Kabupaten Puncak Jaya

kabupaten di Papua, Indonesia

Kabupaten Puncak Jaya adalah salah satu kabupaten yang berada di kawasan Pegunungan Tengah, Provinsi Papua, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Mulia. Namanya diambil dari Gunung Jaya atau lebih dikenal sebagai Puncak Jaya. Pada tanggal 29 Oktober 2008, Kabupaten Puncak dimekarkan dari kabupaten ini. Pada tahun 2020, Kabupaten Puncak Jaya memiliki penduduk sebanyak 218.880 jiwa, dengan kepadatan penduduk 43,86 jiwa/km².[1] Secara adat, Kabupaten Puncak Jaya berada di wilayah adat La Pago.[5] Kabupaten ini merupakan salah satu dari 62 daerah tertinggal yang ada di Indonesia.[6]

Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten di Papua, Indonesia
Lambang Kabupaten Puncak Jaya.png
Lambang
Motto: 
Yabu Eeruwok
91.07.00 Papua Puncak Jaya.svg
Kabupaten Puncak Jaya is located in Maluku dan Papua
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya is located in Indonesia
Kabupaten Puncak Jaya
Kabupaten Puncak Jaya
Koordinat: 4°04′44″S 137°09′30″E / 4.0789°S 137.1583°E / -4.0789; 137.1583
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
Tanggal peresmian-
Dasar hukumPeraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1996
Ibu kotaKotamulia
Pemerintahan
 • BupatiYuni Wonda
 • Wakil BupatiDeinas Geley
Luas
 • Total4.990,00 km2 (1,926,65 sq mi)
Populasi
 • Total218.880 jiwa
 • Kepadatan43,86/km2 (113,6/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 98,80%
- Protestan 98,18%
- Katolik 0,62%
Islam 1,19%
Hindu/Buddha 0,01%[1]
Zona waktuWIT (UTC+09:00)
Kode telepon-
Kode Kemendagri91.07 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan26
Jumlah desa302
DAURp 796.835.621.000,00- (2020)[3]
IPMKenaikan 48,37 (2020)
Kenaikan 48,33 (2019)
( Rendah )[4]
Situs webwww.puncakjayakab.go.id
Pemandangan dari udara kota lama kabupaten puncak jaya.
Peta Kabupaten Puncak Jaya
Peta Infrastruktur Kabupaten Puncak Jaya (2012).gif

SejarahSunting

Kabupaten Puncak Jaya dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 52 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kabupaten Puncak Jaya, Paniai, Mimika dan Perubahan Nama dan Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Paniai di Wilayah Provinsi Daerah TK I Irian Jaya. Selanjutnya diperkuat dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah, Irian Jaya Barat, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya dan Kota Sorong.

GeografisSunting

Secara geografis Kabupaten Puncak Jaya berada pada posisi 137o 15” – 138O15’’ bujur timur dan 2o0” – 3o 0” lintang selatan.

Letak geografis Kabupaten Puncak Jaya berada di kawasan Pegunungan Tengah Provinsi Papua dengan keginggian antara 500 s/d 4.500 M di atas permukaan laut. 95% Wilayah Kabupaten Puncak Jaya merupakan wilayah yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan struktur tanah yang berbatu-batu, dan hanya kurang lebih 5% yang merupakan dataran rendah yaitu Distrik Fawi dan Torere.

Batas WilayahSunting

Secara Administratif Kabupaten Puncak Jaya memiliki batas-batas sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya;
  • Sebelah Timur: berbatasan dengan Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara;
  • Sebelah Selatan: berbatasan dengan Distrik Agadugume Kabupaten Puncak, dan distrik Tiom Kabupaten Lanny Jaya;
  • Sebelah Barat: berbatasan dengan Distrik Sinak, Distrik Pogoma dan Distrik Doufo Kabupaten Puncak.

Luas wilayahSunting

Kabupaten Puncak Jaya 4.990,00 km² dengan jumlah penduduk 123.591 jiwa ditahun 2017,[2] dan sebanyak 218.880 jiwa ditahun 2020, yang sebagian besar tersebar dan bermukim di balik-balik gunung dan lembah dengan kondisi kehidupan yang serba terbatas.

IklimSunting

Meskipun secara umum kawasan Kabupaten Puncak Jaya termasuk beriklim tropis seperti kebanyakan daerah lainnya di Provinsi Papua, namun kawasan ini memiliki pula beberapa kondisi yang spesifik lokal.

Menurut Badan Metereologi dan Geofisika, curah hujan di kawasan Kabupaten Puncak Jaya terjadi hampir sepanjang tahun dengan jumlah curah hujan setahun mencapai 3.935 mm. Jumlah hari hujan rata-rata pertahun 206 hari. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari yakni mencapai 456 mm, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Nopember yakni mencapai 203 mm.

