Buka menu utama

Jazz Goes To Campus (JGTC) adalah rangkaian acara tahunan bertema musik jazz—dengan puncak acara festival musik jazz di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI)—yang diprakarsai oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UI. Kegiatan ini berlangsung sejak tahun 1976 dan diklaim sebagai festival jazz tertua di Indonesia. Bersama dengan Jakarta International Java Jazz Festival, Jazz Goes To Campus menjadi tolok ukur industri musik jazz di Indonesia.

Jazz Goes To Campus
StatusAktif
JenisFestival musik
FrekuensiTahunan
LokasiFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Kampus UI Depok
Acara pertama1976
PendiriCandra Darusman
Terakhir diadakan2 Desember 2018 (2018-12-2)
Acara berikutnya24 November 2019 (2019-11-24)
PenyelenggaraBadan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
Situs webwww.jgtc-festival.com
Poster JGTC ke-29 tahun 2006

SejarahSunting

Ide awal JGTC dicetuskan oleh Candra Darusman pada tahun 1970-an, yang ketika itu masih menjadi mahasiswa di FEUI. Kebetulan musik jazz saat itu sedang diminati oleh masyarakat dan mahasiswa.[1] Pada awalnya, JGTC dilangsungkan di sebuah Taman MIPA Kampus UI Salemba, Jakarta, dengan fasilitas seadanya.[2] Tujuan Candra Darusman saat itu sangat sederhana, "Bringing Jazz to Campus", terutama karena Jazz adalah musik yang mahal pada saat itu, yang tersedia hanya di hotel dan cafe-cafe mewah. Namun saat ini, JGTC telah berkembang menjadi serangkaian acara selama satu bulan dengan puncak acara JGTC Festival yang diadakan di area kampus FEB UI Depok—seiring dengan kepindahan gedung perkuliah—dengan 4 panggung, serta didukung lebih dari 35 performers, baik lokal maupun internasional.

Sejak JGTC ke-32 yang diadakan pada tahun 2009, panitia menyelenggarakan roadshow sebagai bagian dari rangkaian acara Jazz Goes to Campus. JGTC Roadshow telah diadakan di beberapa kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Semarang, Bali, Bandung, dan Bandar Lampung, Malang, Palembang dan Surabaya. JGTC Roadshow bertujuan untuk melanjutkan visi "Bringing Jazz to Campus", terutama di kota-kota besar di luar Jabodetabek.[3]

Selama bertahun-tahun, JGTC telah berkembang menjadi salah satu festival kampus yang paling dinanti dengan jumlah pengunjung pada tahun 2006 serta tahun-tahun kedepannya mencapai 15.000-22.000 orang. Hampir disetiap tahun penyelenggaraannya, JGTC selalu mendatangkan artis berskala internasional. Bintang-bintang jazz yang pernah tampil dalam acara ini antara lain Depapepe, Raisa, Olivia Ong, Sondre Lerche, Ray Harris, Bubi Chen, Bill Saragih, Benny Likumahuwa, Barry Likumahuwa, Ireng Maulana, Jack Lesmana, Indra Lesmana Reborn, Riza Arshad, Balawan, Tohpati, Syaharani, Elfa Secioria, Gilang Ramadhan, The Groove, Tulus, Maliq & D'Essentials, Gugun Blues Shelter, Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Coco York, Cabaleros, Claire Martin Quintet, Glenn Fredly, Tompi, Andien, Lenka, Daniel Powter, Samifati, hingga Boyzlife.[4]

PanitiaSunting

Panitia Jazz Goes to Campus (JGTC) dibagi menjadi 4 bidang yang melibatkan lebih dari 300 panitia yang terdiri dari mahasiswa aktif FEB UI, minimal sedang berada di semester 3 atau tahun kedua masa perkuliahan dan maksimal semester 7 atau tahun terakhir masa perkuliahan. Walaupun panitia JGTC bukanlah profesional, hal itu tidak menjadikan JGTC sebuah acara amatiran, melainkan festival Jazz di Indonesia yang paling konsisten dalam keberlanjutan dan idealisme. Dengan kemampuan para mahasiswa inilah yang menjadikan JGTC selalu hadir dengan kreatifitas dan ide-ide segar hingga mampu menjadi festival jazz tertua tidak kalah dengan festival jazz profesional lainnya.

