Henry Alexander Murray

Henry Alexander Murray (1893—1988) adalah seorang psikolog berkebangsaan Amerika Serikat. Ia dianggap sebagai pendiri psikologi kepribadian. Murray berperan penting di dalam bidang psikologi khususnya di bidang teori kepribadian dan diagnosa kepribadian. Pemikiran Murray utamanya sejalan dengan pandangan psikonalisis, khususnya mengenai pemahaman atas kepribadian yang dicapai melalui informasi tentang ketidaksadaran individu.

Henry Alexander Murray
Henry Murray (1893-1988).jpg
Lukisan diri dari Henry Alexander Murray oleh Franklin Chenault Watkins
Lahir(1893-05-13)13 Mei 1893
Kota New York, New York
Meninggal23 Juni 1988(1988-06-23) (umur 95)
Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat
KebangsaanAmerika Serikat
AlmamaterGroton School
Universitas Harvard
Universitas Columbia
Universitas Cambridge
Dikenal atasPsikologi kepribadian
Personologi
Tes Apersepsi Tematik
Karier ilmiah
BidangPsikologi
InstitusiUniversitas Harvard
TerinspirasiCarl Jung
Sigmund Freud
MenginspirasiWalter Mischel
Tanda tangan
Henry Murray signature.png

Keluarga Murray termasuk keluarga yang memiliki sejarah yang terkemuka dan cukup kaya. Murray mengawali pendidikannya dengan bersekolah di Groton School. Pada tahun 1915, ia menamatkan pendidikan di Universitas Harvard di bidang sejarah. Kemudian pada tahun 1919, ia menyelesaikan pendidikan di Kolese Dokter dan Ahli Bedah, Universitas Columbia. Pada tahun 1927, ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Cambridge.

Pada awal kehidupannya, Murray tertarik dengan biomedis. Namun, ia kemudian beralih minat ke psikologi setelah pertemuannya dengan Carl Gustav Jung. Pertemuan ini menyembuhkan penyakit gagap yang diderita oleh Murray. Semasa hidupnya, Murray bekerja sebagai profesor psikologi di Universitas Harvard. Ia bekerja di sana selama lebih dari 30 tahun. Karya terbesar yang dihasilkannya selama hidupnya adalah sebuah alat tes bernama Tes Apersepsi Tematik. Alat tes ini selesai dikembangkan pada tahun 1938 dan digunakan sebagai alat tes kepribadian objektif. Murray juga mengembangkan salah satu dari teori kepribadian individu yang dikenal sebagai personologi. Teori ini menjadi inspirasi bagi pengembangan dua jenis alat tes kepribadian lainnya, yaitu Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards dan Formulir Penelitian Kepribadian.

Henry Murray juga menjadi penulis utama dari sebuah karya tulis ilmiah yang berjudul Exploration in Personality (Eksplorasi dalam Kepribadian). Buku ini ditulis bersama dengan rekan-rekannya yang bekerja sebagai staf di Klinik Psikologi Harvard. Exploration in Personality diterbitkan pada tahun 1938. Karya tulis lainnya ialah The Case of Murr yang merupakan buku autobiografi tentang dirinya. Koleksi-koleksi tulisan lain dari Murray juga dihimpun ke dalam sebuah buku autobigrafi berjudul Endeavors in Psychology: Selections from the Personology of Henry A. Murray (1981).

Semasa hidupnya, Murray memiliki dua istri. Istri pertamanya bernama Josephine Rantoul yang dinikahinya pada tahun 1916, dan istir keduanya bernama Caroline Fish Chandler yang dinikahinya pada tahun 1969. Murray juga melakukan perselingkuhan dengan Christiana Morgan selama 40 tahun. Dari istri pertamanya, Murray memiliki satu anak perempuan. Sedangkan dari istri keduanya. ia memiliki lima anak tiri.

Murray wafat pada usia 95 tahun akibat menderita radang paru-paru. Sebelum akhir hayatnya, Murray menerima dua penghargaan, masing-masing dari American Psychological Foundation dan American Psychological Association. Pada tahun 1967, sebuah arsip bernama Arsip Penelitian Henry A. Murray didirikan oleh Radcliffe College sebagai bentuk penghormatan kepada Henry Alexander Murray.

Kehidupan pribadiSunting

Keluarga
Virgiana Murray Bacon

Masa kecilSunting

Henry Alexander Murray lahir pada tanggal 13 Mei 1893 di Kota New York.[1] Ibunya bernama Fannie Morris Babcock. Sedangkan ayahnya memiliki nama yang sama dengannya yaitu Henry Alexander Murray. Murray merupakan putra pertama dan memiliki seorang adik perempuan yang bernama Virginia Murray Bacon.[2] Ayah Murray berkewarganegaraan Inggris, sementara ibunya merupakan berkewarganegaraan Amerika Serikat.[3]

Teman-teman Murray memanggilnya dengan nama "Harry". Keluarganya merupakan keturunan dari John Murray yang merupakan Earl keempat di Dunmore sekaligus Gubernur Koloni Virginia yang terakhir. Kakek buyut dari ibunya bernama Henry Babcock merupakan salah satu staf dari George Washington selama Perang Revolusi Amerika Serikat.[4] Murray lahir di keluarga yang kaya dengan ayah yang bekerja sebagai bankir. Tempat tinggalnya dekat dengan Fifth Avenue yang menjadi lokasi Rockefeller Center.[5] Murray hidup dalam kemewahan dan sering mengadakan perjalanan ke berbagai wilayah di Eropa. Ia sering melalui musim panas di Long Island.[4]

Murray tidak berhubungan dekat dengan ibunya. Pemikiran dan wataknya selalu pesimis dan diliputi dengan kemurungan.[5] Ini diakibatkan oleh kondisi ibu Murray yang menderita depresi ketika Murray masih berusia sangat muda.[4] Akibatnya ia menderita penyakit gagap dan mata juling. Kondisi mata juling awalnya hanya di bagian dalam, tetapi berdampak di bagian luar setelah ia melakukan operasi untuk menyembuhkan matanya.[4]

Rumah tanggaSunting

Murray menikah ketika ia sementara kuliah di Universitas Harvard. Istrinya bernama Josephine Rantoul.[4] Pernikahan ini diadakan pada tahun 1916.[6] Setelah pernikahannya, Murray juga mulai menjalin hubungan dengan Christiana Morgan. Keduanya merupakan rekan kerja di bidang psikologi dan spiritual. Murray menjadi kekasih Morgan pada musim panas tahun 1925 ketika sedang melakukan perjalanan ke Swiss untuk menemui Carl Gustav Jung.[3]