Suhu udara tertinggi 32 °C, suhu udara terendah 9 °C pada malam hari dan kelembaban udara rata-rata 83,7 %. Kabut sering terjadi pada pagi dan sore hari, sehingga sering menghambat/mengganggu lalu lintas penerbangan. Pada malam hari suhu udara cukup dingin. Di daerah pegunungan suhu udara mendekati titik beku.

Kecepatan angin rata-rata antara 1,0 – 2,4 knot/jam, penyinaran matahari antara 14,3 – 26,6, sedangkan kelembaban nisbi berkisar antara 75-85 %

HidrologiSunting

Karaktaristik sungai di kabupaten Puncak Jaya pada umumnya bermuara ke Pantai Utara Pulau Papua, dengan sungai utama adalah bagian hilir Sungai Mamberamo (Roufear). Sungai-sungai di daerah ini pada umumnya kecil-kecil dengan kondisi air dangkal dan deras. Kondisi drainase wilayah pada umumnya cukup baik. Hal ini terlihat dari keadaan hanya sebagian kecil wilayah yang tergenang yaitu sebagian dari wilayah Distrik Fawi dan Torere.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai Menjabat Akhir Menjabat Periode Wakil Bupati Ket.
1   Elieser Renmaur 10 Agustus 2001 10 Agustus 2006 1

(2001)

Lukas Enembe [Ket. 1]
  Henok Ibo
(Plt.)
10 Agustus 2006 4 November 2006 lowong [Ket. 2]
  Frans Kristantus
(Pj.)
4 November 2006 28 Juni 2007 lowong [Ket. 3]
2   Lukas Enembe 28 Juni 2007 28 Juni 2012 2

(2007)

Henok Ibo [8]
James Willem Maniagasi
(Pj.)
28 Juni 2012 7 Desember 2012 lowong [Ket. 4]
3   Henok Ibo 7 Desember 2012 7 Desember 2017 3

(2012)

Yustus Wonda [10]
4   Yuni Wonda 7 Desember 2017 Petahana 4

(2017)

Deinas Gelei [11]
Catatan
  1. ^ Bupati definitif pertama.[7]
  2. ^ Pelaksana Tugas Bupati.
  3. ^ Penjabat Bupati.
  4. ^ Penjabat Bupati.[9]

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Puncak Jaya beranggotakan 30 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Puncak Jaya yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 11 November 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Nabire, Erenst Jannes Ulaen, di Gedung DPRD Puncak Jaya, Kota Mulia.[12] Komposisi anggota DPRD Puncak Jaya periode 2019-2024 terdiri dari 8 partai politik dimana PDI Perjuangan adalah partai politik pemilik kursi terbanyak setelah berhasil meraih 9 kursi, kemudian disusul oleh Partai Gerindra yang meraih 5 kursi dan Partai NasDem yang meraih 4 kursi. Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Puncak Jaya dalam dua periode terakhir.[13][14][15]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1   2
  Gerindra 2   5
  PDI-P 2   9
  Golkar 2   2
  NasDem 2   4
  Berkarya (baru) 2
  PKS 2   0
  PPP 5   0
  PAN 1   3
  Hanura 2   0
  Demokrat 8   3
  PBB 1   0
  PKPI 2   0
Jumlah Anggota 30   30
Jumlah Partai 12   8

Kecamatan/DistrikSunting

Seiring dengan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan dan untuk memperpendek rentang kendali pelayanan, maka Kabupaten Puncak Jaya telah dimekarkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Puncak. Saat ini Kabupaten Puncak Jaya terdiri dari 26 distrik Yaitu:

  • Dagai
  • Dokome
  • Fawi
  • Gubume
  • Gurage
  • Ilamburawi
  • Ilu
  • Irimuli
  • Kalome
  • Kiyage
  • Lumo
  • Mewoluk
  • Molanikime
  • Muara
  • Mulia
  • Nioga
  • Nume
  • Pagaleme
  • Taganombak
  • Tingginambut
  • Torere
  • Waegi
  • Wanwi
  • Yambi
  • Yamo
  • Yamoneri

Sedangkan jumlah kampung yang semula terdiri dari 67 kampung, untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang terisolir di pedalaman maka dalam perkembangan selanjutnya telah dilakukan pemekaran kampung dari 67 kampung menjadi 302 kampung yaitu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Puncak Jaya Nomor: 2 Tahun 2008.


DemografiSunting

Penduduk kabupaten Puncak Jaya terdiri atas suku-suku asli yang mendiami kawasan pegunungan tengah yang terdiri dari:

  • Suku Lani/dani,
  • Suku Damal,
  • Suku Dawa,
  • Suku Wano,
  • Suku Nduga,
  • Suku Turu dan sebagian kecil suku lainnya (pendatang).

