Buka menu utama

Ifa Isfansyah (lahir di Yogyakarta, 16 Desember 1979; umur 39 tahun[1]) adalah salah satu sineas di Indonesia. Ia menyelesaikan studinya di Jurusan Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 2007.

Ifa Isfansyah
Ifa Isfansyah, Indonesia-Germany Institute, Yogyakarta 2018-02-14 01.jpg
Isfansyah, 2018
Lahir 16 Desember 1979 (umur 39)
Bendera Indonesia Yogyakarta, Indonesia
Pekerjaan sutradara

Daftar isi

Karya dan penghargaanSunting

Pada tahun 2001, ia menjadi salah satu pendiri komunitas film independen bernama Fourcolours Films yang aktif memproduksi film-film pendek. Film pendek pertamanya, Air Mata Surga (menyutradarai bersama Eddie Cahyono), diundang oleh Festival Film-Video Indonesia 2002 sebagai film pembuka.

Kemudian pada tahun 2002, Ifa Isfansyah membuat film pendek berikutnya, Mayar, yang berhasil meraih penghargaan SET Award untuk penata kamera terbaik dan penata artistik terbaik pada Festival Film-Video Independen Indonesia 2002 dan berhasil masuk di beberapa festival termasuk Roterdam dan Hamburg Internationall Film Festival. Setelah itu Ifa juga menyutradarai beberapa iklan dan program cerita untuk televisi.

Pada tahun 2006, ia kembali membuat film pendek Harap Tenang, Ada Ujian! dan berhasil memenangkan penghargaan di beberapa festival penting di Indonesia termasuk menjadi film pendek terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Festival Film Pendek Konfiden dan Festival Film Indonesia 2006, dan berhasil masuk di sesi international competition Short Shorts Film Festival 2007, Tokyo, Jepang dan Alamaty Film Festival di Kazakhstan serta Three Eyes Film Festival di Mumbai.

Pada tahun 2007, ia memproduksi film pendek Setengah Sendok Teh. Ifa menjadi salah satu sineas Asia yang terpilih untuk mengikuti Asian Film Academy di Pusan International Film Festival 2006 dan berhasil memenangkan scholarship award di Fakultas Film dan Video Dongseo University/Im Kwon Taek Film School, Korea. Sampai Desember 2008 ia tinggal di Pusan, Korea Selatan.

Tahun 2009, Ifa Isfansyah mengawali debut film panjang pertamanya, Garuda di Dadaku.

Pada tahun 2011, filmnya Sang Penari meraih Citra dan mengukuhkan dirinya sebagai Sutradara Terbaik dalam FFI 2011.

FilmografiSunting

Pranala luarSunting

RujukanSunting

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Benni Setiawan
Film : 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta
(2010)
Sutradara Terbaik
(Festival Film Indonesia)

Film : Sang Penari
(2011)
Diteruskan oleh:
belum ada
Film :
(2012)