Murray dan Morgan melakukan perselingkuhan selama 40 tahun.[7] Murray tidak menikahi Morgan bahkan setelah istrinya wafat pada tahun 1962. Pada tahun 1967, Morgan pun meninggal ketika sedang berlibur di Hindia Barat bersama Murray.[8] Pada tahun 1969, Murray melakukan pernikahan kedua bersama dengan Caroline Fish Chandler.[8]

Murray memiliki seorang putri dari pernikahannya dengan istri pertamanya. Putrinya ini bernama Josephine Lee Murray. Sedangkan dari pernikahan keduanya, Murray memiliki lima anak tiri dengan empat di antaranya merupakan perempuan. Putri tirinya bernama Caroline Janover, Ann MacLaughlin, Maude Fish, dan Quita Palmer. Sedangkan putra tirinya bernama Alexander Davis.[9]

PendidikanSunting

Almamater
Groton School
Universitas Harvard
Universitas Columbia
Universitas Cambridge

Groton SchoolSunting

Murray mulai bersekolah di Groton School.[5] Pada beberapa tahun pertamanya di sekolah, ia dikenal sebagai penyendiri.[10] Namun, Murray memiliki ketertarikan mengenai asal-usul kehidupan sehingga ia mulai mempelajari tentang sejarah.[11] Di sekolah, ia aktif mengikuti kegiatan olahraga meskipun matanya juling. Murray bergabung dengan tim sepak bola di sekolahnya dengan posisi sebagai quarterback. Ia juga pernah memenangkan kejuaraan tinju kelas bulu.[4]

Universitas HarvardSunting

Murray menjadi mahasiswa di Universitas Harvard pada tahun 1911.[12] Murray tidak memiliki prestasi secara akademis selama berkuliah di Universitas Harvard. Nilainya selalu berada di bawah rata-rata. Namun, ia memiliki rprestasi sebagai atlet. Selama berkuliah di Universitas Harvard, Murray bergabung dengan tim dayung universitas.[13] Murray menyelesaikan kuliah dan memperoleh gelar sarjana di Universitas Harvard pada tahun 1915 dalam bidang sejarah.[14]

Universitas ColumbiaSunting

Setelah lulus dari Universitas Harvard, Murray melanjutkan pendidikan di Kolese Dokter dan Ahli Bedah, Universitas Columbia. Pada tahun 1919, ia menjadi lulusan pertama di kelasnya.[4] Ia memperoleh gelar Doktor Medis dengan nilai tertinggi pada tahun tersebut. [5] Pada tahun yang sama, Murray juga memperoleh gelar lain dari Universitas Columbia, yaitu Master of Arts. Gelar ini diperolehnya di bidang biologi.[15]

Universitas CambridgeSunting

Setelah menamatkan pendidikan di Universitas Columbia, Murray kemudian mengikuti kegiatan pelatihan di Rumah Sakit Presbiterian-NewYork. Selama pelatihan, ia pernah merawat calon presiden Amerika Serikat saat itu, yaitu Franklin Delano Roosevelt. Sambil menjalani pelatihan, ia juga mengikuti penelitian di Institut Penelitian Medis Rockefeller dan Universitas Cambridge.[4] Pada tahun 1927, ia memperoleh gelar doktor dari Universitas Cambridge.[5]

PekerjaanSunting

Klinik Psikologi HarvardSunting

 
Carl Gustav Jung, orang yang membuat Henry Alexander Murray berminat di bidang psikologi, khususnya psikoanalisis.

Pada tahun 1925, Murray melakukan perjalanan ke Swiss untuk menemui Carl Gustav Jung.[16] Tujuannya untuk menjalani psikoanalisis oleh Jung untuk mengatasi penyakit gagap yang diderita oleh Murray. Selain itu, pertemuan ini bertujuan untuk mengungkapkan perselingkuhan Murray dengan Morgan kepada istri Murray dan kepada suami Morgan. Keduanya bertemu di Zürich. Kedua masalah tersebut berhasil diatasi oleh Murray dengan bantuan Jung.[4]

Setelah pertemuan tersebut, Murray akhirnya mulai beralih minat dari penelitian biomedis dan mulai mempelajari tentang psikologi.[11] Pada tahun 1926, Murray bekerja sebagai asisten direktur di Klinik Psikologi Harvard.[3] Ia kemudian mulai mengajar psikologi di Universitas Harvard pada tahun 1927.[17] Pada tahun 1928, Murray menjabat sebagai Direktur Klinik Psikologi Harvard untuk menggantikan Morton Prince.[18] Posisinya sebagai asisten direktur diberikannya kepada Erik Erikson pada tahun 1933.[3] Murray menjabat sebagai direktur pada Klinik Psikologi Harvard hingga tahun 1937. Di dalam Klinik Psikologi Harvard, Murray mengadakan praktik psikoanalisis sekaligus mengadakan program penelitian dan penyelidikan terhadap unsur-unsur pembentuk kepribadian.[14]

Murray sempat berhenti bekerja di Universitas Harvard untuk sementara setelah Pemerintah federal Amerika Serikat merekrutnya pada tahun 1938. Ia ditugaskan untuk membuat profil psikologis tentang Adolf Hitler. Selama Perang Dunia II, Murray bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat pada Badan Intelijen Amerika. Tugasnya adalah untuk membantu penilaian terhadap kebugaran psikologis dari para agen intelijen. Ia kembali bekerja sebagai pengajar di Universitas Harvard pada tahun 1947 setelah Perang Dunia II berakhir. Ia mulai bekerja kembali di Klinik Psikologi Harvard pada tahun 1948. Kemudian pada tahun 1951, Murray menjadi Profesor Psikologi Klinis.[14]

