Pop Jawa

genre musik dalam bahasa Jawa

Pop Jawa (bahasa Jawa: ꦥꦺꦴꦥ꧀ꦗꦮ; bahasa Inggris: Java-pop, atau singkatan dari Javanese pop), juga dikenal sebagai tembang pop Jawa, adalah genre musik pop berbahasa Jawa yang memasuki arus utama musik Indonesia pada tahun 1990-an. Pop Jawa berakar pada musik tradisional Jawa, secara signifikan pada tahun 1970-an musik pop berbahasa Jawa dipopulerkan dan dimainkan oleh Koes Plus, yang menyebabkan musisi seperti Tonny Koeswoyo, Is Haryanto, Didi Kempot, Nurafni Octavia, Arie Koesmiran, Mus Mulyadi, Titiek Sandhora, Ida Laila, Ernie Rosita, dan lain-lain turut serta mempopulerkannya pada tahun 70-an hingga 90-an.

Pop Jawa secara luas didefinisikan sebagai aliran musik yang populer di Jawa untuk membedakannya dari musik tradisional seperti campursari, dan sekarang merujuk kepada hampir semua musik populer di Jawa. Selain pop Jawa, masih ada istilah lainnya seperti hip hop Jawa, yang merujuk kepada sejenis aliran musik Jawa secara spesifik. Meskipun begitu, aliran-aliran tersebut juga dianggap sebagai bagian dari pop Jawa.[1][2]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Pusat Data dan Analisa TEMPO (2019). Profil dan Perjalanan Musik: Koes Plus - Seri II. TEMPO Publishing. ISBN 978-623-207-567-2. 
  2. ^ Temu Konco (14 Juni 2019). "Campursari dan Pop Jawa itu Beda!". temukonco.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 5 Maret 2020.