Stasiun Karangsari (Banyumas)

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Karangsari (KRR) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Karangtengah, Cilongok, Banyumas. Stasiun yang terletak pada ketinggian +233 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto.

Stasiun Karangsari
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KRR.png
  • Singkatan: KRR
  • Nomor: 2108
Stasiun Karangsari 2019.jpg
Stasiun Karangsari, 2019
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
KecamatanCilongok
DesaKarangtengah
AlamatJalan Raya Panembangan
Kode pos53162
Koordinat7°22′57″S 109°07′16″E / 7.3824913°S 109.1210723°E / -7.3824913; 109.1210723Koordinat: 7°22′57″S 109°07′16″E / 7.3824913°S 109.1210723°E / -7.3824913; 109.1210723
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Kelas stasiunIII/kecil[1]
Ketinggian+233 m
Letak[2]km 336+163 lintas Jakarta-Cikampek-Cirebon Prujakan-Prupuk-Purwokerto-Kroya
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah)

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, ditambah satu sepur badug yang menyambung di jalur 1. Sejak pengoperasian jalur ganda segmen pertama Purwokerto–Patuguran per 9 September 2009,[3][4] terdapat jalur 4 baru sebagai sepur belok, sehingga jumlah jalurnya menjadi empat. Jalur 3 eksisting dijadikan sepur lurus arah Prupuk. Sepur badug di stasiun ini kini bertambah menjadi empat, yakni dua di sisi barat terhubung dengan jalur 1, serta dua di sisi timur terhubung dengan jalur 1 dan 4.

Dulu stasiun ini sering menjadi tempat persilangan kereta api dari dan menuju Purwokerto. Semenjak jalur ganda beroperasi, tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api. Melewati wilayah bergunung-gunung, jalur antara stasiun ini dengan Karanggandul termasuk rawan kecelakaan, terutama di sekitar kilometer 330-an.

Stasiun ini memiliki keunikan tersendiri berupa adanya kolam ikan untuk terapi kaki yang ada di dekat peron jalur 1.[5]

Ke arah utara stasiun ini, sebelum Stasiun Patuguran, terdapat Stasiun Legok, tetapi kini Stasiun Legok sudah tidak melayani persilangan atau persusulan antarkereta api lagi dan hanya berfungsi sebagai pengontrol sinyal blok saja.

InsidenSunting

Pada tanggal 13 Desember 2006, kereta api Sawunggalih Utama anjlok 200 meter menjelang Stasiun Karangsari. Akibatnya enam kereta anjlok dan kemudian dievakuasi ke Stasiun Purwokerto. Pergeseran bantalan rel akibat struktur tanah pegunungan yang lembek setelah hujan menyebabkan kereta api ini anjlok.[6]

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "PT KAI Ujicoba Rel Ganda Purwokerto-Patuguran". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2009-06-23. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  5. ^ "Stasiun Karangsari Tak Pernah Sepi Pengunjung" (dalam bahasa Indonesia). Suara Merdeka. 9 Januari 2015. Diakses tanggal 28 Juli 2017. 
  6. ^ "KA Sawunggalih Anjlok di Banyumas" (dalam bahasa Indonesia). Liputan 6. 13 Desember 2006. Diakses tanggal 28 Juli 2017. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Prupuk
Prupuk–Kroya
menuju Kroya