Pemukiman penduduk pada umumnya terletak di lembah dan lereng perbukitan pada ketinggian antara 500 – 2400 m di atas permukaan laut dengan distribusi penduduk yang tidak merapa. Mata pencaharian penduduk kabupaten Puncak Jaya utamanya adalah pertanian, peternakan, dan Kerajinan tangan.

EkonomiSunting

Potensi AlamSunting

Kabupaten Puncak Jaya memiliki Potensi alam yang sangat besar mulai dari potensi yang berupa hasil-hasil hutan, hasil tambang, kekayaan flora dan fauna maupun keindahan alam.

Potensi HutanSunting

Luas hutan Kabupaten Puncak Jaya sekitar 1.453,20 ha dengan potensi hasil hutan yang bisa diandalkan terutama di wilayah dataran rendah (Fawi dan Torere) antara lain, kayu Merbau, kayu Matoa, kayu Bakau, kayu gaharu, rotan, dan hasil hutan lainnya.

Kekayaan flora dan faunaSunting

Di Kawasan Kabupaten Puncak Jaya terdapat aneka vegetasi seperti berbagai jenis anggrek, memiliki 20.000 – 25.000 jenis tanaman kayu, terdapat 350 jenis burung, 101 jenis mamalia, 150 jenis serangga serta 329 jenis reptilia dan amphibi.

Khusus vegetasi jenis Anggrek, Kabupaten Puncak Jaya pernah berprestasi dengan menjadi duta Provinsi Papua dalam pameran Anggrek Tingkat Nasional Pada Tahun 2003.

Keindahan alamSunting

Kabupaten Puncak Jaya selain menghadirkan alam yang terkesan ganas karena berbukit-bukit bahkan bergunung-gunung, sesungguhnya di dalamnya terdapat keindahan alam yang memiliki potensi yang sangat besar di bidang pariwisata. Karena Keindahan alam yang ada di Kabupaten Puncak Jaya maka Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya kini mengembangkan Kota Mulia Sebagai Wisata Gunung.

Potensi tambangSunting

Tembaga dan Aluminium, sebagaimana hasil survei di wilayah Distrik fawi dan tidak menutup kemungkinan tersebar hampir diseluruh Distrik Kabupaten Puncak Jaya. Emas, seperti yang terlihat di Distrik Yamo dan Mewoluk. Batubara, yang sementara akan dilakukan survei tahap awal di Distrik Fawi. Dan Bahan galian golongan c, seperti batu, pasir dan kerikil.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  2. ^ a b "Provinsi Papua Dalam Angka 2018". BPS Papua. Diakses tanggal 19 Februari 2019. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  5. ^ "La Pago". Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-10. Diakses tanggal 2021-04-10. 
  6. ^ Administrator (14 Mei 2020). "Tak Satu pun Boleh Tercecer di Belakang". indonesia.go.id. Diakses tanggal 12 April 2021. 
  7. ^ "Jenasah Alm. Elieser Renmaur Dilepas Dengan Prosesi Pamong Praja Muda Dharma oleh Walikota Jayapura". reportasepapua.com. 08-05-2019. Diakses tanggal 11-04-2021. 
  8. ^ Levi, Cunding (05-04-2007). "Enembe-Ibo Menangi Pemilihan Bupati Puncak Jaya". tempo.co. Diakses tanggal 10-04-2021. 
  9. ^ "Pengangkatan Carateker Bupati Puncak Jaya Diduga Dimanipulasi". okenews. 26-04-2012. Diakses tanggal 11-04-2021. 
  10. ^ "Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Puncak Jaya". tni.mil.id. 12-12-2012. Diakses tanggal 10-04-2021. 
  11. ^ "Yuni Wonda - Deinas Geley Resmi Pimpin Puncak Jaya Hingga 2022". papua.go.id. Diakses tanggal 08-04-2021. 
  12. ^ Yoga, ed. (11-11-2019). "Kapolres Puncak Jaya Hadiri Pelaksanaan Pelantikan Anggota DPRD Puncak Jaya Periode Tahun 2019 – 2024". TRIBRATA NEWS. Diakses tanggal 25-03-2020.  [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "Kabupaten Puncak Jaya Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Puncak Jaya. 10-10-2018. Diakses tanggal 15-06/2020. 
  14. ^ "Info Pemilu 2019". KPU RI. Diakses tanggal 25-03-2020. 
  15. ^ "30 Anggota DPRD Kabupaten Puncak Jaya Dilantik". Ceposonline.com. 11-11-2019. Diakses tanggal 25-03-2020. 

Pranala luarSunting