Mick Schumacher

Pembalap mobil profesional Jerman

Mick Schumacher (pengucapan bahasa Jerman: [ˈmɪk ˈʃuːmaxɐ], lahir 22 Maret 1999)[1][2] merupakan seorang pembalap mobil profesional. Ia sekarang berkompetisi di Formula Satu bersama dengan Haas di bawah bendera Jerman. Mick juga merupakan anggota Ferrari Driver Academy.[3] Ia memulai karier balapan di karting pada tahun 2008 dan melaju ke ajang Formula 4 Jerman pada 2015. Setelah berhasil menjuarai Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa pada musim 2018, ia lantas naik kelas menjajal ajang Kejuaraan FIA Formula 2 pada musim berikutnya. Ia merupakan anak dari Michael Schumacher dan juga keponakan dari Ralf Schumacher.

Mick Schumacher
Mick Schumacher - 2019202181015 2019-07-21 Champions for Charity - 1500 - B70I1535.jpg
Mick Schumacher di tahun 2019.
Lahir22 Maret 1999 (umur 22)[1][2]
Vufflens-le-Château, Swiss
Tinggi1,76 m (5,8 ft)
Berat67 kg (148 pon)
PencapaianJuara Formula 2 2020
Karier Kejuaraan Dunia Formula Satu
KebangsaanBendera Jerman Jerman
Nomor mobil47
Jumlah lomba0
Juara dunia0
Menang0
Podium0
Total poin0
Posisi pole0
Lap tercepat0
Lomba pertamaGrand Prix Australia 2021
Tanda tangan
Tanda tangan Mick Schumacher
Terakhir diperbarui pada: 4 Desember 2020.

ProfilSunting

Kehidupan pribadiSunting

Mick Schumacher adalah anak laki-laki dari pasangan juara dunia F1 tujuh kali Michael Schumacher dan juara berkuda Eropa Barat Corinna Schumacher. Pamannya Ralf Schumacher adalah pensiunan pembalap mobil juga. Sepupunya David Schumacher juga seorang pembalap. Mick lahir dan besar di Swiss. Ia tinggal di Vufflens-le-Château hingga tahun 2008 dan kemudian pindah ke Gland.[4][5]

Mick adalah keponakan tiri dari Sebastian Stahl, dan cucu dari Elizabeth dan Rolf Schumacher.

Mick turut menemani ayahnya berski saat sang ayah mengakami kecelakaan ski yang berujung cedera kepala serius pada 29 Desember 2013. Pada Maret 2017, Mick pertama kali berbicara di depan umum tentang ayahnya, menggambarkannya sebagai "idola saya" dan "panutan saya".[6]

Sebelum dimulainya perlombaan Grand Prix Belgia 2017, ia mengendarai mobil Benetton B194 yang pernah dipakai ayahnya saat memenangi gelar pada musim 1994. Ia juga mengendarai mobil pemenang kejuaraan lainnya milik sang ayah, Ferrari F2004, dalam acara demonstrasi sebelum Grand Prix Toskana 2020 di Mugello, untuk menandai balapan Formula Satu ke-1000 tim Scuderia Ferrari. Ia juga mengenakan helm ayahnya dalam acara tersebut.[7]

SponsorshipSunting

Mick saat ini disponsori oleh Deutsche Vermögensberatung yang sudah mendukungnya sejak tahun 2018.[8] Deutsche Vermögensberatung sendiri pernah menjadi sponsor pribadi ayahnya saat masih aktif membalap di F1 dulu. Mick juga menjadi salah satu atlet balap yang disponsori oleh Under Armour sejak tahun 2019.[9]

Karier awalSunting

2008–2014: KartingSunting

Schumacher memulai karier membalapnya pada tahun 2008. Untuk menghindari perhatian karena ayahnya yang terkenal, ia memulai karirnya dengan nama samaran 'Mick Betsch', menggunakan nama gadis ibunya.[10]

Pada tahun 2011 dan 2012, Schumacher melaju di kelas KF3 dari ADAC Kart Masters, masing-masing berakhir di peringkat kesembilan dan ketujuh. Dalam Euro Wintercup kelas KF3 ia berada di urutan ketiga pada tahun 2011 dan 2012 dan pada tahun 2012 berada di urutan ke-3 dalam KF3 Rating DMV Kart Championship. Pada tahun 2013 ia finis ketiga di Kejuaraan Kart Junior Jerman, dan kategori junior CIK-FIA Super Cup KF. Pada tahun 2014, Schumacher menggunakan nama 'Mick Junior'[10] dan memulai debutnya di Kejuaraan Junior Nasional dan Internasional. Ia mengakhir musim sebagai runner-up di Kejuaraan Kart Junior Jerman[11] serta di Kejuaraan Eropa dan Dunia.[12][13] Meskipun ia tidak berlomba di karting dengan nama belakang aslinya, kesuksesannya di karting mulai diperhatikan oleh pers internasional.[14][15]

