Carlos Sainz, Jr.

Pembalap mobil Spanyol
(Dialihkan dari Carlos Sainz Jr.)

Carlos Sainz Vázquez de Castro Tentang suara ini audio , biasa disapa sebagai Carlos Sainz, Jr. Tentang suara ini audio  atau Carlos Sainz saja (lahir di Madrid, Spanyol, 1 September 1994; umur 26 tahun) merupakan seorang pembalap mobil profesional asal Spanyol yang saat ini membalap di arena Formula Satu bersama tim Scuderia Ferrari . Ia merupakan putra dari mantan juara dunia Reli WRC, Carlos Sainz[1][2] dan juga keponakan dari Antonio Sainz yang juga berprofesi sebagai pereli profesional. Sainz Jr. memulai debutnya di ajang F1 pada Grand Prix Australia 2015 bersama tim Scuderia Toro Rosso yang mana ia juga menjadi bagian dari skema Red Bull Junior Team.

Carlos Sainz Jr.
Formel12021-SchlossGabelhofen(15).jpg
Sainz pada tahun 2021
LahirCarlos Sainz Vázquez de Castro
1 September 1994 (umur 26)
Madrid, Spanyol
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
KebangsaanBendera Spanyol Spanyol
Nomor mobil55
Jumlah lomba128 (127 start)
Juara dunia0
Menang0
Podium3
Total poin432
Posisi pole0
Lap tercepat1
Lomba pertamaGrand Prix Australia 2015
Lomba terakhirGrand Prix Austria 2021
Klasemen 2020Posisi 6 (105 poin)
Situs webSitus web resmi

Pada pertengahan musim 2017, Sainz Jr. dipinjamkan oleh manajemen Red Bull kepada tim Renault untuk membalap di musim 2018. Sebuah perjanjian khusus lantas dibuat oleh kedua tim dengan Sainz yang sesegera mungkin bergabung dengan Renault mulai lomba Grand Prix Amerika Serikat 2017 untuk menggantikan posisi Jolyon Palmer. Usai bertahan di Renault selama semusim, Sainz Jr. lantas direkrut oleh McLaren untuk menggantikan posisi Fernando Alonso mulai musim 2019 sekaligus mengakhiri kontraknya dengan manajemen Red Bull. Bersama McLaren ia sukses meraih podium pertamanya saat finis di urutan ketiga di lomba Grand Prix Brasil 2019. Pada bulan Mei 2020, Sainz Jr. direkrut oleh tim Scuderia Ferrari sebagai pengganti Sebastian Vettel mulai musim 2021.

Carlos sainz mengemudikan Renault rs18 pada musim tes di Barcelona , Spanyol.
Carlos sainz mengemudikan toro Rosso pada 2017 Malaysia grand prix 2017

Karier Formula SatuSunting

2015–2017: Scuderia Toro RossoSunting

Pada 28 November 2014, diumumkan bahwa Sainz akan membalap di arena F1 bersama tim Scuderia Toro Rosso untuk musim 2015.[3] Ia bermitra dengan pembalap Belanda Max Verstappen di tim tersebut menyusul dipromosikannya Daniil Kvyat ke Red Bull Racing.[3] Sainz memilih nomor #55 sebagai nomor mobil permanennya. Ia berhasil masuk ke posisi start 10 besar dalam debut perdananya di Australia, dan menyelesaikan lomba di posisi sembilan.[4] Pada sesi latihan bebas ketiga di Grand Prix Rusia 2015, Sainz kehilangan kendali atas mobilnya saat memasuki area tikungan ke-13 di Autodrom Sochi, menabrak dinding dan kemudian menabrak tembok pembatas Tecpro. Setelah menghabiskan satu malam di rumah sakit, ia diizinkan untuk bisa turun lomba pada hari berikutnya namun gagal finis.[5] Pada lomba Grand Prix Amerika Serikat ia berhasil finis ketujuh yang merupakan poin terakhirnya tahun ini. Ia finis di posisi 15 di musim pertamanya bersama Toro Rosso.[6]

