Stasiun Bantul

Stasiun Non-Aktif di Kabupaten Bantul

Stasiun Bantul atau Stasiun Pasar Bantul (PBL) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Bantul, Bantul, Bantul. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset VI Yogyakarta.

Stasiun Bantul
Bantul
Stasiun Bantul.jpg
Eks stasiun Pasar Bantul. Pernah menjadi warung, namun kini sudah menjadi bengkel.
LokasiJalan Bantul
Bantul, Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Indonesia
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkalkm 12+079 lintas Yogyakarta-Palbapang[1]
Informasi lain
Kode stasiun
  • PBL
  • 3405
Sejarah
Dibuka1895
Ditutup1973 (layanan umum) Pertengahan dekade 1980-an (layanan angkutan tetes tebu)
Layanan
-
Lokasi pada peta

Stasiun ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api lintas Yogyakarta–Srandakan–Sewugalur.[2] Stasiun ini dibuka pada tanggal 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta–Srandakan.[3]

Bangunan stasiun ini kemudian direnovasi dengan arsitektur bergaya 1950-an seperti halnya stasiun-Yogyakarta-stasiun lainnya di Daop VI. Stasiun ini dulu ditutup sejak tahun 1973 untuk layanan PJKA karena jalan raya diperlebar dan mobil makin banyak, kemudian diubah menjadi stasiun untuk angkutan tetes tebu Pabrik Gula Madukismo hingga pertengahan dekade 1980-an.[4]

Stasiun ini pernah pula dicatat sebagai stasiun untuk pengangkutan abdi dalem dan alat upacara untuk Labuhan. Letaknya yang persis di dekat Pendopo Kabupaten Bantul membuat pergerakan abdi dalem ke tempat labuhan menjadi lebih cepat sejak kereta api hadir di Bantul.[5]

Letak stasiun ini ada di selatan seberang Pasar Bantul. Saat ini, stasiun Bantul telah berubah menjadi bengkel dan warung makan. Warung makan itu diberi nama "Stasiun" karena agar membuktikan bahwa warung itu dulunya merupakan sebuah stasiun. Meskipun demikian, di stasiun tersebut tidak tampak bekas rel, persinyalan, ataupun tiang telegraf (untuk komunikasi).[6][7]

Percabangan menuju PG BantulSunting

 
Tempat bongkar muat barang di Pabrik Gula Bantul dengan sebuah gerbong diatas jalur rel milik NIS yang bergauge besar.

Dahulu, di sebelah selatan Stasiun Bantul terdapat percabangan jalur kereta api yang mengarah ke timur sampai ke Suikerfabriek Bantool (Pabrik Gula Bantul). Jalur relnya terletak di sebelah selatan jalan raya dan bersisian dengannya. Dalam peta Daerah Istimewa Yogyakarta tempo dulu koleksi Universiteit Leiden, jalur percabangan tersebut dimiliki oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij.[8]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ "BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-12-14. Diakses tanggal 2014-12-14. 
  3. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  4. ^ "Napak Tilas Jalur Kereta Api Rute Yogyakarta – Palbapang (Bantul) | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
  5. ^ Moertjipto; Marwito, Tirun (1995). Upacara tradisional Jumenengan: arti, fungsi, dan makna lambang : suatu studi tentang tradisi Kraton Yogyakarta. Yogyakarta: Media Widya Mandala. 
  6. ^ "Bekas Stasiun Bantul, Kini Berfungsi Sebagai Rumah Makan dan Bengkel | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
  7. ^ "Stasiun Itu Menjadi Warung". Tempo. 11 (2): 221. 1981. 
  8. ^ "Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa (Java)". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2020-11-16. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cepit
ke arah Yogyakarta
Yogyakarta–Palbapang Palbapang
ke arah Sewugalur

Koordinat: 7°53′14″S 110°19′46″E / 7.8873153°S 110.3294009°E / -7.8873153; 110.3294009