Papua Barat

provinsi di Indonesia
(Dialihkan dari Provinsi Papua Barat)

Koordinat: 1°37′S 132°14′E / 1.617°S 132.233°E / -1.617; 132.233


Papua Barat (disingkat Pabar atau PB; dahulu Irian Jaya Barat) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Wilayah Papua Barat mencakup Semenanjung Domberai, Bomberai, Wondiwoi, serta Kepulauan Raja Ampat. Ibukota provinsi ini terletak di Manokwari dengan kota terbesarnya di Sorong. Provinsi ini dimekarkan dari Provinsi Papua melalui Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999.

Papua Barat

Irian Jaya Barat
Provinsi dengan otonomi khusus di Indonesia
Wajag island, raja ampat.jpg
Bendera Papua BaratLambang resmi Papua Barat
Motto: 
Cintaku Negeriku
Peta
Peta
Negara Indonesia
Hari jadi4 Oktober 1999
Ibu kotaKota Manokwari
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kabupaten: 12
  • Kota: 2
  • Kecamatan: 218
  • Kelurahan: 95
  • Desa: 1.878
Pemerintahan
 • GubernurDominggus Mandacan [1]
 • Wakil GubernurMohamad Lakotani
 • Sekretaris DaerahNathaniel Mandacan
 • Ketua DPRDMahteos Selano
Luas
 • Total102.955,15 km2 (39,751,21 sq mi)
Populasi
 • Total1.134.068 jiwa
 • Kepadatan9,54/km2 (24,7/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 62,88%
- Protestan 54,17%
- Katolik 8,71%
Islam 36,74%
Buddha 0,19%
Hindu 0,19%[2]
 • BahasaIndonesia
Melayu Papua
bahasa daerah
 • IPMKenaikan 65,26 (2021)
 sedang [3]
Zona waktuUTC+09:00 (WIT)
Kode pos
981xx-984xx
Kode area telepon
Daftar
  • 0951 - Sorong
  • 0952 - Teminabuan
  • 0955 - Bintuni
  • 0956 - Fakfak
  • 0957 - Kaimana
  • 0980 - Ransiki
  • 0986 - Manokwari
ISO 3166 codeID-PB
Pelat kendaraanPB
Dasar hukum pendirianUU RI Nomor 45 tahun 1999
PP Nomor 24 tahun 2007
DAURp 1.461.166.659.000,- (2020)[4]
FloraMatoa
FaunaCenderawasih merah
Situs webpapuabaratprov.go.id

Pada awalnya pembentukan provinsi ini mendapatkan penolakan dari masyarakat sehingga implementasi dari pemekaran ini baru dilaksanakan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2003.[5][6] Walaupun pada 11 November 2004 Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa dasar hukum pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat sudah tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, namun keberadaan provinsi ini dinyatakan tetap sah.[7]

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007, nama Irian Jaya Barat diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat sebagai pemekaran dari Provinsi Papua merupakan provinsi yang memiliki status otonomi khusus.

SejarahSunting

EtimologiSunting

Istilah 'Papua' pertama muncul pada kamus Malay yang dibuat oleh William Marsden pada tahun 1812. Dalam pengarsipan yang dimiliki oleh Portugal dan Spanyol, istilah 'Papua' merujuk ke para penghuni Kepulauan Raja Ampat dan wilayah pesisir sepanjang Semenanjung Kepala Burung.

Era PrakolonialSunting

Pada abad ke-13, seorang pelancong bernama Chau Yu Kua menyebut sebuah daerah bernama Tung-ki, istilah Cina untuk Janggi yang kemungkinan dapat merujuk ke Nugini, atau sebagian wilayah Maluku atau bahkan Afrika.[8]

Di era Kerajaan Majapahit (1293-1520), Kitab Nagarakretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca menyebut wilayah Nugini Barat sekitar Semenanjung Onin dan pulau-pulau di sekitarnya.[9]

Setidaknya sejak abad ke-15, pedagang muslim dari Asia Tenggara mengadakan perdagangan dengan Papua.[10] Para pedagang muslim, yang berasal dari berbagai Kesultanan di wilayah Maluku, membentuk hubungan dagang eksklusif dengan para penghuni Papua Barat hingga pada abad ke-17.[10]

Era KolonialSunting

Pada tanggal 13 Juni 1545, Ortiz de Retez, seorang pengelana Spanyol, meninggalkan Tidore dan berlayar menuju pesisir utara dari pulau Nugini, dan kemudian ia menelusuri hilir Sungai Mamberamo. Ia mendeklarasikan wilayah tersebut sebagai milik Raja Spanyol.[11] Ia memberi nama Nueva Guinea (Nugini Baru) karena kemiripan penghuni wilayah tersebut terhadap para penghuni pesisir Guinea di Afrika Barat.[12]

