Nilai absolut

[1]


Grafik fungsi y=|x|, dengan x bilangan real.

Dalam matematika, nilai absolut (juga dikenal dengan nilai mutlak atau modulus) dari suatu bilangan real x, ditulis sebagai |x|, adalah nilai dari x tanpa disertai oleh tanda. Dengan kata lain , |x| = x jika x adalah bilangan positif dan |x| = −x jika x adalah bilangan negatif (sehingga −x bernilai positif). Sebagai contoh, nilai mutlak dari 3 adalah 3, dan nilai mutlak dari –3 juga 3. Nilai mutlak dapat dibayangkan sebagai jarak suatu angka dari angka 0.

Perumuman dari nilai mutlak pada bilangan real muncul pada banyak objek matematika. Sebagai contoh, nilai mutlak juga didefinisikan pada bilangan kompleks, kuartenion, gelanggang terurut, lapangan, dan ruang vektor. Nilai mutlak juga berhubungan erat dengan definisi besaran, jarak, dan norma dalam banyak konteks di fisika dan matematika.

Terminologi dan penulisanSunting

Pada tahun 1806, Jean-Robert Argand memperkenalkan istilah module, yang berarti satuan pengukuran dalam bahasa Prancis, khususnya untuk nilai mutlak bilangan kompleks,[1][2] dan kata itu akhirnya diserap dalam bahasa Inggris pada tahun 1866 sebagai modulus.[1] Istilah "nilai mutlak" sudah digunakan dalam konteks ini sejak 1806 di Prancis[3] dan 1857 di Inggris.[4] Penulisan | x |, dengan simbol garis vertikal di kedua sisi, diperkenalkan oleh Karl Weierstrass tahun 1841.[5]

Penulisan garis vertikal juga muncul dalam banyak konteks matematika lainnya: sebagai contoh, jika digunakan pada himpunan, itu menandakan kardinalitasnya; jika digunakan pada matriks, itu menandakan determinannya. Garis vertikal menandakan nilai mutlak hanya pada objek aljabar yang memiliki definisi nilai mutlak, seperti bilangan real, bilangan kompleks, atau kuaternion. Penulisan yang mirip namun berbeda makna adalah penggunaan garis vertikal untuk norma Euklidean[6] atau sup norm[7] di  , walau penulisan garis vertikal ganda (  dan  ) lebih umum dan tidak ambigu.

Definisi dan sifatSunting

Bilangan realSunting

Untuk semua bilangan real x, nilai mutlak dinyatakan dengan | x | (x diapit oleh garis vertikal) dan didefinisikan sebagai:[8]

 

Dari definisi tersebut, nilai mutlak x akan selalu bernilai positif atau nol, tetapi tidak pernah negatif. Jika x bernilai negatif (x<0) maka nilai mutlaknya pasti positif (|x| = -x > 0).

Dari sudut pandang geometri analitik, nilai mutlak dari sebuah bilangan real adalah jarak bilangan tersebut dari angka 0 pada garis bilangan real. Lebih umum lagi, nilai mutlak dari selisih dua bilangan real adalah jarak antara dua bilangan tersebut. Definisi fungsi jarak dalam matematika dapat dianggap sebagai perumuman dari nilai mutlak (lihat "Jarak" dibawah).

Definisi lain dari nilai mutlak adalah

 
 

karena akar kuadrat dari sebuah bilangan positif bernilai tunggal.[9]

Nilai mutlak memiliki empat sifat dasar berikut (dengan a dan b adalah bilangan real), yang digunakan dalam perumuman definisi ini ke objek-objek lain:

  Non-negatif
  Positive-definiteness
  Multiplikatif
  Subadditivity, khususnya pertidaksamaan segitiga

Sifat non-negatif, positive definiteness, dan multiplikatif terlihat jelas dari definisi. Untuk membuktikan sifat subadditivity berlaku, memilih salah satu dari nilai s sebagai –1 atau +1 akan membuat pernyataan   bernilai benar. Namun, karena   dan  , mengakibatkan apapun nilai s yang dipilih, akan berlaku   untuk setiap bilangan real  . Akibatnya,  , sesuai dengan yang diharapkan. (Untuk perumuman bukti ini di bilangan kompleks, lihat "Bukti pertidaksamaan segitiga untuk bilangan kompleks" dibawah.)

Berikut adalah beberapa sifat nilai mutlak lainnya yang berguna. Sifat-sifat berikut adalah konsekuensi langsung dari definisi atau tersirat dari empat sifat dasar diatas.

  Idempoten (Nilai mutlak dari nilai mutlak adalah nilai mutlak)
  Fungsi genap (simetri terhadap pencerminan sumbu-y)
  Identity of indiscernibles (setara dengan positive-definiteness)
  Pertidaksamaan segitiga (setara dengan subadditivity)
  (if  ) Berlakunya sifat permbagian (setara dengan multiplikatif)
  Reverse triangle inequality (setara dengan subadditivity)

Dua sifat lain yang berguna terkait pertidaksamaan adalah:

 
  or  

Hubungan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan pertidaksamaan yang melibatkan nilai mutlak. Sebagai contoh:

   
 

Bilangan kompleksSunting

 
Nilai mutlak pada bilangan kompleks   adalah jaraka   dari   ke titik nol. Dari gambar juga terlihat bahwa konjugat kompleks   juga memiliki nilai mutlak yang sama.