2015–2016: Formula 4Sunting

Pada akhir 2014 ia menyelesaikan program pengetesan untuk tim Jenzer Motorsport dengan mobil balap Formula 4.[16] Pada tahun 2015, Mick memulai balapan di kelas formula untuk pertama kalinya dengan bergabung bersama tim Van Amersfoort Racing di ajang ADAC Formula 4 dengan menggunakan nama belakang 'Schumacher'.[17][18][19] Pada tahun 2016, Mick tetap bertahan di ADAC Formula 4 tetapi beralih ke tim Prema Powerteam, yang merupakan sebuah tim yang dikenal karena hubungan dekatnya dengan Ferrari Driver Academy.[20] Mick juga memasuki Kejuaraan F4 Italia dan menjadi runner-up di kedua kejuaraan masing-masing dengan kalah dari Joey Mawson dan Marcos Siebert.

2017–2018: Formula 3Sunting

Pada November 2016, Mick tampil untuk pertama kalinya di atas mobil Formula 3 dengan mengikuti MRF Challenge, sebuah kejuaraan yang berbasis di India. Ia berkompetisi di kelas Formula 2000 atas dan menyelesaikan seri di tempat ketiga dengan mengumpulkan empat kemenangan, sembilan podium dan dua posisi pole. Mick finis di belakang Harrison Newey dan Joey Mawson, tetapi di depan sesama pesaing Formula 3 dan Formula 2 masa depannya yaitu Jüri Vips dan Felipe Drugovich.

 
Mick Schumacher dalam lomba Formula 3 di musim 2018.

Pada bulan April 2017, Mick melakukan debutnya di Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa bersama Prema Powerteam. Ia menyelesaikan musim di posisi ke-12, hasil terbaiknya adalah saat finis ketiga di Monza. Mick menjadi pembalap Prema yang finis paling rendah (dari total empat pembalap yang tim turunkan) dalam klasemen di musim tersebut, namun ia adalah rookie urutan ketiga terbaik dalam kejuaraan.

Mick terus membalap untuk Prema di musim 2018. Ia mengalami awal musim yang lambat sebelum akhirnya meraih kemenangan pertamanya pada lomba kelima belas musim ini di Spa-Francorchamps, hampir di tengah musim. Sebelum lomba ini, ia duduk di urutan sepuluh dalam kejuaraan, 67 poin di belakang pemimpin kejuaraan Dan Ticktum. Namun, Mick berhasil membalikan keadaan dan mendominasi paruh kedua musim dengan mengambil tujuh kemenangan lagi, termasuk lima secara berurutan. Ia mengakhiri musim sebagai juara dengan keunggulan 57 poin dari posisi ke-2 Ticktum setelah berhasil mengambil delapan kemenangan, empat belas total podium, tujuh posisi pole dan empat kali lap tercepat.

2019–2020: Formula 2Sunting

Mick naik ke ajang Formula 2 pada musim 2019 dengan Prema Racing dan ia berpasangan dengan pembalap Indonesia Sean Gelael.[21] Pada lomba pertama musim ini di Bahrain, Mick memulai start di posisi 10 dan finis kedelapan setelah menyalip pembalap Jepang Nobuharu Matsushita di lap terakhir. Hasil ini memberinya posisi terdepan dalam skema grid terbalik untuk lomba sprint, di mana ia finis keenam. Mick memulai lomba dari urutan ketujuh dalam perlombaan fitur di Baku tetapi terpaksa tersingkir setelah mobilnya tiba-tiba melintir. Ia pulih dari posisi 19 menjadi finis kelima dalam balapan sprint. Mick gagal mencetak poin di Barcelona usai mengalami insiden di lomba pertama dan terkena penalti waktu karena menyalip Jack Aitken secara ilegal di lomba kedua. Di Monaco, Mick bertabrakan dengan beberapa mobil dalam perlombaan fitur yang kemudian mengakibatkan bendera merah keluar dan lomba dihentikan sementara. Nasib buruk Mick berlanjut saat lomba sprint dengan ia yang hanya berhasil finis di posisi 11. Mick mengalami kegagalan beruntun di dua lomba di Sirkuit Paul Ricard, setelah ia terlibat tabrakan dengan rekan setimnya Gelael di lomba pertama dan mengalami masalah ban di balapan kedua.