Era ModernSunting

Di masa Kebangkitan Nasional Indonesia, beberapa sosok nasionalis Indonesia yang sebagian besar merupakan tokoh pemberotakan komunis pada tahun 1926 ditahan di wilayah Boven-Digoel. Hal ini menjadi cikal bakal terbentuknya gerakan nasionalis Indonesia di wilayah Nugini Barat. Setelah proklamasi kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1945, Republik Indonesia mengklaim semua wilayah Belanda yang sebelumnya merupakan bagian dari Hindia Belanda, termasuk wilayah Nugini Barat. Sosok nasionalis seperti Silas Papare membentuk PKII pada tahun 1945 di Serui sebagai bagian dari persiapan perang revolusi melawan Belanda. Untuk menghadang rencana ini, Belanda membentuk Dewan Papua.[13]

Provinsi Papua Barat dibentuk melalui proses pemekaran dari Provinsi Papua pada bulan Februari 2003, dengan penamaan awal Irian Jaya Barat. Pemekaran ini sejalan dengan tren pemecahan wilayah yang terjadi di seluruh Indonesia di era Pasca-Suharto. Pada 18 April 2007, pengesahan PP No. 24 Tahun 2007 secara resmi mengubah nama Irian Jaya Barat menjadi Papua Barat.[14]

Perlengkapan DaerahSunting

LambangSunting

Lambang Daerah berbentuk Tameng /Perisai melambangkan pertahanan dengan warna utama Kuning, Biru, Merah dan Hijau. Sedangkan warna pendukung Hitam dan Putih, di dalamnya terdapat unsur-unsur lambang dan tulisan Papua Barat, serta didesain dengan Pita berwarna Kuning dengan tulisan ”Cintaku Negeriku”.

Lambang Daerah terdiri dari 8 (delapan) bagian dengan rincian sebagai berikut:[15]

  1. Bintang berwarna putih bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan cita-cita serta harapan yang akan diwujudkan.
  2. Perisai dengan warna dasar biru bersudut lima bermakna bahwa Provinsi Papua Barat berasaskan Pancasila yang mampu melindungi seluruh rakyat.
  3. Leher dan Kepala Burung Kasuari menghadap ke kanan dalam bidang lingkaran hijau bermakna bahwa Provinsi Papua Barat secara geografis terletak di wilayah leher dan kepala burung pulau Papua, sekaligus memiliki filosofi ketangguhan, keberanian, kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan pembangunan pada masa depan serta berkeyakinan bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan, kesinambungan pembangunan mewujudkan masa depan yang cerah.
  4. Menara Kilang dengan semburan api berwarna merah bermakna bahwa Papua Barat memiliki kekayaan bahan tambang yang melimpah.
  5. Pohon dan ikan bermakna bahwa Provinsi Papua Barat juga memiliki Sumber Daya Hutan dan Sumber Daya Laut yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
  6. Sepasang pelepah daun sagu, masing-masing pelepah bagian kanan terdiri 12 (duabelas) pasang anak daun sagu dan pelepah bagian kiri terdiri 10 (sepuluh) pasang anak daun yang diikat oleh dua angka sembilan bermotif ukiran karerin budaya papua, bermakna bahwa Provinsi Papua Barat dibentuk pada tanggal 12 Oktober 1999 sebagai Provinsi ke-2 di Tanah Papua dan ke-31 di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Provinsi Papua Barat yang melambangkan kesejahteraan dan Kemakmuran.
  7. Bidang hijau yang diapit 3 (tiga) bidang biru bermakna kesatuan teka dan perjuangan dari 3 (tiga) unsur, yaitu Pemerintah, Rakyat/Adat, dan Agama mewujudkan keberadaan Provinsi Papua Barat.
  8. Pita berwarna kuning bertuliskan “Cintaku Negeriku” berwarna hitam bermakna filosofis perjuangan seluruh komponen masyarakat untuk mempertahankan keberadaan Provinsi Papua Barat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

GeografiSunting

 
Peta Administrasi Provinsi Papua Barat

Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua. Batas Papua Barat hampir sama dengan batas Afdeling ("bagian") West Nieuw-Guinea ("Guinea Baru Barat") pada masa Hindia Belanda. Provinsi ini dibagi dalam beberapa kabupaten dan Kota.

