Buka menu utama

Ezra–Nehemia adalah versi gabungan yang asli dari kitab-kitab biblika Ezra dan Nehemia—keduanya pada awalnya tergabung dalam satu kitab, tetapi dipisahkan oleh kalangan Kristen pada abad ke-3 M dan di dalam kalangan Yahudi pada abad ke-15.[1] Isinya mencakup periode dari kejatuhan Babel pada tahun 539 SM sampai paruh kedua abad ke-5 SM, menceritakan misi-misi berturutan Zerubabel, Ezra, dan Nehemia ke Yerusalem, serta upaya-upaya mereka untuk memulihkan praktik pemujaan kepada Allah Israel dan untuk menciptakan suatu komunitas Yahudi yang dimurnikan.[2] Narasinya sangat skematis, setiap tahap pemulihan mengikuti pola yang sama: Allah "menggerakkan" raja Persia, sang raja mengutus seorang pemimpin Yahudi untuk melakukan suatu tugas, sang pemimpin mengatasi perlawanan dan berhasil, keberhasilan ditandai dengan suatu pertemuan besar.

Pada abad ke-19 dan hampir sepanjang abad ke-20, ada keyakinan bahwa Kitab Tawarikh dan Ezra–Nehemia berasal dari penulis atau kelompok penulis yang sama (serupa dengan pandangan sesuai tradisi yang menganggap Ezra adalah penulis ketiganya). Tetapi pandangan yang umum di kalangan akademisi modern adalah bahwa perbedaan-perbedaan antara Tawarikh dan Ezra–Nehemia jauh lebih banyak daripada kesamaannya, dan bahwa Ezra–Nehemia sendiri memiliki suatu sejarah penyusunan yang panjang dari berbagai sumber, yang membentang dari awal abad ke-4 SM hingga periode Helenistik.[3]

Sejarah tekstualSunting

Teks Masoretik Ezra–Nehemia sebagian besar tersusun dalam bahasa Ibrani Biblika Akhir, dengan bagian-bagian penting dalam "bahasa Aram Resmi"; terdapat beberapa cerminan kosakata Persia Kuno, namun ada sedikit pengaruh yang signifikan dari bahasa Yunani.[4]

Ezra–Nehemia Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada pertengahan abad ke-2 SM. Penulisan nama Ezra dalam bahasa Yunani dan Latin adalah Esdras, serta terdapat dua versi Ezra–Nehemia Yunani: Esdras alfa (Ἔσδρας Αʹ) dan Esdras beta (Ἔσδρας Βʹ).[4] Esdras beta, yang masih digunakan dalam gereja-gereja berbahasa Yunani dan tradisi Kristen Ortodoks lainnya, mirip dengan versi standar Ibrani, tetapi Esdras alfa (atau 1 Esdras) sangat berbeda: hanya mereproduksi materi yang berkaitan dengan Ezra dan mengabaikan Nehemia.

Kenyataan bahwa Ezra–Nehemia diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada pertengahan abad ke-2 SM memberi kesan bahwa teks ini telah dipandang sebagai kitab suci pada masa tersebut.[1] Teks ini diperlakukan sebagai satu kitab tunggal dalam manuskrip Ibrani maupun Yunani, tetapi Origenes memisahkannya menjadi dua kitab. Ketika Hieronimus juga melakukan hal yang sama saat melakukan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Latin, tradisi dua-kitab tersebut menjadi lestari di dalam Kekristenan Barat. Alkitab-Alkitab Yahudi terus memperlakukannya sebagai satu karya tunggal, dengan judul "Ezra", hingga abad ke-15 SM,[1] tetapi Alkitab-Alkitab Ibrani modern masih mencetak catatan-catatan Masoretik di bagian akhir Nehemia dan mencantumkan ayat pertengahannya sebagai Nehemia 3:32 sehingga mengindikasikan kalau sebuah karya lengkap Ezra–Nehemia masih ada dalam pandangan.[5] (Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa karya yang agak berbeda yang disebut Esdras, sebagian besar isinya berkenaan dengan visiun dan nubuat.)

Lihat pulaSunting

  • Esdras, mengenai penjelasan perbedaan skema penomoran kitab-kitab Esdras/Ezra
  • 1 Esdras – varian naskah Tawarikh–Ezra–Nehemia

ReferensiSunting

  1. ^ a b c M. Patrick Graham, The "Chronicler's History": Ezra-Nehemiah, 1-2 Chronicles in Graham, M.P, and McKenzie, Steven L., The Hebrew Bible today: an introduction to critical issues (Westminster John Knox Press, 1998), pp. 201–2
  2. ^ Lester Grabbe, Ezra, in Eerdmans Commentary on the Bible (ed. James D. G. Dunn, John William Rogerson, Eerdmans, 2003), p.313
  3. ^ Lester Grabbe, Ezra, in Eerdmans Commentary on the Bible (ed. James D. G. Dunn, John William Rogerson, Eerdmans, 2003), pp. 313–4
  4. ^ a b Daniel L. Smith-Christopher, Ezra-Nehemiah, in The Oxford Bible Commentary (ed. John Barton, John Muddiman, Oxford University Press, 2001), p. 308
  5. ^ Gregory Goswell, "What's in a Name? Book Titles in the Latter Prophets and Writings," Pacifica 21 (2008), p. 14

Pranala luarSunting