Pelayaran Kristoforus Kolumbus

Antara tahun 1492 sampai 1504, penjelajah asal Italia, Kristoforus Kolumbus, memimpin empat kali ekspedisi jelajah bahari transatlantik Spanyol ke Benua Amerika. Pelayaran-pelayaran tersebut mendorong penyebarluasan pengetahuan tentang Dunia Baru. Terobosan ini merupakan tonggak sejarah penanda awal dari kurun waktu yang dikenal dengan istilah Abad Penjelajahan. Pada kurun waktu inilah terjadi kolonisasi Benua Amerika, pertukaran biologis yang berkaitan dengannya, dan perdagangan transatlantik. Peristiwa-peristiwa tersebut menimbulkan berbagai dampak dan konsekuensi yang masih membekas sampai sekarang, dan kadang-kadang dirujuk sebagai tonggak sejarah penanda awal zaman modern.

Pelayaran Kristoforus Kolumbus
Bagian dari Abad Penjelajahan
Viajes de colon en.svg
Kempat pelayaran Kolumbus (perkiraan)
Tanggal1492, 1493, 1498, & 1502
LokasiBenua Amerika
Peserta/Pihak terlibatKristoforus Kolumbus dan para awak kapal asal Kastila (antara lain)
HasilBenua Amerika ditemukan dan dikolonisasi bangsa Eropa

Kristoforus Kolumbus yang lahir di Republik Genova ini adalah navigator yang melakukan pelayaran jelajah bagi kepentingan Daulat Mahkota Kastila (cikal bakal Kerajaan Spanyol modern) dalam rangka mencari jalur barat menuju Hindia, negeri di Asia Timur yang dibayangkan sebagai sumber rempah-rempah dan berbagai macam barang berharga buatan Dunia Timur yang kala itu hanya mungkin didapatkan dengan susah payah lewat jalur-jalur darat. Salah satu faktor yang memupuk ambisi Kolumbus meneroka Asia adalah karya tulis Marco Polo, petualang Italia yang hidup pada abad ke-13. Kolumbus tidak pernah mengakui kegagalannya mewujudkan ambisi tersebut, bahkan tidak jemu-jemunya mengaku sudah berhasil sampai ke Hindia Timur seraya menunjukkan bukti-bukti yang ia anggap membenarkan pernyataannya. Sejak saat itulah, Kepulauan Karibia dikenal dengan sebutan Hindia Barat.

Semasa Kristoforus Kolumbus melakukan pelayaran-pelayaran jelajahnya, Benua Amerika dihuni bangsa-bangsa pribumi Amerika. Tidak lama sesudah pertemuan perdana bangsa Eropa dengan bangsa-bangsa pribumi Amerika, penyakit-penyakit khas Erasia semisal cacar mulai membinasakan populasi-populasi pribumi. Kolumbus turut berpartisipasi dalam usaha Spanyol menaklukkan Benua Amerika, dengan memperbudak dan berlaku brutal terhadap orang-orang pribumi dalam kisaran jumlah ribuan jiwa.

Kolumbus wafat pada tahun 1506, dan Benua Amerika mendapatkan namanya pada tahun berikutnya, diambil dari nama Amerigo Vespucci, orang yang menyadari bahwa negeri yang didatangi Kolumbus sesungguhnya adalah sebuah benua tersendiri. Usaha mencari jalur barat menuju Asia baru tuntas pada tahun 1521, ketika pelayaran jelajah Spanyol lainnya, ekspedisi Magellanus-Elcano, berhasil mengarungi Samudra Pasifik dan sampai ke Asia Tenggara. Pelayaran jelajah Magellanus-Elcano dilanjutkan ke arah barat sampai kembali berlabuh di Eropa, dan dengan demikian menuntaskan pelayaran keliling dunia yang pertama.

