardian. Diakses tanggal 15 Agustus 2012. 
  34. ^ "Timeline: a history of TV football rights". The Guardian. 25 February 2003. Diakses tanggal 15 Agustus 2012. 
  35. ^ "The Premier League and Other Football Bodies". Premier League. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 March 2006. Diakses tanggal 15 Agustus 2012. 
  36. ^ "Full list of ECA Members". ecaeurope.com. Diakses tanggal 15 Agustus 2012. 
  37. ^ "European Club Association: General Presentation". European Club Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 August 2010. Diakses tanggal 15 Agustus 2012. 
  38. ^ Tim Yang Belum Pernah Terdegradasi di Premier League
  39. ^ "It's official – Tottenham have the worst defence in Premier League history". Daily Mail. 14 November 2007. Diakses tanggal 1 December 2007. 
  40. ^ "Barclays nets Premier League deal". BBC News. BBC. 27 September 2006. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  41. ^ "A History of The Premier League". Premier League. Diakses tanggal 22 November 2007. 
  42. ^ "Barclays renews Premier sponsorship". Premier League. 23 October 2009. Diakses tanggal 23 October 2009. 
  43. ^ "Partners". Premier League. Diakses tanggal 7 September 2010. 
  44. ^ Northcroft, Jonathan (4 October 2009). "The Premier League's goal rush". Sunday Times. Diakses tanggal 7 September 2010. 

Lihat jugaSunting

Pranala luarSunting