Red Bull

Red Bull adalah sebuah merek minuman energi milik Red Bull GmbH asal Austria. Dengan pangsa pasar sebesar 38%, Red Bull adalah merek minuman energi terpopuler di dunia hingga tahun 2019.[8] Sejak diluncurkan pada tahun 1987, lebih dari 100 milyar kaleng Red Bull telah berhasil dijual di seluruh dunia,[9] termasuk 9,8 milyar kaleng pada tahun 2021.[10]

Red Bull Energy Drink
Red Bull ice.jpg
Red Bull Energy Drink disajikan di dalam sebuah gelas dengan es batu
JenisMinuman energi
ProdusenRauch[1]
DistributorRed Bull GmbH
Negara asalAustria[2]
Diperkenalkan1 April 1987; 35 tahun lalu (1987-04-01)
WarnaKuning
BahanKafein, taurin,[3][4] glukuronolakton,[5][6][7] sukrosa dan glukosa, vitamin B-kompleks, dan air
VarianRed Bull Sugarfree
Red Bull Total Zero
Red Bull Zero
Red Bull Energy Shot
Red Bull Editions
Produk terkaitKrating Daeng
Red Bull Simply Cola
Organics by Red Bull
Situs webwww.redbull.com

Awalnya hanya tersedia dalam satu varian yang dijual dengan kaleng berwarna perak-biru yang tinggi dan ramping, yang diberi nama Red Bull Energy Drink, sejumlah varian kemudian diperkenalkan. Slogan Red Bull, yakni "Gives You Wings",[11] adalah salah satu slogan iklan paling populer dan paling diingat di Amerika Serikat.[12] Bukannya menggunakan pendekatan pemasaran tradisional, Red Bull mendapat perhatian dan membuat "mitos merek"[13][14] melalui seri olahraga ekstrim proprietary seperti Red Bull Cliff Diving World Series, Red Bull Air Race, dan Red Bull Crashed Ice, serta aksi yang menonjol seperti proyek Stratos.[15] Selain seri olahraga, pemasaran Red Bull meliputi kepemilikan atas sejumlah tim olahraga; dukungan selebritas; dan musik, melalui label Red Bull Records.[16]

Red Bull memulai sejarahnya dari minuman serupa bernama Krating Daeng, yang diperkenalkan pada tahun 1976 di Thailand oleh ahli farmasi, Chaleo Yoovidhya. Yoovidhya awalnya memasarkan Krating Daeng ke buruh dan siswa dengan menyebut bahwa Krating Daeng dapat meningkatkan produktivitas. Ia juga mengiklankan Krating Daeng di berbagai ajang olahraga di Thailand, seperti Muay Thai, sehingga popularitas Krating Daeng makin meningkat. Saat sedang berbisnis di Thailand, Dietrich Mateschitz membeli satu kaleng Krating Daeng dan mengklaim bahwa minuman tersebut berhasil menyembuhkan jet lag-nya. Mateschitz pun berupaya bermitra dengan Yoovidhya dan memformulasikan sebuah produk yang sesuai dengan selera masyarakat Barat, seperti mengkarbonasi produknya.[17] Pada tahun 1984, keduanya mendirikan Red Bull GmbH di Fuschl am See, Salzburg, Austria.[18] Untuk menamai produk barunya, Mateschitz menyesuaikan dengan arti nama Krating Daeng dalam bahasa Thai, yakni daeng berarti merah, dan krating (dikenal dalam Bahasa Indonesia sebagai seladang atau bison India) adalah sebuah spesies bovinae liar berukuran besar yang berasal dari subbenua India. Pada tahun 1987, perusahaan tersebut mulai menjual Red Bull dengan kemasan kaleng di Eropa. Pada tahun 1996, Red Bull mulai beroperasi di Amerika Serikat.[19] Red Bull dan Kraeting Daeng menggunakan logo yang sama, yakni berupa dua ekor banteng berwarna merah yang berdiri berhadapan di depan matahari berwarna kuning, tetapi Red Bull dan Kraeting Daeng memasarkan produknya secara terpisah, masing-masing di negara-negara Barat dan Thailand. Mayoritas saham Red Bull GmbH masih dimiliki dan dikendalikan oleh keturunan Yoovidhya dan Mateschitz.

SejarahSunting

 
Di depan Istana Potala, Tibet: sebuah kaleng besar Red Bull versi Tiongkok.