Latar belakangSunting

Banyak orang Eropa pada masa hidup Kolumbus mengira bahwa daratan besar Eropa-Asia dikelilingi satu samudra luas tanpa diselang daratan lain, kendati para penjelajah Skandinavia pernah mengolonisasi beberapa daerah di Amerika Utara, dimulai dengan kolonisasi Greenland sekitar tahun 986.[1][2] Bangsa Skandinavia mempertahankan keberadaannya di Amerika Utara selama ratusan tahun, tetapi kontak-kontak yang menghubungkan permukiman-permukiman mereka di Amerika Utara dengan Benua Eropa terputus sama sekali pada awal abad ke-15.[3][4][5]

Sampai dengan pertengahan abad ke-15, bangsa Eropa masih leluasa melintasi jalur darat yang aman menuju Tiongkok dan India, negeri-negeri penghasil aneka barang berharga semisal sutra, rempah-rempah, dan candu, karena jalur tersebut masih dikuasai kemaharajaan bangsa Mongol (zaman Pax Mongolica, atau zaman sentosa Mongol). Dengan jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki Usmani pada tahun 1453, jalur darat menuju Asia (Jalur Sutra) kian lama kian sukar diakses lantaran para saudagar Kristen dilarang menjalankan usaha di wilayah kedaulatan bangsa Turki.[6]

Portugal adalah negara Eropa yang paling berminat menjajaki jalur-jalur laut, sementara negara jirannya, Kastila (cikal bakal negara Spanyol), agak lamban bergiat menjelajahi Samudra Atlantik lantaran masih sibuk membebaskan negerinya dari penjajahan bangsa Moro. Keadaan ini bertahan sampai akhir abad ke-15, yakni sampai terjadinya penyatuan wangsa lewat perkawinan Ratu Kastila dan Raja Aragon (Isabel I dan Ferrando II, pasangan ini dijuluki "Para Prabu Katolik") pada tahun 1469, dan tuntasnya Reconquista pada tahun 1492, ketika Para Prabu Katolik berhasil menaklukkan Emirat Granada, kerajaan bangsa Moro yang menjadi pemasok barang-barang produksi Afrika bagi Kastila lewat upeti. Negara bangsa Spanyol yang sedang tumbuh menjadi kemaharajaan itu memutuskan untuk mendanai ekspedisi Kolumbus dengan harapan menemukan jalur-jalur dagang baru serta mengakali rintangan-rintangan yang sudah ditancapkan Portugal di Afrika dan Samudra Hindia dengan bula Aeterni Regis tahun 1481.[7]

Rencana navigasiSunting

Untuk menanggapi kebutuhan akan jalur baru menuju Asia, pada dasawarsa 1480-an, Kolumbus bersaudara, Kristoforus dan Bartolomeus, menyusun rencana perjalanan menuju Hindia (kala itu dianggap mencakup seluruh kawasan selatan dan timur Benua Asia) dengan cara berlayar lurus ke arah barat melintasi perairan mahaluas yang kala itu disangka tidak diselangi daratan apa pun dan disebut "Samudra Okeanos", yakni Samudra Atlantik. Sekitar tahun 1481, kosmograf Firenze, Paolo dal Pozzo Toscanelli mengirimi Kolumbus selembar peta yang memuat gambar rute semacam itu, yakni rute melintasi samudra luas yang tidak diselangi daratan selain pulau mitos Antilia.[8] Pada tahun 1484, di Pulau La Gomera, Kepulauan Kanari, yang sedang ditaklukkan Kastila, Kolumbus mendengar omongan penduduk El Hierro bahwa konon ada segugusan pulau nun jauh di sebelah barat sana.[9]

Anggapan salah kaprah bahwa Kolumbus kesulitan mendapatkan penyandang dana untuk rencana pelayarannya lantaran bangsa Eropa menyangka Bumi itu datar dapat dilacak sumbernya sampai ke salah satu kampanye perlawanan terhadap agama Kristen Katolik yang dilancarkan umat Protestan pada abad ke-17.[10] Anggapan keliru ini dipopulerkan lewat karya-karya tulis, misalnya biografi Kolumbus karangan Washington Irving yang terbit tahun 1828,[11] padahal pengetahuan akan bentuk Bumi yang bulat sudah tersebar luas kala itu, lantaran sudah menjadi opini ilmiah yang umum pada zaman Yunani Kuno dan terus menuai dukungan sepanjang Abad pertengahan. Sebagai contoh, pujangga Beda memaparkan perihal bentuk Bumi yang bulat di dalam karya tulisnya, De Temporum Ratione (Perihal Perhitungan Waktu). Navigasi bahari primitif pada masa hidup Kolumbus mengandalkan pengamatan bintang maupun lekuk permukaan Bumi.[12][13]

Estimasi diameter Bumi dan jarak tempuhSunting

 
Pemahaman geografis Kolumbus (putih kuam) dibandingkan dengan massa daratan yang diketahui dan demarkasinya menurut Juan de la Cosa (hitam)