Batas WilayahSunting

Utara Samudera Pasifik
Timur Provinsi Papua
Selatan Laut Banda
Barat Provinsi Maluku Utara, Kepulauan Maluku

GunungSunting

 
Gunung Arfak terlihat dari telaga dekat Bandar Udara Rendani, Manokwari.
  • Pegunungan Arfak (2.940 m) di Kabupaten Manokwari
  • Pegunungan Fak- Fak di Kabupaten Fak-Fak
  • Gunung Fudi (1.280 m) di Kabupaten Fak-Fak
  • Pegunungan Kumafa di Kabupaten Fak-Fak
  • Gunung Kwoko (3.000 m) di Kabupaten Sorong
  • Pegunungan Tamarau, di Kabupaten Sorong
  • Gunung Togwomeri (2.680 m) di Kabupaten Manokwari
  • Gunung Wasada (1.070 m) di Kabupaten Manokwari
  • Gunung Wiwi (1.130 m) di Kabupaten Manokwari

DanauSunting

  • Danau Ayamaru di Kabupaten Maybrat
  • Danau Anggi Giji di Kabupaten Pegunungan Arfak
  • Danau Anggi Gita di Kabupaten Pegunungan Arfak
  • Danau Yamur di Kabupaten Manokwari
  • Danau Yawasi di Kabupaten Sorong

PemerintahanSunting

Daftar gubernurSunting

No Potret
resmi
Pejabat Awal Jabatan Akhir Jabatan Periode Keterangan Wakil Gubernur
1
 
Abraham Octavianus Atururi
24 Juli 2006
24 Juli 2011
1
(2006)
[ket. 1]
Rahimin Katjong (2006–15)
17 Januari 2012
17 Januari 2017
2
(2012)
[ket. 2]
Irene Manibuy
(2015–17)
2
 
Dominggus Mandacan
12 Mei 2017
Petahana
3
(2017)
Mohamad Lakotani
  1. ^ Periode pertama
  2. ^ Periode kedua

Dewan PerwakilanSunting

DPRPB beranggotakan 45 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali dan 11 orang yang diangkat melalui jalur otonomi khusus, sehingga total anggota DPRPB adalah 56 orang. Pimpinan DPRPB terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak serta ditambah 1 Wakil Ketua yang berasal dari jalur otonomi khusus. Anggota DPRPB yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 2 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Setyawan Hartono, di Auditorium PKK Provinsi Papua Barat.[16] Komposisi anggota DPRPB periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 8 kursi disusul oleh Partai NasDem dan PDI Perjuangan yang masing-masing meraih 7 kursi.Berikut ini adalah komposisi anggota DPRPB dalam dua periode terakhir.[17][18]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  Jalur Otsusa 11   11
  PKB 3   2
  Gerindra 4   3
  PDI-P 4   7
  Golkar 9   8
  NasDem 4   7
  PKS 1   2
  PPP 1   0
  PAN 4   3
  Hanura 4   3
  Demokrat 9   6
  PKPI 2   2
  Perindo (baru) 2
Jumlah Anggota 56   56
Jumlah Partai 11   11
aAnggota DPRPB jalur otsus dilantik pertama kali pada Januari 2015.

Kabupaten dan kotaSunting

No. Kabupaten/Kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km²)[19] Jumlah penduduk (2020) Distrik Kelurahan/kampung Lambang Peta lokasi
1 Kabupaten Fakfak Fakfak Mohammad Uswanas 14.320,00 85.197 17 7/142
2 Kabupaten Kaimana Kaimana Matias Mairuma 16.241,84 62.256 7 2/84
3 Kabupaten Manokwari Manokwari Hermus Indou 3.186,28 192.663 9 9/164
4 Kabupaten Manokwari Selatan Ransiki Markus Waran 2.812,44 35.949 6 -/57
5 Kabupaten Maybrat Kumurkek Bernard Sagrim 5.461,69 42.991 24 1/259
6 Kabupaten Pegunungan Arfak Anggi Yosias Saroy 2.773,74 38.207 10 -/166
7 Kabupaten Raja Ampat Waisai Abdul Faris Umlati 8.034,44 64.141 24 4/117
8 Kabupaten Sorong Aimas Johny Kamuru 6.544,23 118.679 30 26/226
9 Kabupaten Sorong Selatan Teminabuan Samsudin Anggiluli 6.594,31 52.469 15 2/121
10 Kabupaten Tambrauw Fef Gabriel Asem 11.529,18 28.379 29 -/216
11 Kabupaten Teluk Bintuni Bintuni Petrus Kasihiw 20.840,83 87.033 24 2/115
12 Kabupaten Teluk Wondama Rasiey Bernadus A. Imburi 3.959,53 41.644 13 1/75
13 Kota Sorong - Lamberthus Jitmau 656,64 284.410 10 52/-

