Stasiun Kedundang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kedundang (KDG) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas III/Kecil yang terletak di Kulur, Temon, Kulon Progo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +11 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta serta merupakan stasiun yang letaknya paling barat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun diberi nama Kedundang, stasiun ini secara administratif tidak terletak di Desa Kedundang, tetapi di sebelah utara desa tersebut dan berbatasan di stasiun ini.

Stasiun Kedundang
Logo Kereta Api Indonesia 1991-2011.svg Kedundang
+11 m
  • Singkatan: KDG
  • Nomor: 3006
Stasiun Kedundang 2020 Process.jpg
Proses pembangunan Stasiun Kedundang, 2020
LokasiKulur, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Indonesia
Koordinat7°52′42″S 110°05′54″E / 7.8783858°S 110.0984449°E / -7.8783858; 110.0984449Koordinat: 7°52′42″S 110°05′54″E / 7.8783858°S 110.0984449°E / -7.8783858; 110.0984449
Ketinggian+11 m
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Letak dari pangkalkm 507+615 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang agak tinggi
Jumlah jalur2
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Ditutup21 Juli 2007
Tanggal penting
Dibuka kembaliTBA
Layanan
-
Teknis
Lokasi pada peta
Stasiun Kedundang berlokasi di Indonesia
Stasiun Kedundang
Stasiun Kedundang
Lokasi di Indonesia

Stasiun Kedundang yang berada di lintas antara Stasiun Wates dengan Stasiun Wojo ini resmi dinonaktifkan pada tanggal 21 Juli 2007, dimaksudkan untuk efisiensi setelah dibukanya jalur ganda lintas Yogyakarta-Kutoarjo, dikarenakan fungsi awalnya hanya sebagai stasiun persilangan antara kereta api sewaktu masih menggunakan jalur rel tunggal.[3] Sekitar 2 km ke timur stasiun ini, antara Stasiun Kedundang dengan Stasiun Wates, terdapat Halte Pakualam yang berlokasi di Hargorejo, Kokap, Kulon Progo.

Stasiun Kedundang memiliki arsitektur yang mirip dengan Stasiun Sukoharjo, Stasiun Winongo, Stasiun Palbapang, dan Stasiun Bantul, yaitu ciri khas desain atap dan lubang ventilasi udara yang berbentuk bulat. Stasiun ini diperkirakan juga dibangun saat pembangunan jalur rel Yogyakarta-Maos-Cilacap pada kurun waktu tahun 1887 oleh perusahaan kereta api negara pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen. Saat masih aktif, stasiun ini terakhir memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.[4]

Stasiun Kedundang lama yang bercorak khas era Perumka ini memiliki beberapa ruangan, seperti ruang tunggu penumpang, ruang pelayanan tiket, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA yang tampaknya dibangun belakangan karena bentuk bangunannya berbeda dengan bentuk asli (bangunan stasiun ini bergaya 1950-an).

Selama masa-masa nonaktifnya, kondisi jendela, pintu, lantai, dan ruang tunggu mulai rusak. Hal ini dikarenakan sudah tidak ada yang merawat untuk membersihkan stasiun. Masih terdapat juga toilet, sumur, gardu persinyalan blok, dan dua rumah dinas DKA. Pada sebelah barat stasiun terdapat perlintasan sebidang dengan nomor pos jaga 667. Papan nama stasiun juga masih terpasang.

Proses pembangunan gardu persinyalan elektrik baru untuk Stasiun Kedundang, 2020

Sehubungan dengan pembangunan Yogyakarta International Airport di Temon, Kulon Progo, muncul wacana untuk mengaktifkan kembali Stasiun Kedundang sebagai stasiun sub penghubung untuk menuju bandara.[5][6] Terkait dengan hal tersebut, bangunan lama stasiun beserta seluruh fasilitas dan rumah dinas kecuali gardu persinyalan blok intermediet sudah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur baru stasiun tersebut menuju bandara YIA. Bangunan stasiun lama ini akan segera digantikan dengan bangunan baru.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Dua Stasiun KA Daop VI Yogyakarta Ditutup Selamanya". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2007-06-16. Diakses tanggal 2018-12-09. 
  4. ^ Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK.02/DJKA/K.2/01/06
  5. ^ Media, Harian Jogja Digital (2018-09-17). "Proyek Kereta Bandara, Pemdes di Temon Belum Peroleh Sosialisasi". Harianjogja.com. Diakses tanggal 2018-12-09. 
  6. ^ "Kedundang Bakal Jadi Stasiun Sub Penghubung Bandara Baru". Tribun Jogja. 2016-02-29. Diakses tanggal 2018-12-09. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Wojo
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Wates
ke arah Solo Balapan
Terminus Percabangan menuju Bandara YIA Bandara Internasional Yogyakarta
Terminus