Eratostenes sudah menghitung diameter Bumi dengan cukup tepat pada abad ke-2 SM,[14] dengan menggunakan astrolab, alat yang sudah tidak asing lagi bagi para cendekiawan maupun para navigator pada masa itu.[12] Perbedaan pandangan Kolumbus dari pandangan yang berterima umum pada masa hidupnya terletak pada asumsinya yang keliru bahwa diameter bumi sesungguhnya jauh lebih pendek, sehingga ia mengklaim bahwa mudah saja orang pergi ke Asia dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik. Kebanyakan sarjana kala itu berpegang kepada pandangan Ptolemeus bahwa massa daratan dunia (bagi bangsa Eropa kala itu, terdiri atas Erasia dan Afrika) menutupi 180 derajat pada bola dunia, sehingga menolak klaim Kolumbus bahwa ukuran Bumi jauh lebih kecil daripada anggapan mereka, dan bahwasanya Asia cuma berjarak beberapa ribu mil laut dari Eropa Barat.[15]

 
"Peta Kolumbus", hanya memuat gambar Dunia Lama, dikerjakan sekitar tahun 1490 di bengkel Bartolomeus dan Kristoforus Kolumbus di Lisboa.[16]
 
Catatan tulis tangan Kristoforus Kolumbus pada halaman edisi Latin dari Le livre des merveilles karangan Marco Polo

Kolumbus mempercayai perhitungan keliru Marinus dari Tirus, bahwasanya massa daratan dunia menutupi 225 derajat pada bola dunia, dan hanya tersisa 135 derajat yang ditutupi perairan.[17][15] Selain itu, Kolumbus keliru memahami panjang bujur menurut perhitungan Alfraganus, lantaran astronom Arab itu menggunakan satuan mil Arab (kira-kira 1.830 m) sementara Kolumbus menggunakan satuan mil Italia (kira-kira 1.480 m). Panjang bujur menurut perhitungan Alfraganus adalah 56⅔ mil Arab (66,2 mil laut).[15] Inilah sebabnya Kolumbus memperkirakan bahwa ukuran Bumi hanya sekitar 75% dari hasil perhitungan Eratostenes, dan jarak tempuh dari Kepulauan Kanari ke Jepang hanya sejauh 2.400 mil laut (kira-kira 23% dari jarak tempuh yang sesungguhnya).[18]

Angin pasatSunting

Salah satu unsur penting di dalam pelayaran Kolumbus adalah angin pasat.[19] Kolumbus berencana mula-mula berlayar ke Kepulauan Kanari, kemudian melanjutkan pelayaran ke barat dengan memanfaatkan tolakan angin pasat timur laut.[20] Pelayaran pulang ke Spanyol bakal menentang arah angin. Teknik berlayar menentang arah angin sangat sukar dilakukan, bahkan kapal nyaris tidak maju-maju.[21] Untuk dapat melakukan pelayaran pulang yang efektif, semestinya Kolumbus mengikuti arah angin pasat yang melengkung ke arah timur laut menuju garis-garis lintang tengah Atlantik Utara. Dari situ ia dapat memanfaatkan tolakan angin baratan yang bertiup ke timur menuju pesisir Eropa Barat.[22]

Tampaknya teknik navigasi untuk mengarungi Samudra Atlantik ini pertama kali dimanfaatkan bangsa Portugis, yang menyebutnya volta do mar (putar balik laut). Meskipun demikian, Kolumbus belum sepenuhnya menguasai pengetahuan tentang pola-pola hembusan angin di Samudra Atlantik saat melakukan pelayaran pertama. Dengan berlayar lurus ke arah barat dari Kepulauan Kanari pada musim topan, menyusuri garis-garis khayal yang disebut "lintang kuda" Atlantik Tengah, Kolumbus sesungguhnya menghadapi risiko mati angin atau diterjang siklon tropis. Kebetulan saja kedua-duanya tidak terjadi.[23]

Mencari penyandang danaSunting

Sekitar tahun 1484, Raja Portugal, João II, menyerahkan proposal Kolumbus kepada kaum cerdik pandai di kerajaannya untuk diteliti. Para cendekiawan Portugis menolak proposal itu karena jarak tempuh 2.400 mil laut menurut estimasi Kolumbus mereka pandang kurang lebih empat kali lebih pendek daripada jarak tempuh yang sesungguhnya (pandangan mereka memang tepat).[24]

