Stewart Grand Prix

Konstruktor Formula Satu asal Inggris

Stewart Grand Prix Limited,[1] biasa disebut Stewart saja, adalah sebuah tim dan konstruktor mobil balap Formula Satu (F1) asal Britania Raya yang berkompetisi di ajang tersebut dari musim 1997 sampai dengan musim 1999. Tim ini didirikan oleh mantan juara dunia F1 tiga kali Jackie Stewart, bersama dengan putranya, yaitu Paul Stewart. Tim ini mendapatkan dukungan penuh dari perusahaan mobil Amerika Serikat Ford Motor Company yang menjadi pemasok mesinnya. Selama tiga musim berkiprah di ajang F1, tim ini mencatatkan kesuksesan besarnya di musim 1999. Pada musim tersebut, mereka berhasil memenangkan satu perlombaan pada Grand Prix Eropa melalui Johnny Herbert dan satu kali posisi pole pada Grand Prix Prancis melalui Rubens Barrichello.

Stewart
Nama resmiStewart Grand Prix
Kantor pusatMilton Keynes, Britania Raya
Pendiri
Staf terkenal
Pembalap terkenal
Nama selanjutnyaJaguar Racing
Sejarah dalam ajang Formula Satu
MesinFord
Gelar Konstruktor0
Gelar Pembalap0
Jumlah lomba49
Menang1
Podium5
Poin47
Posisi pole1
Putaran tercepat0
Lomba pertamaGrand Prix Australia 1997
Lomba terakhirGrand Prix Jepang 1999

Pada pertengahan musim 1999, Ford mengumumkan pembelian tim ini secara penuh dari tangan Jackie dan Paul Stewart. Ford kemudian mengubah nama tim menjadi Jaguar Racing mulai musim 2000. Dikarenakan catatan prestasi tim yang kurang baik, Ford kemudian menjual tim Jaguar kepada Red Bull pada akhir musim 2004 dan selanjutnya tim tersebut berganti nama menjadi Red Bull Racing pada musim 2005.

Awal mula

 
Jackie Stewart (foto tahun 1973), salah satu sosok dibalik tim Stewart Grand Prix.

Pada akhir musim 1973, pembalap asal Skotlandia, yaitu John Young Stewart, atau lebih dikenal dengan nama Jackie Stewart, telah memutuskan untuk pensiun dari karier membalapnya di dalam ajang Formula Satu (F1).[2] Selama berkarier di dalam ajang ini, Jackie berhasil meraih tiga kali juara dunia yaitu pada musim 1969, 1971, dan 1973. Semua gelar tersebut ia raih dengan mengendarai mobil-mobil yang memakai mesin Ford yang dibuat oleh perusahaan mitra tekniknya, yaitu Cosworth.[3][4] Setelah pensiun dari kegiatan membalap, Jackie masih terlibat di dalam olahraga tersebut sebagai komentator untuk siaran televisi dan juga menjadi duta untuk Ford Motor Company.[5][6] Pada tahun 1988, Paul Stewart selaku putra Jackie mendirikan sebuah tim balap mobil yang bernama Paul Stewart Racing (PSR).[5] Jackie sendiri berperan sebagai pemasar dan negosiator untuk menarik pihak sponsor bagi tim yang dimiliki oleh putranya tersebut.[7] Tim ini selanjutnya memulai debutnya di dalam ajang Formula Ford 2000 Inggris musim 1988 dengan dukungan dari Texaco.[8]