KritikSunting

Sebuah kritik mengatakan bahwa JGTC sulit berkembang menjadi sebuah festival bertaraf internasional karena tidak dikelola oleh panitia profesional. Panitia JGTC dianggap sebagai "panitia instan" karena selalu berganti setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan JGTC seolah hanya menjadi ajang belajar atau mengenal bagaimana mengelola sebuah festival atau pertunjukan.[5] Menanggapi pendapat itu, tokoh jazz Indonesia Idang Rasjidi memberikan komentarnya, "JGTC bukan event profesional untuk mencari keuntungan tetapi merupakan peran psikologis dari mahasiswa yang ternyata memberi warna pada musik jazz di Indonesia. Malah bisa disebut tonggak pergelaran jazz. Yang dilihat bukan peningkatan, tetapi stamina. JGTC itu kerjaan seni bukan masalah yang ini lebih bagus dari angkatan sebelumnya."[6]

EdisiSunting

Tahun Tanggal Tempat Tema
2010 (ke-33) 28 November FE UI Campus Ground "Unleash The Jazz Within"
Pemusik Internasional Tokyo Blue
Pemusik Nasional Andien, Idang Rasjidi, Maliq & D'Essentials, The Groove, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2011 (ke-34) 4 Desember FE UI Campus Ground "Jazz The Way It Is"
Pemusik Internasional Nouvelle Vague
Pemusik Nasional Barry Likumahuwa, Benny Likumahuwa, Glenn Fredly, Idang Rasjidi Syndicate, LLW ft. Dira Sugandi, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2012 (ke-35) 25 November FE UI Campus Ground "Freedom of Jazzpression"
Pemusik Internasional Orange Pekoe, Martin Denev, Tinonho Horta
Pemusik Nasional Andien, Barry Likumahuwa, ESQI:EF – Syaharani and Queenfireworks, Dwiki Dharmawan Quartet, Glenn Fredly, Idang Rasjidi ft. Oele Pattiselanno dan Iwan Wiradz, Monita Tahalea and the Nightingales, Raisa, SORE, The Groove, Tompi, Tulus, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2013 (ke-36) 1 Desember FE UI Campus Ground "Jazz It Your Way!"
Pemusik Internasional Depapepe, Kyoto Jazz Massive
Pemusik Nasional Andien, Barry Likumahuwa, ESQI:EF – Syaharani and Queenfireworks, Dwiki Dharmawan Quartet, Glenn Fredly, Idang Rasjidi ft. Oele Pattiselanno dan Iwan Wiradz, Monita Tahalea and the Nightingales, Raisa, SORE, Tompi, Tulus, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2014 (ke-37) 30 November FE UI Campus Ground "The Ultimate Jazzperience"
Pemusik Internasional Sondre Lerche
Pemusik Nasional Adhitia Sofyan, Bakutindis, Glenn Fredly, Idang Rasjidi Syndicate, Monita Tahalea and the Nightingales, Oele Pattiselanno Quartet, Tulus, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2015 (ke-38) 29 November FEB UI Campus Ground "The Thrill is Back!"
Pemusik Internasional Eric Legnini Trio, Lenka, Rei Narita
Pemusik Nasional Baim, Danilla, Dewa Budjana, Indra Lesmana ft. Eva Celia, Isyana Sarasvati, Krakatau Reunion, Maliq & D'Essentials, Raisa, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2016 (ke-39) 27 November FEB UI Campus Ground "Jazz is the Moment!"
Pemusik Internasional Daniel Powter, Kgomotso Xolisa Mamaila, Samy Thiebault Quartet
Pemusik Nasional Barasuara, Barry Likumahuwa, Dikta Project, Kahitna, Mocca, Monita Tahalea, Raisa, Ricad, Rizky Febian, Teza Sumendra, Tohpati Bertiga, Vidi Aldiano, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2017 (ke-40) 26 November FEB UI Campus Ground "Jazzing Through Decades"
Pemusik Internasional Al McKay's Earth, Wind & Fire Experience, Rémi Panossian Trio
Pemusik Nasional Chaseiro, Danilla, Fariz RM, Gerald Situmorang Dimensions, Maliq & D'Essentials, Mondo Gascaro, RAN, Rendy Pandugo, Sri Hanuraga ft. Dira Sugandi: Indonesia Vol. 1, The Groove, Tulus, Vira Talisa, dan lain-lain
Tahun Tanggal Tempat Tema
2018 (ke-41) 2 Desember FEB UI Campus Ground "Bring the Jazz On!"
Pemusik Internasional Boyzlife
Pemusik Nasional Andien, Dwiki Dharmawan, Glenn Fredly, HIVI!, Teddy Adhitya
Tahun Tanggal Tempat Tema
2019 (ke-42) 24 November FEB UI Campus Ground "Feel the New Jazzperience!"
Pemusik Internasional Braxton Cook, EYM Trio, Keith Martin
Pemusik Nasional Adhitia Sofyan, Ardhito Pramono, Barasuara, Dengarkan Dia, ÉCOUTEZ, ENVY* x Rafi Muhammad, KRLY, Later Just Find, Maliq & D'Essentials, Marion Jola, Marcell, Monita Tahalea, Mus Mujiono ft. Deddy Dhukun, Nidji, NonaRia dan Oele Pattiselanno, Pamungkas, Raisa, RAN, Skastra, SYAHRAVI

ReferensiSunting

Pranala luarSunting