Di Klinik Psikologi Harvard, Murray bersama rekan kerjanya menerapkan dan meningkatkan Tes Apersepsi Tematik. Tes ini termasuk salah satu tes proyektif yang digunakan untuk menilai kepribadian seseorang dan memperoleh pemahaman diri. Pengembangan Tes Apersepsi Tematik dilakukan hingga tahun 1952.[14] Murray juga mengembangkan Klinik Psikologi Harvard untuk melakukan analisis terhadap pemikiran-pemikiran dari Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung. Ini menciptakan peluang kerja profesional bagi perempuan. Salah satunya ialah Christiana Morgan yang berkolaborasi dengan Murray dalam pengembangan Tes Apersepsi Tematik.[3] Rekan kerja Murray yang lainnya terdiri dari para mahasiswa dan koleganya. Beberapa diantaranya ialah Robert W. White, Donald Wallace MacKinnon, Isabelle Kendig, Samuel Jacob Beck, Nevitt Sanford, Saul Rosenzweig, dan Erik Erikson. Beberapa dari rekan kerja Murray juga menjadi pemimpin dalam pengembangan psikologi kepribadian.[3]

Selama bekerja, Murray menyediakan lingkungan kerja yang kreatif sehingga dapat digunakan berulang-ulang terhadap permasalahan besar kehidupan manusia. Lingkungan kerjanya juga dibuat agar para murid dan rekan-rekannya dapat secara leluasa menyelesaikan permasalahan yang menarik bagi perhatian mereka masing-masing. Murray menghabiskan waktu luangnya untuk bekerja dan mendukung penelitian dengan pendekatan interdisipliner.[3] Murray memutuskan untuk pensiun dari Universitas Harvard pada tahun 1962. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah dan mempelajari karya-karya tulis dari Herman Melville.[17]

Masyarakat Psikoanalisis BostonSunting

Murray menjadi anggota dari Masyarakat Psikoanalisis Boston sejak tahun 1930. Pada tahun 1933, ia mulai menjabat sebagai Ketua Komite Pendidikan dengan periode jabatan tahun 1933–1934. Di Masyarakat Psikoanalisis Boston, Murray mengadakan pelatihan psikoanalitik yang disertai dengan analisis pelatihan. Kegiatan ini dilakukannya bersama dengan Franz Gabriel Alexander dan Hanns Sachs.[16] Murray berhenti menjadi anggota Masyarakat Psikoanalisis Boston pada tahun 1935. Namun pada tahun 1958, Muray didaftarkan sebagai tamu kehormatan di Masyarakat Psikoanalisis Boston.[16]

Pemikiran psikologiSunting

PersonologiSunting

Murray merupakan salah satu ilmuwan yang mengembangkan sebuah teori kepribadian. Nama teori kepribadiannya disebut sebagai teori personologi.[19] Ia menggunakan teorinya untuk menjelaskan tentang kepribadian individu.[20] Teori ini meliputi segala jenis pembahasan yang berusaha memperoleh pemahaman mengenai individu secara utuh. Murray meyakini bahwa makna dari satu proses kepribadian yang dimiliki oleh individu harus dipahami secara keseluruhan. Setiap bagian dari perilaku manusia harus dipahami dengan menghubungkannya dengan fungsi perilaku lainnya. Selain itu, pemahaman ini juga harus dikaitkan dengan lingkungannya, pengalaman di masa lalu, ketidaksadaran dan kesadaran, serta fungsi otak. Dalam psikologi, teori Murray ini berkembang menjadi salah satu disiplin ilmiah yang mempelajari tentang kehidupan manusia sebagai individu beserta dengan segala faktor yang mempengaruhinya.[21]

Murray meyakini bahwa kepribadian merupakan abstraksi yang dirumuskan secara teori dan bukan hanya sebuah deskripsi terhadap perilaku individu. Ia meyakini bahwa perumusan kepribadian dapat dilakukan dengan menggunakan perilaku individu yang teramati sebagai dasarnya. Permusuan ini juga memasukkan faktor-faktor yang disimpulkan dari hasil pengematan perilaku tersebut.[21] Murray membagi teori personologi yang ia kemukakan menjadi tiga prinsip.[22]

Prinsip pertama yaitu adanya ketergantungan proses psikologi kepada proses fisiologi. Murray mengemukakan bahwa menghubungkan proses dan kejadian yang bersifat psikologi dengan struktur dan fungsi otak merupakan suatu hal yang sangat penting. Tingkat kepentingannya tetap ada walaupun cara menghubungkannya belum dapat dipahami secara tepat. Murray menetapkan bahwa fenomena yang membentuk kepribadian manusia memiliki ketergantungan yang mutlak terhadap fungsi sistem saraf pusat. Ia menyatakan bahwa tanpa otak, maka tidak akan ada kepribadian. Ia meyakini bahwa segala aspek kepribadian disimpan, diproses dan dikendalikan oleh otak. Aspek kepribadian ini disebutnya sebagai regnan.[22]

Prinsip kedua ialah bahwa kepribadian mencakup semua aspek pemikiran manusia, termasuk stres. Dalam prinsip ini, Murray memberikan pandangan yang secara umum berbeda dengan para dengan para pendukung pemikiran Sigmund Freud. Para pendukung ini umumnya meyakini bahwa perilaku bertujuan untuk menghilangkan stres sehingga kepuasan dapat tercapai. Murray berpendapat sebaliknya. Ia meyakini bahwa kepuasan dari makhluk hidup tidak dapat dicapai melalui kebebasan dari stres. Menurut Murray, kepuasan dapat diperoleh dari proses mengurangi stres atau mengubah tingkat kebutuhan stres. Murray meyakini bahwa keadaan tanpa stres justru menjadi keadaan peningkatan stres. Ini dikarenakan manusia terus-menerus memiliki keinginan merasa senang, aktif, maju, bergerak dan berusaha. Kesimpulan yang diberikannnya ialah bahwamakhluk hidup justru menciptakan stres untuk memperoleh kepuasan dari meredakan stres tersebut.[23]

Prinsip ketiga dari teori kepribadian Murray adalah prinsip longitudinal. Dalam prinsip ini, diyakini bahwa kepribadian selalu berkembang dan perkembangannya dibentuk oleh semua peristiwa yang terjadi sepanjang hayat. Prinsip ini mengutamakan pengukuran kepribadian dengan penyelidikan mengenai masa lalu. Murray menyelidikinya dengan memakai konsep serial dan tindak lanjut. Setiap kepribadian diyakini selalu berubah dan bergerak maju, tidak bersifat tetap, sehingga tidak dapat diberikan deskripsi yang benar-benar tepat. Kepribadian harus diwakili oleh unsur-unsur perilaku yang sifatnya tetap dan terjadi berulang-ulang, maupun perilaku yang sifatnya baru terjadi dan unik. Selain itu, prinsip ini juga menetapkan bahwa kepribadian harus mewakili berfungsinya individu di sepanjang hidupnya. Pada prinsip ini pemahaman terhadap peristiwa yang bersifat individu di dalam kehidupan seseorang hanya dapat dicapai melalui hubungannya dengan masa lalu, masa kini dan antisipasi masa depan dari individu tersebut.[24]

