Buka menu utama

Kereta api Bumi Geulis merupakan kereta api komuter yang pernah dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia di Jawa yang melayani BogorSukabumi, p.p. Sepanjang kariernya, kereta api ini menjadi satu-satunya kereta api penumpang yang beroperasi di lintas tersebut.

Bumi Geulis
Bumi Geulis 100709-5607 btt.JPG
Bumi Geulis, 2010
Informasi umum
Jenis layananKereta api komuter
StatusTidak beroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
PendahuluKereta api lokal Bogor–Sukabumi (2001–2006)
Mulai beroperasi13 Desember 2008
Terakhir beroperasi15 Desember 2012
PendahuluPangrango (2013–sekarang)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Rute
Stasiun awalSukabumi
Jumlah pemberhentian13
Stasiun akhirBogor
Pelayanan
KelasBisnis
Akses tertutupTidak
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingTidak menggunakan lokomotif
4 unit KRD MCW 302
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional40 s.d. 60 km/jam
Pemilik jalurDirektorat Jenderal Perkeretaapian

Secara etimologis, kata geulis (ᮌᮩᮜᮤᮞ᮪) yang disandang oleh kereta api ini adalah kata bahasa Sunda yang berarti "cantik, ideal, sempurna", sedangkan kata bumi merupakan pemenggalan dari Kota Sukabumi sebagai tujuan kereta api ini.

SejarahSunting

Sebelum pengoperasian KRD Bumi Geulis, kereta api Cianjuran pernah berjaya sebagai satu-satunya kereta api yang beroperasi di lintas Bogor–Sukabumi–Cianjur–Bandung. Runtuhnya terowongan Lampegan pada tahun 2001 menyebabkan hubungan antara Sukabumi–Cianjur menjadi terputus dan sejak saat itu, kereta api ini dibagi dua, yaitu KA Lokal Bogor–Sukabumi untuk segmen Bogor–Sukabumi, dan KA Cianjuran untuk segmen Bandung–Cianjur–Lampegan.[1]

Karena prasarana jalur ini sudah cukup tua dan okupansi yang minim, pada tanggal 11 Maret 2006, segmen Bogor–Sukabumi dinonaktifkan penuh. Dalam rangka meningkatkan mobilitas penumpang, selama tahun 2007–2008 dilakukan peningkatan kapasitas lintas di jalur ini sehingga dapat dilalui oleh kereta api yang lebih berat.[2]

Pada tanggal 13 Desember 2008, PT KA beserta Menteri Perhubungan saat itu, Jusman Syafii Djamal dan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan, meresmikan kereta api baru dengan nama Bumi Geulis. Operasional kereta api ini bertujuan untuk mendukung pariwisata Bogor–Sukabumi serta untuk memenuhi kebutuhan warga daerah tersebut yang hendak bepergian atau bekerja di ibu kota. Ahmad Sujadi selaku Kahumas Daop I Jakarta kala itu memastikan biaya peningkatan lintas tersebut adalah Rp54 miliar. Tarif normal kereta api ini Rp8.000,00, tetapi untuk tiga bulan pertama operasi kereta api ini mendapat diskon sehingga harganya hanya Rp5.000,00.[3][4]

Sepanjang perjalanannya, kereta api ini berhenti di seluruh stasiun dan halte yang kala itu masih beroperasi, antara lain Batutulis, Ciomas, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cijambe, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Pondok Leungsir, dan Cisaat.

Kereta api ini sempat dihentikan operasinya pada 5 Desember 2012 guna menjalani perbaikan. Akan tetapi, sejak pertengahan Desember itu, tepatnya pada tanggal 15, KRD Bumi Geulis mengalami mogok parah dan sukar diperbaiki karena langkanya suku cadang. Begitu dinonaktifkan, tiga hari berikutnya, pada tanggal 18 Desember, jalur ini resmi ditutup; tidak ada lagi aktivitas penumpang, serta para pengguna jasa dialihkan ke moda transportasi lain. Dengan nonaktifnya kereta api ini, tiga halte (Ciomas, Cijambe, dan Pondok Leungsir) dinonaktifkan selamanya. Dalam catatan yang ada, KRD ini telah menjalani 15 kali perbaikan dalam sejarah pengoperasian KA tersebut.[5][6]

Walaupun di jalur ini sekarang beroperasi kereta api Pangrango, KA ini tidak berhenti di tiga halte tersebut karena panjang peron yang tidak cukup.[7]

Rangkaian asli Bumi Geulis kini dijadikan sebagai RailClinic, sebuah kereta klinik yang biasa menyelenggarakan bakti sosial di stasiun-stasiun terpencil.[8][9]

ReferensiSunting

  1. ^ "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kai.id. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  2. ^ "Jalur KA Bogor-Sukabumi Akan Difungsikan Akhir November". detiknews. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  3. ^ "'Bumi Geulis' Layani Sukabumi-Bogor". detiknews. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "KA Bumi Geulis Nongkrong di St Sukabumi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  5. ^ "KRD Bumi Geulis Istirahat Sementara". Poskota News (dalam bahasa Inggris). 2012-12-24. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  6. ^ Puspitaningtyas, L. (23 Januari 2013). "Ini Alasan KRD Bumi Geulis Rusak". Republika.co.id. Diakses tanggal 5 Agustus 2019. 
  7. ^ Media, Kompas Cyber. "KA Pangrango Diminati, Kapasitas Ditambah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-08-05. 
  8. ^ Okta, Maria (2017-03-11). "Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis". KabarPenumpang.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-05. 
  9. ^ "Proses Pembangunan Kereta Medis Railclinic". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2019-08-05.