Buka menu utama

Jalur kereta api Jurnatan–Demak

Jalur kereta api Jurnatan–Demak adalah jalur kereta api nonaktif yang menghubungkan antara Stasiun Jurnatan atau disebut juga Semarang Centraal dengan Stasiun Demak. Jalur kereta api ini termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang.

Jalur kereta api Jurnatan–Demak
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusJurnatan
Demak
Operasi
Dibuka1883
Ditutup1974 dan 1986
PemilikPT Kereta Api Indonesia
(pemilik aset jalur dan stasiun)
OperatorWilayah Aset IV Semarang
Data teknis
Panjang rel25 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi40 s.d. 60 km/jam
Peta rute

Trem SM
ke Bulu
Jurnatan
Trem SM
ke Jomblang
Spoorlan SJS
Kemijen
Tenggang
Klayaran
Genuk
Menangen
Sayung
Daleman
Batu
Wonokerto
Buyaran
Demak
DM–PW
ke Purwodadi, Blora
DM–KS
ke Kudus, Pati, Juwana

SejarahSunting

Dalam sejarahnya, jalur kereta api ini dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Semarang (Jurnatan)–Juwana (Pati), sebagai pelaksanaan dari konsesi izin yang diberikan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tanggal 1 Desember 1879.[1] Perusahaan ini disahkan sebagai badan hukum pada tanggal 18 Maret 1881.[2][3]

Jalur kereta api pertamanya adalah Jurnatan–Genuk yang diresmikan pada tanggal 2 Juli 1883, sedangkan Genuk–Demak diresmikan pada tanggal 27 September 1883. Lebih awal lagi, SJS membuat dua jalur trem pada tahun 1882–1883.[4]

Mulanya, trase pertama jalur ini melewati selatan depot minyak Pengapon milik Dordtsche Petroleum Maatschappij, B.V. (DPM) (sekarang milik Pertamina) dan melewati pinggir Jalan Pengapon. Bahkan dari Halte Pengapon juga dibuat percabangan menuju depot minyak. Tetapi, semenjak adanya perluasan Stasiun Semarang Gudang milik NIS seiring dioperasikan stasiun kereta api penumpang yang baru di Tawang pada tanggal 1 Juni 1914,[5] jalur tersebut kemudian diubah trasenya menjadi di sebelah utara depot minyak tersebut. Rel di selatan depot minyak tersebut dicabut pada tahun 1930-an.

Jalur kereta api ini ditutup pada tahun 1974 untuk Stasiun Jurnatan. Semua perjalanan kereta api yang mengawali dan mengakhiri di Jurnatan dipindah ke Stasiun Tawang.[6][7] Untuk Kemijen–Rembang ditutup pada tahun 1986 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum; tetapi rel di jalur ini banyak yang belum dicabut, begitu menurut keterangan dari de Jong dalam bukunya yang berjudul Spoorwegstations op Java.[8] Rel dimungkinkan dicabut pada akhir 1990-an. Sejumlah stasiun kereta api yang masih ada telah beralih fungsi, dan tidak ada reaktivasi untuk jalur kereta api ini. Stasiun Kemijen dipertahankan sebagai stasiun barang, tetapi hanya digunakan sebagai sepur simpan gerbong-gerbong sampai akhirnya kompleks stasiun ini dimanfaatkan sebagai tambak pada awal dekade 2000-an.

Jalur terhubungSunting

Lintas aktifSunting

Lintas nonaktifSunting

Layanan kereta apiSunting

Tidak ada layanan yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiunSunting

Jurnatan–Tenggang (trase lama)Sunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 18 Semarang–Demak–Blora
Segmen Jurnatan–Tenggang (trase lama)
Diresmikan pada tanggal 2 Juli 1883 oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang
Jurnatan Purwodinatan, Semarang Tengah, Semarang km 0+000 (semua lintas SJS) Tidak beroperasi  
Tawang/Spoorlaan (SJS) SPN km 0+700 Tidak beroperasi
Pengapon (depot minyak DPM) km ? Tidak beroperasi
3602 Tenggang TEG km 3+800 2,30 m Tidak beroperasi

Jurnatan–Tenggang (trase baru)Sunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Jurnatan–Tenggang (trase baru)
Diresmikan pada tanggal 1920-an
Jurnatan Purwodinatan, Semarang Tengah, Semarang km 0+000 (semua lintas SJS) Tidak beroperasi  
Tawang/Spoorlaan (SJS) SPN km 0+700 Tidak beroperasi
- Kemijen KME Kemijen, Semarang Timur, Semarang km 1+700 1,8 m Tidak beroperasi  
3602 Tenggang TEG km 3+800 2,30 m Tidak beroperasi

Tenggang–DemakSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Jurnatan–Genuk
Diresmikan pada tanggal 2 Juli 1883
3602 Tenggang TEG km 3+800 2,30 m Tidak beroperasi
- Klajaran - km 5+400 2,30 m Tidak beroperasi
- Genuk GNK Jalan Raya Kaligawe, Genuksari, Genuk, Semarang km 6+500 2,27 m Tidak beroperasi
Segmen Genuk–Demak
Diresmikan pada tanggal 27 September 1883
- Menangen MNN km 8+500 Tidak beroperasi
3604 Sayung SYG Sayung, Sayung, Demak km 10+300 3,15 m Tidak beroperasi
3605 Daleman DLN km 13+100 3,45 m Tidak beroperasi
3606 Batu (Demak) BAU km 15+100 3,60 m Tidak beroperasi
3607 Wonokerto (Demak) WNK km 17+600 3,37 m Tidak beroperasi
3608 Buyaran BYA Jalan Raya Semarang-Demak, Pulosari, Karangtengah, Demak km 20+351 3,45 m Tidak beroperasi  
3609 Demak DM Bintoro, Demak, Demak km 24+932 lintas JurnatanDemakKudusJuwanaRembangJatirogo
km 0+000 lintas DemakPurwodadiBlora
+4,81 m Tidak beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [9][10][11]


ReferensiSunting

  1. ^ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. 
  2. ^ Sahari), Besari, M. Sahari (Mohamad (2008). Teknologi di Nusantara : 40 abad hambatan inovasi. Jakarta: Salemba Teknika. ISBN 9789799549259. OCLC 271921449. 
  3. ^ van Dirxland, Baron van der Goes; Martens, C.L.J. (1907). Gedenkboek samengesteld ter gelegenheid van het Vijf en Twintig-Jarig Bestaan der Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij. Den Haag: Koninklijke Nederlandse-Boek en Kunsthandel van M.M. Couvee. 
  4. ^ Samarang–Joana Stoomtram. Verslag der Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. SJS. 
  5. ^ 1895-1963., Liem, Thian Joe, (2004). Riwayat Semarang (edisi ke-Cet. 2). Jakarta: Hasta Wahana. ISBN 9789799695215. OCLC 60326750. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2009-08-04). "Jurnatan, Tinggal Nama - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-04. 
  7. ^ 1946-, Wheeler, Tony, (1985). South-East Asia on a shoestring (edisi ke-5th ed). South Yarra, Victoria, Australia: Lonely Planet Publications. ISBN 0908086679. OCLC 12659114. 
  8. ^ de Jong, Michiel van Ballegoijen (1993). Spoorwegstations op Java. 
  9. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  10. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  11. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia