Buka menu utama

Skadron Udara 11 (atau Skadud 11) adalah sebuah skadron udara dan salah satu unsur pelaksana operasional Wing Udara 5, Lanud Sultan Hasanuddin dan bagian integral dari kekuatan udara yang dimiliki TNI Angkatan Udara, mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka mendukung terselenggaranya tugas operasi udara yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara. Skadron Udara 11 pernah mengoperasikan Pesawat tempur jenis DH-15 J Vampire, A-4 Skyhawk, TA-4H dan TA-4J (Versi Latih), dan saat ini mengoperasikan Pesawat tempur Sukhoi jenis SU-27SK, dan SU-30MK/MK2.[1]

Skadron Udara 11
Lanud Sultan Hasanuddin
Lambang Skuadron11.png
Lambang Skadud 11
Dibentuk1 Juni 1957
NegaraIndonesia
CabangLambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Tipe unitKomando Tempur
Situs webwww.tni-au.mil.id
Satu Flight pesawat tempur Sukhoi jenis SU-30 MK2 kembali ke homebase nya di Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin Makasar, setelah melaksanakan Latihan Pertahanan Udara Nasional Perkasa B tahun 2013 di wilayah Kalimantan Timur
Satu Flight pesawat tempur Sukhoi jenis SU-30 MK2 kembali ke homebase nya di Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin Makasar, setelah melaksanakan Latihan Pertahanan Udara Nasional Perkasa B tahun 2013 di wilayah Kalimantan Timur

Sejarah Skadron Udara 11Sunting

Pembentukan Skadron 11 bermula dari pembentukan Kesatuan Pancar Gas (KPG) pada 20 Februari 1957 dengan pesawat DH-15 J Vampire[2] yang berkedudukan di Pangkalan Udara Andir (sekarang Lanud Husein Sastranegara), Bandung. Pada 1 Juli 1957, KPG dilebur menjadi Skadron 11 dengan pesawat MiG-15, MiG-17 dan MiG-19. Dengan berbagai pertimbangan, Skadron 11 dipindahkan ke Kemayoran, namun karena kesibukan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Skadron 11 dipindahkan kembali ke Lanud Iswahyudi, Madiun. Pada 1963, Skadron 11 dipindahkan ke Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, dan pada 4 Maret 1974 dilikuidasi, yang kemudian diaktifkan kembali pada tahun 1980-an dengan pesawat A-4 Skyhawk tepatnya pada Mei 1980 sampai 2 Agustus 2004.[3] di Lanud Sultan Hasanuddin, Makasar. Saat ini Skadron Udara 11 mengoperasionalkan pesawat Sukhoi jenis SU-27SK, dan SU-30SK.[4]

Skadron Jet Pertama TNI AUSunting

Embrio dari skadron pesawat jet Angkatan Udara bernama Kesatuan Pancar Gas (KPG) yang terdiri dari pesawat DH-115 Vampire, di Lanud Andir, Bandung. Pada tanggal 20 Februari 1956, KSAU Komodor Udara Suryadarma meresmikan berdirinya Kesatuan Pancar gas (KPG) AURI di pangkalan udara tersebut, setelah diadakan upacara serah terima 8 buah pesawat jet Vampire DH-115,dan diberi nomor registrasi J-701 hingga J-708. Dimasa inilah putra terbaik bangsa Kapten Udara Roesmin Nurjadin dicatat sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menerbangkan pesawat jet saat belajar bersama kadet lain setahun sebelumnya, 1955 di Inggris.

Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan KSAU No. 56 tanggal 20 Maret 1957, KPG ditingkatkan kemampuannya menjadi Skadron Udara 11 yang berfungsi sebagai skadron jet tempur latih. Peresmian skadron udara 11 dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 1957 dengan komandan skadron, Letnan Udara Leo Wattimena. Skadron 11 menjadi skadron jet pertama di Indonesia. Pesawat-pesawat yang pernah menghuni Skadron Udara 11 adalah MiG-17F, T-33 dan A-4E. Home basenya saat ini di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.[5]

KomandanSunting

ReferensiSunting