Kitab Kebijaksanaan Salomo

Kitab Kebijaksanaan Salomo (disingkat Kitab Kebijaksanaan atau Kebijaksanaan; akronim Keb.) merupakan salah satu kitab yang termasuk dalam kelompok kitab-kitab hikmat dan menjadi bagian dari golongan Deuterokanonika pada Perjanjian Lama bagi kanon Kitab Suci Katolik.[1] Kitab ini juga menjadi salah satu kitab pada Septuaginta dan pada Perjanjian Lama dalam Alkitab Ortodoks. Kitab ini tidak dianggap kanonik oleh Alkitab Ibrani (Tanakh) dan dianggap sebagai apokrifa dalam kanon Alkitab Protestan.

NamaSunting

Nama kitab ini merupakan terjemahan harfiah dari nama kitab ini dalam Alkitab Septuaginta Yunani, yaitu "Σοφῐ́ᾱ Σολομῶντος" (Sofíā Solomôntos). Nama tersebut merujuk pada isi kitab ini yang bertema "hikmat" atau kebijaksanaan", dan pada tradisi yang menyebutkan bahwa kitab ini dibuat oleh Raja Salomo sendiri.

IsiSunting

Kitab ini khusus berbicara tentang pembalasan sebagai hukuman bagi penyembahan berhala.[2] Berbeda dengan kitab hikmat/kebijaksanaan lainnya, kitab ini memberikan perhatiannya pada sejarah keselamatan orang bijak dan kepedulian Allah terhadap orang benar.[3] Kitab ini juga ingin memberikan keyakinan kepada jemaat Yahudi di Mesir bahwa memelihara iman nilainya sangat besar sekalipun ada banyak kesukaran yang ditemukan.[3]

SumberSunting

Kitab Kebijaksanaan sejak awal ditulis dalam bahasa Yunani Koine, berbeda dengan Kitab Yesus bin Sirakh, suatu karya dari abad ke-2 SM yang aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Kitab Kebijaksanaan diyakini ditulis dalam bahasa Yunani, tetapi dengan suatu gaya yang polanya seperti yang terdapat dalam bait syair Ibrani.[4]

KepengaranganSunting

Kitab ini diduga berasal dari Aleksandria sekitar tahun 100 SM.[1] Penulis kitab ini tidak diketahui namun beberapa tokoh gereja seperti Klemens dari Aleksandria, Tertulianus, Origenes, Hippolitus, Siprianus, dan Lactansius meyakini bahwa Salomo yang menuliskannya.[1] Dapat dipastikan bahwa penulisnya adalah seorang Yahudi yang menggunakan bahasa Yunani.[2]

PerikopSunting

Judul perikop dalam Kitab Kebijaksanaan Salomo menurut Alkitab Terjemahan Baru Deuterokanonika oleh LAI dan LBI adalah sebagai berikut. Perlu dicatat bahwa seluruh judul bagian berikut berasal langsung dari Alkitab.

KEBIJAKSANAAN DAN NASIB MANUSIA
  • Carilah kebijaksanaan dan jauhilah dosa (1:1–15)
  • Pandangan hidup orang fasik (1:16 – 2:9)
  • Sikap orang fasik terhadap orang benar (2:10–20)
  • Orang fasik keliru (2:21–24)
  • Sikap Allah terhadap orang benar dan orang fasik (3:1 – 5:23)
KEBIJAKSANAAN YANG MULIA BERASAL DARI ALLAH
  • Para penguasa harus mengejar kebijaksanaan (6:1–25)
  • Lagu pujian Kebijaksanaan ilahi (7:1 – 8:1)
  • Kebijaksanaan karunia Tuhan (8:2 – 9:18)
KEBIJAKSANAAN DALAM SEJARAH UMAT ALLAH

KanonisitasSunting

Kitab Kebijaksanaan Salomo dianggap sebagai kitab yang kanonik bagi Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks.[1] Kitab ini juga menjadi salah satu kitab pada Septuaginta. Kitab ini tidak dianggap kanonik oleh Alkitab Ibrani atau Tanakh. Sementara itu, kitab ini dianggap sebagai apokrifa dalam kanon Alkitab Protestan dan Gereja Anglikan.

Eusebius dari Kaisarea menuliskan dalam Sejarah Gereja bahwa Uskup Melito dari Sardis pada abad ke-2 M menganggap Kitab Kebijaksanaan sebagai bagian dari Perjanjian Lama.[5] Di sisi lain terdapat klaim berbeda yang mengatakan, "Dalam katalog Melito, yang disajikan oleh Eusebius, setelah Amsal, muncul kata Kebijaksanaan; hampir semua komentator beranggapan bahwa itu hanyalah nama lain kitab yang sama, dan bukan nama kitab yang sekarang disebut 'Kebijaksanaan Salomo'."[6] Terjemahan Kebijaksanaan Salomo dalam bahasa Aram disebutkan oleh Nahmanides dalam kata pengantar komentari karyanya tentang Pentateukh (Taurat).

Kitab Kebijaksanaan belum dapat diterima dalam kanon Ibrani. Salah satu alasannya adalah karena kitab ini banyak menggunakan bahasa filsafat Yunani.[3][butuh klarifikasi]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d (Inggris) Daniel Patte (ed). 2002. The Cambridge Dictionary of Christianity. New York: Cambridge University Press. Hlm. 1308.
  2. ^ a b (Indonesia) . 1976. Tafsiran Alkitab Masa Kini 2:Ayub-Maleakhi. Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih. Hlm. 47.
  3. ^ a b c Dianne Bergant, Robert J.Karris(ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta:Kanisius. Hlm. 400.
  4. ^ (Inggris) "NAB – Wisdom – Introduction". USCCB. 2002-12-09. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-23. Diakses tanggal 2010-07-10. 
  5. ^ (Inggris) "CHURCH FATHERS: Church History, Book IV (Eusebius)". Newadvent.org. Diakses tanggal 2010-07-10. 
  6. ^ (Inggris) "Canon of the Old and New Testaments Ascertained, or The Bible Complete without the Apocrypha and Unwritten Traditions. – Christian Classics Ethereal Library". Ccel.org. 2006-11-15. Diakses tanggal 2014-03-11. 

Pranala luarSunting