Stasiun Tegowanu

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Tegowanu (TGW) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦠꦺꦒꦮꦤꦸ, Sêtasiyun Tégawanu) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tegowanu Kulon, Tegowanu, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +13 meter termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang dan merupakan stasiun aktif yang letaknya paling barat di Kabupaten Grobogan. Lokasinya berada di persawahan dan dapat dijangkau melalui Jalan Stasiun yang terhubung dengan Jalan Raya Semarang-Purwodadi, dekat perbatasan antara Kabupaten Demak dan Grobogan.

Stasiun Tegowanu
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun TGW.png
  • Singkatan: TGW
  • Nomor: 2607
Stasiun Tegowanu 2020.jpg
Peron Stasiun Tegowanu, 2020
Foto ini diambil dari dalam kereta api Maharani
AlamatJalan Stasiun Tegowanu
Tegowanu Kulon, Tegowanu, Grobogan
Jawa Tengah 58165
Ketinggian+13 m
Letakkm 23+390 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan[1]
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi yang agak tinggi serta satu peron pulau yang cukup tinggi di antara jalur 3 dan 4)
Fasilitas
  • Parkir
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Tipe persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis dengan modifikasi sinyal muka jenis elektrik (s.d. 2013)
  • Elektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 (2013-sekarang)
Sejarah
Dibuka1924
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda segmen Alastua-Gubug resmi dioperasikan pada akhir Agustus 2013[3], terdapat masing-masing satu jalur lurus dan jalur belok baru di sisi selatan stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Semarang saja, sedangkan jalur lurus baru tersebut menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus hanya untuk arah Surabaya. Selain itu, sistem persinyalan diubah menggunakan jenis elektrik dan ditambahkan kanopi pada peron jalur 1.

Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Brumbung, terdapat Halte Karangawen dan Halte Singor yang kini sudah tidak aktif. Sementara ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Gubug, terdapat Halte Kramat (Grobogan) yang juga bernasib sama.[4]

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

InsidenSunting

Pada tanggal 10 April 2011 pukul 10.00, dua gerbong KA Bangunkarta anjlok di sebelah barat Stasiun Tegowanu. Akibat kejadian itu, perjalanan sejumlah KA tertahan selama 6 jam karena proses evakuasi.[5]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Faisol, Edi (2013-08-28). "Rel Ganda Alastua-Gubug Siap Dilalui". Tempo.co. Diakses tanggal 2020-04-11. 
  4. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm. 162–163. 
  5. ^ Antara News - KA Bangunkarta Anjlok, Penumpang Telantar
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Brumbung
Terminus
Segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Brumbung–Gambringan
Gubug
ke arah Gambringan

Koordinat: 7°03′10″S 110°36′08″E / 7.052888°S 110.602345°E / -7.052888; 110.602345