Pada akhir musim 1988, tim PSR membeli tim Gary Evans Motorsport yang pada saat itu turun di dalam ajang Formula 3000. Melalui pembelian tim tersebut, tim PSR menambah ajang yang mereka ikuti dengan turun dalam ajang Formula 3000, Formula Tiga Inggris, dan Formula Vauxhall.[9] Tim juga mendirikan kantor operasional yang baru di Milton Keynes.[9] Pada ajang Formula Tiga Inggris, pemilik tim Paul Stewart turun merangkap sebagai pembalap.[10] Ia berhasil memenangkan perlombaan di Sirkuit Snetterton pada tahun 1989.[11] Pada musim 1992, Gil de Ferran berhasil mempersembahkan gelar yang pertama untuk tim ini di dalam ajang Formula Tiga Inggris.[12] Selanjutnya, tim berhasil memenangkan lima gelar yang lainnya pada ajang tersebut sampai dengan tahun 1998.[13] Meskipun demikian, dalam ajang Formula 3000 tim PSR tidak mampu meraih prestasi yang menawan dalam keikutsertaannya dari musim 1993 sampai dengan 1995.[9] Tambahan gelar juara untuk tim ini datang dari ajang Formula Vauxhall, yang berhasil mereka juarai selama tiga musim secara beruntun, mulai dari 1995 sampai dengan 1997.[14]

Mendekati akhir tahun 1995, tim PSR menyatakan tidak tertarik untuk naik kelas ke dalam ajang F1. Pada saat itu, F1 kedatangan beberapa tim baru, seperti Simtek, Pacific Racing, dan Forti, tetapi mereka rata-rata berumur pendek dan berujung dengan kebangkrutan.[15] Pandangan tersebut berubah pada bulan Januari 1996 ketika Jackie Stewart mendapatkan kontrak pengembangan teknis selama lima musim dengan Ford untuk menjadikannya sebagai sebuah tim pabrik di dalam ajang F1.[3] Sebelumnya, Ford adalah pemasok mesin untuk tim Sauber.[16] Selanjutnya, sebuah keputusan diambil dengan tim PSR yang mundur dari ajang Formula 3000 meskipun mereka masih tetap akan berkompetisi pada ajang Formula Tiga Inggris dan Formula Vauxhall.[9] Untuk memasuki ajang F1, Jackie dan Paul mendaftarkan entitas perusahaan yang baru dengan nama Stewart Grand Prix.[3]

Sejarah dalam ajang Formula Satu

1997: Musim debut

 
Mobil Stewart SF01 di Museum Grand Prix Donington.

Tim Stewart menjadi satu dari tiga tim baru yang berlaga di dalam ajang Formula Satu musim 1997, bersama dengan tim Prost Grand Prix (yang sebelumnya dikenal dengan nama Équipe Ligier) dan tim MasterCard Lola.[17] Tim menurunkan pembalap asal Brasil, yaitu Rubens Barrichello, dan pembalap asal Denmark, yaitu Jan Magnussen, dengan mobil SF01 rancangan Alan Jenkins.[18][19] Tim ini menjadi salah satu tim yang menggunakan ban Bridgestone, yang juga memulai debut resminya di musim 1997.[20]

Pada sesi tes pra-musim, terungkap bahwa mobil memiliki kendala reliabilitas.[21] Pada lomba Grand Prix Australia yang menjadi lomba debut dan sekaligus lomba pembuka musim, kedua mobil Stewart gagal finis. Meskipun demikian, Paul Stewart tetap menganggap positif hasil yang diraih oleh timnya di dalam lomba debutnya tersebut.[22] Satu-satunya kesuksesan tim di musim 1997 adalah pada saat Barrichello berhasil finis di posisi kedua pada Grand Prix Monako dalam kondisi lintasan yang basah akibat hujan deras.[23] Meskipun mobil SF01 mampu menjadi penantang yang kuat untuk barisan papan tengah pada saat sesi kualifikasi, namun tim lebih banyak berkutat dengan hasil gagal finis dikarenakan faktor ketahanan mesin Ford yang lemah.[21] Sampai musim berakhir, tim hanya mampu meraih delapan kali hasil masuk finis dari kemungkinan 34 kali finis yang bisa dicapai oleh kedua mobil. Hasil tersebut membawa tim ini finis di posisi kesembilan di dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Konstruktor dengan raihan 6 poin.[24]

1998: Tampil kurang kompetitif

 
Rubens Barrichello di Grand Prix Spanyol 1998.