Mick sempat terhenti di grid saat lomba fitur di Red Bull Ring dan finis di posisi ke-18, sebelum aksi serangan di trek dalam perlombaan sprint membuatnya finis keempat. Titik finis balapan sprint lainnya terjadi di Silverstone dengan posisi keenam. Ia finis di urutan kedelapan pada balapan fitur di Hongaria, mengambil pole grid terbalik untuk balapan sprint dan berhasil mempertahankan posisinya tersebut sampai finis sekaligus menjadi kemenangan lomba pertamanya di Formula 2. Mick start dari posisi keenam di Spa-Francorchamps, tetapi kedua perlombaan itu dibatalkan karena kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian Anthoine Hubert. Di Monza, ia tersingkir dari perlombaan fitur karena masalah mesin tapi berhasil pulih untuk finis keenam dalam lomba sprint selain berhasil juga mencatat lap tercepat. Ia tersingkir dari kedua balapan di Rusia, setelah masalah mesin di balapan pertama dan tabrakan dengan Giuliano Alesi di balapan kedua. Mick menyelesaikan musim dengan finis kesembilan dan kesebelas di Abu Dhabi. Ia mengakhiri musim di posisi 12 dalam klasemen dengan 53 poin, unggul telak di atas rekan setimnya Gelael, dan meraih satu kemenangan dan satu lap tercepat.

Mick melanjutkan dengan Prema di Formula 2 musim 2020 dan kali ini ia ditemani oleh juara Formula 3 dan sesama anggota Ferrari Driver Academy Robert Shwartzman. Dalam balapan fitur di Austria, ia tersungkur saat melawan Callum Ilott untuk memimpin balapan dan harus puas finis kesebelas. Di ronde kedua di sirkuit yang sama, alat pemadam kebakaran miliknya meledak saat menjalani lomba sprint. Di Hongaria, Mick bangkit kembali dengan podium ganda. Ia kemudian naik podium 5 kali berturut-turut dari Spanyol sampai ke Monza, termasuk kemenangan dalam perlombaan feature di Monza dan memimpin klasemen di Mugello. Ia memenangkan perlombaan fitur pada putaran berikutnya di Rusia dan berada di urutan ketiga dalam perlombaan sprint yang dipersingkat karena kecelakaan antara Luca Ghiotto dan Jack Aitken.

Dalam lomba di Bahrain, ia mengawali lomba di urutan ke-10 dan naik ke urutan keempat dalam perlombaan fitur. Selanjutnya ia finis ketujuh dalam perlombaan sprint. Alhasil, Callum Ilott mampu menurunkan defisit menjadi 14 poin saat melaju ke babak final di Outer Track di sirkuit yang sama.

Di Sakhir, Mick menempati posisi start ke-18 dengan karier terburuknya setelah terlibat insiden dengan pembalap Israel Roy Nissany. Saat lomba fitur berlangsung, Mick bangkit dan finis keenam ditambah raihan lap tercepat. Ini berarti bahwa selisih poin tetap sama menuju perlombaan terakhir. Dalam lomba sprint, Mick menggerus bannya saat berjuang untuk memimpin, yang membuatnya bertahan dari Ilott untuk paruh pertama lomba. Setelah beberapa penguncian lagi, ia memilih melakukan pitstop dan menjatuhkannya dari posisi poin. Akibat serangan dan pertahanan yang keras, ban Ilott pun akhirnya tidak bekerja lebih baik dan perlahan tapi pasti menurun posisinya. Hasil ini lantas membantu mengukuhkan Mick sebagai juara Formula 2 musim 2020.

Karier Formula SatuSunting

2021–sekarang: HaasSunting

StatistikSunting

Hasil Formula 3Sunting

(kunci) (Tebal mengindikasikan pole position), dimiringkan mengindikasikan lap tercepat)

Musim Tim Mesin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 DC Poin
2017 Prema Powerteam Mecachrome SIL
1

8
SIL
2

6
SIL
3

17
MNZ
1

6
MNZ
2

3
MNZ
3

6
PAU
1

9
PAU
2

11
PAU
3

12
HUN
1

9
HUN
2

9
HUN
3

11
NOR
1

7
NOR
2

12
NOR
3

Ret
SPA
1

6
SPA
2

9
SPA
3

8
ZAN
1

6
ZAN
2

9
ZAN
3

11
NÜR
1

8
NÜR
2

15
NÜR
3

11
RBR
1

7
RBR
2

10
RBR
3

8
HOC
1

11
HOC
2

18
HOC
3

18
Posisi 12 94
2018 Prema Theodore Racing Mecachrome PAU
1

16
PAU
2

10
PAU
3

7‡
HUN
1

4
HUN
2

7
HUN
3

3
NOR
1

5
NOR
2

9
NOR
3

15
ZAN
1

3
ZAN
2

Ret
ZAN
3

13
SPA
1

4
SPA
2

Ret
SPA
3

1
SIL
1

Ret
SIL
2

1
SIL
3

5
MIS
1

1
MIS
2

3
MIS
3

5
NÜR
1

1
NÜR
2

1
NÜR
3

1
RBR
1

1
RBR
2

1
RBR
3

2
HOC
1

12
HOC
2

2
HOC
3

2
Juara 365

Setengah poin diberikan karena jarak lomba berada di bawah batas minimal 75%.