Karena bilangan kompleks tidak terurut, definisi yang digunakan pada bilangan real tidak dapat digunakan secara langsung pada bilangan kompleks. Namun, intepretasi geometris nilai mutlak real sebagai jarak bilangan dari angka 0 dapat diperumum. Nilai mutlak dari bilangan kompleks didefinisikan sebagai jarak Euklidean bilangan tersebut dengan titik asal di bidang kompleks. Hal ini dapat dihitung menggunakan teorema Pythagoras: untuk setiap bilangan kompleks

 

dengan x dan y adalah bilangan real, nilai mutlak atau modulus dari   yang diwakili sebagai  , didefinisikan sebagai[10]

 

dengan Re(z) = x dan Im(z) = y masing-masing menyatakan bagian real dan imajiner dari z. Ketika bagian imajiner bernilai nol, definisi ini sama dengan definisi nilai mutlak untuk bilangan real x.

Ketika bilangan kompleks z dinyatakan dalam bentuk polar sebagai

 

dengan   dan   adalah argumen (atau fase) dari  , nilai mutlaknya adalah

 .

Karena sebarang bilangan kompleks z dan konjugat kompleksnya   memiliki nilai mutlak yang sama, dan berupa bilangan real non-negatif  , nilai mutlak dari bilangan kompleks z juga dapat dinyatakan sebagai akar kuadrat dari   yakni:

 

Definisi ini memperumum definisi alternatif pada bilangan real:  

Nilai mutlak bilangan kompleks juga memenuhi empat sifat dasar dari nilai mutlak bilangan real diatas.

Dalam bahasa teori grup, sifat multiplikatif dapat dinyatakan sebagai berikut: nilai mutlak adalah sebuah homomorfisme grup dari dari grup multiplikatif bilangan kompleks ke suatu grup atas perkalian bilangan real.[11]

Hal yang penting adalah sifat subadditivy ("pertidaksamaan segitiga") dapat diperumum ke n bilangan kompleks  sebagai

Importantly, the property of subadditivity ("triangle inequality") extends to any finite collection of n complex numbers   as

 

Bukti pertidaksamaan segitiga untuk bilangan kompleksSunting

Sifat pertidaksamaan segitiga, yang dituliskan dalam persamaan  , dapat ditunjukkan dengan menggunakan tiga sifat dasar dari bilangan kompleks: yakni, untuk setiap bilangan kompleks  ,

(i): Terdapat   dengan   dan  ;
(ii):  .

Dan, untuk himpunan bilangan kompleks  , berlaku  . Secara khusus,

(iii): Jika  , maka  .

Bukti untuk  : Pilih   dengan   dan   (penjumlahan untuk  ). pertidaksamaan dapat ditunjukkan dengan:

 .

Dari bukti tersebut terlihat bahwa kesamaan pada pertidaksamaan   berlaku jika semua   adalah bilangan real non-negatif; yang selanjutnya berlaku jika semua   yang bukan nol, memiliki argumen yang sama, maksudnya,   untuk suatu konstanta kompleks   dan bilangan real   untuk  .

Fungsi nilai mutlakSunting

 
Grafik dari fungsi nilai mutlak untuk bilangan real.
 
Composition of absolute value with a cubic function in different orders

Fungsi nilai mutlak bilangan real bersifat kontinu dimanapun. Ia juga dapat diturunkan dimanapun kecuali di x = 0. Fungsi ini monoton turun pada selang  , dan monoton naik pada selang  . Karena bilangan real dan lawannya memiliki nilai mutlak yang sama, fungsi ini juga merupakan fungsi genap sehingga tidak memiliki invers. Fungsi nilai mutlak adalah fungsi konveks dan fungsi linear bagian-demi-bagian.

Fungsi nilai mutlak untuk bilangan real dan kompleks bersifat idempoten.

Hubungan dengan fungsi tandaSunting

Nilai dari fungsi nilai mutlak tidak bergantung pada tanda bilangan, sedangkan fungsi tanda menghasilkan tanda dari bilangan dan tidak bergantung pada nilai bilangan tersebut. Hubungan antara kedua fungsi ini adalah:

 

atau

 

dan untuk x ≠ 0,

 

TurunanSunting

Turunan dari fungsi nilai mutlak terdefinisi untuk setiap x ≠ 0, namun ia tidak dapat diturunkan untuk x = 0. Turunannya untuk x ≠ 0 adalah fungsi tangga:[12][13]

 

Fungsi nilai mutlak adalah contoh fungsi kontinu yang memiliki titik minimum global namun tidak memiliki turunan pada titik tersebut.

Fungsi nilai mutlak bilangan kompleks kontinu dimanapun tapi tidak complex differentiable dimanapun karena tidak memenuhi persamaan Cauchy–Riemann.[12]

Turunan kedua dari   terhadap   bernilai 0 dimanapun kecuali di   (karena tidak memiliki turunan).