Untuk musim 1998, tim menggunakan sasis SF02 yang masih tetap dirancang oleh Alan Jenkins. Sementara itu, Rubens Barrichello dan Jan Magnussen masih tetap dipertahankan untuk posisi pembalap.[25][26] Masalah reliabilitas kembali menjadi momok bagi tim ini selama musim 1998 berjalan.[23] Poin perdana mereka baru bisa diraih pada Grand Prix Spanyol pada saat Barrichello finis di urutan kelima. Memasuki pertengahan musim, posisi Magnussen digantikan oleh pembalap asal Belanda, yaitu Jos Verstappen, dengan alasan bahwa penampilan Magnussen tidak sesuai dengan harapan.[27] Ironisnya, penggantian ini terjadi setelah Magnussen berhasil meraih satu poin pada Grand Prix Kanada, sebagai hasil dari finis di posisi keenam dalam lomba yang diwarnai dengan banyak insiden.[28]

Penggantian pembalap ini seolah tidak berarti apa-apa, karena Verstappen juga mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan mobil SF02.[23] Verstappen bertahan di tim sampai dengan akhir musim, dan lebih memilih untuk hengkang setelah tim lebih memilih untuk merekrut Johnny Herbert.[23] Selain itu, direktur teknis Alan Jenkins juga ikut hengkang dan posisinya digantikan oleh Gary Anderson, yang sebelumnya bergabung di tim Jordan.[29] Dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Konstruktor, tim Stewart berada di posisi kedelapan dengan total raihan 5 poin.[30]

1999: Kemenangan lomba satu-satunya

Setelah Ford mengakuisisi Cosworth pada bulan Juli 1998, mereka memutuskan untuk mengambil risiko dengan merancang dan membuat mesin yang baru, yang dinamakan Cosworth CR1, untuk menghadapi musim 1999.[31] Mobil SF3 dirancang dan dikembangkan oleh Gary Anderson. Untuk skuad pembalap, tim memasang duet Rubens Barrichello dan Johnny Herbert.[32] Pada lomba pertama musim ini di Grand Prix Australia, kedua mobil mengalami kendala temperatur yang terlalu panas pada saat berada di grid. Akibat dari masalah ini membuat Herbert gagal mengikuti start, sementara Barrichello masih tetap bisa finis di urutan kelima, meskipun ia harus start dari pit-lane dan sempat terkena hukuman penalti stop and go selama 10 detik karena menyalip Michael Schumacher dalam kondisi bendera kuning.[33]

 
Johnny Herbert di Grand Prix Kanada 1999.

Mobil SF3 berhasil mencetak podium pertamanya di San Marino melalui Barrichello yang finis di posisi ketiga di belakang Michael Schumacher dan Mika Häkkinen. Herbert sempat berada di posisi kelima, tetapi mesin mobilnya rusak pada saat lomba tersisa tiga putaran lagi, yang membuatnya diklasifikasikan finis di urutan kesepuluh.[34] Usai gagal finis di Monako, duet pembalap tim Stewart mengalami nasib yang berbeda di Spanyol. Pada lomba tersebut, Barrichello mendapat hukuman diskualifikasi karena adanya pelanggaran teknis di bagian kolong mobil, sementara Herbert gagal finis akibat mengalami masalah hidrolik pada mobilnya.[35] Herbert berhasil meraih poin setelah finis di posisi kelima di Kanada, dengan Barrichello yang tersingkir karena terlibat di dalam insiden.[36]

Grand Prix Prancis menjadi titik tertinggi untuk Barrichello dengan keberhasilannya meraih posisi pole dalam sesi kualifikasi. Dalam perlombaan keesokan harinya, ia berhasil finis di urutan ketiga.[37] Memasuki pertengahan musim, tim hanya mampu dua kali meraih poin, yaitu melalui Barrichello yang finis di posisi kelima di Hungaria dan keempat di Italia.[38][39] Mendekati akhir musim, Herbert mendapatkan keberuntungannya di Grand Prix Eropa. Pembalap asal Inggris tersebut berhasil memenangkan lomba setelah sebelumnya start dari posisi ke-14. Dalam lomba itu juga, Barrichello finis di posisi ketiga yang membuat tim Stewart berhasil meraih podium ganda.[40]

