Halte Winongo

(Dialihkan dari Stasiun Winongo)

Halte Winongo (WGO) adalah halte kereta api nonaktif yang terletak di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Halte ini secara de facto termasuk dalam Wilayah Aset VI Yogyakarta, tetapi tanah tempat stasiun ini berada sebagian sudah menjadi milik masyarakat dan sebagian milik PT Madu Baru.

Halte Winongo
Winongo
  • Singkatan: WGO
  • Nomor: 3403
Stasiun Winongo 01.jpg
Eks-Halte Winongo. Emplasemen dan sepurnya sudah menjadi jalan kampung.
LokasiTirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Indonesia
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkalkm 6+510 lintas Yogyakarta-Palbapang[1]
Informasi lain
KlasifikasiPerhentian dilayani[2]
Sejarah
Dibuka1895
Ditutup1973 (layanan umum) Pertengahan dekade 1980-an (angkutan tetes tebu)
Layanan
-
Teknis
Lokasi pada peta

Halte ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api lintas Yogyakarta–Srandakan–Sewugalur.[3] Halte ini dibuka pada tanggal 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta–Srandakan.[4]

Bangunan halte ini kemudian direnovasi dengan arsitektur bergaya Jengki 1950-an seperti halnya stasiun-Yogyakarta-stasiun lainnya di Daop VI. Halte ini dulu ditutup sejak tahun 1973 untuk layanan PJKA karena jalan raya diperlebar dan mobil makin banyak, kemudian diubah menjadi stasiun untuk angkutan tetes tebu Pabrik Gula Madukismo hingga pertengahan dekade 1980-an.[5]

Letak halte ini cukup strategis karena berada tak jauh dari Pabrik Gula Madukismo, serta memiliki jalur cabang ke pabrik gula itu supaya gulanya bisa diangkut oleh kereta api. Pabrik Gula Madukismo sampai saat ini masih aktif meksipun tak sejaya dahulu.[6] Kini bangunan stasiun Winongo kini masih ada, namun kondisinya sudah rusak.

Bangunan ini sempat dijadikan rumah keluarga Atmopawiro. Dikisahkan pula, bahwa bangunan stasiun mengalami kerusakan parah akibat gempa Bantul 2006. Kemudian, warga berinisiatif memperbaiki bangunan dengan mengubah letak pintu yang seharusnya menghadap ke barat menjadi ke arah selatan. Sampai saat ini, bangunan stasiun Winongo dimanfaatkan sebagai karang taruna masyarakat setempat. Bangunannya kini sudah dimural.[7]

Jika berjalan ke arah selatan menyusuri jalan kampung, sebelum melihat halte, terdapat Jembatan Winongo yang rel-relnya sudah dicor dengan semen.[8]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Jarak untuk Angkutan Barang Jawa dan Madura. Bandung: Perusahaan Jawatan Kereta Api. 1982. 
  3. ^ BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot
  4. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  5. ^ "Napak Tilas Jalur Kereta Api Rute Yogyakarta – Palbapang (Bantul) | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
  6. ^ "Penelusuran Sisa-Sisa Jalur Kereta Api Stasiun Winongo – Pabrik Gula Madukismo | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
  7. ^ "Bekas Stasiun Winongo Bantul, Beralih Fungsi Menjadi Ruang Karang Taruna Warga | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
  8. ^ "Bekas Jembatan Kereta Api Yang Melintas di Kali Winongo | TeamTouring". teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Dongkelan
ke arah Yogyakarta
Yogyakarta–Palbapang Cepit
ke arah Sewugalur

Koordinat: 7°50′25″S 110°20′49″E / 7.8402866°S 110.3469908°E / -7.8402866; 110.3469908