Pada tahun 1486, Kolumbus diberi kesempatan menghadap Para Prabu Katolik Kolumbus memaparkan rencana yang disusunnya kepada Ratu Isabel, dan Ratu Isabel meneruskannya kepada satu panitia peneliti yang pada akhirnya menilai jarak tempuh menuju Asia menurut perhitungan Kolumbus jauh lebih pendek daripada jarak tempuh yang sesungguhnya. Dengan menyatakan gagasan Kolumbus tidak praktis, mereka menasihati Para Prabu Katolik untuk tidak mengabulkan proposal Kolumbus. Agar Kolumbus tidak menawarkan gagasannya ke mana-mana, dan mungkin juga agar opsi mereka tetap terbuka, Para Prabu Katolik memberinya tunjangan dengan jumlah total 14.000 maravedí untuk tahun itu, atau kurang lebih sejumlah gaji tahunan seorang kelasi.[25]

Pada tahun 1488, Kolumbus sekali lagi mengajukan proposal kepada pemerintah Portugal, dan dijawab dengan undangan menghadap Raja João II. Proposalnya sekali lagi ditolak. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena tidak lama sesudah Kolumbus mengajukan proposalnya, Bartolomeus Dias kembali berlabuh di Portugal sesudah berhasil berlayar melewati ujung selatan Benua Afrika. Dengan rute laut ke arah timur di dalam genggaman, Portugal tidak lagi berminat merintis jalur dagang ke arah barat menuju Asia melintasi perairan yang belum dikenal.[26]

Pada bulan Mei 1489, Ratu Isabel mengirimi Kolumbus 10.000 maravedis lagi, dan pada tahun itu juga Para Prabu Katolik menerbitkan sepucuk surat kuasa kepada Kolumbus yang mewajibkan semua kota besar maupun kecil di dalam wilayah kedaulatan mereka untuk menyediakan makanan dan penginapan secara cuma-cuma bagi Kolumbus.[27]

Ketika angkatan perang Kastila sudah hampir meraih kemenangan atas pasukan Moro Emirat Granada, Kolumbus menerima undangan dari majelis istana Spanyol untuk kembali membahas gagasannya.[28] Ia tinggal di perkemahan Raja Ferrao sambil menunggu panggilan menghadap sampai bulan Januari 1492, ketika Para Prabu Katolik berhasil menundukkan Granada. Sidang pembahasan di bawah pimpinan Hernando de Talavera, padri pengakuan dosa Ratu Isabel, menilai proposal Kolumbus untuk berlayar ke Hindia tidaklah begitu meyakinkan. Kolumbus sudah berangkat ke Prancis ketika Raja Ferrao mengintervensi sidang pembahasan,[a] dengan memerintahkan Padri Talavera dan Uskup Diego Deza untuk memohon titah Paduka Ratu.[29] Ratu Isabel akhirnya dapat diyakinkan Luis de Santángel, panitera Raja Ferrao, yang memperingatkan bahwa Kolumbus bakal memboyong gagasannya ke tempat lain. Luis de Santángel bahkan menawarkan diri untuk membantu mengurus pendanaan.[b] Ratu Isabel mengutus seorang pengawal istana untuk menjemput Kolumbus yang saat itu sudah beberapa kilometer jauhnya dalam perjalanan menuju Kordoba.[29]

Di dalam "Kapitulasi Santa Fe" bulan April 1492, Kolumbus dijanjikan gelar "Laksama Samudra Okeanos" dan ditetapkan sebagai raja muda sekaligus kepala pemerintahan atas negeri-negeri baru yang diklaim dan dikolonisasi bagi Daulat Mahkota. Ia juga dijanjikan jatah sepersepuluh dari seluruh pendapatan pemerintah di negeri-negeri baru tersebut secara berkesinambungan apabila berhasil.[31] Ia bahkan berhak mengajukan tiga nama calon untuk dipilih Para Prabu Katolik menjadi pemegang tiap-tiap jabatan di negeri-negeri itu. Semua janji tersebut memang terkesan sangat muluk, tetapi putra Kolumbus kemudian hari mengemukakan di dalam tulisannya bahwa Para Prabu Katolik sesungguhnya tidak yakin Kolumbus bisa pulang dengan selamat.

SejarahSunting

Pelayaran pertama (1492–1493)Sunting

 
Bendera nakhoda yang dikibarkan di kapal-kapal Kolumbus

Untuk berlayar ke arah barat demi mencari jalan pintas menuju Oriens (Dunia Timur), Kolumbus dan anak buahnya menggunakan tiga buah kapal ukuran sedang. Yang paling besar di antaranya adalah Santa María, sebuah kapal jenis kerakah yang dimiliki sekaligus dinakhodai Juan de la Cosa di bawah perintah langsung dari Kolumbus.[32][c] Selebihnya adalah dua kapal jenis karavel, salah satu di antaranya sudah tidak diketahui lagi namanya, tetapi diberi julukan La Pinta (Si Menor). Kapal yang satu lagi bernama Santa Clara, dan diberi julukan La Niña (Si Nona), mungkin mengacu kepada nama marga pemiliknya, Juan Niño asal Moguer.[33] Kedua kapal itu dikemudikan Pinzón bersaudara, yakni Martín Alonso sebagai juru mudi Pinta dan Vicente Yáñez sebagai juru mudi Niña.[32] Pada pagi hari, tanggal 3 Agustus 1492, Kolumbus bertolak meninggalkan Palos de la Frontera, menghiliri Rio Tinto yang bermuara ke Samudra Atlantik.[34][35]

Niña, Pinta, dan Santa María

Tiga hari kemudian, pada tanggal 6 Agustus 1492, kemudi Pinta patah.[36] Martín Alonso Pinzón curiga kalau Pinta disabotase pemiliknya sendiri lantaran takut meneruskan pelayaran. Awak kapal berhasil menguatkan kemudi untuk sementara waktu dengan ikatan tambang, sehingga Pinta dapat melanjutkan pelayaran sampai berlabuh di Kepulauan Kanari pada tanggal 9 Agustus.[37] Sesudah mengganti kemudi di Pulau Gran Canaria, Pinta kembali berlabuh bersama kapal-kapal lain di La Gomera, tempat perangkat layar latin Niña diganti dengan perangkat layar persegi yang standar.[38] Sesudah pemuatan terakhir perbekalan dan perlengkapan dituntaskan, ketiga kapal bertolak meningalkan San Sebastián de La Gomera pada tanggal 6 September,[38][39] mengarungi Samudra Atlantik ke arah barat yang ternyata makan waktu lima minggu lamanya.

Sebagaimana yang dijabarkan di dalam rangkuman buku harian Kolumbus yang ditulis Bartolomé de las Casas, Kolumbus mencatat jarak tempuh terkait pelayaran mengarungi samudra dalam dua satuan ukur, yakni satuan ukur yang biasa ia gunakan dan satuan ukur liga laut Portugis yang digunakan anak buahnya. Mula-mula Las Casas berpendapat bahwa Kolumbus sengaja menginformasikan jarak tempuh yang lebih pendek kepada anak buahnya agar mereka tidak khawatir berlayar terlalu jauh dari Spanyol, tetapi Oliver Dunn dan James Kelley menganggapnya sebagai suatu kesalahpahaman.[40]

Pada tanggal 13 September 1492, Kolumbus melihat jarum kompasnya tidak lagi menunjuk ke arah Bintang Utara. Dulu orang menyangka bahwa Kolumbus telah menemukan deklinasi magnetis, tetapi kemudian hari terbukti bahwa fenomena tersebut sudah lama dikenal manusia, baik di Eropa maupun di Tiongkok.[41][d]

Menemukan Benua AmerikaSunting

 
Pelayaran pertama (berdasarkan perkiraan):[e] tulisan hitam adalah nama modern, tulisan biru adalah nama menurut Kolumbus

Sesudah 29 hari tidak melihat tanda-tanda keberadaan daratan, pada tanggal 7 Oktober 1492, awak kapal melihat "sekawanan besar burung". Awak kapal menangkap beberapa ekor di antaranya, dan memastikan bahwa burung-burung itu termasuk jenis unggas "darat" (kemungkinan besar burung gajahan eskimo dan burung cerek mas amerika). Kolumbus mengubah arah haluan mengikuti arah terbang kawanan burung itu.[45]