Kecamatan, Desa dan KelurahanSunting

Provinsi Papua Barat terdiri dari 12 kabupaten, 1 kotamadya, 218 kecamatan, 106 kelurahan, dan 1.742 kampung. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 1.106.289 jiwa dengan total luas wilayah 102.955,15 km².[20][21]

No. Kode
Kemendagri
Kabupaten/Kota Luas Wilayah
(km2)
Penduduk
(jiwa)
2017
Distrik Kelurahan Kampung
1 92.03 Kab. Fakfak 14.320,00 84.692 17 7 142
2 92.08 Kab. Kaimana 16.241,84 61.370 7 2 84
3 92.02 Kab. Manokwari 3.186,28 185.615 9 9 164
4 92.11 Kab. Manokwari Selatan 2.812,44 34.009 6 - 57
5 92.10 Kab. Maybrat 5.461,69 41.431 24 1 259
6 92.12 Kab. Pegunungan Arfak 2.773,74 36.818 10 - 166
7 92.05 Kab. Raja Ampat 8.034,44 62.861 24 4 117
8 92.01 Kab. Sorong 6.544,23 118.985 30 26 226
9 92.04 Kab. Sorong Selatan 6.594,31 57.676 15 2 121
10 92.09 Kab. Tambrauw 11.529,18 28.978 29 - 216
11 92.06 Kab. Teluk Bintuni 20.840,83 76.932 24 2 115
12 92.07 Kab. Teluk Wondama 3.959,53 41.304 13 1 75
13 92.71 Kota Sorong 656,64 275.618 10 52 -
TOTAL 102.955,15 1.106.289 218 106 1.742

DemografiSunting

Suku BangsaSunting

 
Potret seorang ibu, suku Biak di Kabupaten Biak Numfor.

Penduduk provinsi Papua Barat terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010 dari 753.399 jiwa penduduk 2010, jumlah penduduk dari suku asli Papua sebanyak 387.816 jiwa (51,47%), termasuk suku Arfak, Biak, Yapen dan suku lainnya asal Papua Barat. Penduduk dari luar Papua terbanyak yaitu suku Jawa sebanyak 111.274 jiwa (14,77%), kemudian asal Maluku 78.855 jiwa (10,47%), asal Sulawesi 60.091 jiwa (7,98%), Bugis 40.046 jiwa (5,32%), Makassar 17.025 jiwa (2,26%), asal NTT 14.918 jiwa (1,98%), Minahasa 13.492 jiwa (1,79%), Batak 7.186 jiwa (0,95%), Sunda 7.160 jiwa (0,95%) dan lainnya 2,06%.[22]

Berikut ini merupakan komposisi suku bangsa di Papua Barat menurut Sensus Penduduk 2010:[22]

 
Seorang laki-laki dari Papua dengan pakaian adat Papua.
No Suku Jumlah 2010 %
1 Asli Papua * 387.816 51,47%
2 Jawa 111.274 14,77%
3 Asal Maluku 78.855 10,47%
4 Asal Sulawesi lainnya 60.091 7,98%
5 Bugis 40.046 5,32%
6 Makassar 17.025 2,26%
7 Asal NTT 14.918 1,98%
8 Minahasa 13.492 1,79%
9 Batak 7.186 0,95%
10 Sunda 7.160 0,95%
11 Suku Lainnya 15.536 2,05%
Provinsi Papua Barat 753.399 100%
  • Catatan: Suku asli Papua termasuk suku Arfak (9,18%), Biak-Numfor (7,47%), Ayfat (6,06%), Baham (2,94%), Yapen (2,49%), Mooi (2,40%), Kei (2,20%), Tehit (2,12%), Wandamen (1,79%), Irahutu (1,57%), Kokoda (1,33%), Inanwatan (1,18%), Wamesa (1,16%), dan suku Papua lainnya 9,58%.[23]

KebudayaanSunting

 
Tari Tumbu Tanah yang juga dikenal dengan tarian ular, tari dari suku Arfak.

