Tarekat Syattariyah

Tarekat Syattariyah adalah aliran tarekat yang pertama kali muncul di India pada abad ke-15. Tarekat ini dinisbahkan kepada tokoh yang memopulerkan dan berjasa mengembangkannya, Abdullah asy-Syattar.[1]

Awalnya tarekat ini lebih dikenal di Iran dan Transoksania (Asia Tengah) dengan nama Isyqiyah. Sedangkan di wilayah Turki Usmani, tarekat ini disebut Bistamiyah.

Tarekat Syatariyah di Cirebon berkembang pesat melalui Para Bangsawan Keraton dilingkungan keraton. Para bangsawan ini kemudian meninggalkan keraton dan mendirikan pesantren-pesantren di sekitar wilayah Cirebon, hal ini mereka lakukan karena kebencian mereka terhadap penjajah yang pada saat itu telah menguasai seluruh keraton di Cirebon (Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman).

Pusat-pusat Tarekat Syatariyah di Cirebon pada saat itu (masa Kolonial abad ke 17-19) yang bermula di Keraton Cirebon kemudian beralih ke pesantren-pesantren yang berada di wilayah Cirebon [2] seperti Pesantren Al-Jauhriyah, Pesantren Kempek, Pesantren Buntet, Pesantren Darul Hikam, dan lain-lain.

Jejak-jejak peninggalan Tarekat Syatariyah yang berkembang di Keraton Cirebon masih bisa kita lihat dari Naskah Cirebon [3] yang hingga kini masih terawat. Di antara Naskah Cirebon yang memuat ajaran Tarekat Syatariyah ini adalah Naskah Cirebon yang berjudul Tarekat Syatariyah Ratu Raja Fatimah Sami, Tarekat Syatariyah Pangeran Raja Abdullah Ernawa, Tarekat Syatariyah Pangeran Raja Wikantadirja, dan lain-lain.

tatanan qadri shattari adalah salah satu cabang tatanan shattari terkemuka di India.[4]

Para sufi penting dari ordo ini termasuk Gause gwaliori, Sayyadna Hashim peer Dastagir, Sufi Sarmast Ali Shah Qalandar.[5]

Makam sayyadna Hashim peer dastagir

para sufi lainnya jika sufi ini termasuk Maulana Muhammad Siddique Sahab, Gani qadri shattari dan Wali qadri shattari. Pemimpin ordo ini saat ini adalah Sayyad Mushtaq Husain Ali Mast Qadri Shattari.

Sayyad Mushtaq Husain Ali Mast Qadri Shattari, adalah pemimpin tatanan Shattari saat ini

ReferensiSunting

  1. ^ Sharma, Suresh K.; Sharma, Usha (2004). Cultural and Religious Heritage of India: Islam (dalam bahasa Inggris). Mittal Publications. ISBN 978-81-7099-960-7. 
  2. ^ Unknown. "Rumah Budaya Nusantara Pesambangan Jati Cirebon Jl. Gerilyawan No. 04 Kota Cirebon". 
  3. ^ Cirebon, Pengurus Naskah. "Muludan, Sekaten, Pelal, dan Panjang Jimat". 
  4. ^ "Introduction To Qadri shattari silsila". qadrishattari.xyz. Diakses tanggal 2020-09-04. 
  5. ^ "Welcome To Qadri shattari silsila". Diakses tanggal 2020-09-04. 

PranalaSunting