AntiturunanSunting

Antiturunan (integral tak tentu) dari fungsi nilai mutlak real adalah

 

dengan C adalah sebarang konstanta integrasi. Fungsi nilai mutlak kompleks tidak terdefinisi, karena complex antiderivatives hanya terdefinisi untuk fungsi complex differentiable (fungsi holomorfis); yang tidak dipenuhi oleh fungsi nilai mutlak kompleks.

JarakSunting

Nilai mutlak berhubungan erat dengan konsep jarak. Seperti yang disampaikan di atas, nilai mutlak dari bilangan real maupun kompleks adalah jarak dari bilangan tersebut ke titik nol; pada garis bilangan real untuk bilangan real, dan pada bidang kompleks untuk bilangan kompleks. Secara lebih umum, nilai mutlak dari selisih dua bilangan real atau kompleks adalah jarak antara dua bilangan tersebut. Jarak Euklides antara titik   dan titik   dalam ruang Euklides dimensi-n didefinisikan sebagai:

 

Hal ini dapat dianggap sebagai perumuman, karena untuk bilangan real   dan  (yakni di ruang dimensi-1), menurut definisi alternatif dari nilai mutlak berlaku

 

dan untuk bilangan kompleks   dan   (yakni di ruang dimensi-2):

   
 
 

Keadaan di atas menunjukkan jarak "nilai mutlak", untuk bilangan real dan kompleks, sesuai dengan definisi jarak Euklides standar; yang mereka "warisi" ketika mengganggap mereka sebagai ruang Euklides dimensi satu dan dimensi dua.

Sifat dari nilai mutlak dari selisih dua bilangan: non-negatif, identity of indiscernibles, simetri, dan pertidaksamaan segitiga pada bahasan sebelumnya, digunakan untuk mendefinisikan fungsi jarak yang lebih umum:

Fungsi bernilai real d pada himpunan X × X disebut sebuah metrik (atau fungsi jarak) pada X, jika fungsi tersebut memenuhi empat aksioma berikut:[14]

  Non-negatif
  Identity of indiscernibles
  Simetri
  pertidaksamaan segitiga

PerumumanSunting

Gelanggang terurutSunting

Definisi nilai mutlak untuk suatu bilangan real dapat diperumum untuk sebarang gelanggang terurut. Dengan demikian, jika   adalah elemen dari gelanggang terurut  , maka nilai mutlak dari  , yang ditulis sebagai  , didefinisikan sebagai:[15]

 

dengan a adalah invers penjumlahan dari a, 0 adalah identitas penjumlahan, dan < dan ≥ memiliki sifat yang sesuai dengan pengurutan yang ada di gelanggang tersebut.

Referensi

  1. ^ a b c Oxford English Dictionary, Draft Revision, June 2008
  2. ^ Nahin, O'Connor and Robertson, and functions.Wolfram.com.; for the French sense, see Littré, 1877
  3. ^ Lazare Nicolas M. Carnot, Mémoire sur la relation qui existe entre les distances respectives de cinq point quelconques pris dans l'espace, p. 105 at Google Books
  4. ^ James Mill Peirce, A Text-book of Analytic Geometry at Google Books. The oldest citation in the 2nd edition of the Oxford English Dictionary is from 1907. The term "absolute value" is also used in contrast to "relative value".
  5. ^ Nicholas J. Higham, Handbook of writing for the mathematical sciences, SIAM. ISBN 0-89871-420-6, p. 25
  6. ^ Spivak, Michael (1965). Calculus on manifolds : a modern approach to classical theorems of advanced calculus. New York. ISBN 0-8053-9021-9. OCLC 187146. 
  7. ^ Munkres, James R. (1991). Analysis on manifolds. Redwood City, Calif.: Addison-Wesley Pub. Co., Advanced Book Program. ISBN 978-1-4294-8504-3. OCLC 170966279. 
  8. ^ Mendelson, p. 2.
  9. ^ Stewart, James (2001). Calculus : concepts and contexts (edisi ke-2nd ed). Pacific Grove, CA: Brooks/Cole. ISBN 0-534-37718-1. OCLC 44934410. 
  10. ^ González, Mario O. (1992). Classical Complex Analysis. CRC Press. hlm. 19. ISBN 9780824784157. 
  11. ^ Lorenz, Falko (2006–2008). Algebra. Silvio Levy. New York: Springer. doi:10.1007/978-0-387-72488-1. ISBN 978-0-387-31608-6. MR 2371763. OCLC 209914197. 
  12. ^ a b Weisstein, Eric W. Absolute Value. From MathWorld – A Wolfram Web Resource.
  13. ^ Bartel and Sherbert, p. 163
  14. ^ These axioms are not minimal; for instance, non-negativity can be derived from the other three: 0 = d(a, a) ≤ d(a, b) + d(b, a) = 2d(a, b).
  15. ^ Mac Lane, p. 264.

Daftar pustakaSunting