Teori kepribadian Murray merupakan teori utama yang digunakan pada awal pengembangan dan pemakaian Tes Apersepsi Tematik. Konsep-konsep dari teori kepribadian Murray lebih mengutamakan pada perolehan pengetahuan tentang cara individu berinteraksi dengan lingkungan. Kajiannya terbagi menjadi dua. Pertama ialah mengenai cara lingkungan luar dalam mempengaruhi individu. Sementara yang kedua ialah mengenai cara individu mempengaruhi pemikiran individu lainnya terhadap dunia melalui keberagaman kebutuhan, sikap dan nilai individual.[25]

Teori kebutuhan manusiaSunting

Pada tahun 1938. Murray menetapkan daftar kebutuhan manusia yang tidak termasuk sebagai kebutuhan biologis, melainkan kebutuhan psikogenik.[26] Murray membagi kebutuhan manusia ini menjadi dua jenis, yaitu kebutuhan pendekatan dan kebutuhan pemisahan. Kebutuhan pendekatan merupakan kebutuhan manusia yang membuat manusia mendekati suatu objek. Sedangkan kebutuhan pemisahan merupakan kebutuhan yang membuat manusia memisahkan diri dari suatu objek.[27] Di dalam teori personologi yang dikemukakan oleh Murray terdapat dua puluh jenis kebutuhan manusia.[28] Kedua puluh jenis kebutuhan ini ditetapkannya sebagai kebutuhan yang memunculkan tindakan atau perilaku dari manusia.[29] Kedua puluh macam kebutuhan tersebut yaitu:[30]

  1. Kebutuhan sikap merendah
  2. Kebutuhan berprestasi
  3. Kebutuhan afiliasi
  4. Kebutuhan agresi
  5. Kebutuhan otonomi
  6. Kebutuhan penghindaran kegagalan
  7. Kebutuhan membela diri
  8. Kebutuhan bersikap hormat
  9. Kebutuhan dominasi
  10. Kebutuhan ekshibisi
  11. Kebutuhan menghindari kerusakan
  12. Kebutuhan menghindari hal yang memalukan
  13. Kebutuhan menolong
  14. Kebutuhan ketertiban
  15. Kebutuhan permainan
  16. Kebutuhan penolakan
  17. Kebutuhan merasakan
  18. Kebutuhan seksual
  19. Kebutuhan pertolongan
  20. Kebutuhan pemahaman

Tes Apersepsi TematikSunting

 
Salah satu kartu Tes Apersepsi Tematik yang dibuat oleh Henry Alexander Murray dan Christiana Morgan pada tahun 1935

Tes Apersepsi Tematik dikembangkan oleh Henry Alexander Murray bersama dengan Christiana Morgan.[31] Gagasan awal dari pembuatan tes ini adalah keyakinan bahwa perasaan dan kebutuhan manusia akan diproyeksikan dalam materi yang mengandung ambiguitas atau tidak terstruktur.[32] Tes Apersepsi Tematik mulai dikembangkan pada tahun 1935 dengan memanfaatkan metode psikodrama.[33] Lokasi pengembangannya di Klinik Psikologi Harvard.[34] Tes Apersepsi Tematik merupakan salah satu jenis teknik proyeksi dengan tipe konstruksi.[35] Tipe konstruksi merupakan salah satu jenis tes proyektif yang perhatian utamanya terletak pada respon yang muncul.[36] Responden pada tes ini diberikan sejumlah gambar untuk diamatinya. Tiap gambar memiliki beragam situasi sosial yang bersifat ambigu. Setiap responden kemudian diminta untuk menceritakan sebuah kisah pada masing-masing gambar tersebut. Kisah tersebut harus berdasarkan kepada pengamatan terhadap para tokoh utama yang terdapat di tiap gambar tersebut.[37] Kisah yang terdapat di tiap gambar bertema peristiwa kehidupan sehari-hari.[38]

Murray dan Morgan memperoleh inspirasi untuk menyusun Tes Apersepsi Tematik dari para psikolog dan psikiater lainnya. Ada tiga peneliti yang lebih awal mengadakan penelitian mengenai respon-respon yang bermakna dari subjek ketika diberikan gambar. Peneliti pertama bernama Britain. Pada tahun 1907, ia mempublikasikan penelitiannya mengenai respon-respon bermakna dengan menunjukkan beberapa gambar. Penelitiannya ini dilakukan pada anak laki-laki dan anak perempuan yang berada pada rentang usia antara 13–20 tahun. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa ada perbedaan cerita yang dibuat anak laki- laki dengan anak perempuan. Kemudian, pada tahun 1908, seorang penelitian bernama Libby menggunakan prosedur penelitian yang sama dengan Britain pada subjek anak-anak. Perbedaannya, Libby memilih subjek yang berada pada rentang usia 10–14 tahun. Kesimpulan yang diperolehnya adalah anak-anak yang lebih muda menghasilkan cerita yang lebih objektif, sedangkan anak-anak yang lebih tua menghasilkan cerita yang lebih subjektif. Penelitian selanjutnya diadakan pada tahun 1932 oleh Schwartz. Ia mengembangkan tes situasi sosial yang dapat mengetahui lebih banyak karakter dari anak sehingga dapat menghasilkan laporan tentang karakter tersebut.[39]

Tujuan awal pengembangan Tes Apersepsi Tematik yaitu sebagai sarana untuk mengukur kekuatan dari berbagai kebutuhan yang dapat diekspresikan oleh tokoh utama di dalam cerita. Murray menyusun sebuah daftar kebutuhan yang meliputi 28 kebutuhan. Ia membuatnya sebagai cara mempermudah penentuan jenis kebutuhan yang memungkinkan untuk diekspresikan dalam kehidupan seseorang melalui cerita dari para responden.[40] Pada awal pengembangannya, Tes Apersepsi Tematik menggunakan perlengkapan yaitu 30 kartu bergambar dan 1 kartu kosong. Pada tahun 1938, Murray mengulangi penelitian terhadap Tes Apersepsi Tematik yang pertama. Hasilnya, perlengkapan yang digunakan pada tes ini dikurangi menjadi 20 lembar kartu. Sebanyak 19 kartu memiliki gambar, sedangkan 1 kartu tidak bergambar. Kesembilan belas kartu bergambar memiliki gambar dengan paduan warna hitam dan putih.[40] Pengembangan dan pembuatan perangkat tes ini selesai dilakukan pada tahun 1938.[37] Sementara distribusi dan penerbitan untuk Tes Apersepsi Tematik dilakukan pada tahun 1943. Kegiatan ini dilakukan oleh Harvard University Press.[6]

