Buka menu utama

Jalur kereta api Yogyakarta–Palbapang–Sewugalur

Jalur kereta api Yogyakarta–Palbapang adalah jalur kereta api yang pernah dioperasikan oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Inspeksi Yogyakarta yang menghubungkan Stasiun Tugu Yogyakarta dengan Stasiun Palbapang. Jalur ini dahulu dilintasi oleh kereta api uap berbahan bakar batu bara yang difungsikan sebagai feeder atau pengumpan, karena menghubungkan Stasiun Palbapang dengan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Jalur kereta api Yogyakarta–Palbapang–Sewugalur
YK-PLP 01.JPG
Salah satu bagian dari bekas jalur kereta api Yogyakarta-Palbapang, di sebelah barat perempatan Tamansari, di dekat Jalan Letjend S. Parman, Yogyakarta.
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
LokasiDaerah Istimewa Yogyakarta
TerminusYogyakarta
Palbapang
Nomor lintas14
Operasi
Dibangun olehNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Dibuka21 Mei 1895 (Yogyakarta–Srandakan)
1915-1916 (lanjut ke Sewugalur)
Ditutup1943, segmen Palbapang–Sewugalur
1980-an, seluruh segmen
PemilikPemerintah Kota Yogyakarta

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Pemerintah Kabupaten Bantul
OperatorWilayah Aset VI Yogyakarta (de facto)
Karakteristik lintasLintas datar
DepotYogyakarta (YK)
Palbapang (PLP)
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Lebar sepur sebelumnya1.435 mm
Kecepatan operasi20 s.d. 50 km/jam
Peta rute

SCA–YK
Left arrow KTA–PWS Right arrow
YK
Yogyakarta
NBN
Ngabean
DKN
Dongkelan
WGO
Winongo
JIT
Jepit
PBL
Bantul
PLP
Palbapang
Bajang
Batikan
Pekojan
Mangiran
Srandakan
Jembatan Kali Progo Srandakan
Brosot
Pasar Kranggan
Sewugalur

Untuk kelanjutannya, segmen Palbapang–Sewugalur, tidak dilayani kereta api sejak dibongkar oleh pekerja romusha Jepang. Khusus untuk jalur Yogyakarta–Palbapang, asetnya tidak dikuasai oleh PT KAI, tetapi milik Pemerintah Kota Yogyakarta (untuk emplasemen Stasiun Ngabean dan Stasiun Dongkelan), PT Madu Baru (untuk Stasiun Winongo), dan Pemerintah Kabupaten Bantul (untuk Stasiun Palbapang).

Daftar isi

SejarahSunting

 
Jembatan Progo Brosot.
(Kredit: Kassian Cephas)

Jalur ini adalah bagian dari segmen jalur kereta api Yogyakarta-Sewugalur. Jalur ini pertama kali mulai dioperasikan pada tahun 1895 dan untuk lintas Srandakan–Stasiun Sewugalur dioperasikan pada tahun 1915, berdasarkan pengajuan konsesi perusahaan swasta pengelola pabrik gula di Kabupaten Bantul sebagaimana disebut dalam Gouvernement Besluit No. 9 Tahun 1893.[1] Secara rinci jalur kereta api ini diresmikan pada tanggal 21 Mei 1895 untuk segmen Yogyakarta–Srandakan, dan dilanjut menuju Brosot pada tanggal 1 April 1915 dan berakhir di Sewugalur pada tanggal 1 April 1916.[2]

Jalur kereta api ini aslinya menggunakan lebar sepur 1.435 mm, seperti jalur Samarang–Vorstenlanden.[3]

PenutupanSunting

Pada tahun 1943, pekerja romusha Jepang membongkar jalur kereta api untuk segmen Palbapang–Sewugalur untuk keperluan membangun jalur kereta api romusha dan mengubah jalur segmen Yogyakarta–Palbapang dari semula 1.435 mm menjadi 1.067 mm.[4] Karena kalah bersaing dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, PJKA akhirnya menutup jalur ini pada tahun 1973. Meskipun begitu, angkutan tetes tebu dari Pabrik Gula Madukismo masih dijalankan hingga dekade 1980-an.[1][5]

Tidak ada reaktivasi untuk jalur ini.

Jalur terhubungSunting

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 14 Vorstenlanden
Segmen Yogyakarta–Srandakan
Diresmikan pada tanggal 21 Mei 1895 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta
3020 Yogyakarta YK Jalan Margo Utomo 1, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta km 167+051 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta
km 542+494 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta
km 1+040 lintas Yogyakarta-Magelang Kota-Ambarawa
km 0+067 lintas Yogyakarta-Palbapang
+113 m Beroperasi  
3401 Ngabean NBN Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim, Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta km 2+033 +100 m Tidak beroperasi  
3402 Dongkelan DKN Jalan Bantul, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta km 4+473 Tidak beroperasi  
3403 Winongo WGO Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul km 6+510 Tidak beroperasi  
3404 Cepit JIT km 9+537 Tidak beroperasi
3405 Bantul PBL Jalan Bantul, Bantul, Bantul, Bantul km 12+079 Tidak beroperasi  
3406 Palbapang PLP Jalan Raya Panembahan Senopati, Palbapang, Bantul, Bantul km 14+599 Tidak beroperasi  
Segmen yang dibongkar romusha
Bajang km 16+156 Tidak beroperasi
Batikan km 17+854 Tidak beroperasi
Pekojan km 19+498 Tidak beroperasi
Mangiran km 21+635 Tidak beroperasi
Srandakan km 23+280 Tidak beroperasi
Segmen Srandakan–Brosot
Diresmikan pada tanggal 1 April 1915
Jembatan Kali Progo Srandakan
Brosot km 25+118 Tidak beroperasi
Segmen Brosot–Sewugalur
Diresmikan pada tanggal 1 April 1916
Pasar Kranggan km 26+500 Tidak beroperasi
Sewugalur km 28+360 Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [6][7][8]


GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot
  2. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  3. ^ Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij. 
  4. ^ Setiawan, Hersri (2003). Aku eks-tapol. Galang Press. 
  5. ^ "Napak Tilas Jalur Kereta Api Rute Yogyakarta – Palbapang (Bantul) | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-20. 
  6. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  7. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  8. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia