Buka menu utama

Kabupaten Nabire

kabupaten di Papua

Kabupaten Nabire adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di punggung Pulau Irian dengan ibu kota di Kota Nabire. Jumlah penduduk kabupaten Nabire berjumlah 145.101 jiwa (2017).[2]

Kabupaten Nabire
Lambang kabupaten nabire.jpg
Lambang Kabupaten Nabire


Moto: Nabire yang Berkeadilan, Sejahtera, dan Makmur



Nabire.8.jpg
Peta lokasi Kabupaten Nabire di Papua
Koordinat:
Provinsi Papua
Pemerintahan
- Bupati Isaias Douw
- Wakil Bupati Amirullah Hasyim
APBD
- DAU Rp. 545.482.656.000.-(2013)[1]
Luas 6.861,65 km2
Populasi
- Total 145.101 jiwa (2017)[2]
- Kepadatan 21,15 jiwa/km2
Demografi
- Agama Kristen Protestan 50,26%
Islam 39,22%
Katolik 9,67%
Hindu 0,02%[2]
Pembagian administratif
- Kecamatan 15 kecamatan
- Kelurahan 9 kelurahan
- Desa 9 desa
Simbol khas daerah
Peta Kabupaten Nabire

Pada tanggal 6 Februari 2004, terjadi gempa bumi yang kemudian disusul pada tanggal 26 November 2004 di Nabire, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang daerah ini (lihat Gempa Nabire 2004).

SejarahSunting

“Nabire” demikian sekarang disebut, adalah suatu wilayah Pemerintahan Kabupaten yang terhampar di seputar “Leher Burung” pulau Papua. Dalam perkembangannya “Nabire” telah melampaui fase-fase: sebelum masuknya Pemerintahan Belanda, zaman Pemerintahan Belanda dan zaman Pemerintahan RI Hingga saat itu.

Paparan mengenai sejarah Pemerintahan Kabupaten Nabire ini bukanlah merupakan suatu tulisan yang sudah sempurna, sehingga masih perlu untuk dikaji dan disempurnakan bersama-sama sehingga menjadi suatu materi yang bisa dipahami dan diterima oleh semua kalangan.

Asal Usul Kota NabireSunting

Sebelum mengulas sejarah singkat Kabupaten Nabire maka terlebih dahulu akan disampaikan uraian secara singkat tentang asal usul dan arti nabire dari beberapa sumber/versi. Uraian mengenai cerita asal-usul dan arti Nabire ini bukanlah untuk dipertentangkan tetapi merupakan wacana untuk dibahas secara bersama, sehingga nantinya bisa diketahui asal-usul dan arti Nabire yang sebenarnya.

Versi Suku WateSunting

Berdasarkan cerita dari suku wate, bahwa kata “Nabire” berasal dari kata “Nawi” pada zaman dahulu dipertimbangkan dengan kondisi alam Nabire pada saat itu yang banyak terdapat binatang jangkrik, terutama disepanjang kali Nabire. Lama kelamaan kata “Nawi” mengalami perubahan penyebutan menjadi Nawire dan akhirnya menjadi “Nabire”. Suku Wate yang terdiri dari suku yaitu Waray, Nomei, Raiki, Tawamoni dan Wali yang menggunakan satu bahasa terdiri dari enam kampung dan tiga distrik. Pada tahun 1958, Konstein Waray yang menjabat sebagai Kepala Kampung Oyehe menyerahkan tempat/lokasi kepada Pemerintah.

Versi Suku YerisiamSunting

Menurut versi suku Yerisiam Nabire berasal dari kata “Navirei” yang artinya daerah ketinggalan atau daerah yang ditinggalkan. Penyebutan Navirei muncul sebagai nama suatu tempat pada saat diadakan pesta pendamaian ganti daerah antara suku Hegure dan Yerisiam. Pengucapan Navirei kemudian berubah menjadi Nabire yang secara resmi dipakai untuk membei nama daerah ini oleh Bupati pertama yaitu Bapak A.K.B.P. Drs. Surojotanojo, SH (Alm). Versi lain suku ini bahwa Nabire berasal dari Na Wyere yang artinya daerah kehilangan. Pengertian ini berkaitan dengan terjadinya wabah penyakit yang menyerang penduduk setempat, sehingga banyak yang meninggalkan Nabire kembali ke kampungnya dan Nabire menjadi sepi lambat laun penyebutan Na Wyere menjadi Nabire.

Versi Suku HegureSunting

Versi dari suku ini bahwa Nabire berasal dari Inambre yang artinya pesisir pantai yang ditumbuhi oleh tanaman jenis palem-palem seperti pohon sapu ijuk, pohon enau hutan, pohon nibun dan jenis pohon lainnya. Akibat adanya hubungan/komunikasi dengan suku-suku pendatang, lama kelamaan penyebutan Inambre berubah menjadi Nabire.

