Feminisme Marxis

Feminisme Marxis adalah sebuah varian filsafat dari feminisme yang memadukan dan memperluas teori Marxis. Konsep feminisme marxis lahir dari pemikiran seorang filsuf asal Jerman yang sangat terkemuka yang bernama Karl Henrich Marx. Bagi feminisme marxis, penindasan kaum perempuan adalah bagian dari penindasan kelas dalam hubungan produksi.[1] Feminisme Marxis menganalisis cara-cara dimana wanita dieksploitasi melalui kapitalisme dan kepemilikan individual dari kproperti pribadi.[2] Menurut feminis Marxis, pembebasan wanita hanya dapat dicapai melalui pendepakan sistem kapitalisme dimana mereka merasa sebagian besar buruh wanita tak diberi kompensasi. Feminis Marxis memperluas analisis Marxis tradisional dengan menerapkannya kepada buruh domestik tak dibayar dan hubungannya dengan jenis kelamin.[1]

Bagi Marxis perempuan disamakan dengan kaum buruh, jadi termasuk kelompok tertindas . Kondisi-kondisi fisik perempuan yang lebih lemah secara alamiah hendaknya tidak tidak digunakan sebagai alasan untuk menempatkan kaum perempuan dalam posisinya yang lebih rendah. Pekerjaan perempuan selalu dikaitkan dengan memelihara. Laki-laki selalu dikaitkan dengan bekerja. Laki-laki memiliki kekuatan untuk menaklukan, mengadakan ekspansi, dan bersifat agresif. Perbedaan fisik yang diterima sejak lahir kemudian diperkuat dengan hegemoni struktur kebudayaan, adat istiadat, tradisi, pendidikan, dan sebagainya.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ a b Mahyuni, Irwan. "Perjuangan Perempuan dalam Sarinah karya Soekarno : Kajian Kritik Sastra Feminisme Marxis". Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia. 8 (2): 157. 
  2. ^ Desai, Murli (2014), "Feminism and policy approaches for gender aware development", in Desai, Murli, ed. (2014). The paradigm of international social development: ideologies, development systems and policy approaches. New York: Routledge. hlm. 119. ISBN 9781135010256. 
    Mengutip:
    • Poonacha, Veena (1995). Gender within the human rights discourse. RCWS Gender Series. Bombay: Research Centre for Women's Studies. S.N.D.T. Women's University. OCLC 474755917. 
  3. ^ Listia Rini, Ajeng Mega (2014). "Citra Perempuan pada Novel Hati Sinden Karya Dwi Rahyuningsih ( Kajian Feminisme Marxis)". Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa. 3 (4): 4. 

Bacaan tambahanSunting

Dikutip dalam:
Louis, Prakash (2005), "Hindutva and weaker sections: conflict between dominance and resistance", in Puniyani, Ram, ed. (2005-07-21). Religion, power & violence: expression of politics in contemporary times. New Delhi Thousand Oaks: Sage. hlm. 171. ISBN 9780761933380. 

Pranala luarSunting