Stasiun Sumobito

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Sumobito (SBO) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sumobito, Sumobito, Jombang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +28 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Lokasi stasiun ini sangat strategis karena terletak di jalur alternatif Jombang-Mojokerto. Stasiun berperon sisi ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.

Stasiun Sumobito
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SBO.png
  • Singkatan: SBO
  • Nomor: 4042
Stasiun Sumobito 2019.jpg
Stasiun Sumobito, 2019
AlamatSumobito, Sumobito, Jombang
Jawa Timur
Ketinggian+28 m
Letakkm 69+110 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Konstruksi
Jumlah jalur3 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi yang rendah dan satu peron pulau yang agak tinggi)
Fasilitas
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[3]
Tipe persinyalanElektrik tipe Ansaldo[2]
Layanan
Hanya untuk persilangan atau persusulan antarkereta api
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, saat ini tata letak jalur kereta api di stasiun ini sedang dirombak total. Stasiun ini akan menggunakan bangunan baru yang terletak di sebelah barat daya bangunan lama. Rencananya setelah proyek ini selesai, bangunan stasiun lama yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen akan segera dirobohkan karena terkena pembangunan jalur belok baru. Dalam perkembangannya, pembangunan jalur ganda tersebut sedang disambungkan dengan jalur ganda segmen Jombang-Madiun yang sudah dioperasikan penuh menjelang akhir tahun 2019 dan berikutnya sebagai tahap akhir akan diteruskan pembangunannya sampai di Surabaya. Selain itu, sistem persinyalan elektrik yang lama (tipe Ansaldo) akan segera digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.[4]

Saat ini stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api saja, bukan untuk menaikturunkan penumpang. Persilangan dan persusulan yang dilayani secara resmi sesuai Gapeka 2019 revisi per Mei 2020 adalah:

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2020). "Progress Pembangunan Double Track Lintas Selatan" (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub RI. Diakses tanggal 2020-06-13. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Kertosono
Kertosono–Wonokromo
menuju Wonokromo

Koordinat: 7°31′10″S 112°20′21″E / 7.5195266°S 112.3392729°E / -7.5195266; 112.3392729