Tes Apersepsi Tematik menerapkan sistem penskoran dengan hasil penafsiran yang bersifat kualitatif-subjektif.[38] Kepribadian seseorang akan terproyeksi melalui pendapatnya terhadap kisah yang terdapat di dalam gambar dalam bentuk cerita.[1] Tes Apersepsi Tematik dapat dilakukan secara individual maupun klasikal. Hasil dari tes ini ialah perolehan informasi mengenai dunia batin yang meliputi motif, kesadaran dan ketidaksadaran dari individu.[41] Murray mengemukakan bahwa terdapat tujuh aspek kepribadian yang dapat diketahui melalui Tes Apersepsi Tematik, yaitu mental, imajinasi, dinamika keluarga, adaptasi terhadap diri sendiri, emosi, penyesuaian seksual, dan perilaku.[42] Tes Apersepsi Tematik ini banyak digunakan sebagai alat tes terhadap hipotesis penelitian dengan kebutuhan untuk diagnosis klinis standar.[43] Salah satu penerapan dari Tes Apersepsi Tematik yaitu metode pengukuran tingkat kebutuhan berprestasi bagi manusia yang dikembangkan oleh David McClelland.[32]

Spiritualitas teosentrikSunting

Murray merupakan salah satu tokoh pemikir yang mengemukakan tentang spiritualitas dengan kecenderungan teosentrisme. Spiritualitas dianggapnya sebagai suatu makna yang paling mendalam bagi agama. Murray meyakini bahwa spiritualitas bagi agama merupakan suatu inspirasi yang menjadi kualitas bagi afiliasi agama. Insiprasi ini memiliki makna dan tujuan yang sifatnya dihormati dan dikagumi oleh afiliasi agama.[44] Murray juga meyakini bahwa rasa penghormatan dan kekaguman terhadap spiritualitas sebagai suatu insipirasi juga dimiliki oleh mereka yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Dalam konsep ini, ia meyakini bahwa spiritualitas selalu selaras dengan alam dalam pengungkapan mengenai sesuatu yang sifatnya tak terbatas.[45]

Karya tulis ilmiahSunting

Exploration in PersonalitySunting

Exploration in Personality (Eksplorasi dalam Kepribadian) merupakan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh Henry Alexander Murray bersama dengan para staf di Klinik Psikologi Harvard. Isi dari Exploration in Personality menjelaskan tentang berbagai gagasan kreatif dan inovatif yang dihasilkan di Klinik Psikologi Harvard pada pertengahan periode 1930-an. Penulisan Exploration in Personality diawali dengan pengembangan Tes Apersepsi Tematik yang dirintis oleh Christiana Morgan. Ide pengembangan tes ini berasal dari salah satu mahasiswa pascasarjana yang bernama Cecilia Roberts yang bekerja bersama Morgan. Roberts sebelumnya mengambil cuti untuk menemani putranya yang sedang sakit. Setelah kembali bekerja, Morgan meminta kepada Roberts untuk menceritakan sebuah kisah berdasarkan gambar di majalah. Tujuannya hanya untuk menghilangkan rasa bosan. Tiap diberikan gambar baru, Roberts menghasilkan daya khayal yang banyak dan mampu melakukannya terus-menerus. Tes Apersepsi Tematik kemudian dikembangkan oleh Morgan karena hal tersebut dengan menggunakan seni murni dan salinan gambar dan foto dari majalah dan literatur populer.[46] Exploration in Personality diterbitkan pada tahun 1938.[14]

Exploration in Personality berisi serangkaian kegiatan eksplorasi terhadap beberapa kasus kepribadian yang dinilai luar biasa. Kegiatan eksplorasi dilakukan bersama oleh Murray dan rekan kerjanya. Penilaian kepribadian didasarkan kepada banyak alat tes, utamanya Tes Apersepsi Tematik dan tes produksi dramatis Homburger. Setiap kekuatan dan permasalahan dari orang yang diteliti diberikan deskripsi yang melalui proses analisis yang mendalam.[3]

The Case of MurrSunting

The Case of Murr merupakan tulisan Murray tentang autobiografi dirinya.[47] Autobiografi ini ditulis pada tahun 1967.[5] Murray menyajikan autobiografinya dalam sebuah kisah fiksi. Kisah di dalam tulisannya ini dibagi pada empat topik. Kisah paling awal mengenai penemuan psikologi sebagai sebuah panggilan hidup bagi dirinya. Kemudian kisah dilanjutkan tentang pandangan dirinya tentang perannya dalam penemuan psikologi. Kisah lalu belanjut mengenai prestasi yang dicapainya. Sedangkan kisah terakhir mengenai validasi kritis retrospektif yang dilakukannya atas upaya profesionalnya. Tema utama di dalam The Case of Murr adalah teori kepribadian dan perhitungan atas pencapaian pengembangan Tes Apersepsi Tematik.[47]

Pengembangan pemikiranSunting

Jadwal Preferensi Kepribadian EdwardsSunting

Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards dirancang berdasarkan kepada teori manifestasi kebutuhan yang dikembangkan oleh Murray dan koleganya.[28] Fungsi dari Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards pada dasarnya adalah untuk mengukur beragam jenis kebutuhan yang menjadi inti dari teori kepribadian yang dikemukakan oleh Murray. Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards menjadi tes inventori kepribadian untuk kebutuhan-kebutuhan dasar bagi manusia.[48]

Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards dibuat pada tahun 1953 oleh Allen Louis Edwards. Terdapat 15 jenis kebutuhan dan motivasi umum yang mampu diukur menggunakan Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards pada tingkat kebutuhan individu.[49] Kelima belas dimensi ini didasarkan kepada teori kepribadian yang dikemukakan oleh Henry Murray.[50] Sedangkan aspek kebutuhan di dalam Jadwal Preferensi Kepribadian Edwards didasarkan kepada dua teori, yaitu teori kepribadian yang dikemukakan oleh Gordon Willard Allport, dan teori kebutuhan yang dikemukakan oleh Henry Alexander Murray.[51]