Dalam lomba perdana Grand Prix Malaysia, Barrichello dan Herbert berhasil finis di posisi keempat dan kelima.[41] Namun, setelah tim Ferrari terkena hukuman diskualifikasi karena adanya pelanggaran teknis pada mobil F399, mereka dipromosikan ke posisi kedua dan ketiga.[42] Namun, hasil tersebut kemudian dibatalkan dan dikembalikan lagi ke hasil awal setelah lomba, setelah FIA menerima upaya pengajuan banding yang dilakukan oleh tim Ferrari.[43] Pada lomba penutup musim di Jepang, duet Stewart finis di luar posisi poin.[44] Tim berhasil meraih peringkat keempat di dalam klasemen akhir Kejuaraan Dunia Konstruktor dengan 36 poin.[45]

Penjualan kepada Ford dan perubahan nama menjadi Jaguar

Pada tanggal 10 Juni 1999, Ford Motor Company mengumumkan pembelian aset tim Stewart secara penuh untuk mempertegas keterlibatannya di dalam ajang F1. Dalam perjanjian jual-beli ini, Jackie dan Paul akan tetap berada di dalam manajemen tim, termasuk juga operasionalnya yang tetap memakai kantor dan pabrik di Milton Keynes.[46] Transaksi pembelian tim Stewart oleh Ford dilaporkan berharga rendah antara $30-40 juta, dikarenakan sebelumnya Ford sudah berinvestasi di tim tersebut sejak musim debutnya pada tahun 1997.[47]

Pada pertengahan bulan September 1999, Ford mengumumkan bahwa nama tim Stewart akan berganti nama menjadi Jaguar Racing untuk musim 2000, sebagai bagian dari rencana perusahaan untuk mempromosikan mobil Jaguar lebih luas lagi.[48] Ford juga mengumumkan perekrutan Eddie Irvine sebagai pembalap mendampingi Johnny Herbert, dengan Rubens Barrichello yang pindah ke tim Ferrari menggantikan posisi Irvine.[48]

Pada tanggal 26 Januari 2000, Jackie Stewart mengundurkan dari dari posisinya sebagai ketua dan kepala eksekutif tim Jaguar dengan alasan keluarga.[49] Pada tanggal 13 April 2000, Paul Stewart mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala operasional tim untuk menjalani pengobatan karena terkena kanker usus besar.[50] Jackie sendiri kembali lagi ke tim Jaguar pada tahun 2002, tetapi hanya sebatas menjadi anggota direksi saja. Sebelumnya, ia menolak tawaran dari manajemen Ford untuk menjadi pimpinan tim tersebut.[51]

Peninggalan

Tim Jaguar membalap di dalam ajang F1 dari musim 2000 sampai dengan 2004. Selama kurun waktu tersebut, mereka hanya mampu meraih dua kali podium ketiga, masing-masing di Grand Prix Monako 2001 dan Grand Prix Italia 2002. Catatan prestasi yang kurang baik ini membuat Ford memutuskan untuk menjual tim tersebut kepada Red Bull di akhir musim 2004.[52] Untuk musim 2005, manajemen Red Bull melakukan perubahan nama tim menjadi Red Bull Racing.[53] Sampai dengan musim 2024, tim Red Bull Racing masih tetap aktif membalap, dan telah menjadi salah satu tim papan atas di dalam ajang F1.[54]

Pada awal tahun 2023, Ford mengumumkan bahwa mereka akan kembali lagi ke dalam ajang F1 di musim 2026 dengan bermitra bersama dengan tim Red Bull Racing, sebuah tim yang dulunya pernah menjadi rekanan Ford pada saat masih bernama Stewart Grand Prix.[55] Johnny Herbert menyebut keterkaitan antara tim Stewart dengan tim Jaguar dan tim Red Bull sebagai "Tim Milton Keynes", dikarenakan ketiga tim tersebut berkantor di lokasi yang sama di Milton Keynes sejak pertama kali berdiri pada tahun 1997.[56]

 
HSBC menjadi sponsor utama tim Stewart selama berkiprah di dlam ajang F1.

