Stasiun Ujungnegoro

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Ujungnegoro (UJN) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di desa Ujungnegoro, Kandeman, Batang; pada ketinggian +5 meter; termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang. Letak stasiun ini terletak 1,5 km di selatan kawasan Pantai Ujungnegoro.

Stasiun Ujungnegoro

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun UJN.png
Stasiun Ujungnegoro 2019.jpg
Stasiun Ujungnegoro, 2019
LokasiUjungnegoro, Kandeman, Batang, Jawa Tengah 51261
Indonesia
Ketinggian+5 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkalkm 73+591 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • UJN
  • 2433
[3]
KlasifikasiII[2]
Operasi layanan
Hanya untuk penyusulan antarkereta api.
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 (2013–sekarang)
Lokasi pada peta

Stasiun ini awalnya hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 eksisting merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen stasiun ini hingga Stasiun Pekalongan resmi dioperasikan mulai 3 Juli 2013[4] dan kemudian hingga Stasiun Weleri mulai 14 Maret 2014,[5] terdapat masing-masing satu jalur belok baru berturut-turut di area peron sisi dan sisi utara stasiun sehingga jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, sedangkan jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja. Bangunan stasiun yang merupakan peninggalan Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij ini agak jauh dari bibir peron sisi jalur 1 eksisting, sehingga setelah pembangunan jalur ganda tersebut rampung, bangunan stasiun ini tetap dipertahankan. Selain itu, sistem persinyalan elektrik yang lama telah diganti dengan yang baru produksi PT Len Industri.

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api. Ke arah timur, sebelum Stasiun Kuripan, terdapat bekas Halte Roban yang sudah dinonaktifkan karena tingkat okupansi yang rendah.

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Company Profile PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 2020-10-05. 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ "Wamenhub Optimistis Rel Ganda Cirebon – Surabaya Selesai Akhir Tahun". Berita Trans. 2013-09-03. Diakses tanggal 2020-04-26. 
  5. ^ "Switchover Terakhir di Jalur Ganda KA Pantura". Berita Trans. 2014-02-26. Diakses tanggal 2019-02-10. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Batang
ke arah Tegal
Tegal–Brumbung Roban
ke arah Brumbung

Koordinat: 6°54′32″S 109°47′21″E / 6.9087999°S 109.7891665°E / -6.9087999; 109.7891665