Pada tanggal 11 Oktober, Kolumbus mengubah arah haluan ke barat dan berlayar semalam suntuk, lantaran yakin tidak lama lagi bakal menemukan daratan. Sekitar pukul 10 malam, Kolumbus merasa melihat cahaya "seperti nyala lilin kecil yang berkedip-kedip".[46][f] Empat jam kemudian, tampak daratan di bawah sinar bulan, dilihat seorang kelasi Pinta bernama Rodrigo de Triana (alias Juan Rodríguez Bermejo),[47][g] yang langsung berteriak memberitahu seisi kapal. Sesudah memastikan bahwa yang dilihat Triana benar-benar adalah daratan, nakhoda Pinta, Martín Alonso Pinzón, mengabari Kolumbus dengan meletuskan sepucuk meriam Lombarda.[48][h] Kemudian hari Kolumbus mengaku sebagai orang pertama yang melihat daratan, sehingga mendapatkan upah tahunan yang dijanjikan sebesar 10.000 maravedí.[49][50]

KeteranganSunting

  1. ^ Kemudian hari Ferrao berbangga sebagai "orang yang paling berjasa membuat kepulauan tersebut ditemukan."[29]
  2. ^ Beberapa pihak berpendapat bahwa Santángel, selaku orang Yahudi yang memeluk agama Katolik agar luput dari persekusi Spanyol, sesungguhnya berniat membuka jalan menuju tempat bermukim yang lebih aman bagi saudara-saudaranya sesama Yahudi.[30]
  3. ^ Senantiasa menyebut Kolumbus sebagai La Capitana (Sang Nakhoda)
  4. ^ 400 tahun sebelumnya, Shen Kuo di Asia sudah menemukan konsep utara sejati sehubungan dengan deklinasi magnetis ke Kutub Utara, dengan percobaan menggantung jarum-jarum bermagnet dan "meridian yang disempurnakan mengikuti perhitungan [astronomis] jarak antara Bintang Kutub dan utara sejati yang dibuat Shen".[42]
  5. ^ Peta ini didasarkan atas premis bahwa Kolumbus mula-mula mendarat di pulau-pulau kecil Plana,[43] sementara pulau yang diperkirakan Samuel Eliot Morison sebagai lokasi paling mungkin terjadinya kontak perdana dengan masyarakat pribumi[44] adalah pulau paling timur yang menyentuh pinggiran atas gambar ini.
  6. ^ Ada dua orang lain yang juga merasa melihat cahaya ini, salah seorang di antaranya melihat sendiri tanpa diberitahu Kolumbus. Hembusan angin yang kencang dan kenyataan bahwa jarak mereka dari daratan kira-kira 56 kilometer (35 mil) jauhnya mengindikasikan bahwa cahaya tersebut mustahil berasal dari warga pribumi yang sedang mencari ikan.[46]
  7. ^ Menurut Samuel Eliot Morison, Triana melihat "sesuatu seperti tebing pasir putih yang berkilauan disinari cahaya bulan di ufuk barat, kemudian tampak satu lagi, dan tampak segaris gelap hamparan pasir yang menghubungkan keduanya."[48]
  8. ^ Konon kolumbus menanggapi kabar dari Pinzón dengan ucapan, "kuberi kau lima ribu maravedi sebagai hadiah!"[48]