Hasil Formula 2Sunting

(kunci) (Tebal mengindikasikan pole position), dimiringkan mengindikasikan lap tercepat)

Tahun Tim 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 DC Poin
2019 Prema Racing BHR
FEA

8
BHR
SPR

6
BAK
FEA

Ret
BAK
SPR

5
CAT
FEA

15
CAT
SPR

12
MON
FEA

13
MON
SPR

11
LEC
FEA

Ret
LEC
SPR

Ret
RBR
FEA

18
RBR
SPR

4
SIL
FEA

11
SIL
SPR

6
HUN
FEA

8
HUN
SPR

1
SPA
FEA

C
SPA
SPR

C
MNZ
FEA

NC
MNZ
SPR

6
SOC
FEA

Ret
SOC
SPR

Ret
YMC
FEA

9
YMC
SPR

11
Posisi 12 53
2020 Prema Racing RBR1
FEA

11
RBR1
SPR

7
RBR2
FEA

4
RBR2
SPR

Ret
HUN
FEA

3
HUN
SPR

3
SIL1
FEA

9
SIL1
SPR

14
SIL2
FEA

7
SIL2
SPR

2
CAT
FEA

6
CAT
SPR

3
SPA
FEA

3
SPA
SPR

2
MNZ
FEA

1
MNZ
SPR

3
MUG
FEA

5
MUG
SPR

4
SOC
FEA

1
SOC
SPR

3‡
BHR1
FEA

4
BHR1
SPR

7
BHR2
FEA

BHR2
SPR

Posisi 1 205

Setengah poin diberikan karena jarak lomba berada di bawah batas minimal 75%.

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Mick Schumacher is born". Verstappen Info Page. 25 March 1999. Diakses tanggal 26 March 2015. 
  2. ^ a b "Schumacher, Mick Germany – ADAC Formel 4 Driver 2015". ADAC Formel 4. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-03-30. Diakses tanggal 24 April 2015. 
  3. ^ "Mick Schumacher joins Ferrari Driver Academy | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 19 Januari 2019. Diakses tanggal 12 November 2021. 
  4. ^ "Gland – vues ariennes" (dalam bahasa Prancis). SwissCastles.ch. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  5. ^ "Mick Facts – Career". mickschumacher.ms. Diakses tanggal 1 November 2016. 
  6. ^ Mick Schumacher declares father Michael as his idol – Autoweek, 29 March 2017
  7. ^ "Mick Schumacher drives Michael's 2004 Ferrari at Tuscan Grand Prix". ESPN.com. 13 September 2020. Diakses tanggal 2 October 2020. 
  8. ^ Mick Schumacher und Deutsche Vermögensberatung freuen sich über sensationellen Formel-3-Erfolg. Deutsche Vermögensberatung. Diakses 1 Desember 2020.
  9. ^ Schumacher Drives UA Forward. Under Armour. Diakses 1 Desember 2020.
  10. ^ a b "Schumacher-Sohn Mick: Großer Name, große Erwartungen (German)". Der Spiegel. 23 September 2014. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  11. ^ "Deutsche Junior-Kart-Meisterschaft 2014 (German)" (PDF). kart-dm.de. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  12. ^ "Result FIA CIK Karting European Championship 2014" (PDF). FIA-CIK-Homepage. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  13. ^ "Result FIA CIK Karting World Championship 2014" (PDF). FIA-CIK-Homepage. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  14. ^ "Schumi jr vice iridato nei kart: "Ma io voglio il Mondiale" (Italian)". gazetta.it. 22 September 2014. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  15. ^ "Mick Schumacher vice-champion du monde (French)". L'Équipe. 22 September 2014. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  16. ^ "Mehr Motorsport – Mick Schumacher testet im Formelauto (German)". Aufstieg in den Formelsport?: Motorsport-Magazin.com. 16 December 2014. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  17. ^ "ADAC Formel 4 – Mick Schumacher fährt für Van Amersfoort Racing (German)". Einstieg in den Formelsport perfekt: Motorsport-Magazin.com. 3 February 2015. Diakses tanggal 3 February 2015. 
  18. ^ "Nachwuchspilot: Schumacher-Sohn Mick startet in der Formel 4 (German)". Der Spiegel. 2 March 2015. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  19. ^ "Michael Schumacher's son Mick signs deal to race in Formula 4". BBC. 2 March 2015. Diakses tanggal 3 March 2015. 
  20. ^ Medland, Chris (19 February 2016). "Schumacher moves to Prema in F4". F1i. Chris Medland. Diakses tanggal 19 February 2016. 
  21. ^ "Mick Schumacher to compete in F2 with Prema Racing in 2019 | Formula One®". Diakses tanggal 27 November 2018. 

Pranala luarSunting