Lepa-lepa

Perahu kayu dari Indonesia Timur

Lepa-lepa adalah kano tradisional dari bagian timur kepulauan Indonesia. Ia adalah kapal nelayan jarak pendek, tetapi mereka juga dapat digunakan untuk pelayaran antar pulau. Rute yang mereka ambil, antara lain antara Seram dan Ambon-Lease, pulau Geser dan Seram Laut, dalam kelompok pulau Banda dan pulau Kei.[1] Mereka sudah ada sejak setidaknya tahun 1500.[2]

Balapan lepa-lepa di Pambusuang, 2016.

DeskripsiSunting

 
Lepa-lepa bermesin dengan cadik ganda.

Sampan lepa-lepa tradisional terbuat dari sepotong kayu berlubang (dasar perahu kayu). Kayunya bisa dari berbagai ukuran. Mereka dapat digunakan dengan atau tanpa layar, karena mereka dapat didorong dengan dayung pendek (disebut wosa dalam bahasa asli) dan galah penolak (doan).[1][3] Beberapa dari mereka mungkin dilengkapi dengan cadik ganda. Lepa-lepa dapat diperbesar dengan menambahkan papan tambahan ke bagian sisinya. Sebuah perahu yang telah ditambahkan dengan haluan kalulis disebut lepa-lepa kalulis. Layar yang digunakan berasal dari jenis nade, gap, dan tanja. Setelah 1980-an lepa-lepa mulai dimodernisasi dengan menambahkan mesin tempel.[1] Lepa-lepa modern dibuat dari fiberglass.[4] Panjang lepa-lepa sekitar 3,4-9,3 m, dengan lebar 40-80 cm, dan kedalaman 30-55 cm.[5]

PeranSunting

Lepa-lepa utamanya digunakan untuk memancing. Mereka juga digunakan untuk mengangkut, seperti mengangkut produk perdagangan (sagu, ikan, sayuran hijau), dan mengangkut orang-orang. Lepa-lepa cocok untuk bermanuver melalui selat dangkal yang sempit menggunakan kombinasi galah dan dayung. Namun saat ini, tidak dianggap layak untuk berlayar atau mendayung untuk jarak yang jauh menggunakan lepa-lepa, dan lepa-lepa bermotor lebih sering digunakan.[1]

Lihat jugaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d Ellen (2003). p. 156.
  2. ^ Ellen (2003). p. 150.
  3. ^ Ellen (2003). p. 154.
  4. ^ "Perahu Lepa Lepa". www.antarafoto.com. Diakses tanggal 2020-01-22. 
  5. ^ Ellen (2003). p. 156.

Bacaan lanjutanSunting

  • Ellen, R. F. (2003). On the Edge of the Banda Zone: Past and Present in the Social Organization of a Moluccan Trading Network. University of Hawaii Press.