Buka menu utama

Stasiun Cikaum

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Cikaum (CKM) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cikaum Barat, Cikaum, Subang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +35 m ini termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon.

Stasiun Cikaum
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun CKM.png
  • Singkatan: CKM
  • Nomor: 0906
Cikaum Station Building.jpg
Stasiun Cikaum, Juli 2016
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenSubang
KecamatanCikaum
DesaCikaum Barat
Kode pos41253
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi III Cirebon
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+35 m
Letak[2]km 115+406 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Stasiun Cikaum, di kanan. Sebelah kiri sekarang menjadi lapangan pengafkiran KRL.
KRL bekas Jepang yang diafkirkan di Cikaum

Sebelum dibangunnya jalur ganda di lintas Cikampek–Haurgeulis, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Dengan selesainya jalur ganda di lintas tersebut, ditandai dengan peresmian oleh Megawati Soekarnoputri per 4 Desember 2003,[3] tata letak jalur kereta api di stasiun ini diubah sehingga jalur 2 eksisting stasiun ini dijadikan sebagai sepur lurus arah Haurgeulis saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sepur lurus baru arah Cikampek, serta jalur 4 sebagai sepur belok baru. Tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

Di samping melayani persusulan kereta api, stasiun ini juga menjadi tempat pengafkiranKRL Eksekutif milik PT KCJ/KCI dan PT KAI, yaitu KRL AC yang diimpor tahun 2009 ke atas dan ke bawah. Setidaknya sudah ada sekitar 80 hingga 100 unit KRL AC yang dikirim ke stasiun ini. KRL-KRL itu disimpan di tanah lapang kosong yang letaknya di sebelah utara stasiun.[4]

KRL bekas kecelakaan di Cilebut dan Bintaro juga dikirim ke sini. Namun, KRL yang mangkrak akibat langkanya suku cadang dan gerbong sisa (hasil perubahan formasi 10 gerbong menjadi 8 gerbong) adalah yang paling banyak ditemui di sini. Kebijakan PT KCJ/KCI untuk menghentikan operasi KRL jika kecelakaan berat (seperti saat kecelakaan di Bintaro), menggunakan sistem kanibalisasi komponen untuk mengatasi langkanya suku cadang KRL, dan tidak memperpanjang masa pakai KRL (yang membuat KRL banyak yang mangkrak), membuat banyak KRL disimpan di sini.

Tempat perucatan KRL lainnya ada di Stasiun Purwakarta, yaitu tempat perucatan KRL Ekonomi dan KRL AC milik PT KAI (KRL yang diimpor atau diproduksi sebelum tahun 2009). Pada akhir 2017, seluruh KRL milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang diimpor pada tahun 2009 ke atas yang ditumpuk di Stasiun Cikaum sudah dihancurkan seluruhnya.[5] Sementara itu, KRL milik PT KAI yang diimpor sebelum tahun 2009 masih tersisa dan akan segera dihancurkan bersama KRL milik PT KAI lainnya di dipo KRL Depok dan Stasiun Purwakarta.[6]

Tak ketinggalan, sejumlah KRL lawas produksi PT INKA juga diafkirkan di stasiun ini.[7]

Selain KRL, Stasiun Cikaum juga dipakai sebagai tempat penumpukan kereta-kereta penumpang berusia tua yang telah dipensiunkan sejak PT KAI meremajakan armada kereta apinya.

InsidenSunting

Pada tanggal 14 November 2019, sekitar pukul 16.00 hingga malam hari, terjadi kebakaran hebat yang menimpa total 122 unit kereta penumpang yang sudah diafkirkan di Stasiun Cikaum. Api baru bisa dipadamkan saat larut malam karena angin yang berembus kencang membuatnya sukar dipadamkan.[8][9]

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Liputan6.com (2003-12-04). "Presiden Meresmikan Jalur Ganda KA Cikampek". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  4. ^ "4 Kuburan Kereta Api Ini Jadi Buruan Wisatawan - Traveling Yuk". Traveling Yuk. 2017-05-01GMT05:00:53. Diakses tanggal 2018-11-11. 
  5. ^ "Rangkaian KRL Tidak Terpakai Mulai Dibesituakan". www.re-digest.web.id. Diakses tanggal 2018-03-01. 
  6. ^ "Sinergi BUMN dalam penjualan sarana ATDO KAI". www.kai.id. Diakses tanggal 2018-03-30. 
  7. ^ Bintang, Amri (2016-12-08). "Tragis: KRL AC Buatan Indonesia Ini Dibesituakan di Cikaum". KAORI Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-11. 
  8. ^ Liputan6.com (2019-11-14). "Kuburan Kereta Api di Stasiun Purwadadi Subang Terbakar". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-11-15. 
  9. ^ "Kebakaran Terjadi di Area Konservasi Stasiun Cikaum, 122 Bangkai Gerbong Kereta Api Lenyap". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-11-15. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Cikampek
Cikampek–Cirebon
menuju Cirebon

Koordinat: 6°26′08″S 107°44′22″E / 6.4355767°S 107.7394599°E / -6.4355767; 107.7394599