Stasiun Cilegon

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Cilegon (CLG) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jombang Wetan, Jombang, Cilegon. Stasiun yang terletak pada ketinggian +14 meter ini merupakan stasiun yang berada di Daerah Operasi I Jakarta & letaknya dekat dengan Masjid Agung Cilegon. Hanya ada satu kereta api saja yang melayani angkutan penumpang di stasiun ini, yaitu KA Lokal Merak dengan relasi Rangkasbitung-Merak PP.

Stasiun Cilegon
Kereta Api Indonesia
LM09

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun CLG.png
CLG2022.JPG
Stasiun Cilegon, Oktober 2022.
LokasiJalan Stasiun Cilegon
Jombang Wetan, Jombang, Cilegon, Banten 42411
Indonesia
Ketinggian+14 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah)
Jumlah jalur5 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • CLG
  • 0107
  • LEGON
[2]
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka1 Desember 1900
Nama sebelumnyaTjilegon
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
Lokal Merak
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Tonjong Baru Lokal Merak
Merak–Rangkasbitung, p.p.
Krenceng
ke arah Merak
Fasilitas dan teknis
FasilitasPemesanan langsung di loket Ruang/area tunggu Isi baterai Toilet Musala 
Tipe persinyalanElektrik tipe DBRI Vital Processor Interlocking[3]
Lokasi pada peta

SejarahSunting

Stasiun ini mulai dibuka pada tanggal 1 Desember 1900 oleh perusahaan Staatsspoorwegen (SS), dengan petak jalan dari Stasiun Serang hingga ke Stasiun Anyer Kidul sepanjang 27 km.[4]

Pada era perusahaan jawatan kereta api (PJKA) hingga era perusahaan umum kereta api (Perumka), emplasemen stasiun Cilegon digunakan untuk tempat menyimpan/stabling sekaligus juga tempat langsiran gerbong-gerbong barang. Gerbong-gerbong barang ini adalah rangkaian dari KA angkutan baja coil yang menuju ke jalur cabang pabrik PT Krakatau Wajatama, anak perusahaan dari PT Krakatau Steel. Terdapat beberapa tipe lokomotif yang dijadikan sebagai pelangsir/shunter di stasiun ini, yaitu lokomotif BB300, lokomotif C300, lokomotif D301,[5] & juga sebuah lokomotif pelangsir berukuran kecil (nomor & tipe tidak diketahui). Lokomotif pelangsir berukuran kecil ini masih ada hingga sekarang, & dijadikan sebuah monumen di area taman PT Krakatau Wajatama.[6]

Diperkirakan pada ada awal era 2000-an, aktivitas langsiran gerbong-gerbong KA angkutan baja coil ini pun akhirnya berhenti, & layanan KA yang menuju ke jalur cabang PT Krakatau Wajatama akhirnya ditutup. Bekas trase dari jalur cabang ini sebagian besar hanya ditimbun oleh tanah maupun aspal saja, serta beberapa sisa rel & jembatan masih dapat dilihat.[7] Terdapat pula beberapa gerbong barang yang tersisa & terbengkalai di emplasemen stasiun ini, kemungkinan gerbong-gerbong tersebut juga merupakan bekas gerbong dari KA angkutan baja coil yang menuju ke PT Krakatau Wajatama.[8]

 
Bekas PPCW Babarandek di Stasiun Cilegon, 2020.
 
Bekas gerbong GL di Stasiun Cilegon.
 
Bekas gerbong YR di Stasiun Cilegon.
 
Bekas gerbong GW & YYW di Stasiun Cilegon.

Stasiun Cilegon sebelumnya memiliki 5 jalur, dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Jalur 1 & 2 digunakan untuk lalu-lalang/persilangan kereta, jalur 3 digunakan untuk tempat menyimpan/stabling gerbong datar, serta jalur 4 & 5 merupakan jalur nonaktif yang digunakan untuk menyimpan bekas gerbong-gerbong barang afkir. Jalur 4 & 5 ini pun masih menggunakan bantalan kayu, yang sebagian besar bantalan tersebut sudah dicabut.[8]

 
Bekas jalur 5 Stasiun Cilegon sebelum dibongkar, 2020.

Saat masih aktif, jalur 4 digunakan untuk menyimpan/stabling maupun aktivitas langsiran gerbong-gerbong barang, karena jalur ini terhubung ke lintasan utama dari kedua arah. Sedangkan, jalur 5 merupakan jalur buntu/badug.

 
Bekas jalur 4 Stasiun Cilegon yang diputus, 2020.
 
Bekas jalur 5 badug Stasiun Cilegon yang tertimbun tanah.

Pada tahun 2020 hingga tahun 2021, dilakukan sebuah proyek upgrade/pergantian rel menjadi tipe R54 pada lintas Rangkasbitung-Merak. Akibat proyek ini, jalur di Stasiun Cilegon pun berkurang menjadi hanya 4 jalur saja, jalur 5 dibongkar karena lahannya dipakai untuk pembangunan tembok pembatas area stasiun. Serta, salah satu gerbong afkir yang ada di emplasemennya pun ikut dirucat. Bangunan stasiun ini serta ruangan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen masih dipakai hingga sekarang, & dijadikan sebagai aset cagar budaya.[9]

Layanan kereta apiSunting

Lokal Merak, tujuan Merak & tujuan Rangkasbitung (ekonomi lokal).

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "Haltestempels Nederlands-Indië". Studiegroep Zuid-West Pacific. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. 
  5. ^ Mohamad Lutfi Tjahjadi, antusias sejarah KA.
  6. ^ Fatir Rahman Ali, antusias kereta api.
  7. ^ Muhammad Rizky Pratama, antusias kereta api.
  8. ^ a b Andra Radithya, antusias sejarah KA.
  9. ^ "5 Gedung Tua Layak Jadi Cagar Budaya". 17 Februari 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-08-03. Diakses tanggal 3 Agustus 2017. Kelimanya adalah makam Ki Wasyid, makam Syekh Jamaludin, Stasiun Kereta Api (KA) Cilegon, Yayasan Maulana Hasanudin, serta rumah tinggal Belanda atau yang kini digunakan sebagai rumah dinas Wali Kota Cilegon. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Krenceng
ke arah Merak
Merak–Tanah Abang Tonjong Baru
ke arah Tanah Abang

Koordinat: 6°01′11″S 106°03′11″E / 6.019619°S 106.053124°E / -6.019619; 106.053124