Sainz mengawali petualangan musim 2016 dengan finis di urutan kesembilan di Australia, diikuti oleh hasil gagal finis di Bahrain. Dalam lomba di Cina, ia kembali finis di urutan kesembilan. Setelah gagal meraih poin pada Grand Prix Rusia, ia finish di urutan keenam di Spanyol, kedelapan di Monaco dan kesembilan di Kanada sebelum kemudian ia gagal finis dalam lomba di Eropa. Ia kemudian mencatat tiga kali raihan posisi finis kedelapan di Austria, Inggris dan Hongaria. Selanjutnya Sainz mencatat raihan finis tanpa pernah meraih poin sampai Grand Prix Amerika Serikat, di mana ia akhirnya bisa finis di urutan keenam. Ia lantas gagal mencatat poin di Meksiko, finis keenam di Brasil dan tanpa poin di Abu Dhabi. Di akhir musim, ia finis di urutan ke-12 di klasemen pembalap dengan total 46 poin.[7]

Sainz memulai musim 2017 dengan finis ketujuh di Australia. Di Cina, ia membuat langkah paling berani saat lomba berjalan dengan menjadi pembalap satu-satunya yang memakai ban kering. Langkah ini berhasil dan ia finish di urutan kedelapan. Sainz gagal finis di Bahrain setelah bertabrakan dengan Lance Stroll ketika ia keluar dari pit yang menghasilkan penalti turun tiga posisi pada balapan berikutnya di Rusia. Pada lomba tersebut ia berhasil finis kesepuluh. Di Spanyol, ia sekali lagi finish di urutan ketujuh disusul kemudian finis keenam di Monako dengan menahan laju Lewis Hamilton. Di Kanada Sainz tersingkir dari arena usai terlibat insiden selepas start dengan Romain Grosjean dan Felipe Massa. Ia lantas finis di urutan kedelapan di Baku sebelum finis di posisi ketujuh di Hongaria setelah sebelumnya gagal mencetak poin di Austria dan Inggris. Memasuki sisa musim ia berhasil finis di urutan kesepuluh di Belgia, posisi 14 di Italia dan posisi 4 di Singapura. Pada Grand Prix Malaysia,[8] ia tersingkir karena masalah mesin kemudian di Jepang sekali lagi ia harus tersingkir kali ini karena insiden.[9]

2017–2018: RenaultSunting

Pada 7 Oktober 2017, diumumkan bahwa Sainz akan menggantikan Jolyon Palmer dan akan bermitra dengan Nico Hülkenberg di tim Renault terhitung mulai Grand Prix Amerika Serikat 2017 dengan Daniil Kvyat yang kembali ke Toro Rosso untuk mengambil tempat lamanya. Dalam lomba pertamanya untuk Renault, Sainz menyelesaikan lomba di urutan ketujuh dan mengalahkan Nico Hülkenberg. Catatan yang diraih Sainz ini menjadi prestasi tersendiri karena sebelumnya Jolyon Palmer belum bisa melakukan hal tersebut sepanjang musim berjalan meski disisi lain Sainz juga terbantu oleh keputusan Hulkenberg yang tidak turun di sesi kualifikasi Q2 akibat terkena hukuman. Performa yang kurang mengesankan diikuti pada lomba berikutnya di Meksiko. Sainz meraih posisi start kesembilan dengan selisih waktu sangat tipis dari Hülkenberg yang ada di urutan kedelapan. Sainz memulai lomba di urutan ketujuh setelah Daniel Ricciardo terkena penalti ganti mesin. Setelah lap pertama, Sainz naik ke posisi lima tetap dibelakang Hulkenberg usai Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton bertabrakan diawal lomba. Namun tidak lama berselang, Sainz melintir di bagian trek yang berkecepatan tinggi dan terpaksa masuk pit untuk mengganti ban. Selanjutnya di sisa lomba kendala lain datang untuk Sainz yaitu masalah kemudi yang kemudian membuatnya terpaksa menepi ke garasi. Di sisa lomba akhir musim, Sainz gagal mencetak poin lagi. Sainz menyelesaikan musim di posisi kesembilan dengan total 54 poin yang merupakan gabungan dari poinnya di Toro Rosso dan Renault.