Salah suku yang dikenal dari Papua Barat adalah suku Arfak. Orang Arfak dikenal sebagai suku yang bangga dengan Identitas Kesukuan. Bila orang Arfak keluar dari daerahnya, mereka tidak segan mengaku sebagai bagian dari suku besar Suku Arfak. Dari segi bahasa, Suku Arfak yang memiliki empat sub anak suku memiliki bahasa yang berbeda, kecuali Suku Hatam dan Moilei masih memiliki kemiripan penggunaan tata bahasa. Senjata suku Arfak dan empat suku anaknya sama yakni panah dan parang. Busur dan panah adalah salah satu paket senjata lengkap bagi suku Arfak. Busur dan Anak Panah lengkap ini disebut Inyomus oleh Suku Sough. Sedangkan di Kampung Irai disebut dengan Inyomusi. Pemilik ilmu hitam di antara orang Arfak disebut sebagai Suwanggi, seseorang yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang menggunakan ilmu hitam berbau mistis. Sementara sebutan itu bagi suku Sougb disebut Surer.[24]

PotensiSunting

Provinsi ini mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fakfak serta beragam potensi lainnya. Selain itu wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Disamping itu baru-baru ini, ditemukan sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia oleh tim ekspedisi speologi Prancis di kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Kawasan pegunungan di Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam yang perlu diungkap.

ReferensiSunting

  1. ^ "Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani Pimpin Provinsi Papua Barat". 2017-03-16. Diakses tanggal 2017-04-09. 
  2. ^ a b "Provinsi Papua Barat Dalam Angka 2021" (pdf). papuabarat.bps.go.id. hlm. 44, 183. Diakses tanggal 3 Mei 2021. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 November 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 11 Februari 2021. 
  5. ^ "Politik, Perang, dan Pemekaran Papua". Republika Online. 2019-11-01. Diakses tanggal 2021-04-16. 
  6. ^ "Gus Dur tentang Pemekaran Papua:". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-11-29. Diakses tanggal 2021-04-16. 
  7. ^ "Keberadaan Irian Jaya Barat disahkan Mahkamah Konstitusi". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2004-11-11. Diakses tanggal 2021-04-16. 
  8. ^ "Note on the Inscriptions found on Java - History of East Africa". sites.google.com. Diakses tanggal 2021-11-16. 
  9. ^ Slama, Martin (2015). From 'Stone Age' to 'Real Time' Exploring Papuan Temporalities, Mobilities, and Religiosities. Canberra: Australian National University Press. hlm. 110. ISBN 978-1-925022-43-8. Periksa nilai: invalid character |isbn= (bantuan). 
  10. ^ a b Slama, Martin (2015). From 'Stone-Age' to 'Real-Time': Exploring Papuan Temporalities, Mobilities and Religiosities. Canberra: Australian National University Press. hlm. 243–270. ISBN ISBN 978-1-925022-43-8 Periksa nilai: invalid character |isbn= (bantuan). 
  11. ^ Translation of Torres’ report to the king in Collingridge, G. (1895) Discovery of Australia p. 229-237. Golden Press Edition 1983, Gladesville, NSW. ISBN 0-85558-956-6
  12. ^ Translation of Torres’ report to the king in Collingridge, G. (1895) Discovery of Australia p. 186-187. Golden Press Edition 1983, Gladesville, NSW. ISBN 0-85558-956-6
  13. ^ Jouwe, N. (2014). Back to Indonesia: Step, Thought, and Desire. PT Pustaka Sinar Harapan. ISBN 978-979-416-962-9. Diperoleh 20 August 2021.
  14. ^ "PP No. 24 Tahun 2007 tentang Perubahan Nama Provinsi Irian Barat Menjadi Provinsi Papua Barat". Database Peraturan (in Indonesian). 18 April 2007. Retrieved 20 August 2021.
  15. ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-06-15. Diakses tanggal 2015-06-12. 
  16. ^ James Aisoki dan Charles Maniani (02-10-2019). "Resmi Dilantik, 45 Anggota DPR Papua Barat Dipimpin Origenes Wonggor dan Zeth Kadakolo". arfaknews.com. Diakses tanggal 10-10-2019. 
  17. ^ Arsul Latul Rahman (19-05-2019). "Inilah 45 Caleg Bakal Duduki Kursi Dewan Papua Barat 2019-2024". teropongnews.com. Diakses tanggal 10-10-2019.  [pranala nonaktif permanen]
  18. ^ "Hasil Pemilu 2014 Provinsi Papua Barat". puskapol.ui.ac.id. Diakses tanggal 10-10-2019. 
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  21. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  22. ^ a b "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia" (pdf). www.bps.go.id. hlm. 36–41. Diakses tanggal 9 September 2021. 
  23. ^ Ananta, Aris (2015). Demography of Indonesia's Ethnicity. Evi Nurvidya Arifin, M. Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, Agus Pramono. SG: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 978-981-4519-88-5. OCLC 1011165696. 
  24. ^ "Mengenal Suku-Suku Pegunungan Papua Barat". travel.detik.com. Diakses tanggal 20 Oktober 2021. 

Pranala luarSunting