RujukanSunting

  1. ^ The Fate of Greenland's Vikings Diarsipkan 11 January 2011 di Wayback Machine., oleh Dale Mackenzie Brown, Archaeological Institute of America, 28 Februari 2000. Diakses tanggal 26 September 2020.
  2. ^ Morison 1991, hlm. 25–26, 33, 383.
  3. ^ Wahlgren, Erik (1986). The Vikings and America. New York: Thames and Hudson. ISBN 0-500-02109-0. 
  4. ^ Curran, James Watson (1939). Here was Vinland: The Great Lakes Region of America (dalam bahasa Inggris). Sault Ste. Marie, Ontario: Sault Daily Star. hlm. 207. 
  5. ^ Weaver, Jace (2011). The red atlantic. American Indian Quarterly. hlm. 418–463, 477. 
  6. ^ Jeakle, Will (2020-10-11). "Six Things You Didn't Know About Christopher Columbus". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-14. 
  7. ^ Jensen, De Ladickmar (1992), Renaissance Europe 2nd ed. hlm. 341
  8. ^ Morison 1991, hlm. 34, 58, 63–64.
  9. ^ Columbus 1893, hlm. 20.
  10. ^ Hannam, James (2010-05-18). "Science Versus Christianity?". Patheos.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 05 September 2020. 
  11. ^ Boller, Paul F (1995). Not So!:Popular Myths about America from Columbus to Clinton. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-509186-1. 
  12. ^ a b Russell, Jeffrey Burton (1991). Inventing the Flat Earth. Columbus and modern historians, Praeger, New York, Westport, London 1991.
  13. ^ Zinn 2003, hlm. 2.
  14. ^ Sagan, Carl. Cosmos; panjang keliling Bumi adalah 40.041 km (sekitar 22.000 mil laut atau 25.000 mil).
  15. ^ a b c Morison 1991, hlm. 65.
  16. ^ "Marco Polo et le Livre des Merveilles", ISBN 978-2-35404-007-9 hlm. 37
  17. ^ Dyson 1991, hlm. 67–68.
  18. ^ Morison 1991, hlm. 68.
  19. ^ Morison 1991, hlm. 59.
  20. ^ Morison 1991, hlm. 157.
  21. ^ Morison 1991, hlm. 132.
  22. ^ Morison 1991, hlm. 314.
  23. ^ Morison 1991, hlm. 198–199.
  24. ^ Morison 1991, hlm. 68–70.
  25. ^ Dyson 1991, hlm. 84.
  26. ^ Murphy & Coye 2013, hlm. 34, 38.
  27. ^ Durant, Will; Durant, Ariel (1957). The Story of Civilization Jld. VI, The Reformation. New York: Simon & Schuster. ISBN 0-671-61050-3. hlm. 260.
  28. ^ Dyson 1991, hlm. 92.
  29. ^ a b c Phillips, Jr & Phillips 1992, hlm. 131–32.
  30. ^ 1941-, Kritzler, Edward (2008). Jewish Pirates of the Caribbean: How a Generation of Swashbuckling Jews Carved Out an Empire in the New World in Their Quest for Treasure, Religious Freedom—and Revenge  (edisi ke-First). New York. hlm. 13–16. ISBN 9780385513982. OCLC 191922741. 
  31. ^ Stuart, Isabella of Castile: The First Renaissance Queen, 2004, hlm. 295.
  32. ^ a b Dyson 1991, hlm. 102.
  33. ^ "The Original Niña". The Niña & Pinta. British Virgin Islands: The Columbus Foundation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 May 2015. Diakses tanggal 12 Oktober 2013. 
  34. ^ Phillips, Jr & Phillips 1992, hlm. 145.
  35. ^ Tharoor, Shashi (8 December 2014). "Trying to discover India" . Outlook India. Diakses tanggal 25 Oktober 2016. 
  36. ^ Columbus 1893, hlm. 19.
  37. ^ Columbus 1893, hlm. 19–20.
  38. ^ a b Columbus 1893, hlm. 20–22.
  39. ^ Phillips, Jr & Phillips 1992, hlm. 147.
  40. ^ Review by Carla Rahn Phillips, Renaissance Quarterly, Jld. 44, No. 3. (Musim Gugur, 1991), hlmn. 572–574.The Diario of Christopher Columbus's First Voyage to America 1492–93, Abstracted by Fray Bartolomé de Las Casas. oleh Oliver Dunn; James E. Kelley, Jr.
  41. ^ Peter J. Smith & Joseph Needham, "Magnetic Declination in Mediaeval China", Nature 214, 1213–1214 (17 Juni 1967); DOI:10.1038/2141213b0.
  42. ^ Sivin, Nathan (1984). "Why the Scientific Revolution Did Not Take Place in China – Or Didn't It?" dalam Transformation and Tradition in the Sciences: Essays in Honor of I. Bernard Cohen, 531–555, disunting Everett Mendelsohn. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-52485-7. Jld. III, hlm. 22.
  43. ^ Pickering, Keith A. (August 1994). "Columbus's Plana landfall: Evidence for the Plana Cays as Columbus's 'San Salvador'" (PDF). DIO – The International Journal of Scientific History. 4 (1): 13–32. Diakses tanggal 16 March 2009. 
  44. ^ Morison 1991, hlm. 228.
  45. ^ Nicholls, Steve (2009). Paradise Found: Nature in America at the Time of Discovery. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 103–104. ISBN 978-0-226-58340-2. 
  46. ^ a b Morison 1991, hlm. 223–225.
  47. ^ Columbus 1893, hlm. 35.
  48. ^ a b c Morison 1991, hlm. 226.
  49. ^ Columbus 1893, hlm. 36.
  50. ^ Clements R. Markham (penyunting),A People's History Of The United States 1492–Present, HarperCollins, 2001, hlm. 2.

Sumber rujukanSunting

Bahan bacaan lanjutanSunting

Pranala luarSunting