Formulir Penelitian KepribadianSunting

Formulir Penelitian Kepribadian adalah sebuah ukuran kepribadian normal yang dikembangkan oleh Douglas Northrop Jackson dan diterbitkan oleh Sigma Assessment Systems. Edisi pertama dari Formulir Penelitian Kepribadian diterbitkan pada tahun 1967. Edisi keduanya diterbitkan sebagai edisi revisi pada tahun 1974 Begitu pula untuk edisi ketiganya yang diterbitkan pada tahun 1984. Formulir Penelitian Kepribadian memiliki beberapa bentuk yang dikategorikan menjadi formulir A, B, AA, BB, G, dan E. Masing-masing bentuk ini dapat menilai hingga 20 dimensi kepribadian dengan menggunakan dua skala validitas.[52]

Formulir Penelitian Kepribadian menggunakan daftar kebutuhan yang dibuat Henry Alexander Murray yang telah diberi hipotesis berdasarkan kepribadian Lima Besar.[53] Meskipun teori kebutuhan Murray digunakan pada dimensi kepribadian dalam Formulir Penelitian Kepribadian, Jackson dan Sigma Assessment Systems mengemukakan dimensi tersebut sebagai kualitas atau sifat pribadi. Masing-masing skala pada tiap bentuk formulir berisi antara 16 dan 20 item pernyataan yang benar dan salah. Formulir E merupakan bentuk formulir yang paling umum digunakan pada Formulir Penelitian Kepribadian. Di dalamnya skalanya terdapat 16 item untuk 20 area kontendengan skala validitas untuk infrekuensi dan keinginan.[52]

Inventarisasi Kepribadian dan PreferensiSunting

Inventarisasi Kepribadian dan Preferensi merupakan sebuah alat tes yang dibuat pada awal tahun 1960-an oleh Max Martin Kostick. Ia adalah seorang guru besar di bidang psikologi industri yang berasal dari Massachusetts, Amerika Serikat. Inventarisasi Kepribadian dan Preferensi merupakan alat tes yang bertujuan untuk mendesain suatu instrumen penelitian yang memiliki dasar teori yang kuat tetapi bersifat sederhana, lengkap dan dapat melalui proses administrasi. Hasil instrumen penelitian yang didesain juga ditujukan untuk dapat digunakan pada penelitian non-psikologi tanpa penafsiran dan istilah-istilah klinis. Cakupan aspek kepribadian yang dites juga harus bersifat lengkap dalam hal relevansi dengan tempat kerja sehingga dapat dijadikan sebagai alat tes pada kegiatan diskusi dan konseling.[54]

Teori kebutuhan dan tekanan yang dikemukakan oleh Murray menjadi dasar pemikiran untuk desain dan formulasi pada tes Inventarisasi Kepribadian dan Preferensi. Penerapan teori tersebut utamanya pada bagian asesmen yang mengukur tingkat kebutuhan dan persepsi. Landasan teori yang digunakan dalam tes Inventarisasi Kepribadian dan Preferensi adalah dimensi temperamen oleh Louis Leon Thurstone yang digabungkan dengan hasil pemikiran dari Allen Louis Edwards dan Schulz. Pemikiran dari ketiga tokoh ini berasal dari pemikiran Murray. Inventarisasi Kepribadian dan Preferensi menetapkan 20 aspek yang menjabarkan kebutuhan atau persepsi pada tiap jenis kepribadian. Tiap tingkatan kebutuhan atau persepsi ini memiliki arti spesifik tertentu.[55]

Tokoh yang mempengaruhiSunting

 
Sigmund Freud, tokoh yang mempengaruhi pemikiran Henry Alexander Murray mengenai psikoanalisis, khususnya konsep mengenai id, ego dan super-ego.

Sigmund FreudSunting

Murray pertama kali bertemu dengan Sigmund Freud di Wina pada tahun 1938.[16] Murray tidak sepenuhnya mendukung dogma psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmund Freud.[4] Ia memberikan penghargaan terhadap teori-teori Freud tetapi ia memberikan kritik interpretasi tentang kompleks Oidipus.[16] Psikoanalisis yang dikemukakan oleh Freud menurut Murray hanya diutamakan bagi individu yang mengalami gangguan jiwa. Sementara Murray mengembangkan psikoanalisis Freud untuk kesehatan jiwa bagi individu.[56]

Murray menerapkan konsep id, ego dan super-ego dari Freud dengan pengertian yang berbeda. Murray mengartikan id sebagai tempat penyimpanan dari semua kecenderungan impulsif yang telah dibawa sejak lahir. Sifat dari id adalah menguasai energi dan mengatur perilaku, sehingga menjadi dasar kekuatan motivasi kepribadian. Pendapatnya ini sama dengan Freud. Namun, Murray menambahkan bahwa impulsif tidak hanya bersifat primitif dan mengandung amoralitas dan kenikmatan. Murray menambahkan bahwa id juga memiliki impuls yang diterima baik dan diharapkan keberadaannya oleh masyarakat, seperti empati, cinta, dan pemahaman atas lingkungan. Murray juga memperluas peran ego sebagai unsur rasional dari kepribadian. Dalam pandangannya, ego tidak hanya berperan sebagai pengatur impuls id yang tak terterima, tetapi ego juga menjadi pusat pengatur semua perilaku secara sadar. Semua tindakan dari ego bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi id dengan sifat yang positif.[57]

Murray juga menolak pandangan Freud bahwa id dan super-ego selalu memiliki sifat yang saling bertentangan. Ia meyakini bahwa pertentangan ini hanya terjadi ketika ego dalam keadaan lemah. Pada kondisi ego yang dalam keadaan kuat, id dan super-ego dapat bersesuaian secara efektif.[58] Sedangkan untuk super-ego, Murray sependapat dengan Freud tentang peran super-ego sebagai internalisasi atas nilai, norma, moral dan budaya pada anak berusia dini. Murray juga meyakini bahwa lingkungan sosial atau budaya memberikan pengaruh yang kuat terhadap kepribadian. Namun Murray menolak pendapat dari Freud bahwa super-ego telah selesai dibentuk pada saat anak berusia 5 tahun. Murray meyakini bahwa super-ego merupakan refleksi atas pengalaman manusia yang perkembangannya berlangsung sepanjang hayat.[59]

