Stasiun Plabuan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Plabuan (PLB) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦥ꧀ꦭꦧꦸꦮꦤ꧀, translit. Sêtasiyun Plabuan) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Ketanggan, Gringsing, Batang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 m ini termasuk ke dalam Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini diberi nama menurut dukuh tempat stasiun ini berada.

Stasiun Plabuan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun PLB.png
  • Singkatan: PLB
  • Nomor: 2437
Plabuanstation.jpg
Tampak atas emplasemen Stasiun Plabuan dari bukit—tampak Laut Jawa di sisi utara stasiun
AlamatKetanggan, Gringsing, Batang
Jawa Tengah
Ketinggian+4 m
Letakkm 54+003 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon[1]
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Konstruksi
Jumlah jalur3 (jalur 1 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama cukup tinggi)
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 (2013–sekarang)
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda segmen Ujungnegoro-Weleri resmi dioperasikan mulai pertengahan Maret 2014[3], terdapat satu jalur lurus baru yang ditambahkan di peron sisi stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi tiga. Jalur lurus baru tersebut dijadikan sebagai jalur 1 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, jalur 1 eksisting sedikit digeser ke arah utara dan diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur belok dengan penambahan sepur badug di kedua ujungnya, sedangkan jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja. Selain itu, sistem persinyalan elektrik yang lama telah diganti dengan yang baru produksi PT Len Industri. Pembangunan jalur ganda di segmen KuripanKrengseng menggunakan trase baru dengan mengepras bukit sekaligus menonaktifkan sebagian titik trase lama yang berada di pinggir pantai.

Stasiun ini terbilang unik dari segi letak karena terletak di bawah bukit, dan tak jauh dari situ sudah terbentang Laut Jawa, sehingga stasiun ini menjadi satu-satunya stasiun kereta api aktif yang terletak persis di pinggir pantai. Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Switchover Terakhir di Jalur Ganda KA Pantura". Berita Trans. 2014-02-26. Diakses tanggal 2019-02-10. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kuripan
ke arah Tegal
Tegal–Brumbung Krengseng
ke arah Brumbung

Koordinat: 6°55′12″S 109°57′22″E / 6.9198661°S 109.9561018°E / -6.9198661; 109.9561018