Buka menu utama

Hatta Rajasa

politisi Indonesia

Ir. M. Hatta Rajasa (ejaan Soewandi: Hatta Radjasa, lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953; umur 64 tahun) adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014.[2] Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), Menteri Perhubungan (2004-2007), dan Menteri Negara Riset dan Teknologi (2001-2004).

Ir.
Muhammad Hatta Rajasa
Hatta Rajasa2.jpg
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia 13
Masa jabatan
22 Oktober 2009 – 13 Mei 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Sri Mulyani Indrawati (Plt.)
Pengganti Chairul Tanjung
Menteri Keuangan Indonesia
Pelaksana Tugas
Masa jabatan
19 April 2013 – 21 Mei 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Agus Martowardojo
Pengganti Muhammad Chatib Basri
Menteri Sekretaris Negara Indonesia 12
Masa jabatan
9 Mei 2007 – 20 Oktober 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Yusril Ihza Mahendra
Pengganti Sudi Silalahi
Menteri Perhubungan Indonesia 25
Masa jabatan
20 Oktober 2004 – 9 Mei 2007
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Agum Gumelar
Pengganti Jusman Syafii Djamal
Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia 8
Masa jabatan
10 Agustus 2001 – 29 September 2004
Presiden Megawati Soekarnoputri
Pendahulu AS Hikam
Pengganti Kusmayanto Kadiman
[[Ketua Umum Partai Amanat Nasional]] 3
Masa jabatan
9 Januari 2010 – 1 Maret 2015
Pendahulu Soetrisno Bachir
Pengganti Zulkifli Hasan[1]
Informasi pribadi
Lahir 18 Desember 1953 (umur 64)
Bendera Indonesia Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Partai politik Logo Partai Amanat Nasional.jpg Partai Amanat Nasional
Pasangan Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa
Anak Muhammad Reza Ihsan Rajasa
Siti Ruby Aliya Rajasa
Siti Noor Azima Rajasa
Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa
Alma mater Institut Teknologi Bandung
Pekerjaan Politikus
Tanda tangan

Masa jabatannya sebagai Menteri Perhubungan ditandai dengan beberapa kecelakaan transportasi yang menonjol, di antaranya musibah Lion Air Penerbangan 538, Mandala Airlines Penerbangan 91, Kecelakaan KM Digoel, Musibah KM Senopati Nusantara, Adam Air Penerbangan 574, Kebakaran KM Levina I dan Garuda Indonesia Penerbangan 200.

Pria ramah yang pernah aktif di organisasi PII (Pelajar Islam Indonesia) sewaktu mudanya dulu, Pada 9 Januari 2010, secara aklamasi, Hatta Rajasa terpilih sebagai Ketua Umum DPP PAN periode 2010-2015 menggantikan Soetrisno Bachir.

Pada 19 Mei 2014, Hatta mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto yang akan maju dalam Pemilu 2014. Pasangan ini didukung oleh 6 partai politik yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, PBB dan Partai Golkar.[3]. Mendekati masa akhir kampanye Pilpres, Partai Demokrat juga menyatakan dukungannya pada pasangan ini yang membuat dukungan menjadi 7 partai.

Daftar isi

KehidupanSunting

ir. Muhammad Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 18 Desember 1953. Ayahnya bernama H. Muhammad Tohir, berasal dari Desa Jejawi Ogan Ilir Sumsel dan ibunya bernama Hj. Aisyah dari Desa Adumais OKU Timur Sumsel.[4] Dia di lahirkan dari keluarga sederhana. Dia adalah anak kedua dari 12 bersaudara. Dia pun semasa kecil tidak pernah bercita-cita menjadi seorang menteri.[5] Ayahnya seorang tentara yang kemudian berhenti dan memilih menjadi PNS sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sejak kecil Hatta sudah diajarkan hidup disiplin dan mandiri. Saat di SMP dan SMA dia sudah berpisah dengan orang tuanya. Dia tinggal dan sekolah di Palembang sedangkan orang tuanya di Ogan Komering Ilir. Jarak yang cukup jauh sekitar 100 km antara Ogan Komering Ilir dan palembang. Lulus SMA, Hatta kembali hidup jauh dari orang tuanya. Ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Sewaktu kuliah, Hatta terbilang aktif di organisasi dan dia menjabat wakil ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB (HMTP) dan Senator Mahasiswa ITB. Selain itu, ia juga aktivis Masjid Salman Bandung, bahkan jauh sebelum itu aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Lulus kuliah, Hatta sebetulnya ingin menjadi dosen, tapi kandas karena lebih memilih membantu orang tua dan saudara-saudaranya, dia memilih menjadi pengusaha. Hatta lalu memulai kariernya pada usia 24 tahun sebagai teknisi lapangan di PT Bina Patra Jaya pada 1977-1978. Pada tahun 1980, ia dipercaya menjadi wakil manajer teknis di sebuah perusahaan pengeboran minyak, PT Meta Epsi. Kariernya terus melesat pada usia 29 tahun, dia sudah menjadi presiden direktur PT Arthindo. Dia menduduki posisi ini dari tahun 1982 hingga 2000. Sukses di dunia perminyakan, dia mulai tertarik ke dunia politik. Naluri aktivisnya saat mahasiswa mendorongnya terjun di dunia kepartaian.

Bersamaan lahirnya Era Reformasi, dan berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta bergabung ke PAN dengan menjadi Ketua Departemen Sumber Daya Alam dan Energi. Ia pun kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 1999 dari daerah pemilihan (Dapil) Bandung, Jawa Barat. Karier politiknya mulai meroket, di lembaga legislatif itu, ia terpilih menjadi ketua Fraksi Reformasi DPR RI. Pada saat kongres I PAN pada tahun 2000, Hatta kemudian didaulat menjadi Sekretaris Jenderal mendampingi Ketua Umum Soetrisno Bachir periode 2000-2005. Dari dunia legislatif, dia beralih ke eksekutif dengan menjadi beberapa kali menteri di kebinet yang berbeda. Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sukses Hatta ini dinilai banyak orang karena keahlian komunikasi atau lobinya sehingga diterima oleh presiden yang sedang berkuasa. Seriring dengan cemerlang kariernya di eksekutif, Hatta juga naik kelas di kepengurusan partai. Dari sekjen dia menjadi Ketua Umum DPP PAN 2010-2015. Dengan berbagai pengalaman politik yang dia miliki, dia dicalonkan menjadi wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2014. Namun, belum berhasil, Hatta tetap menjadi sosok penting saat pasca Pilpres, saat itu ia menjadi penengah kekuatan politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi dan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto. <ref>[3]

PendidikanSunting

KarierSunting

GaleriSunting

Pranala luarSunting

Catatan kakiSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Sri Mulyani
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia
2009–2014
Diteruskan oleh:
Chairul Tanjung
Didahului oleh:
Yusril Ihza Mahendra
Menteri Sekretaris Negara Indonesia
2007–2009
Diteruskan oleh:
Sudi Silalahi
Didahului oleh:
Agum Gumelar
Menteri Perhubungan Indonesia
2004–2007
Diteruskan oleh:
Jusman Syafii Djamal
Didahului oleh:
AS Hikam
Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia
2001–2004
Diteruskan oleh:
Kusmayanto Kadiman
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Soetrisno Bachir
Ketua Umum PAN
2010–2015
Diteruskan oleh:
Zulkifli Hasan
Didahului oleh:
Faisal Basri
Sekretaris Jenderal PAN
2000–2005
Diteruskan oleh:
Zulkifli Hasan
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
AS Hikam
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
2001–2004
Diteruskan oleh:
Kusmayanto Kadiman