Buka menu utama

Demonstrasi dan kerusuhan Mei 2019 di Jakarta

Aksi demonstrasi di Indonesia
(Dialihkan dari Aksi 22 Mei)

Demonstrasi dan kerusuhan terjadi di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019. Demonstrasi tersebut berkaitan dengan penolakan hasil penghitungan suara pemilihan Presiden Indonesia 2019. Bentrokan massa dengan aparat dan kerusuhan terjadi di beberapa tempat di Jakarta sejak tanggal 21 Mei malam.

Demonstrasi dan kerusuhan Mei 2019 di Jakarta
2019 Indonesian general election demonstration MH Thamrin.jpg
Arus lalu lintas di Persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat, dialihkan saat massa mulai berkumpul untuk berunjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, 21 Mei 2019.
Tanggal21–22 Mei 2019
LokasiJakarta, Indonesia
JenisUnjuk rasa, kerusuhan
Tewas8 orang (dilaporkan)[1]
Cedera600+

Daftar isi

Latar BelakangSunting

Sebanyak 108 purnawirawan TNI-Polri yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa menyatakan akan mengikuti demonstrasi ini di Komisi Pemilihan Umum.[2] Mereka membantah turun ke jalan karena diperintah oleh Prabowo Subianto.[3]

Hingga 21 Mei, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat lebih dari 1.300 orang yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia yang akan mengikuti demonstrasi ini. Mengantisipasi banyaknya peserta yang turun ke jalan mengikuti demonstrasi ini, lalu lintas Jalan M. H. Thamrin ditutup baik dari arah Jalan Sudirman ke Monumen Nasional maupun sebaliknya. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan peserta yang lebih besar dibanding pada 21 Mei. Sejumlah koridor bus Transjakarta juga turut dialihkan untuk menghindari jalan yang ditutup itu.[4] Dalam menghadapi peserta demonstrasi, Polri akan mengedepankan negosiasi dalam pengamanan demonstrasi ini.[5]

DampakSunting

TanggapanSunting

 
 
Gedung Bawaslu
 
Asrama Brimob Slipi
 
Jembatan Layang Kemanggisan
Lokasi konsentrasi massa pada Aksi 22 Mei.[6]
  Merah: Konsentrasi massa terpusat.
  Kuning: Lokasi kericuhan massa di berbagai tempat.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut demonstrasi ini tidak dapat dibenarkan karena merupakan bentuk kejahatan serius.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ Anies Klaim 6 Tewas saat Demo Rusuh Bawaslu, Mabes Polri: Belum Dibenarkan. Suara.com. Diakses 22 Mei 2019.
  2. ^ Medistiara (20 Mei 2019). "Purnawirawan Pro-Prabowo Akan Ikut Aksi 22 Mei di KPU". Detik. Diakses tanggal 21 Mei 2019. 
  3. ^ "108 Purnawirawan Ikut Aksi 22 Mei, Bantah Diperintah Prabowo". CNN Indonesia. 20 Mei 2019. Diakses tanggal 21 Mei 2019. 
  4. ^ "Ada Aksi di Bawaslu, Polisi Tutup Jalan Thamrin 22 Mei". CNN Indonesia. 21 Mei 2019. Diakses tanggal 22 Mei 2019. 
  5. ^ Ikhsanuddin, Arief (22 Mei 2019). "Polri akan Kedepankan Negosiasi Saat Amankan Aksi 22 Mei". Detik. Diakses tanggal 22 Mei 2019. 
  6. ^ 3 Titik Rusuh 22 Mei yang Perlu Dihindari. "Detik.com". Diakses pada 22 Mei 2019.
  7. ^ "Wiranto soal Aksi 22 Mei: Itu Kejahatan Serius". CNN Indonesia. 22 Mei 2019. Diakses tanggal 22 Mei 2019.