Kitab Amsal

Kitab Amsal adalah kitab yang terdapat dalam Alkitab Umat Kristen. Kitab ini berisi kumpulan ucapan ringkas dan nasihat prilaku yang mendidik orang muda.[1] Kitab Amsal dalam bahasa Ibrani מִשְלֵי ; ‘’misyle/masyal’’ ‘Amsal dari’, adalah singkatan dari ‘’misyle syelomoh’’, Amsal-amsal Salomo.[2] Kitab Amsal merupakan kumpulan tulisan dengan aneka ragam gaya yang berbeda-beda.[3] Keanekaragaman ini menunjukkan ruang lingkup yang luas dari masyal.[3] Sehingga masyal mungkin dari akar kata yang berarti ‘menyerupai’ atau ‘membandingkan’, hingga awalnya mungkin semacam perbandingan, contoh:[3]

Kitab Amsal
Leningrad-codex-17-proverbs.pdf
Kitab Amsal lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
KitabKitab Amsal
KategoriKetuvim
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Lama
Urutan dalam
Kitab Kristen
20
Mazmur

“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” (Amsal 16:24).[1] Atau “lebih baik sepiring sayur dengan kasih, daripada lembu tambun dengan kebencian”. (Amsal 15:17).[1]

Kitab Amsal adalah kumpulan ucapan ringkas dan ucapan berbentuk nasihat untuk mendidik para pemuda dan dianggap berasal dari Salomo.[1] Kitab ini ditulis dalam bentuk puisi-artinya tersusun teratur dan tamsil yang hidup dan lahir dalam dalam lingkungan yang cukup mapan yang ingin memelihara tradisi dan kelanggengannya.[1] Karena Kitab Amsal terdiri dari 31 pasal, kitab ini mejadi kitab yang paling populer untuk menjadi acuan bacaan harian yang diulang setiap bulan.

Sumber naskahSunting

 
Gulungan kitab Amsal modern

IsiSunting

Perbedaan urutan pasal-pasalSunting

Alkitab Indonesia umumnya mengikuti urutan Teks Masoret, tetapi terjemahan Alkitab Ibrani dalam bahasa Yunani (Septuaginta) yang berasal dari abad ke-3 SM mengikuti urutan yang sedikit berbeda:[5]

Teks Masoret Teks Septuaginta
I. 1:1-9:18, Salomo I. 1:1-9:18, Salomo
II. 10:1-22:16, Salomo II. 10:1-22:16, Salomo
III. 22:17-24:22, orang bijak III. 22:17-24:22, orang bijak
IV 24:23-34, orang bijak VI, A 30:1-14, Agur
IV 24:23-34, orang bijak
V 25-29, hamba-hamba raja Hizkia VI, B 30:15-33, Agur
VI 30, Agur VII 31:1-9, Lemuel
VII 31:1-9, Lemuel V 25-29, hamba-hamba raja Hizkia
VIII 31:10-31, Akrostik VIII 31:10-31, Akrostik

Beberapa Contoh AmsalSunting

  • Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Amsal 6:6-8)[1]
  • Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. (Amsal 14:1)[1]
  • Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. (Amsal 16:25)[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g h W.R.F, Browning, A Dictionary of The Bible, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008).
  2. ^ ‘’Ensiklopedi Alkitab Masa Kini’’, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2007).
  3. ^ a b c Lasor dkk, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005).
  4. ^ "Transkrip Naskah Laut Mati". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-06-30. Diakses tanggal 2013-07-25. 
  5. ^ Institute for Biblical & Scientific Studies - Old Testament:Dead Sea Scrolls bagian Proverbs.

Pranala luarSunting