Sainz memiliki awal yang positif pada musim 2018 dengan meraih poin dalam lima dari enam lomba pertama musim meski dalam empat lomba ia selalu finis di belakang Hulkenberg. Dalam lomba Grand Prix Azerbaijan Sainz sukses finis di posisi kelima. Di akhir musim Sainz duduk di posisi kesepuluh dengan 53 poin.[10][11]

2019–2020: McLarenSunting

Pada 16 Agustus 2018, diumumkan bahwa Sainz akan berlomba untuk McLaren mulai musim 2019, menggantikan rekan senegaranya Fernando Alonso yang memilih pensiun di akhir musim 2018.[12] Setelah awal yang sia-sia untuk musim ini karena masalah reliabilitas mobil di Grand Prix Australia dan terlibat dalam tabrakan di Bahrain dan Tiongkok, Sainz secara konsisten mencetak poin setelahnya dengan sering finis di posisi terbaik dibelakang enam pembalap teratas. Dalam lomba Grand Prix Brasil, Sainz awalnya finis keempat, setelah memulai lomba di posisi 20 atau terakhir setelah masalah mesin di kualifikasi, tetapi kemudian ia naik ke posisi podium ketiga setelah Lewis Hamilton menerima penalti karena menyebabkan tabrakan dengan Alexander Albon. Hasil ini menjadi podium F1 pertama untuk Sainz. Di akhir musim Sainz telah hampir menggandakan total poinnya dari musim terbaik sebelumnya, 2017. Dalam lomba di Abu Dhabi Sainz berhasil melewati Hülkenberg di lap terakhir untuk menempati posisi kesepuluh, mencetak satu poin yang membuatnya mendapatkan posisi keenam di klasemen pembalap akhir musim.

2021–...: Scuderia FerrariSunting

Sainz bergabung dengan tim Italia Scuderia Ferrari dengan durasi kontrak dua musim terhitung mulai musim 2021. Ia menggantikan posisi Sebastian Vettel yang memilih tidak memperpanjang kontraknya di Ferrari.[13]

ReferensiSunting

  1. ^ "Carlos Sainz". Diakses tanggal 6 July 2015. 
  2. ^ "Carlos Sainz Spain's original WRC and off-road hero!". Diakses tanggal 6 July 2015. 
  3. ^ a b "Sainz to race for Scuderia Toro Rosso". Scuderia Toro Rosso. Scuderia Toro Rosso S.p.A. 28 November 2014. Diakses tanggal 28 November 2014. 
  4. ^ Barretto, Lawrence (15 March 2015). "Lewis Hamilton beats Nico Rosberg to win". Autosport. Haymarket Publications. Diakses tanggal 15 March 2015. 
  5. ^ Benson, Andrew (11 October 2015). "Carlos Sainz to race in Russian Grand Prix after heavy crash". www.bbc.com. Diakses tanggal 13 September 2017. 
  6. ^ "2015 • STATS F1". www.statsf1.com. Diakses tanggal 18 December 2018. 
  7. ^ "2016 • STATS F1". www.statsf1.com. Diakses tanggal 18 December 2018. 
  8. ^ "Red Bull junior Gasly replaces Kvyat for Malaysia". espn.com. Diakses tanggal 5 October 2017. 
  9. ^ "Japan 2017 - Result • STATS F1". www.statsf1.com. Diakses tanggal 18 December 2018. 
  10. ^ "Carlos SAINZ - Grands Prix started • STATS F1". www.statsf1.com. Diakses tanggal 4 January 2018. 
  11. ^ "2018 • STATS F1". www.statsf1.com. Diakses tanggal 4 January 2018. 
  12. ^ "Carlos Sainz to race for McLaren from 2019". McLaren Formula One Team. 16 August 2018. Diakses tanggal 16 August 2018. 
  13. ^ "Carlos Sainz confirmed as Charles Leclerc's Ferrari team mate for 2021, replacing Sebastian Vettel". formula1.com. 2020-05-14. Diakses tanggal 2020-05-14. 

Pranala luarSunting