Pada tahun 1976, Chaleo Yoovidhya memperkenalkan sebuah minuman yang diberi nama Krating Daeng di Thailand,[20] yang berarti "seladang merah" dalam bahasa Indonesia. Minuman tersebut kemudian menjadi populer di kalangan pengemudi truk dan buruh di Thailand. Saat bekerja untuk Blendax (kemudian diakuisisi oleh Procter & Gamble) pada tahun 1982, Dietrich Mateschitz pergi ke Thailand dan bertemu Chaleo, pemilik T.C. Pharmaceutical. Saat berada di Thailand, Mateschitz menyadari bahwa Krating Daeng membantu menyembuhkan jet lag-nya.[21] Pada tahun 1984, bersama Yoovidhya, Mateschitz mendirikan Red Bull GmbH dan menjadikannya sebuah merek internasional. Yoovidhya dan Mateschitz masing-masing berinvestasi sebesar US$500.000 untuk mendirikan perusahaan tersebut. Yoovidhya dan Mateschitz masing-masing memegang 49% saham perusahaan tersebut, sementara 2% saham sisanya diserahkan ke anak Yoovidhya, Chalerm, tetapi disetujui bahwa Mateschitz lah yang akan menjalankan perusahaan tersebut.[22] Perusahaan tersebut meluncurkan produk pertamanya di Austria pada tanggal 1 April 1987.[23]

Di Thailand, Krating Daeng populer di kalangan pekerja kerah biru. Sementara Red Bull memposisikan produknya sebagai minuman yang trendi dan kelas atas, dengan pertama kali memperkenalkannya di resort ski di Austria.[24] Harga menjadi pembeda utama, dengan Red Bull diposisikan sebagai sebuah minuman premium,[25] sementara Krating Daeng diposisikan sebagai produk yang harganya yang lebih murah. Di sejumlah negara, tersedia Red Bull dan Krating Daeng, sehingga mengisi dua spektrum harga sekaligus.[24] Bahan yang digunakan oleh Red Bull masih diproduksi di Bangkok dan diekspor ke seluruh dunia.[24]

Pada dekade 1990-an, Red Bull mulai dijual di Hungaria, Slovenia, Jerman, Britania Raya, dan Amerika Serikat.[26] Pada tahun 1994, Red Bull mulai dijual di Jerman dan Britania Raya. Tiga tahun kemudian, Red Bull mulai dijual di Amerika Serikat (via California). Pada tahun 2000, Red Bull mulai dijual di Timur Tengah.[26] Pada tahun 2008, majalah Forbes menyebut Chaleo dan Mateschitz sebagai orang terkaya ke-250 di dunia, dengan kekayaannya diperkirakan mencapai US$4 milyar.[27][28]

Red Bull GmbH berkantor pusat di Fuschl am See, sebuah desa yang berpenduduk sekitar 1.500 orang di dekat Salzburg. Sebanyak 51% saham Red Bull GmbH dipegang oleh keluarga Yoovidhya, yang atas alasan teknis, memegang merek dagang Red Bull di Eropa dan Amerika Serikat.[24]

VarianSunting

Saat ini, Red Bull menawarkan sejumlah varian minuman, yang semuanya didasarkan pada formula yang sama, tetapi dengan rasa dan warna yang berbeda.[29]

Red Bull mulai menawarkan varian pada tahun 2003, dimulai dengan varian bebas gula yang diberi nama Red Bull Sugarfree.[30]