Dalam Hubungannya dengan Penyelenggaraan PemerintahanSunting

Nabire dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan saat ini merupakan kependekan dari kata-kata N-nyaman, A-Aman, B-bersih, I-indah, R-ramah, E-elok yang mengandung makna bahwa ”Nabire” (nyaman, aman, bersih, indah, ramah dan elok) tersebut merupakan suatu kondisi yang diharapkan dan membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk mewujudkannya.

PerkembanganSunting

Pada tanggal 20 Desember 2017 Presiden Joko Widodo datang meninjau lokasi lahan baru Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua, yang dilanjutkan dengan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire 20 MW dan PLTMG Jayapura 50 MW di Kelurahan Kali Bobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.[3]

Bandara Douw Aturure yang baru tersebut akan menjadi bandara besar dan penghubung antar kabupaten karena keberadaan Nabire yang strategis di tengah Provinsi Papua, sehingga akan menjadi simpul bagi wilayah yang berada di sekitarnya, yaitu Paniai, Dogiyai, Diyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Waropen, Wondama dan Kaimana. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan membangun terminal penumpang seluas 8.000 meter persegi. Pada tahap berikutnya dikembangkan menjadi 15.000 meter persegi.[4]

Selain bandar udara, Kepala Negara juga akan memperbaiki dan memperbesar Pelabuhan Nabire, Papua. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo usai meninjau Pelabuhan Nabire, Kamis, 21 Desember 2017. Perluasan tersebut akan membuat Pelabuhan Nabire sebagai penghubung bagi enam kabupaten di sekitarnya.[5]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Berikut ini adalah Bupati Nabire dari masa ke masa.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
AKBP Drs.
Soerodjotanojo
SH
1966
1969
1
2
Karel Gobay
1969
1972
2
3
Drs.
Andreas Soenarto
1973
1978
3
4
Drs.
Serteis Wanma
1978
1984
4
5
Letkol Inf.
Soekiyo
1984
1989
5
6
Joesoef Adipatah
1989
1993
6
1993
1998
7
Drs.
Herman Monim
(Penjabat)
1998
1999
7
Drs.
Anselmus Petrus Youw
1999
2004
8
2004
2009
9
Drs.
Tonny PH. Karubaba
Drs.
Hendrik Pagaya Kaisepo
MM
2009
2010
8
Isaias Douw
S.Sos
2010
2015
10
Mesak Magai
SH., M.Si
Sendius Wonda
SH., M.Si
2015
2016
(8)
Isaias Douw
S.Sos
17 Februari 2016
17 Februari2021
11
[6]
Amirullah Hasyim
MM


Dewan PerwakilanSunting

Distrik/KecamatanSunting

Dengan dibentuknya Kabupaten Dogiyai, maka distrik di Kabupaten Nabire tersisa 14 distrik yang diurutkan secara abjad sebagai berikut ini:

  1. Dipa
  2. Makimi
  3. Menou
  4. Nabire
  5. Nabire Barat
  6. Napan
  7. Siriwo
  8. Teluk Kimi
  9. Teluk Umar
  10. Uwapa
  11. Wanggar
  12. Wapoga
  13. Yaro
  14. Yaur

Distrik yang menjadi bagian dari Kabupaten DogiyaiSunting

  1. Kamu
  2. Kamu Selatan
  3. Kamu Utara (dulu Ikrar)
  4. Mapia
  5. Mapia Barat
  6. Sukikai
  7. Sukikai Selatan

TransportasiSunting

  • Pelabuhan laut Nabire

Media MassaSunting

TelevisiSunting

Stasiun pemancar televisi swasta:

  • INewsTV Nabire ( Nabire Televisi )

Nabire memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:

Situs WebSunting

Website Pemerintah:

Website berita dan community

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c "Provinsi Papua Dalam Angka 2018". BPS Papua. Diakses tanggal 18 Februari 2019. 
  3. ^ Masyarakat Diajak Awasi Penerapan BBM Satu Harga - PresidenRI.go.id - 20 Desember 2017.
  4. ^ Bandara Nabire Akan Menjadi Simpul Penghubung - PresidenRI.go.id - 20 Desember 2017.
  5. ^ Kesiapan Pelabuhan Nabire Jadi Penghubung Papua - PresidenRI.go.id - 21 Desember 2017.
  6. ^ Bupati & Wakil Bupati Nabire Terpilih Hasil Pilkada Serentak Dilantik 17 Februari 2016 Di Jayapura

Pranala luarSunting