Selama berkiprah di dalam ajang F1, tim Stewart mendapatkan kucuran dana sponsor dari Pemerintah Malaysia, HSBC, Sanyo, Hewlett Packard, Bridgestone, dan Lear Corporation.[57][58] Pada awalnya, Jackie Stewart berniat untuk memakai identitas negara Malaysia untuk tim F1 yang ia dirikan. Ia bahkan sempat berdiskusi dengan Perdana Menteri Malaysia, yaitu Mahathir Mohamad, mengenai rencana tersebut.[5] Namun, pihak pemerintah Malaysia merasa ragu untuk mendanai tim balap, dan lebih memilih untuk menolak ide yang diutarakan oleh Jackie.[5] Meskipun demikian, setelah adanya diskusi dengan Bernie Ecclestone selaku pimpinan Formula One Group mengenai rencana diadakannya lomba Grand Prix Malaysia, pemerintah Malaysia pun berubah pikiran dan setuju mendukung tim Stewart melalui merek "Visit Malaysia" untuk membantu mempromosikan kesiapan negara tersebut menggelar balapan mobil F1.[59]

Pada tanggal 17 September 1996, tim menandatangani kesepakatan dengan HSBC untuk menjadi sponsor utama.[60] Jackie mengenang kedekatannya dengan Sir William Purves yang pada saat itu menjadi pimpinan Grup HSBC. Pada awalnya, Purves merasa ragu untuk menyetujui kontrak sponsor bagi tim Stewart. Ia berpendapat bahwa HSBC seperti buang-buang uang dengan menjadi sponsor bagi sebuah tim balap.[61]

Tim menggunakan corak warna putih sebagai identitas korporat mereka. Penggunaan warna ini dipilih agar mudah dilihat oleh penggemar, khususnya mereka yang menonton melalui televisi. Selain itu, warna putih juga mampu mengidentifikasi identitas masing-masing sponsor tanpa perlu saling berbenturan warna.[62] Jackie kemudian menambahkan corak tartan yang dibuat seolah berputar melingkari badan mobil.[62] Pada saat masih aktif membalap di dalam ajang F1, Jackie terkenal dengan pemakaian helm warna putih yang dilingkari corak tartan.[63]

Hasil Grand Prix Formula Satu

(kunci)

Musim Sasis Mesin Ban Pembalap Lomba Poin Klasemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1997 SF01 Ford Cosworth
VJ Zetec-R 3.0 V10
B AUS BRA ARG SMR MON ESP CAN FRA GBR GER HUN BEL ITA AUT LUX JPN EUR 6 Posisi 9
  Rubens Barrichello Ret Ret Ret Ret 2 Ret Ret Ret Ret Ret Ret Ret 13 14 Ret Ret Ret
  Jan Magnussen Ret DNS 10 Ret 7 13 Ret Ret Ret Ret Ret 12 Ret Ret Ret Ret 9
1998 SF02 Ford Cosworth
VJ Zetec-R 3.0 V10
B AUS BRA ARG SMR ESP MON CAN FRA GBR AUT GER HUN BEL ITA LUX JPN 5 Posisi 8
  Rubens Barrichello Ret Ret 10 Ret 5 Ret 5 10 Ret Ret Ret Ret Ret 10 11 Ret
  Jan Magnussen Ret 10 Ret Ret 12 Ret 6
  Jos Verstappen 12 Ret Ret Ret 13 Ret Ret 13 Ret
1999 SF3 Ford Cosworth
CR-1 3.0 V10
B AUS BRA SMR MON ESP CAN FRA GBR AUT GER HUN BEL ITA EUR MAL JPN 36 Posisi 4
  Rubens Barrichello 5 Ret 3 9 DSQ Ret 3P 8 Ret Ret 5 10 4 3 5 8
  Johnny Herbert DNS Ret 10 Ret Ret 5 Ret 12 14 11 11 Ret Ret 1 4 7
Sumber:[64][65][66]

Pembalap tidak menyelesaikan Grand Prix, tetapi diklasifikasikan masuk finis karena sudah menyelesaikan lebih dari 90% jarak perlombaan.