ReferensiSunting

  1. ^ "Red Bull steht zu Rauch als Hauptabfüllpartner". vorarlberg. 21 November 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 January 2022. Diakses tanggal 3 January 2021. 
  2. ^ "Who makes Red Bull? Red Bull Company". energydrink-us.redbull.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 November 2018. Diakses tanggal 27 November 2018. 
  3. ^ Kim, Woojae (2003). "Debunking the Effects of Taurine in Red Bull Energy Drink" (PDF). Nutrition Bytes. 9 (1). ISSN 1548-4327. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 13 June 2021. Diakses tanggal 18 March 2020. 
  4. ^ Kim, Woojae (18 March 2003). "Debunking the Effects of Taurine in Red Bull Energy Drink". Nutrition Bytes. 9 (1). Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 June 2020. Diakses tanggal 18 March 2020 – via escholarship.org. 
  5. ^ Seidl, R.; Peyrl, A.; Nicham, R.; Hauser, E. (18 March 2000). "A taurine and caffeine-containing drink stimulates cognitive performance and well-being". Amino Acids. 19 (3–4): 635–642. doi:10.1007/s007260070013. PMID 11140366. 
  6. ^ Peacock, Amy; Martin, Frances Heritage; Carr, Andrea (1 May 2013). "Energy drink ingredients. Contribution of caffeine and taurine to performance outcomes" (PDF). Appetite. 64: 1–4. doi:10.1016/j.appet.2012.12.021. hdl:1959.13/1063281. PMID 23313701. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 14 August 2021. Diakses tanggal 24 August 2020. 
  7. ^ Curran, Christine Perdan; Marczinski, Cecile A. (1 December 2017). "Taurine, caffeine, and energy drinks: Reviewing the risks to the adolescent brain". Birth Defects Research. 109 (20): 1640–1648. doi:10.1002/bdr2.1177. PMC 5737830 . PMID 29251842. 
  8. ^ "This century's best-performing US stock sells energy drinks, not iPhones (MNST)". markets.businessinsider.com (dalam bahasa Inggris). 2019-04-16. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 January 2022. Diakses tanggal 2022-01-02. 
  9. ^ "Is Red Bull Energy Drink safe?". www.redbull.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 January 2022. Diakses tanggal 2022-01-02. 
  10. ^ "Dietrich Mateschitz". Bloomberg.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 January 2022. Diakses tanggal 2022-01-05. 
  11. ^ "What is the slogan of Red Bull?". www.redbull.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 March 2022. Diakses tanggal 2022-03-24. 
  12. ^ Kinkade, Kris. "Test your knowledge: Can you match these slogans and brands?". USA Today (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 March 2022. Diakses tanggal 2022-03-24. 
  13. ^ Kuehlwein, JP; Chaefer, Wolf (Spring 2017). "How modern prestige brands create meaning through mission and myth". Journal of Brand Strategy. 5 (4). ISSN 2045-855X
  14. ^ Kuehlwein, JP. Ueber-Brands and The Art of Myth-Making Diarsipkan 2 August 2017 di Wayback Machine.. www.ueberbrands.com December 2015
  15. ^ Schaefer, Wolf and Kuehlwein, JP. 2015. Rethinking Prestige Branding – Secrets of the Ueber-Brands. Kogan Page. pp.77ff. ISBN 9780749470036
  16. ^ Lauria, Peter (1 April 2008). "Pump the Music: Red Bull Eyes Starting Branded Music Label — NYPost.com". New York Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 January 2013.  101013 NYPost.com
  17. ^ Roll, Martin (17 October 2005). Asian Brand Strategy: How Asia Builds Strong Brands. Springer. hlm. 199. ISBN 9780230513068. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 June 2016. Diakses tanggal 24 September 2012. 
  18. ^ "Red Bull GMBH - Company Profile and News". www.bloomberg.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 June 2020. Diakses tanggal 2022-03-08. 
  19. ^ "Red Bull North America". jobs.redbull.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 March 2022. Diakses tanggal 2022-03-08. 
  20. ^ Neate, Rupert (23 November 2020). "Red Bull pays out €550m to founders, including family of drink's inventor". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 November 2021. Diakses tanggal 1 November 2021. 
  21. ^ "Face value | Selling energy". Economist.com. 9 May 2002. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 June 2008. Diakses tanggal 22 June 2009. 
  22. ^ Kerry A. Dolan (28 March 2005). "The Soda With Buzz". Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 November 2012. Diakses tanggal 20 June 2015. 
  23. ^ "Red Bull the company – Who makes Red Bull?". Energydrink.redbull.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 October 2017. Diakses tanggal 13 November 2013. 
  24. ^ a b c d Nivatpumin, Chiratas; Treeraponpichit, Busrin (28 December 2015). "Red Bull still charging ahead". Bangkok Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 October 2020. Diakses tanggal 30 December 2015. 
  25. ^ "Red Bull's Brand As Powerful As Its Beverage". NPR.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 January 2022. Diakses tanggal 2022-01-09. 
  26. ^ a b "Red Bull GmbH Company History". Funding Universe. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 October 2007. Diakses tanggal 12 October 2007. 
  27. ^ "The World's Billionaires". Forbes.com. 11 February 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 April 2009. Diakses tanggal 22 June 2009. 
  28. ^ "The World's Billionaires". Forbes.com. 11 February 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 March 2008. Diakses tanggal 22 June 2009. 
  29. ^ "What's the difference between the Red Bull Energy Drink and the Red Bull Editions?". www.redbull.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 December 2021. Diakses tanggal 2021-12-29. 
  30. ^ "Red Bull targets sugar-conscious consumers". BeverageDaily. 16 January 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 April 2022. Diakses tanggal 21 September 2021. 

Pranala luarSunting