Tokoh yang dipengaruhiSunting

Walter MischelSunting

Walter Mischel merupakan salah satu pengajar di Departemen Hubungan Sosial di Universitas Harvard. Selama bekerja, ia banyak berdiskusi dengan para pengajar lainnya, utamanya dengan Henry Alexander Murray, David McClelland, dan Gordon Allport. Hasil diskusinya inilah yang kemudian membuatnya berminat terhadap teori kepribadian dan asesmen. Dari diskusi tersebut, Mischel kemudian mulai mengembangkan teori belajar kognitif sosial. Pengembangan ini dilakukannya selama periode perpindahan tempat kerjanya yang dimulai dari Universitas Stanford, Universitas New York hingga akhirnya menetap untuk bekerja sebagai peneliti di Fakultas Psikologi, Universitas Columbia.[60]

PenghormatanSunting

Arsip Penelitian Henry A. MurraySunting

Arsip Penelitian Henry A. Murray merupakan sebuah arsip yang didirikan di Radcliffe College pada tahun 1976. Biaya pembangunannya diperoleh dari hibah yang diberikan oleh Ford Foundation. Penamaan arsip ini merupakan bentuk penghormatan atas prinsip-prinsip dalam teori kepribadian yang dikemukakan oleh Henry A. Murray. Prinsip ini menyatakan bahwa kehidupan individu dalam konteks sosial dan sejarah dapat dipahami secara lebih baik melalui studi multidisiplin menggunakan beragam metode penelitian dan mempertimbangkan seluruh perjalanan hidup. Selama tiga puluh tahun pertama, Arsip Penelitian Henry A. Murray menjadi tempat pengumpulan data yang memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan baru tentang studi ilmu sosial yang penting bagi kehidupan perempuan. Sejak tahun 2005, Arsip Penelitian Henry A. Murray digabungka sebagai bagian dari Institut Ilmu Sosial Kuantitatif di Fakultas Seni dan Sains, Universitas Harvard.[61]

Penulisan biografiSunting

Endeavors in Psychology: Selections from the Personology of Henry A. MurraySunting

 
Edwin S. Shneidman (kiri), penulis dari buku biografi Henry Aleaxaander Murray. Buku ini berjudul Endeavors in Psychology: Selections from the Personology of Henry A. Murray.

Endeavors in Psychology: Selections from the Personology of Henry A. Murray merupakan sebuah buku autobiografi yang ditulis oleh seorang psikolog bernama Edwin S. Shneidman dan diterbitkan pada tahun 1981. Buku ini memuat koleksi karya tulis dan kontribusi serta pencapaian dari Henry Alexander Murray dalam bidang psikologi. Buku ini mengawali biografi Murray dengan mengenalkan karya tulis Murray dan rekan kerjanya yang berjudul Explorations in Personality. Rekan kerja Murray yang diceritakan utamanya ialah Robert White, Donald MacKinnon, Nevitt Sanford, dan Erik Erikson. Kemudian buku ini membahas mengenai Tes Apersepsi Tematik yang dikembangkan oleh Murray bersama dengan Christiana Morgan pada tahun 1935. Sedangkan sebagian isi buku ini membahas tentang karya Murray yang lainnya. Karya ini meliputi What Should Psychologists Do About Psychoanalysis? (1940) dan Assessment of Men (1948). Selain itu dibahas pula mengenai karya Murray yang lain, yaitu Personality in Nature, Society, and Culture (1948) yang diedit bersama dengan Clyde Kluckhohn dan The Personality and Career of Satan (1962). Di dalam buku ini juga terdapat koleksi tulisan autobigrafi dari Murray yang ditulis pada tahun 1967. Selain itu terdapat pula tulisan-tulisan Murray tentang Herman Melville, budaya, dan mitologi.[5]

KewafatanSunting

Sebelum akhir hayatnya, American Psychological Foundation (APF) memberikan penghargaan kepada Murray yaitu Penghargaan Medali Emas APF. Penghargaan lain juga diberikan oleh American Psychological Association (APA) kepada Murray, yaitu Penghargaan APA untuk Kontribusi Ilmiah yang Dibedakan untuk Psikologi.[62] Henry Alexander Murray wafat pada tanggal 23 Juni 1988 dalam usia 95 tahun.[63] Ia meninggal di rumahnya yang terletak di Cambridge, Massachusetts. Penyebab kematiannya ialah penyakit radang paru-paru.[9]

ReferensiSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b Yusnidar dan Suriati, I. (2020). Sari, Harmita, ed. Psikologi Kebidanan (PDF). Palopo: Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Muhammadiyah Palopo. hlm. 9. ISBN 978-623-93776-3-2. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2022-02-04. Diakses tanggal 2022-02-04. 
  2. ^ National Gallery of Art. "Murray, Fannie Morris Babcock, Mrs". nga.gov. Diakses tanggal 9 Februari 2022. 
  3. ^ a b c d e f g h Pickren dan Rutherford 2010, hlm. 167.
  4. ^ a b c d e f g h i j Kelland 2022, hlm. 8.4.1.
  5. ^ a b c d e f g Runyan 1994, hlm. 702.
  6. ^ a b Harvard University Archives. "Papers of Henry A. Murray, 1925-1988". hollisarchives.lib.harvard.edu/. Diakses tanggal 10 Februari 2022. 
  7. ^ Oleson, J.C. (2004). "Book Review of Harvard and the Unabomber: The Education of an American Terrorist" (PDF). Western Criminology Review. 5 (1): 71. 
  8. ^ a b Runyan 1994, hlm. 703.
  9. ^ a b Fowler, Glenn (24 Juni 1988). "Henry A. Murray is Dead at 95: Developer of Personality Theory". New York Times. Diakses tanggal 10 Februari 2022. 
  10. ^ Robinson, Forrest G. (1992). Love's Story Told: A Life of Henry A. Murray. Cambridge: Harvard University Press. hlm. 25. ISBN 0-674-53928-1. 
  11. ^ a b Getz, Marshall J. (2014). "Henry A. Murray". harvardmagazine.com (dalam bahasa Inggris). Harvard Magazine. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  12. ^ Taylor, Eugene (2009). The Mystery of Personality. London dan New York: Springer Science dan Business Media. hlm. 186. ISBN 978-0-387-98103-1. 
  13. ^ Kelland 2022, hlm. 8.1.1.
  14. ^ a b c d e Departemen Psikologi, Universitas Harvard. "Henry Murray". psychology.fas.harvard.edu (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Departemen Psikologi, Universitas Harvard. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  15. ^ Bellak, Leopold (2010). "Henry A. Murray: An Appreciation". tandfonline.com. Diakses tanggal 19 Februari 2022. 
  16. ^ a b c d e Umansky, Olga (2018). "Henry A. Murray and Sigmund Freud" (PDF). Hanns Sachs Library and Archives Newsletter. 18 (3): 5. 
  17. ^ a b The Editors of Encyclopaedia Britannica. "Henry Murray". britannica.com. Diakses tanggal 4 Februari 2021. 
  18. ^ Pattullo, E. L. "About". psychology.fas.harvard.edu. Cambridge: Departemen Psikologi, Universitas Harvard. Diakses tanggal 5 Februari 2022. 
  19. ^ Febrini, Deni (2020). Samsudin, ed. Bimbingan dan Konseling (PDF). Bengkulu: CV Brimedia Global. hlm. 103. ISBN 978-623-94662-8-2. 
  20. ^ Mulyono dan Wekke, I. S. (2018). Strategi Pembelajaran di Abad Digital (PDF). Yogyakarta: Penerbit Gawe Buku. hlm. 101. ISBN 978-602-51306-1-8. 
  21. ^ a b Rosyidi 2015, hlm. 140.
  22. ^ a b Rosyidi 2015, hlm. 140-141.
  23. ^ Rosyidi 2015, hlm. 141.
  24. ^ Rosyidi 2015, hlm. 141-142.
  25. ^ Nastiti 2018, hlm. 5-6.
  26. ^ Septiana, Aldila (2017). Darmawan, Dadan, ed. Analisis Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ekonomi Kreatif. Pamekasan: Duta Media Publishing. hlm. 68. ISBN 978-602-6546-15-9. 
  27. ^ Rusydi 2015, hlm. 129.
  28. ^ a b Sari dan Swastiningsih 2020, hlm. 11.
  29. ^ Warsah, I., dan Daheri, M. (2021). Masduki, Yusron, ed. Psikologi: Suatu Pengantar (Edisi Revisi) (PDF). Bantul: Tunas Gemilang Press. hlm. 129. ISBN 978-623-7292-51-7. 
  30. ^ Saleh, Adnan Achiruddin (2018). Pengantar Psikologi (PDF). Makassar: Penerbit Aksara Timur. hlm. 129–130. ISBN 978-602-5802-10-2. 
  31. ^ Schultz, D. P., dan Schultz, S. E. (2017). Theories of Personality (PDF) (edisi ke-11). Boston: Cengage Learning. hlm. 18. ISBN 978-1-305-65295-8. 
  32. ^ a b Hustinawaty, dkk. (2016). Pengembangan Karakter Unggulan dan Komunikasi Efektif Sebagai Sistem Analis (PDF). Depok: Penerbit Gunadarma. hlm. 1–13. ISBN 978-602-9438-56-7. 
  33. ^ Riskasari, Insyani, dan Aquarisnawati 2016, hlm. 9.
  34. ^ Kurniawan, A. W., dkk. (2021). Mu'arifin, ed. Psikologi Olahraga (PDF). Tulungagung: Akademia Pustaka. hlm. 195. ISBN 978-623-6364-26-0. 
  35. ^ Riskasari, Insyani, dan Aquarisnawati 2016, hlm. 144.
  36. ^ Riskasari, Insyani, dan Aquarisnawati 2016, hlm. 143.
  37. ^ a b Supratiknya 2014, hlm. 82.
  38. ^ a b Supratiknya 2014, hlm. 89.
  39. ^ Nastiti 2018, hlm. 2-3.
  40. ^ a b Nastiti 2018, hlm. 2.
  41. ^ Nur’aeni (2012). Tes Psikologi: Tes Inteligensi dan Tes Bakat (PDF). Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Purwokerto Press dan Pustaka Pelajar. hlm. 32. 
  42. ^ Nastiti 2018, hlm. 7-8.
  43. ^ Feist, J., dan Feist, G. J. (2008). Theories of Personality (edisi ke-7). McGraw−Hill. hlm. 337. ISBN 978-0-39-043533-0. 
  44. ^ Rusydi 2015, hlm. 46.
  45. ^ Rusydi 2015, hlm. 39.
  46. ^ Pickren dan Rutherford 2010, hlm. 166-167.
  47. ^ a b "Henry A. Murray". psycnet.apa.org. American Psychological Association. Diakses tanggal 10 Februari 2022. 
  48. ^ Supratiknya 2014, hlm. 88.
  49. ^ Nastiti 2018, hlm. 63.
  50. ^ Aamodt, Michael G. (2010). Industrial/Organizational Psychology: An Apllied Approach (PDF) (edisi ke-6). Belmont: Wadsworth. hlm. 186. ISBN 978-0-495-60106-7. 
  51. ^ Nastiti 2019, hlm. 63.
  52. ^ a b Tubré T., Miotke A., dan Sawdy M. (9 Juni 2017). "Personality Research Form (PRF)". link.springer.com (dalam bahasa Inggris). doi:10.1007/978-3-319-28099-8_926-1. Diakses tanggal 9 Februari 2022. 
  53. ^ Hough. L. M., dan Ones, D. S. (20o1). Anderson, N., dkk., ed. Handbook of Industrial, Work & Organizational Psychology - Volume 1: Personnel Psychology (PDF). London: SAGE Publications Ltd. hlm. 6. ISBN 978-1-848-608-320. 
  54. ^ Nastiti 2019, hlm. 76-77.
  55. ^ Nastiti 2019, hlm. 77.
  56. ^ Ewen, Robert B. (2014). An Introduction to Theories of Personality (edisi ke-7). New York: Psychology Press. hlm. 393. ISBN 978-1-841-69746-8. 
  57. ^ Rosyidi 2015, hlm. 142.
  58. ^ Rosyidi 2015, hlm. 142-143.
  59. ^ Rosyidi 2015, hlm. 143.
  60. ^ Feist dan Feist 2013, hlm. 264.
  61. ^ "Henry A. Murray Research Archive at IQSS, Harvard University: About". murray.harvard.edu. Cambridge: Henry A. Murray Research Archive. Diakses tanggal 8 Februari 2022. 
  62. ^ Kelland 2022, hlm. 8.4.2.
  63. ^ Royal College of Psychiatrists (1991). "Henry A. Murray". Psychiatric Bulletin. Cambridge University Press. 15 (4): 249. doi:10.1192/pb.15.4.249. 

Daftar pustakaSunting