Referensi

Situs web dan publikasi sejenis

  1. ^ "Stewart Grand Prix Limited - Incorporation" (PDF). Companies House United Kingdom. 1 November 1995. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 April 2023. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  2. ^ Nicholson & Hamilton 1997, hlm. 10.
  3. ^ a b c Goodman, David (5 Januari 1996). "Jackie Stewart, Ford Announce Deal on Grand Prix Development". Associated Press. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 April 2023. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  4. ^ Butcher, Lawrence (3 Februari 2023). "Ford Cosworth DFV: the greatest racing engine ever made". Motorsport Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Mei 2022. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  5. ^ a b c d Nicholson & Hamilton 1997, hlm. 13–16.
  6. ^ "Parting Company: Jackie Stewart, Ford to end 40-year partnership". Autoweek. 26 Desember 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Mei 2022. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  7. ^ "THE CHAMPIONS / Jackie Stewart – The organiser". Forix. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 April 2023. Diakses tanggal 29 April 2023. 
  8. ^ "Paul Stewart". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2022. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  9. ^ a b c d Karolak, Mariusz (30 Agustus 2006). "Paul Stewart - od PSR do SGP". f1wm.pl (dalam bahasa Polski). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2023. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  10. ^ "Hoe sommige Formule 1-teams aan hun naam gekomen zijn" (dalam bahasa Belanda). Autobahn. 18 Oktober 2022. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Desember 2022. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  11. ^ Peacock, Anthony (29 November 2016). "6 highly unconventional ways to win". Red Bull International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 April 2023. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  12. ^ Taylor, Simon (Januari 2014). "Lunch with... Gil de Ferran". Motorsport Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Agustus 2022. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  13. ^ "British Formula 3 Championship". Motorsport Winners. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 Februari 2023. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  14. ^ "Formula Vauxhall Championship". Motorsport Winners. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 Januari 2023. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  15. ^ "Pacific closing down..." GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 5 Desember 1995. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 April 2023. Diakses tanggal 18 April 2023. 
  16. ^ "What now for Sauber?". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 8 Januari 1996. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Agustus 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  17. ^ Diaz, Rehaan (18 Januari 2019). "F1 Rewind: The last time Williams were World Champions". Sportskeeda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  18. ^ Fagnan, Rene (4 Januari 2022). "Rétro: Stewart Grand Prix, l'écurie de F1 devenue Red Bull Racing" (dalam bahasa Prancis). Pole Position. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  19. ^ Nicholson & Hamilton 1997, hlm. 59–60.
  20. ^ Nicholson & Hamilton 1997, hlm. 173.
  21. ^ a b "Stewart Grand Prix". F1 Technical. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Juli 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  22. ^ "Australian GP, 1997". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Desember 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  23. ^ a b c d Motilall, Mike (10 Mei 2017). "Red Bull Racing's History. Part I: Stewart Grand Prix". Verstappen News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  24. ^ "1997 F1 Season Results". F1 Stats. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Oktober 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  25. ^ "No change at Stewart". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 13 Oktober 1997. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  26. ^ "F1 launches come thick and fast". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 12 Januari 1998. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  27. ^ "Verstappen replaces Magnussen". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 22 Juni 1998. Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  28. ^ Galvin, Max (1998). "Canadian Grand Prix Review". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Desember 2021. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  29. ^ Knutson, Dan (27 Januari 1999). "Stewart team prepared for big improvement in '99". Motorsport Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  30. ^ "1998 F1 Season Results". F1 Stats. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 Oktober 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  31. ^ "Ford and Cosworth Racing - History". Motorsport Network. 7 Januari 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Februari 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  32. ^ "Kegagalan sebuah tim kaya". Starting Grid. 8 Juni 2022. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  33. ^ Burley, Ian (7 Maret 1999). "Grand Prix of Australia Review". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Desember 2021. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  34. ^ Lupini, Michele (2 Mei 1999). "Grand Prix of San Marino Review". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2009. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  35. ^ Lupini, Michele (30 Mei 1999). "Grand Prix of Spain Review". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 Februari 2014. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  36. ^ Lupini, Michele (13 Juni 1999). "Grand Prix of Canada Review". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Maret 2012. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  37. ^ "WATCH: Enjoy extended highlights from the exciting rain-hit 1999 French Grand Prix". Formula One Management. 19 Juli 2022. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Desember 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  38. ^ "Hakkinen wins in Hungary". Autosport. 15 Agustus 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Juli 2021. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  39. ^ "1999 Italian Grand Prix: Heinz-Harald Frentzen Wins". Atlas F1. 12 September 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Mei 2006. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  40. ^ Elson, James (20 Juni 2020). "F1's Great Drives: Johnny Herbert - 1999 European Grand Prix". Motorsport Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Agustus 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  41. ^ "1999 Malaysian Grand Prix: Eddie Irvine Wins". Atlas F1. 17 Oktober 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  42. ^ Zanca, Salvatore (17 Oktober 1999). "Hakkinen Wins F-1 Title After Two Disqualifications". The Washington Post. Associated Press. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Oktober 2000. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  43. ^ "Stewart-Ford Accept Decision". Atlas F1. 23 Oktober 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Agustus 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  44. ^ Lupini, Michele (31 Oktober 1999). "Grand Prix of Japan Review". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 Oktober 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  45. ^ "1999 F1 Season Results". F1 Stats. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 Oktober 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  46. ^ "Ford To Buy Stewart Grand Prix". Crash Media Group. 10 Juni 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  47. ^ "Ford buys Stewart". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 14 Juni 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Februari 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  48. ^ a b "Irvine to lead Jaguar into Formula One". ESPN. 16 September 1999. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  49. ^ "Stewart resigns as Jaguar officer". rte.ie. 26 Januari 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  50. ^ "Paul Stewart Retires from Jaguar due to Cancer". Atlas F1. 13 April 2000. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Februari 2005. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  51. ^ Henry, Alan (26 November 2002). "Lauda is sacked in Jaguar shake-up". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Mei 2014. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  52. ^ "Ford to sell off Jaguar Racing, Cosworth". Crash Media Group. 17 September 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Desember 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  53. ^ Tran, Mark (15 November 2004). "Red Bull buys Jaguar F1 team". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 November 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  54. ^ "Red Bull Racing - Year by Year". Formula One Management. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Agustus 2020. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  55. ^ Barlow, Jason (7 Februari 2023). "Here's why Ford has returned to Formula One with Red Bull Racing". Top Gear. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Maret 2023. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  56. ^ Elson, James (3 Februari 2023). "Herbert remembers Ford's last F1 win with 'Team Milton Keynes'". Motorsport Magazine. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  57. ^ Waller, Toby (1997). "Stewart Racing: Powered by pride". Atlas F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Oktober 2022. Diakses tanggal 19 April 2023. 
  58. ^ Sylt, Christian (3 Juni 2016). "Total Recall: Jackie Stewart On Buying His First Rolex". Forbes. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 April 2023. Diakses tanggal 29 April 2023. 
  59. ^ "More loot for Stewart". GrandPrix.com. Inside F1, Inc. 2 Desember 1996. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Mei 2023. Diakses tanggal 2 Mei 2023. 
  60. ^ "Stewart scores major Sponsor deal". Atlas F1. 17 September 1996. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Mei 2023. Diakses tanggal 2 Mei 2023. 
  61. ^ Nicholson & Hamilton 1997, hlm. 33–36.
  62. ^ a b Nicholson & Hamilton 1997, hlm. 51.
  63. ^ "The Porsche guide to motorsport's most iconic racing helmets". Porsche. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Oktober 2022. Diakses tanggal 20 April 2023. 
  64. ^ "Stewart Grand Prix Stats". GP Racing Stats. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 September 2022. Diakses tanggal 17 April 2023. 
  65. ^ "Stewart – Grands Prix started". Stats F1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 April 2021. Diakses tanggal 17 April 2023. 
  66. ^ "Stewart Grand Prix Statistics and Results". Motorsport Stats. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 April 2023. Diakses tanggal 17 April 2023. 

Daftar pustaka

Pranala luar