Kitab Raja-raja

Kitab Raja-raja (bahasa Ibrani: Sepher M'lakhim, ספר מלכים) merupakan nama dari sebuah kitab dalam Tanakh (Alkitab Ibrani) dan nama dari 2 buah kitab dalam Perjanjian Lama di Alkitab Kristen (menjadi Kitab 1 dan 2 Raja-raja). Kitab(-kitab) ini menutup kisah sejarah deuteronomistik, yaitu narasi sejarah Israel yang juga mencakup Kitab Yosua, Hakim-hakim, dan Samuel.

Kitab Raja-raja (Kitab 1 & 2 Raja-raja) lengkap pada Kodeks Leningrad, salinan Teks Masoret yang dibuat tahun 1008.

Para ahli percaya bahwa Kitab Raja-raja ditulis untuk memberikan penjelasan teologis mengenai kehancuran Kerajaan Yehuda oleh Babilonia (Babel) sekitar tahun 586 SM dan untuk mengokohkan alasan untuk kembali dari pembuangan ke Babilonia.[1] Kitab Raja-raja (1 Raja-Raja dan 2 Raja-Raja) yang terdapat dalam Tanakh memuat pandangan Alkitab terhadap sejarah bangsa Israel sejak kisah hari tua dan kematian Daud sampai kepada pelepasan keturunannya, raja Yoyakhin dari penjara di Babel, meliputi periode sekitar 400 tahun (~.960-560 SM).[1] Para ahli cenderung membagi kitab ini menjadi tiga edisi, yaitu edisi pertama dari akhir abad ke-7 SM serta edisi kedua dan terakhir dari pertengahan abad ke-6 SM.[2][3]

Kitab Raja-raja ditulis sebagai kitab sejarah, tetapi juga mencampurkan legenda, cerita rakyat, kisah mujizat dan ada anggapan "kisah khayalan", dalam suatu tawarikh, dengan tujuan utama untuk menjelaskan apa yang terjadi berdasarkan nilai kebenaran ilahi, sehingga lebih tepat dibaca sebagai pustaka teologi dalam bentuk kitab sejarah.[4]

PembagianSunting

Kitab Raja-raja pada Alkitab Ibrani modern masih berupa kitab tunggal, sedangkan Kitab Raja-raja pada Alkitab Kristen berupa kitab ganda, yang disebut Kitab 1 dan 2 Samuel.

Kitab Raja-raja pada awalnya, dan masih dipertahankan dalam beberapa Tanakh (Alkitab Ibrani) versi modern, hanya berupa satu kitab (gulungan). Pembagian kitab tersebut menjadi 2 kitab terpisah berasal dari Alkitab Ibrani terjemahan bahasa Yunani Koine pertama, Septuaginta (LXX), yang juga menggabungkan Kitab Raja-raja dengan Kitab Samuel menjadi 4 buah kitab terpisah berlabel sama, yaitu "Kitab Kerajaan-kerajaan" atau "Kitab Penguasa-penguasa" (bahasa Yunani Koine: Βíβλοι Βασιλειῶν translit. Bíbloi Basileiôn), sehingga Kitab 1 dan 2 Samuel disebut "Kitab 1 dan 2 Kerajaan-kerajaan" dan Kitab 1dan 2 Raja-raja disebut "Kitab 3 dan 4 Kerajaan-kerajaan". Pembagian di LXX ini digunakan pula oleh umat Kristen perdana dan diadopsi ke dalam Alkitab terjemahan bahasa Latin Klasik, Vulgata, dengan perubahan nama label menjadi "Kitab Raja-raja" (bahasa Latin: Liber Regum; Kitab 1 dan 2 Samuel modern disebut "Kitab 1 dan 2 Raja-raja", sedangkan Kitab 1 dan 2 Raja-raja modern disebut "Kitab 3 dan 4 Raja-raja"). Pembagian Kitab Raja-raja modern dimulai pada tahun 1517 oleh Gereja Protestan, yang diikuti oleh Gereja Katolik. Pelabelan kembali menjadi "Kitab Raja-raja" seperti aslinya juga diterapkan pada kurun waktu tersebut dalam Alkitab Ibrani, tetapi lazim tanpa pembagian menjadi dua kitab seperti dalam Alkitab Kristen.[5]

Tokoh-tokoh terkenalSunting

Sejumlah tokoh yang mendapat perhatian dalam Kitab Raja-raja antara lain:

Lihat pulaSunting

SumberSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Sweeney, p. 1
  2. ^ Fretheim, p. 7
  3. ^ Grabbe, Lester L. (2016-12-01). 1 & 2 Kings: An Introduction and Study Guide: History and Story in Ancient Israel (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-1). T&T Clark. ASIN B01MTO6I34. 
  4. ^ Nelson, pp.1-2
  5. ^ Cartledge, Tony W (2001). "1 & 2 Samuel". Dalam: Smyth & Helwys Bible Commentary, 7. Macon, Georgia: Smyth & Helwys Publishing. ISBN 1-57312-064-2

Daftar pustakaSunting