Stasiun Kapas

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kapas (KPS) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kapas, Kapas, Bojonegoro; pada ketinggian +20 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun ini cukup mudah dijangkau karena berada di dekat Jalan Raya Babat-Bojonegoro.

Stasiun Kapas
C B Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KPS.png
Sta-KPS 03-2015.JPG
Bangunan baru Stasiun Kapas, 2015
LokasiKapas, Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur
Indonesia
Ketinggian+20 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 131+272 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang cukup tinggi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • KPS
  • 4401
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
Ekonomi Lokal
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Bojonegoro
Terminus
Ekonomi Lokal
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Sumberejo
ke arah Sidoarjo
Bojonegoro
ke arah Cepu
Ekonomi Lokal
Cepu–Surabaya Pasarturi, p.p.
Sumberejo
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Musala Toilet 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta

Stasiun ini awalnya menggunakan sistem persinyalan mekanik dan memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas BojonegoroBabat resmi dioperasikan mulai pertengahan April 2014,[3] jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Semarang saja, sedangkan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Surabaya. Saat pembangunan jalur ganda, ketiga jalur tersebut sedikit digeser dari posisinya semula yang mengakibatkan bangunan lama stasiun ini harus dibongkar dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar, kemudian ditambahkan satu jalur belok baru di sisi barat daya stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Selain itu, sistem persinyalannya diubah dari sinyal mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.[4]

Dahulu ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Sumberejo, terdapat Halte Balen dan Halte Besuki yang kini sudah tidak aktif.[5]

Layanan kereta apiSunting

LokalSunting

Ekonomi Lokal:

InsidenSunting

PLH KapasSunting

Pada tanggal 23 Januari 2009, terjadi tabrakan kereta api Rajawali dengan kereta api peti kemas Antaboga di stasiun ini, tepatnya di jalur 1. Masinis KA Antaboga tewas akibat kecelakaan tersebut. Kecelakaan terjadi diduga karena keteledoran masinis dan asisten masinis KA Rajawali, yaitu melanggar sinyal masuk ketika aspek (isyarat) sinyal masih menandakan bahaya. Petugas PPKA tidak memindahkan wesel ke jalur 2 yang masih kosong. Tabrakan tidak mampu dihindari lagi. Dari kejadian ini, tercatat bahwa masinis kereta api peti kemas Antaboga dan asistennya tewas terjepit dalam kondisi lokomotif yang ringsek.[6]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Aziz, Abd (2014-04-22). "Rel jalur ganda Surabaya-Bojonegoro tersambung 55 km". Antara News. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  4. ^ Ritonga, Efri NP (2014-05-09). "Rel Ganda Tersambung, Bulan Depan Kereta Ditambah". Tempo. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  5. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1931. hlm. 168–171. 
  6. ^ Kompas.com: KA Rajawali Tabrak KA Antaboga
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bojonegoro
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Sumberrejo